SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Jumat, 15 Oktober 2021

5 Sumber Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Tulang

 Jum'at, 15 Oktober 2021 19:18:01

5 Sumber Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Tulang

 

 

 

 

 

 

 

Memiliki kesehatan tulang adalah dambaan setiap orang. Dengan memiliki tulang yang sehat, melakukan aktivitas apapun tidak menjadi tidak mudah terganggu oleh penyakit lain, seperti cedera dan osteoporosis.

Mengutip dari Times of India, ada lima makanan bernutrisi yang disebut dapat membantu menyehatkan tulang Anda. Apa saja? Berikut paparannya!

Vitamin K

Vitamin K disebut ampuh mencegah penyakit jantung, diabetes, serta kanker. Terlepas dari penyakit, vitamin K juga dipercaya mampu menjaga kesehatan tulang Anda. Vitamin K bertanggung jawab untuk mengaktifkan protein yang memainkan peran penting, mulai dari pembekuan darah hingga metabolisme kalsium.

Adapun vitamin K ini bisa Anda temukan lewat sumber makan ini, antara lain sayur brokoli, bayam, kubis, dan selada.

Vitamin D

Vitamin D biasa dikenal lewat serapan sinar matahari, yang disebut dapat meningkatkan kesehatan dan kepadatan tulang. Dari vitamin ini, dikatakan dapat membantu menyerap kalsium serta mempertahankan jumlah nutrisi yang cukup dalam darah.

Selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa Anda temukan lewat daftar makanan mulai dari bayam, kacang kedelai, ikan sarden, dan ikan salmon.

Protein

Protein dikenal dapat membantu pertumbuhan sel sekaligus meregenerasi sel tubuh. Fungsi dari protein ini dikatakan juga mampu mempertahankan dan meningkatkan massa tulang, sehingga ini akan menjaga kesehatan tulang Anda.

Sebuah studi menunjukkan, diet dengan protein tinggi dapat meningkatkan kepadatan tulang, serta memperlambat laju pengeroposan tulang. Selain itu, protein membentuk sekitar 50 persen dari volume tulang serta massanya.

Adapun sumber protein ini bisa ditemukan lewat makanan lentil, kacang-kacangan, daging, hingga produk susu.

Magnesium

Sumber magnesium bertanggung jawab dalam mengaktifkan lebih dari 300 reaksi tubuh Anda. Selain itu, magnesium juga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang. Hal ini ada sekitar 60 persen mineral yang ditemukan di jaringan tulang.

Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi sumber magnesium dalam jumlah tinggi, disebut memiliki kepadatan massa tulang yang lebih baik, dibanding mereka yang kurang mengonsumsi magnesium dalam jumlah rendah.

Asupan magnesium tersebut bisa Anda temukan lewat makanan ini. Mulai dari kacang-kacangan, kacang polong, hingga biji-bijian.

Vitamin C

Sebuah studi yang terbit di Nutrients menunjukkan, selain baik untuk sistem kekebalan tubuh, vitamin C juga mampu meningkatkan serta menjaga kesehatan tulang Anda. Dikatakan, vitamin C dapat bermanfaat untuk pertumbuhan tulang, reabsorpsi, hingga pencegahan osteoporosis.

Asupan ini bisa Anda temukan lewat beberapa makanan sehat. Mulai dari buah jeruk, tomat, dan buah sitrat lainnya.

*Sumber: suara.com

Senin, 11 Oktober 2021

Anak Alami Gangguan Belajar Bukan Berarti Bodoh, Begini Penjelasan Medisnya

Senin, 11 Oktober 2021 17:41:30

Anak Alami Gangguan Belajar Bukan Berarti Bodoh, Begini Penjelasan Medisnya

 

 

 

 

 

 

 

 

Anak yang kesulitan memahami pelajaran belum tentu bodoh. Secara klinis, bisa saja anak sebenarnya alami gangguan belajar spesifik, terutama pada anak usia sekolah dasar.

Dokter spesialis kedokteran jiwa dr. Fransiska Kaligis, Sp. KJ(K), mengatakan bahwa gangguan belajar pada anak terbagi menjadi tiga yang spesifik pada kemampuam membaca, berhitung, dan menulis.

"Gangguan ini akan sangat mempengaruhi performa dari anak tersebut," kata dokter Fransiska saat IG Live RSCM Kencana, Rabu (6/10/2021).

Menurutnya, gangguan kemampuan belajar itu bisa disebabkan banyak faktor. Bisa jadi biologis yang memang ada turunan secara genetik dari orangtua.

Faktor psikologis di mana anak alami kecemasan hingga tidak bisa menyerap materi pembelajaran. Maupun kondisi lingkungan yang tidak efektif sebagai tempat anak belajar.

Tiga gangguan belajar tersebut meliputi:

1. Disleksia

Disleksia merupakan gangguan belajar yang spesifik pada kesulitan membaca. Dokter Fransiska menjelaskan, kemampuan membaca pada anak yang alami disleksia jauh di bawah teman-teman seusianya.

"Biasa anak dengan disleksia membacanya lambat, terputus-putus, atau tertukar. Misalnya b jadi p. Sebetulnya kecerdasan anak dengan disleksia biasanya normal, mereka cukup cerdas. Tapi ketika membaca ada kesulitan," jelasnya.

2. Disgrafia

Disgrafia merupakan gangguan belajar yang spesifik pada kemampuan menulis. Sama seperti disleksia, biasanya kecerdasan anak secara umum sebenarnya normal. Kecerdasan intelektualnya bahkan terbilang baik. Hanya saja, anak kesulitan menulis maupun menyusun kalimat.

"Biasanya salah, gak sesuai seperti teman-temannya. Misal, usia 8 tahun harusnya sudah lancar tapi ini masih salah penyusunan atau menyusun paragraf masih terbalik," kata dokter Fransiska.

3. Diskalkulia

Diskalkulia merupakan gangguan belajar pada kemampuan berhitung. Anak yang alami gangguan belajar ini jadi tidak bisa memahami konsep perhitungan, operasi matematika, dan operasi aritmatika

Satu anak bisa saja alami lebih dari satu gangguan belajar tersebut, kata dokter Fransiska. Secara umum, kecerdasan anak yang alami gangguan belajar sebenarnya normal. Hanya saja alami kesulitan secara spesifik pada gangguan tersebut.

Dokter Fransiska mengingatkan, orangtua harus memperhatikan kemungkinan gangguan tersebut agar bisa deteksi dini. Gangguan belajar tersebut biasanya mulai terlihat saat anak usia 8-9 tahun.

*Sumber: suara.com

Kamis, 07 Oktober 2021

Anak Jadi Korban Bullying, Bagaimana Sebaiknya Orangtua Bersikap?

Kamis, 07 Oktober 2021 18:06:20

Anak Jadi Korban Bullying, Bagaimana Sebaiknya Orangtua Bersikap?

 

 

 

 

 

 

 

Setiap orangtua akan merasa kecewa, sedih dan marah saat mengetahui anaknya menjadi korban bullying. Meski begitu, psikolog mengingatkan orangtua agar tidak bertindak gegabah.

Hal ini penting dilakukan lantaran, alih-alih melindungi anak sebagai korban bullying, orangtua malah fokus melakukan perlawanan terhadap anak pelaku bullying dan malah berbalik melakukan bullying kepada anak tersebut.

"Kayaknya jangan kita menghakimi pelaku. Apalagi cuma tahu dari satu sisi. Maka sebetulnya perilaku kita ketika menghukum, justru kita yang bisa dituntut akibat perilaku bullying kita," jelas Psikolog Klinis, Anna Surti Ariani dalam acara diskusi EU Social DigiThon, beberapa waktu lalu.

Sehingga langkah pertama yang perlu dilakukan saat mendapati anak dibully adalah memberikan perlindungan kepada anak tersebut.

Sebisa mungkin memberikan keamanan dan kenyaman anak tersebut, tanpa harus menuntut mereka untuk bercerita.

"Ketika dia belum mau bicara jangan dipaksa, kita mungkin akan perlu menyamankan dia dulu, mau dibikin teh panas supaya enak dulu," jelas Anna.

Selanjutnya, jika anak sudah merasa tenang dan tapi juga belum mau bercerita kepada orangtua karena malu atau takut, maka maklumilah jangan dipaksa.

Selain itu, orangtua bisa menawarkan anak untuk berkonsultasi kepada psikolog dengan ajakan yang menggunakan bahasa yang dipahami.

"Misalnya, bunda punya temen psikolog kalau kamu mau cerita. Supaya bisa leluasa, bunda nggak mendengarkan deh, rahasia kamu," ungkap Anna.

Sementara itu, anggota Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia itu mengungkap beberapa dampak bullying kepada anak yang harus diwaspadai. Seperti sebagai berikut:

1. Sulit konsentrasi 
2. Prestasi akademis menurun 
3. Sedih berlarut-larut 
4. Frustrasi 
5. Sulit tidur 
6. Kesepian 
7. Menarik diri dari pergaulan 
8. Gangguan makan, seperti menolak makan, makan tak berhenti, memuntahkan, dan lain-lain. 
9. Distress atau stres yang negatif. 
10. Depresi 
11. Kecemasan 
12. Keinginan bunuh diri.


*Sumber: suara.com.

Rabu, 06 Oktober 2021

Sulit Tidur Malam Nyenyak karena Alami Kecemasan, Lakukan 5 Cara Ini

Rabu, 06 Oktober 2021 18:38:10

Sulit Tidur Malam Nyenyak karena Alami Kecemasan, Lakukan 5 Cara Ini 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kecemasan adalah perasaan khawatir dan tidak nyaman yang normal terjadi sesekali. Tapi, kecemasan menjadi tidak normal ketika sudah berlebihan dan Anda sulit mengatasinya.

Pada tahap itulah kecemasan bisa menjadi gangguan kecemasan yang biasanya membutuhkan bantuan medis. Kecemasan berlebihan juga biasanya akan menyebabkan orang kesulitan tidur.

Menurut studi YouGov baru yang dilakukan oleh JYSK, sekitar 42 persen orang hanya tidur 6 jam atau kurang setiap malamnya, 22 persen mengalami perubahan pola tidur karena kecemasan yang dipengaruhi oleh pandemi virus corona, dan 18 persen mengalami mimpi yang tidak menyenangkan ketika tidur.

Dilansir dari Express, Sleep Foundation, Harvard Health Publishing, Mind, dan NHS juga memberitahu cara tidur malam nyenyak dan rileks ketika Anda memiliki kecemasan, antara lain:

1. CBT

Kecemasan pada waktu tidur harus diobati di siang hari dengan terapi perilaku kognitif (CBT). CBT adalah pengobatan umum untuk gangguan kecemasan, di mana seorang profesional membantu Anda untuk mengarahkan kembali pemikiran negatif guna mengurangi perasaan cemas.

Mengatasi kecemasan dengan cara ini dapat membantu Anda mengendalikan perasaan khawatir dan stres yang membuat Anda terjaga di malam hari.

2. Rutin tidur malam tepat waktu

Bagi orang yang bekerja secara shift atau shift malam, mungkin akan kesulitan mengatur rutinitas tidur malamnya agar tetap stabil. Walau begitu, Anda tetap harus mencoba tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.

Jika Anda harus tidur siang hari, pertahankan durasinya di bawah satu jam dan jangan tidur siang setelah jam 3 sore. Jika Anda tidak tidur dalam 20 menit atau terbangun dan tidak bisa tertidur lagi dalam 20 menit, bangunlah dari tempat tidur.

3. Latihan relaksasi

Membaca, mendengarkan musik, atau bersantai sebelum tidur dengan mandi air panas atau bernapas dalam-dalam dapat membantu beberapa orang untuk tidur nyenyak.

Namun, Anda mungkin perlu mencoba teknik relaksasi yang secara khusus ditujukan untuk mengatasi kecemasan. NHS merekomendasikan teknik pernapasan baik sambil berdiri, duduk di kursi yang mendukung, atau berbaring di tempat tidur atau matras yoga.

4. Olahraga

Olahraga sangat penting kesehatan jantung, kekuatan otot, dan kesehatan mental. Anda harus berolahraga secara teratur, idealnya di sore hari, setidaknya selama dua setengah jam dalam seminggu.

Menurut The Sleep Foundation, olahraga setiap hari memiliki manfaat menyeluruh untuk kesehatan dan perubahan yang dimulainya dalam penggunaan energi dan suhu tubuh bisa mendorong tidur yang lebih nyenyak.

Sebagian besar ahli menyarankan agar tidak melakukan olahraga intens menjelang waktu tidur. Ini bisa menghambat kemampuan tubuh Anda untuk secara efektif menetap sebelum tidur.

5. Diet

Konsumsi makanan yang sehat adalah langkah penting untuk mengurangi kecemasan dan tidur yang lebih nyenyak. The Sleep Foundation merekomendasikan untuk membatasi asupan kafein Anda. Hal itu karena minuman berkafein, termasuk kopi, teh, dan soda dapat menyebabkan kurang tidur jangka Panjang.

Anda juga harus mencoba untuk menghindari makan di malam hari karena lebih sulit untuk tertidur jika tubuh masih mencerna makan malam yang besar.

*Sumber: suara.com

Selasa, 05 Oktober 2021

Psikolog Sebut Batasi Penggunaan Gadget Bisa Cegah Cyberbullying, Benarkah?

Selasa, 05 Oktober 2021 17:20:41

Psikolog Sebut Batasi Penggunaan Gadget Bisa Cegah Cyberbullying, Benarkah? 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pencegahan cyberbullying alias perundungan siber menurut psikolog bisa dilakukan dengan cara membatasi penggunaan gadget.

Dikatakan Anna Surti Ariani dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia), membatasi waktu memegang gadget dengan jadwal atau durasi tertentu dapat mencegah anak dari perundungan siber.

"Memberikan edukasi terkait apa itu cyberbullying. Ketiga, membatasi konten dan aplikasi pada gawai. Dan keempat, menjadi contoh dalam berperilaku digital yang baik," kata perempuan yang akrab disapa Nina itu, dikutip dari ANTARA.

Cyberbullying adalah kondisi di mana seseorang merasa tidak nyaman terhadap komentar/informasi/gambar foto yang ditujukan untuk dirinya, yang bertujuan menyakiti, intimidasi, menyebar kebohongan dan menghina, yang diunggah di internet, jejaring media atau teknologi digital lainnya, yang dilakukan oleh orang lain.

"Sebanyak 45 persen dari 2,777 anak muda usia 14-24 tahun pernah mengalami cyberbullying, menurut survei UNICEF U-Report 2021," katanya.

Menurut Nina, alasan orang melakukan cyberbullying adalah ia ingin merasa kuat, harga dirinya rendah, kurang berempati, ingin popular dan tidak sadar akan dampak yang ditimbulkan.

Ia membagikan beberapa ciri seseorang yang terdampak cyberbullying. Pertama, adalah kecenderungan untuk menarik diri, mudah emosi, menjadi cenderung pendiam dan tidak mau bersosialisasi.

"Kedua adalah mengganti akun media sosial, dan ketiga tidak lepas dari gawai kehilangan minat melakukan kegiatan lain," ujarnya menambahkan.

Founder Yayasan Sejiwa, Diena Haryana, mengatakan media daring memberikan dampak terhadap beberapa kasus yang dialami anak seperti ketergantungan gawai, cyberbullying, eksploitasi seksual serta penipuan daring.

"Dampaknya bisa sangat besar, membekas hingga jangka panjang karena rasa malu yang ditimbulkan mengingat postingan buruk terhadap dirinya telah disaksikan ribuan orang netizen," kata Diena.

"Akibatnya sangat membahayakan, bukan hanya sebatas malu dan depresi bahkan hingga tindakan bunuh diri. Sayangnya, banyak korban yang lebih memilih diam, tidak mengadukan kasus yang menimpanya, sehingga pada akhirnya mengganggu pertumbuhan jiwanya," imbuhnya.

Namun, Diena mengatakan terdapat beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah dampak buruk cyberbullying.

"Sebagai teman, kita memberi dukungan untuk mendengarkan masalah yang dihadapi, menyemangati dan dapat mengajaknya untuk melaporkannya kepada guru atau orangtuanya. Kita juga dapat meng-counter informasi negatif dengan memberikan komentar positif tentang sahabat kita," kata Diena.

"Sebagai orang tua, kita arahkan anak untuk memblok pelaku dan melaporkannya melakukan media sosial. Kita juga dapat mengalihkan anak dari media sosial melalui kegiatan lain seperti hobi, berlibur maupun hal-hal kreatif lainnya. Bila sudah semakin parah dampaknya, segera konsultasikan anak kepada ahlinya untuk mendapat tindakan terbaik," tumbuhnya.

*Sumber: suara.com

Senin, 27 September 2021

Merantau Bisa Latih Imajinasi Otak Anak, Ini Penjelasannya

Senin, 27 September 2021 17:45:20

Merantau Bisa Latih Imajinasi Otak Anak, Ini Penjelasannya

 

 

 

 

 

 

 

Kemampuan berimajinasi sangat penting untuk perkembangan otak anak. Lewat imajinasi anak bisa lebih kreatif dan inovatif serta lebih siap menghadapi masa depannya kelak.

Melatih imajinasi anak memang tidak mudah, namun Ahli Otak, Dr. dr. Taufiq Pasiak menyarankan anak-anak untuk mau berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Ini karena perpindahan tempat bisa membuat melebarnya hipokampus otak jadi lebih luas. Hipokampus adalah bagian di otak yang berperan untuk mengingat informasi baru.

Lewat meluasnya bagian hipokampus di otak inilah kemampuan spasial atau kemampuan beradaptasi anak jadi terlatih, yang akhirnya membuat kemampuan imajinasi anak jadi meningkat.

"Makanya jika ingin anak Anda, kita atau siapapun memiliki kemampuan spasial yang bagus, pindah-pindah tempat tinggal," ujar Dr. Taufiq yang juga CEO sekaligus Pendiri Sekolah Otak itu, dalam acara diskusi, Jumat (24/9/2021) lalu.

Perpindahan tempat yang dimaksud tidak selalu pindah rumah, tapi bisa seperti melalui jalan yang berbeda setiap berangkat dan pulang sekolah. Lalu bersekolah di beda kota alias merantau, atau sering mengunjungi tempat baru.

"Pindah-pindah jalan menelusuri satu tempat. Kalau jalan ke sekolah melalui jalan A, maka lain waktu gunakan jalan B, jalan C, jalan D dan seterusnya. Itu membuat peta spasial kita berubah," jelas Dr. Taufik.

Peta spasial bisa berarti kemampuan mendeteksi benda atau bangunan 3 dimensi yang memiliki lebar, tinggi, dan panjang satu ruang.

Fenomena ini juga selaras dengan penelitian yang dilakukan di London Inggris terhadap sopir yang otaknya diperiksa dengan magnetic resonance imaging (MRI), untuk memeriksa besarnya hipokampus.

Otak sopir diperiksa sebelum sopir bertugas berkeliling kota London. Setelahnya sopir berkeliling selama 3 hingga 6 bulan, selanjutnya otak sopir kembali diperiksa.

Hasilnya didapatkan, setelah berkeliling bagian hipokampus otak melebar setelah sopir berkeliling kota London, menunjukan kemampuan spasialnya lebih baik dari sebelumnya.

*Sumber: suara.com

Sabtu, 25 September 2021

Tergantung Keluhan yang Dialami Pasien, Pengobatan Nyeri Dibedakan Menjadi 3 Level

Sabtu, 25 September 2021 18:20:01

Tergantung Keluhan yang Dialami Pasien, Pengobatan Nyeri Dibedakan Menjadi 3 Level

 

 

 

 

 

 

 

Tidak semua keluhan nyeri di badan diobati dengan cara yang sama. Terlebih dalam kondisi wabah Covid-19, penanganan medis harus ada yang disesuaikan.

Dokter spesialis bedah saraf dr. Dwikoryanto, Sp. BS. FINPS., mengatakan bahwa dilihat dari gejalanya, nyeri dibedakan menjadi tiga level. Dokter akan memberikan pengobatan kepada pasien nyeri sesuai diagnosis levelnya.

"Kalau level 1, misalnya, pada pasien yang nyeri ringan sampai sedang, penyebab dan diagnosisnya jelas, kemudian kalau dia memiliki komorbid relatif terkontrol. Maka dia juga bisa menggunakan perangkat telemedicine," jelas dokter Dwikoryanto dalam webinar daring Brain Awareness Week, Rabu (22/9/2021).

Pengobatan terhadap pasien nyeri level 1 hanya perlu melakukan rawat jalan melalui telemedicine. Dokter biasanya akan memberikan obat anti nyeri untuk meredam gejala yang dirasakan.

Sedangkan pasien dengan keluhan nyeri level 2 memiliki gejala yang serupa dengan level 1. Hanya saja, pasien dalam kondisi terkonfirmasi infeksi virus Corona atau masih menjadi suspek Covid-19 akibat adanya riwayat kontak juga memiliki gejala seperti flu.

"Maka kita harus menduga pasien ini juga memiliki problem Covid, jadi tentu memerlukan pendekatan penanganan yang berbeda," imbuh dokter Dwikoryanto.

Dalam kondisi tersebut, pasien harus menjalani isolasi mandiri di rumah ataupun di rumah sakit sesuai gejala Covid-19 yang dihadapinya.

Nyeri pada level 3, digambarkan kondisi pasien yang alami gejala sangat berat. Dokter Dwikoryanto mengatakan, biasanya pasien harus segera mendapatkan tindakan medis darurat. Sehingga perlu dilakukan rawat di nap.

Dalam kondisi tersebut, dokter akan memeriksa kondisi organ tubuh pasien untuk memastikan apakah ada cedera serius yang jadi penyebab nyeri.

*Sumber: suara.com