SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Sabtu, 15 Januari 2022

Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Ini 6 Tanda Pola Asuh Anda Buruk!

Sabtu, 15 Januari 2022 18:44:01

Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Ini 6 Tanda Pola Asuh Anda Buruk!

 

 

 

 

 

 

 

Pola asuh yang baik dan buruk akan berpengaruh berbeda-beda pada anak-anak. Karena, anak-anak cenderung tumbuh dengan meniru tingkah laku dan sikap orangtuanya.

Orangtua yang bersikap terlalu tertutup dengan anak-anaknya dianggap sebagai pola asuh yang buruk. Sedangkan, orangtua yang terlalu rama maupun menerapkan disiplin terlalu ketat juga tidak baik.

Karena itu, setiap orangtua harus memahami cara terbaik untuk menangani anak-anaknya. Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa tanda Anda adalah orangtua yang menerapkan pola asuh buruk.

1. Suka menghukum anak

Menurut American Academy of Pediatrics, menghukum anak dengan cara berteria dan memukul yang bertujuan mendisiplinkannya justru buruk bagi tumbuh kembang mereka.

Mereka bisa menyerap efek negatif jangka panjang. Mereka juga akan berperilaku agresif ketika tumbuh dewasa.

2. Tidak konsisten dengan aturan yang diterapkan

Orangtua seringkali hanya membuat aturan ketat bagi anak-anaknya, tetapi tidak menjalaninya sendiri. Hal ini justru akan membuat anak-anak bingung.

Jika Anda melanggar aturan yang diberlakukan, Anda juga harus menerima konsekuensinya. Anda harus bisa memberikan contoh yang baik di depan anak-anak.

3. Tidak bisa mengontrol suasana hati

Tugas orangtua memang berat, karena Anda akan menguras semua energi dan kerja keras sekaligus menjadi panutan bagi anak-anaknya.



Tapi, jangan biarkan suasana hati yang buruk mengendalikan sikap Anda di depan anak-anak. Pastikan Anda tidak melampiaskan rasa frustasi di depan anak.

4. Interaksi terbatas

Karena sibuk bekerja, banyak orangtua tidak memiliki cukup waktu untuk berbicara dengan anak-anaknya. Hal ini membuat interaksi antara orangtua dan anak menjadi terbatas.

Hal ini pastinya tidak baik bagi anak-anak, karena mereka akan menyimpan semua kekhawatiran da keluhannya sendiri. Karena itu, pastikan Anda memiliki interaksi yang baik dengan anak.

5. Senang memberi hadiah mahal

Banyak orangtua senang memberikan barang-barang mahal untuk anaknya, terutama orangtua yang memiliki interaksi terbatas sehingga hadiah mahal sebagai ganti dan permintaan maafnya.

Tapi, memberikan hadiah mahal tidak membuat interaksi Anda dan anak menjadi tetap hangat. Hal ini justru akan mebuat anak bergantung pada produk mahal dan berubah menjadi dorongan tak tertahankan dalam jangka panjang.

6. Suka membandingkan

Bila Anda masih suka membandingkan anak Anda sendiri dengan anak orang lain atau anak pertama dengan anak kedua atau ketiga, maka itu wujud pola asuh yang buruk.

Orangtua harus menyadari bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda, sehingga Anda harus bisa merangkul dan mengarahkan mereka sesuai minat.

*Sumber: suara.com


Rabu, 12 Januari 2022

Bukan Sekadar Rempah, Ini Ragam Khasiat Kunyit Bagi Kesehatan

Rabu, 12 Januari 2022 17:34:02

Bukan Sekadar Rempah, Ini Ragam Khasiat Kunyit Bagi Kesehatan

 

 

 

 

 

 

 

Kunyit sering digunakan sebagai bahan utama jamu atau bumbu dapur. Ini salah satunya karena kunyit dikenal memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh dan juga otak seseorang.

Kunyit sering digunakan di India selama ribuan tahun, karena  dianggap sebagai rempah-rempah atau ramuan obat sehat. Secara sains, khasiat kunyit diklaim mengandung senyawa yang baik untuk khasiat obat.



Senyawa ini disebut dengan kurkuminoid, serta efek anti-inflamasi yang kuat dan merupakan antioksidan yang sangat kuat.

Ada empat manfaat dari kunyit yang perlu Anda ketahui. Simak ulasannya yang dilansir dari Healthline.

Memiliki Senyawa Anti-Inflamasi

Ada kabar baik bagi Anda yang suka minum jamu kunyit. Ya, kunyit memiliki kandungan senyawa anti-inflamasi, di mana kandungan ini dapat mengobati penyakit di tubuh seseorang. Antara lain penyakit jantung, kanker, sindrom metabolik, dan penyakit alzheimer.

Meningkatkan Kapasitas Antioksidan Dalam Tubuh

Alasan utama kenapa kunyit disebut baik untuk kesehatan, karena kunyit memiliki antioksidan yang baik untuk melindungi tubuh Anda dari radikal bebas. Kandungan ini juga dilakukan lewat penelitian pada hewan, di mana kunyit dapat memblokir radikal bebas.

Mampu Mengobati Radang Sendi

Arthritis adalah masalah umum yang terjadi di negara-negara barat. Mengingat kunyit memiliki senyawa anti inflamasi yang kuat, kunyit dianggap mampu mengobati radang sendi. Banyak penelitian menunjukkan, dalam beberapa kasus kunyit lebih efektif mengobati radang sendi dibanding obat anti-inflamasi.

Dapat Mengobati Depresi

Kunyit memiliki manfaat untuk melawan depresi. Dalam uji coba lewat 60 orang dengan depresi, satu kelompok mengonsumsi Prozac, kelompok kedua mengonsumsi 1 gram kunyit, dan kelompok ketiga mengonsumsi Prozac dan kunyit.

Setelah enam minggu, kunyit disebut menghasilkan perbaikan yang serupa dengan Prozac. Dari penelitian ini, kunyit dikatakan sama efektifnya dengan obat antidepresan.

*Sumber: suara.com

Minggu, 09 Januari 2022

Menjadi Politisi, Antara Ambisi dan Penyakit Mental

Minggu, 09 Januari 2022 19:24:12

Menjadi Politisi, Antara Ambisi dan Penyakit Mental

 


 

 

 

 

 

 

Masyarakat tentu sudah akrab dengan tingkah laku politisi yang haus kekuasaan. Psikiater Dame Jane Roberts dalam bukunya Losing Political Office mengatakan, tak mudah bagi politisi untuk kehilangan kekuasaan. Kalah, mundur, dan tak lagi berkuasa bagi politisi sama dengan kehilangan identitas yang bisa menyebabkan gangguan mental.

Roberts yang mengutip kalimat Sigmon Freud mengatakan, kuasa bagi politisi adalah ide atau objek yang harus diperjuangkan dengan sepenuh hati. Selain kerja keras, politisi harus melakukan pengorbanan termasuk dalam kehidupan pribadi demi ambisi. Dengan banyaknya pengorbanan yang harus diberikan, tak heran bila politisi terkena depresi saat kehilangan kekuasaan.

"Bagi politisi harus angkat kaki dari pusat kekuasaan seperti peringatan duka, namun tidak ada yang meninggal atau penguburan. Hal ini diperparah dengan tidak ada pengakuan atau ucapan terima kasih dari partai pengusung. Mereka yang kalah dalam pemilihan atau mundur akan dilupakan begitu saja," kata Roberts.

Politisi juga harus menanggung malu saat kembali ke lingkungan masyarakat. Terlepas dari motif angkat kaki dari pusaran kekuasaan, masyarakat akan melabeli mereka sebagai politisi gagal. Hal ini akan mempengaruhi kehidupan pribadi politisi yang merasa dunianya hancur. Tak heran bila politisi menolak bertemu dengan masyarakat, misal dengan mengunci diri, karena minimnya kesiapan mental selepas tidak lagi menjadi pejabat.

Menurut Roberts, risiko mengalami gangguan mental mengintai siapa saja yang hendak terjun ke dunia politik. Tekanan dan ambisi menyebabkan politisi tak punya jalan lain kecuali memenuhi tuntutan tersebut. Hari Kesehatan Jiwa yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober menjadi pengingat pentingnya kesiapan bagi calon politisi jika tak ingin kelak mengalami depresi. [lis]

Sumber: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4250936/menjadi-politisi-antara-ambisi-dan-penyakit-mental

Jumat, 07 Januari 2022

10 Resolusi Sehat untuk Tahun Baru 2022, Mana yang Akan Kamu Lakukan?

Jum'at 07 Januari 2022 16:50:39

10 Resolusi Sehat untuk Tahun Baru 2022, Mana yang Akan Kamu Lakukan?

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa hari lagi kita sudah masuk di tahun 2022. Kamu pastinya memiliki resolusi sehat untuk menjadi orang yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Mungkin hidup sehat menjadi salah satu satu daftar di dalam resolusimu. Di akhir tahun 2021 ini, kita kembali dikhawatirkan dengan kehadiran virus yang muncul. Tak heran jika kamu menuliskan beberapa daftar sehat ke dalam resolusimu.

Melansir dari timesofindia.com, berikut 10 resolusi sehat untuk tahun baru 2022:

1. Makan makanan utuh

Cara termudah memulai hari dengan sehat, yaitu memakan makanan yang utuh (seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sumber protein murni). Jangan lupa mengurangi makanan yang diolah (seperti roti, keju, daging olah dan makanan beku)

2. Pilih diet yang berkelanjutan

Pada saat ini, orang-orang diet sedang ramai melakukan diet populer, yaitu FAD yang memberikan hasil cepat. Tetapi, diet tersebut dapat mempengaruhi metabolisme serta kesehatan mental seseorang. Diet tersebut mungkin tidak dapat kamu lakukan untuk jangka waktu panjang.

Saat kamu mencapai berat badan yang kamu inginkan, kamu mungkin akan merasakan kelaparan. Hal ini menyebabkan kamu akan makan. Kemudian, kembali ke berat badan sebelumnya. Pilihkan rencana diet yang bukan hanya untuk mencapai berat idealmu, tetapi sesuai dengan gaya hidupmu.

3. Tingkatkan Vitamin D

Optimalkan Vitamin D. Hal tersebut akan bermanfaat untuk kesehatan tulang, sistem kekebalan, dan mencegah penyakit kronis dalam tubuhmu. Oleh karena itu, pastikan bahwa kamu terkenal sinar matahari minimal 15-20 menit setiap hari. Jangan lupa mengkonsumsi suplemen Vitamin D (tidak lebih dari 4.000 IU sehari).

4. Masukkan olahraga dalam kegiatan rutinmu

Lakukanlah olahraga, entah itu olahraga berat atau sekedar berjalan-jalan. Ia akan membuat darahmu mengalir. Kemudian, merangsang asupan oksigen ke setiap bagian tubuhmu. Pastikan bahwa kamu memasukan olahraga yang kamu sukai setiap hari.

5. Prioritaskan tidur



Kurang tidur dan mengkonsumsi kopi berlebihan dapat menyebabkan kecemasan serta kekebalan yang lemah. Selain itu, kurang tidur dan kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan masalah berat badan, depresi, dan kecemasan. Oleh sebab itu, penting untukmu dalam memperhatikan kualitas tidur. Pastikan bahwa kamu tidur selama 7-8 jam setiap hari.

6. Mengurangi stres

Stres merupakan faktor penyebab masalah dari berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, obesitas, diabetes, GERD, dan depresi. Stres bisa berdampak kepada internal dan eksternal. Menghilangkan stres mungkin akan sulit untuk dilakukan. Namun, kamu bisa menguranginya dengan melakukan yoga, terapi, atau hal lain yang dapat mengembalikan dirimu.

7. Buatlah rutinitas pagi

Memiliki rutinitas pagi akan menunjukan dirimu dan membuat dirimu menjadi prioritas. Ini merupakan bentuk menghormati dirimu sendiri dan menempatkan kebutuhanmu menjadi yang pertama. Mengikuti rutinitas pagi akan membantumu memulai harimu dengan benar. Kamu akan menyeimbangkan dirimu sendiri sebelum berinteraksi dengan orang lain.

8. Ucapkan kalimat afirmasi harianmu

Ucapkanlah kalimat afirmasi harianmu dengan keras. Hal ini tidak membuatmu menjadi orang narsis. Tetapi, membantumu fokus terhadap tujuan dengan energi dan sikap yang baik. Pembicaraan diri yang positif memiliki kekuatan untuk membalikan ketidakpercayaan diri, keraguan, dan pikiran negatif. Hal ini membuatmu menjadi lebih bersyukur dan menikmati hidup.

9. Tetapkan niat harian

Tetapkan niatmu dengan serius. Hal ini akan mengaktifkan penerimaan kita, memanifestasikan, dan mengeluarkan apa yang kita inginkan. Niat memberikan kita tujuan, motivasi, dan inspirasi untuk mencapainya. Tuliskan niatmu dan katakan kalimat afirmasi. Ini akan membuat visualisasi menjadi kuat untuk tetap fokus dan berkomitmen dalam mencapai tujuan.

10. Pilihlah gairah daripada kesempurnaan

Menyelesaikan tugas dengan setengah hati akan membuatmu lebih banyak mengeluarkan usaha. Namun, ketika kamu bersemangat dalam mengerjakan pekerjaan, kamu akan berhasil dengan mengeluarkan usaha yang sedikit dan lebih bahagia. Kamu akan memberikan 100% dan melakukannya dengan sepenuh hati. Kamu akan memperlihatkan kemampuanmu yang membuatmu bersinar.

Itulah 10 resolusi sehat untuk tahun 2022. Apa resolusimu?

*Sumber: suara.com


Selasa, 04 Januari 2022

Yuk Berubah, Kenali 7 Tanda Orang Egois

Selasa, 04 Januari 2022 18:21:03

Yuk Berubah, Kenali 7 Tanda Orang Egois          

 

Egois merupakan salah satu sifat yang hampir semua orang tidak suka. Makanya banyak orang yang menjauhi pribadi dengan karakter seperti ini.

Dikutip dari hellosehat.com, egois adalah kecenderungan untuk memprioritaskan keinginan dan kebutuhannya sendiri di atas kebutuhan dan keinginan orang lain.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, egois adalah sebutan untuk orang yang selalu mementingkan diri sendiri. Ia menganut paham egoisme, yakni pandangan yang melihat bahwa satu-satunya tujuan hidup adalah mewujudkan ambisi pribadinya.

Orang egois adalah mereka yang hanya bahagia ketika tujuannya tercapai. Baginya, tujuan bermasyarakat tidak penting, bahkan cenderung untuk diabaikan atau dilanggar jika bertentangan dengan kepentingan dirinya sendiri.

Bukan hal aneh jika Anda tidak menyadari bahwa diri Anda egois sampai ada seseorang yang mengatakannya di depan muka Anda. Sebaliknya, Anda juga bisa mengenali seseorang itu egois atau tidak berdasarkan beberapa ciri yang khas.

Dilansir dari sehatq.com, berikut tanda-tanda orang yang egois.

1. Tidak menerima kritik

Kritik yang membangun dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi dan hasil kerja kita, tapi tidak demikian pola pikir yang ada dalam kepala orang egois. Bagi mereka, semua kritik adalah langkah untuk menjatuhkan sehingga harus ditangkis dengan segala cara.

2. Senang mengkritik orang lain

Orang egois tidak mau dikritik, tapi senang mengkritik orang lain di belakang punggung. Sayangnya, orang egois ini hanya melihat dari sudut pandangnya dan tidak berempati pada keadaan orang lain.Contoh konkretnya ketika tetangga yang hidup di bawah garis kemiskinan, maka sikap pertama orang egois adalah menyalahkan orang itu karena malas bekerja. Padahal, bisa saja si miskin tadi sudah berusaha lebih keras dari orang egois, tapi hasilnya tidak seperti yang ia harapkan.

3. Mengabaikan orang yang tidak sependapat

Egois adalah mereka yang menganggap orang lain yang lebih pintar atau lebih matang adalah musuh, apalagi jika orang itu tidak sependapat dengan si egois. Apakah Anda merasa sering merasakannya?

4. Mereka merasa berhak mendapatkan segalanya

Orang egois merasa dirinya bisa sukses, tapi tidak berjuang lebih keras dari orang lain. Kendati demikian, si egois ini hanya menyalahkan keadaan, bahkan menyalahkan orang lain, atas kesusahan yang dideritanya.

5. Melebih-lebihkan pencapaian

Anda pernah bertemu dengan orang yang suka membanggakan pencapaiannya yang tidak seberapa? Itu adalah salah satu tanda orang egois mengingat mereka memang tidak memiliki sikap rendah hati. Ketika bekerja secara kelompok, si egois adalah orang pertama yang akan mengklaim kesuksesan, tapi juga orang pertama yang akan ‘cuci tangan’ ketika proyek buntu. Oleh karena itu, mengerjakan tugas bersama orang egois tidak disarankan, apalagi jika tugas itu berat dan menantang.

6. Takut mengambil risiko

Karakter lain dari orang egois adalah tidak berani mengambil risiko. Pasalnya, mereka memang takut gagal.

7. Tidak mau menunjukkan kelemahan

Bagi orang-orang yang egois, mendahulukan kepentingan orang lain adalah bentuk kelemahan atau ketidakamanan dalam diri sendiri. Orang egois mengabaikan anggapan yang menyatakan semua manusia pasti memiliki kekurangan yang seharusnya dapat dilengkapi oleh bantuan dari orang lain. [lis]

www.telisik.id

Sabtu, 25 Desember 2021

5 Olahraga Terbaik untuk Anak, Yang Mana Pilihan Si Kecil?

Sabtu, 25 Desember 2021 18:59:04

5 Olahraga Terbaik untuk Anak, Yang Mana Pilihan Si Kecil?

 

 

 

 

 

 

 

Gaya hidup sedentary yang tidak banyak bergerak dapat menghambat tumbuh kembang anak. Itu sebabnya, penting untuk memastikan anak Anda tetap aktif berolahraga meski di tengah kondisi pandemi. Tapi, olahraga apa yang terbaik untuk anak?

Jarang berolahraga tak hanya dapat meningkatkan risiko obesitas, tetapi juga penyakit gaya hidup lainnya seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes.

Beberapa tahun yang lalu, Anda mungkin tidak akan mendengar anak-anak menderita penyakit gaya hidup seperti di atas. Namun, belakangan, terjadi peningkatan kasus anak-anak yang menderita penyakit seperti itu pada usia yang sangat muda.

Yuk, sempatkan dri Anda untuk mengajak anak-anak berolahraga agar tumbuh kembang mereka optimal, serta terhindar dari penyakit. Dilansir dari Parenting Firstcry, inilah 5 jenis olahraga terbaik untuk anak.

1. Sepak bola

Salah satu olahraga yang paling populer di kalangan anak-anak adalag sepak bola. Olahraga ini sudah bisa diajarkan kepada anak-anak sejak usianya empat tahun.

Olahraga ini juga akan mengajarkan anak tentang kerja sama tim, sportivitas, dan disiplin. Sedangkan manfaat fisiknya antara lain meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, koordinasi, pengendalian berat badan, dan daya tahan kardiovaskular.

2. Berenang

Olahraga ini bagus untuk mengatasi rasa takut anak pada ketinggian dan juga air. Tak hanya itu, berenang juga membantu meningkatkan kekuatan paru-paru dengan mengajarkan kontrol pernapasan saat berada di air. Berenang juga meningkatkan kekuatan otot berkat aneka gaya berenang yang berbeda.



3. Bersepeda

Semua anak pasti suka bersepeda. Anda berkesempatan untuk mengubahnya menjadi olahraga yang memberi manfaat. Hal pertama yang dipelajari anak dari bersepeda adalah keselamatan dan ketahanan di jalan. Secara sosial, mereka belajar kesabaran, disiplin, dan harga diri.

Namun, manfaat fisiknya lebih besar daripada manfaat sosialnya. Bersepeda meningkatkan kekuatan kaki, koordinasi refleks, meningkatkan keseimbangan, mengontrol berat badan, dan memperkuat fungsi kardiovaskular.

4. Berlari

Saat ini, tak sedikit lomba lari atau bahkan maraton yang bisa diikuti oleh anak-anak. Berlari membantu anak menjadi lebih fokus, konsentrasi, meningkatkan daya tahan, kekuatan otot, dan juga kebugaran kardiovaskular. Latihan secara teratur dapat membangun kekebalan tubuh dan mengembangkan kekuatan paru-paru pada anak-anak, sehingga mengurangi risiko pilek dan flu biasa.

5. Bola Basket

Hanya dengan sebuah bola dan ring basket, permainan ini adalah cara yang bagus untuk membuat anak-anak aktif secara fisik. Basket juga merupakan cara yang bagus untuk melibatkan anak-anak pemalu untuk bermain dengan tim.

Anak-anak belajar mengendalikan tubuh mereka melalui pertahanan dan serangan. Membuat umpan cepat meningkatkan pemikiran dan refleks dan menggiring bola mendorong koordinasi mata-kaki. Berlari dengan bola juga dapat meningkatkan kekuatan otot dan mengembangkan kelincahan.

Jadi, olahraga mana yang disukai anak Anda?

*Sumber: suara.com

Kamis, 23 Desember 2021

5 Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Anak, Salah Satunya Menjaga Tidur yang Cukup

Kamis, 23 Desember 2021 18:09:20

5 Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Anak, Salah Satunya Menjaga Tidur yang Cukup

 

 

 

 

 

 

 

Infeksi musiman, seperti flu, pada anak-anak terkadang dianggap sebagai hal yang normal. Seperti yang dikatakan banyak dokter bahwa antibodi anak terbentuk ketika tubuh mereka memerangi serangkaian kuman.

"Kita semua dilahirkan ke dunia ini dengan sistem kekebalan yang belum berpengalaman," kata profesor pediatri di University of Maryland, Charles Shubin.

Selain itu, beberapa kebiasaan sehat juga bisa berfungsi sebagai penambah kekebalan bagi anak, seperti makan sayuran, tidur yang cukup, dan menjaga kebersihan tangan sebelum makan.

Berdasarkan laman Parents, berikut cara untuk meningkatkan sistem kekebalan anak:

1. Konsumsi buah dan sayuran

Wortel, kacang hijau, jeruk, dan stroberi, mengandung fitonutrien karotenoid yang dapat menguatkan kekebalan dengan cara meningkatkan produksi sel darah putih yang melawan infeksi dan interferon, antibodi yang melapisi permukaan sel.

Studi menunjukkan asupan kaya fitonutrien juga dapat melindungi terhadap penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung di masa dewasa.

2. Menjaga waktu tidur yang cukup

Studi menunjukkan kurang tidur dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit dengan mengurangi sel pembunuh alami.

Anak-anak memiliki waktu tidur lebih banyak. Bayi mungkin memerlukan 16 jam waktu tidur setiap hari, balita harus memiliki 11 hingga 14 jam, dan anak-anak prasekolah membutuhkan 10 hingga 13 jam.

“Jika anak Anda tidak bisa atau tidak mau tidur siang, cobalah untuk menidurkannya lebih awal,” kata direktur Pusat Pendidikan dan Penelitian Anak Holistik di Rumah Sakit Anak, di Boston, Kathi Kemper.

3. Memberi ASI kepada bayi

ASI mengandung antibodi penambah kekebalan dan sel darah putih. Kandungan itu menjaga mereka dari infeksi telinga, alergi, diare, pneumonia, meningitis, infeksi saluran kemih, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar ibu menyusui secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.

4. Berolahraga bersama keluarga

Penelitian menunjukkan olahraga meningkatkan jumlah sel pembunuh alami dan aktivitas fisik teratur dapat bermanfaat bagi anak-anak.

Untuk membiasakan anak-anak dengan kebiasaan berolahraga seumur hidup, jadilah panutan yang baik.

"Berolahragalah bersama semreka, daripada hanya mendesak mereka untuk pergi keluar dan bermain," jelas psikolog klinis di Columbia, Missouri, Renee Stucky.

5. Hindari dari rokok

Ahli epidemiologi dari Office on Smoking and Health di Centers for Disease Control and Prevention, Atlanta, Beverly Kingsley, mengatakan asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya, banyak di antaranya dapat mengiritasi atau membunuh sel-sel di dalam tubuh.

Anak-anak lebih rentan dibandingkan orang dewasa terhadap efek berbahaya dari asap rokok karena mereka bernapas lebih cepat, dan sistem detoksifikasi alami anak juga kurang berkembang.

Asap rokok meningkatkan risiko SIDS, bronkitis, infeksi telinga, dan asma, pada anak. Ini juga dapat mempengaruhi kecerdasan dan perkembangan neurologis.

*Sumber: suara.com