SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Sabtu, 11 Juli 2020

Bersepeda Bisa Menurunkan Berat Badan, Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui

Sabtu, 11 Juli 2020 17:21:04

Bersepeda Bisa Menurunkan Berat Badan, Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui

Beberapa waktu belakangan ini bersepeda sepertinya sedang kembali tren. Jalanan yang cenderung sepi selama masa pandemi membuat banyak orang ingin berolahraga atau sekadar keliling kota menggunakan sepeda.

Tak hanya itu, sebagian dari kita bersepeda untuk membantu menurunkan berat badan. Apakah kamu salah satunya? Jika kamu sedang rajin bersepeda dan ingin berat badan jadi lebih ideal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya menurunkan berat badan dengan bersepeda bisa lebih maksimal. Mulai dari memperhatikan asupan makanan, mengatur kecepatan, hingga menghindari dehidrasi. Untuk tahu lebih lengkapnya, berikut kumparanWOMAN telah merangkum lima tips menurunkan berat badan dengan bersepeda.

Pastikan makan sebelum bersepeda

Sebelum melakukan olahraga, sebaiknya memang kita mengisi perut terlebih dahulu. Ini bisa  mengurangi risiko kehabisan energi selama berolahraga. Jika memilih bersepeda di pagi hari, Ladies bisa sarapan dulu dengan oatmeal, roti dan telur, atau sayuran tinggi serat. Kalau waktu bersepeda kamu adalah sore atau malam, kamu bisa mengkonsumsi buah seperti apel dan pisang. Jenis makanan seperti itu bisa memberikan energi pada tubuh sehingga bersepeda bisa lebih maksimal.

Perhatikan kekuatan mengayuh sepeda

Menurunkan berat badan dengan bersepeda bukan berarti kamu harus mengayuh secepat-cepatnya supaya lemak bisa cepat terbakar. Sebab mengayuh dengan kekuatan penuh justru akan membuat kamu lebih cepat lelah dan bersepeda jadi tidak maksimal.

Oleh karena itu, kamu harus menemukan intensitas bersepeda yang tidak terlalu kencang tapi juga tidak terlalu pelan. Lakukan selama kurang lebih 15 menit. Setelah itu kamu bisa mengayuh sepeda dengan kecepatan sedikit lebih tinggi dan kemudian turunkan kecepatannya secara perlahan.

Kamu bisa mengukur kecepatan bersepeda menggunakan monitor detak jantung yang ada di smart watch. Pastikan detak jantung kamu tidak melebihi angka 68-79 persen. Kecepatan tersebut bisa membantu kamu menurunkan berat badan dengan maksimal.

Hitung kalori yang dikurangi selama bersepeda

Ladies, jika kamu ingin serius mengurangi berat badan dengan bersepeda, pastikan kamu tidak hanya memantau kalori yang masuk tetapi juga kalori yang dibakar oleh tubuh.

Menghitung kalori yang terbakar saat bersepeda akan lebih mudah jika kamu memiliki smart watch. Tapi jika tidak memilikinya, kamu bisa berkonsultasi pada ahli gizi tentang Basal Metabolic Rate (BMR) kamu. BMR adalah jumlah kalori dalam tubuh yang kamu miliki jika tidak sedang melakukan kegiatan apapun.

Jika kamu melakukannya dengan maksimal, satu jam bersepeda setiap hari bisa membantu kamu membakar banyak kalori. Pastikan kamu tidak terobsesi dan membakar lebih dari 500 kalori supaya tubuh tidak kelaparan dan lemas.

Mengimbanginya dengan diet sehat

Seperti halnya olahraga lain, menurunkan berat badan dengan bersepeda juga perlu diimbangi dengan diet sehat. Sebab membakar lemak saja belum tentu membuat tubuh kamu jadi lebih sehat. Untuk itu, Ladies bisa melakukan diet sehat yang tidak membahayakan tubuh. Misalnya seperti sarapan sayuran, mengkonsumsi buah-buahan tanpa diolah, hingga mengurangi asupan garam.

Selain membantu mempercepat turunnya berat badan, diet juga bisa membuat tubuh jadi lebih sehat dan fresh.

Menghidrasi tubuh dengan baik

Membakar kalori artinya kamu akan mengeluarkan banyak cairan dalam tubuh. Cairan ini biasanya berbentuk keringat atau urin. Supaya kamu tidak dehidrasi, pastikan kamu minum air putih sesuai aturan. Per harinya kita memang disarankan para ahli untuk mengkonsumsi minimal delapan gelas. Hal ini perlu dilakukan supaya tubuh tidak mudah dehidrasi.

Jika ingin meminum minuman dengan rasa setelah bersepeda, kamu bisa mengkonsumsi jus buah tanpa gula atau infused water.

*Sumber: kumparan.com

Jumat, 10 Juli 2020

Anak Anda Pemalu? Ini Tips untuk Tingkatkan Rasa Percaya Dirinya

Jum'at, 10 Juli 2020 17:07:20

Anak Anda Pemalu? Ini Tips untuk Tingkatkan Rasa Percaya Dirinya

Anak yang memiliki rasa percaya diri, berani mengungkapkan pendapat, dan mudah bersosialisasi dengan lingkungan sekitar tampaknya jadi dambaan banyak orang tua. Namun, tak sedikit pula anak-anak yang punya sifat dasar pemalu. Apakah anak Anda termasuk salah satunya?

Moms, sifat pemalu ini rupanya berasal dari anak yang merasa kurang yakin dengan kemampuannya untuk bergaul dengan teman sebaya atau lingkungan sekitarnya. Bahkan tak jarang, ada anak yang berpikir ia tak disukai oleh anak-anak lain, sehingga membuat rasa kepercayaan dirinya menurun.

Tapi, seiring bertambahnya usia saat anak sudah mulai bersekolah misalnya. Anda sepertinya perlu menanamkan rasa percaya diri si kecil, Moms. Hal ini perlu dilakukan agar anak Anda dapat berani mengekspresikan ide maupun perasaannya di depan umum.

Memang, untuk melakukannya tak dapat instan alias diperlukan waktu yang tak sedikit. Apalagi, bagi sebagian anak yang pemalu, bicara di depan orang dengan rasa percaya diri adalah sebuah tantangan yang cukup besar. Kendati demikian, jika Anda bersungguh-sungguh mendukung dan melatih anak secara perlahan dan sabar, kemungkinan besar kemampuan anak untuk tampil percaya diri di depan orang banyak akan meningkat secara bertahap.

Nah Moms, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak yang pemalu, seperti dilansir Young Parents.

1. Libatkan anak dalam pengambilan keputusan

Tak ada salahnya untuk melibatkan anak dalam mengambil keputusan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Anda dapat bertanya tentang makanan apa yang ingin ia makan untuk sarapan, makan siang, atau malam esok hari. Selain itu, Anda juga dapat bertanya tentang program televisi mana yang akan ditonton di malam hari bersama keluarga. Hal-hal kecil seperti ini secara tak langsung dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.

2. Buat sebuah pertunjukan kecil di rumah

Saat sedang berkumpul bersama keluarga, mintalah anak Anda untuk tampil di depan semua anggota keluarganya itu. Misalnya dengan memintanya untuk menyanyikan sebuah lagu untuk Anda, sang ayah, saudara kandungnya, atau anggota keluarga lain di rumah. Bisa juga dengan mengajaknya bermain peran dengan beberapa orang rumah. Kendati hal ini bisa membuat anak merasa malu di awal, namun ia akan mencobanya jika ada dukungan dari Anda atau orang di sekitarnya.

3. Bersosialisasi

Semakin anak Anda bergaul dengan orang lain seusianya, maka semakin besar pula kemungkinan ia untuk meningkatkan rasa percaya dirinya dalam hal berbicara. Terlebih jika anak sedang bermain bersama teman-teman sebayanya, maka ini adalah kesempatannya untuk unjuk keberanian dalam hal berkomunikasi.

4. Beri dukungan

Anak tak akan merasa senang bicara di depan umum, kecuali jika ia merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Itu artinya, si kecil merasa kurang percaya diri untuk tampil di depan umum karena merasa tak nyaman dengan dirinya.

Apabila Anda mendapati anak memiliki kecemasan seperti itu, katakanlah padanya bahwa Anda maupun orang lain sangat menghargai apa yang diucapkannya. Ya, hal tersebut justru bisa membuat orang lain senang, sebab ia berani mengungkapkan sesuatu dan tak hanya berdiam diri saja. Selalu berikan dukungan yang positif agar anak berani memulainya ya, Moms.

5. Berikan umpan balik

Sebagian besar peluang berbicara terjadi secara spontan, terlebih jika anak bergaul dengan teman-teman dan keluarganya setiap hari. Saat Anda memperhatikan ia bicara dengan penuh percaya diri kepada Anda atau seseorang misalnya, di akhir pembicaraan jangan lupa katakan padanya bahwa betapa bahagianya Anda melihat si kecil dapat dengan bersosialisasi dan berkomunikasi dengan percaya diri.

*Sumber: kumparan.com

Kamis, 09 Juli 2020

5 Cara Agar Lekas Move On dari Seseorang yang Ghosting Kamu

Kamis, 09 Juli 2020 17:11:01

5 Cara Agar Lekas Move On dari Seseorang yang Ghosting Kamu

Masa pendekatan atau PDKT merupakan saat-saat penentuan hubungan, berlanjut atau berhenti. Tapi tak jarang setelah memasuki tahap berikutnya ada pula yang harus mengalami kegagalan karena calon pacar tiba-tiba menghilang tanpa kabar atau disebut dengan istilah ghosting.

Ghosting merupakan istilah seseorang yang sebelumnya selalu menghubungimu untuk mendekati, kemudian hilang begitu saja tanpa jejak. Fenomena ghosting memang terdengar kejam dan menyesakkan dada orang yang menjadi korbannya. Terutama ketika sudah merasa nyaman dengannya.

Lalu, apa yang harus dilakukan ketika mengalami ghosting? Berikut cara move on dari seseorang yang ghosting kamu:

1. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Jangan salahkan dirimu, jika masih mempertanyakan penyebab dia melakukan ghosting. Tidak ada bukti konkret untuk menyimpulkan kenapa ia berusaha meninggalkan hubungan dengan cara ghosting. Menyerah pada diri sendiri justru akan menyebabkan diri anda lebih terluka secara emosional.

2. Jangan Buru-buru untuk Kembali Berkencan

Sebelum kembali membuka hati, fokuslah untuk menyembuhkan rasa sakit yang ada. Jangan terburu-buru mengambil risiko berpacaran sampai kamu merasa siap.

Untuk tidak melakukan kesalahan yang sama, perlu kembali menetapkan aturan saat ingin mulai berkencan. Pastikan dengan betul bahwa kali ini kamu tidak mengencani orang yang salah seperti sebelumnya. Bukan untuk mencurigai pasangan baru atau memberikan beban trauma padanya, hanya saja kamu perlu membuat semacam standar atau aturan saat kembali berkencan.

3. Tetapkan Batasan

Ketika menyadari menjadi korban ghosting, jangan berpikir untuk membalasnya dengan cara yang sama. Fokus saja terlebih dahulu untuk menyembuhkan luka akibat kejadian satu ini. Tetapkan batasan pada diri, jangan terburu-buru mengambil risiko membangun hubungan bersama orang lain.

4. Menyibukkan Diri

Untuk mempermudah proses move on setelah jadi korban ghosting yang cukup ampuk, salah satunya menyibukkan diri sendiri. Misalnya, menonton drama Korea kesukaan, melakukan hobi atau menghabiskan waktu bersama sahabat dan keluarga bisa membuat kamu tak punya waktu untuk memikirkan si dia.

5. Belajar dari Pengalaman

Terakhir, kamu hanya perlu belajar dari pengalaman ini untuk tidak terburu-buru melihat masa depan bersama orang yang baru saja dikenal. Kamu juga perlu menetapkan batasan dan berhati-hati jika gebetan atau kekasih memperlihatkan tanda-tanda ghosting. Ambil pelajaran berharga dari kejadian tersebut dan berbahagialah. Temukan seseorang yang bisa menghargai dan menyayangi kamu.

*Sumber: kumparan.com

Rabu, 08 Juli 2020

Mungkinkah Penggunaan Masker Wajah Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh?

Rabu, 08 Juli 2020 18:43:52

Mungkinkah Penggunaan Masker Wajah Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh?

Memakai masker wajah saat berada di luar rumah merupakan langkah terbaik yang dapat kita lakukan untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Namun, mitos seputar masker wajah beredar di media sosial. Orang-orang khawatir jika masker wajah akan menurunkan kadar oksigen atau memicu keracunan karbon dioksida.
Sebagian lainnya khawatir akan mengembangkan infeksi bakteri dari masker yang lembap, penuh keringat, atau melemahkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan pilek.

Namun bila kamu termasuk yang ragu, para profesional kesehatan telah mengklarifikasi persepsi yang keliru ini di media sosial.

Seorang dokter di South Carolina, AS menentang gagasan bahwa "kadar oksigen turun secara dramatis saat mengenakan masker."

Dr. Megan Hall menguji saturasi oksigen dan detak jantung menggunakan pulse oximeter dalam empat situasi selama lima menit sekaligus.

Pertama, ia tidak mengenakan masker, kemudian memakai masker bedah, menggantinya dengan masker N95, dan skenario terakhir, ia memakai masker N95 dan masker bedah.

"Tidak ada perubahan signifikan dalam saturasi oksigen saya pada skenario apa pun. Meski tidak nyaman bagi sebagian orang, kita masih bisa bernapas," kata Dr. Hall di Facebook.

Mitos yang keliru

Mengenakan masker masih menjadi cara terbaik untuk memperlambat penyebaran Covid-19. Masker bekerja dengan menyaring dan menekan partikel udara.

Jika seseorang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala atau asimptomatik, partikel-partikel dari mulut, hidung dan tenggorokan keluar ketika mereka bernapas dan menyebar dalam jarak sekitar 1,5 meter.

Masker menghalau beberapa partikel agar tidak menyebar bebas, sekaligus mendorong udara ke bawah, bukan keluar.

"Orang normal dan sehat dapat melakukan hal yang sangat energik sambil mengenakan semacam penutup wajah yang telah kita bicarakan dalam konteks pencegahan Covid-19."
Begitu kata Dr. William Schaffner, profesor penyakit menular di Vanderbilt University di Nashville dan direktur medis National Foundation of Infectious Diseases, kepada Today.

"Jika tidak aman, maka masker tidak akan direkomendasikan oleh CDC, departemen kesehatan negara bagian atau lokal."

Liam Sullivan, spesialis penyakit menular di Spectrum Health di Grand Rapids, Michigan, AS, mengatakan jika masker berbahaya, akan ada lebih banyak kasus perawat dan dokter di kamar operasi yang sakit.
"Saya tidak melihat mereka meninggal dunia karena kekurangan oksigen atau terlalu banyak karbon dioksida," katanya kepada Today.
Kirsten Koehler, profesor di bidang kesehatan dan teknik lingkungan di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore, Maryland, juga setuju akan hal itu.
"Studi ilmiah menunjukkan tidak ada perubahan nyata dalam kadar CO2 atau kadar oksigen dari memakai masker bedah. Dan masker kain memiliki perpindahan gas yang lebih baik," katanya.

"Itu bukan sesuatu yang saya khawatirkan sama sekali. Bisa jadi orang-orang merasa panas saat mengenakan masker atau mungkin juga terlalu kepanasan."

Schaffner menduga, orang khawatir tentang penggunaan masker karena sulit bernapas.

"Jika mereka memakai masker dengan benar, memang bernapas sedikit lebih sulit. Tapi itu berarti masker bertindak sebagai filter," ujar Schaffner.

"Jika kita harus menghirup udara dan melepaskannya dari filter, dibutuhkan sedikit usaha lebih."
Beberapa orang mengatakan mereka tidak bisa memakai masker karena asma atau penyakit paru obstruktif kronis.

Namun, para ahli menduga banyak orang yang mengalami gangguan fungsi paru-paru lebih bersedia memakai masker.

"Sebagian besar orang dengan penyakit paru-paru akan memakai masker karena mereka tahu jika mereka terkena virus ini, mereka berisiko sangat tinggi untuk terkena komplikasi serius," kata Sullivan.

"Terkadang saat mereka mengenakan masker, mereka bisa sedikit sulit bernapas."

Bagaimana dengan pendapat bahwa memakai masker selama cuaca hangat dapat menjadi lembap karena keringat, namun tidak menyebabkan infeksi bakteri.

"Tidak ada bukti untuk itu," kata Schaffner.

"Di udara panas yang lembap karena musim panas, masker bisa penuh keringat. Jika kita memiliki masker kain, kita bisa mencucinya. Jika kita memakai masker bedah, kita harus menggunakan yang baru."
Koehler menyarankan orang-orang untuk meletakkan masker kain yang lembap ke dalam kantong kertas supaya kering dan mencucinya setiap hari.

Sullivan mengatakan, sistem kekebalan bekerja dengan memori kekebalan, yang terjadi ketika tubuh bertemu bakteri atau virus dan merespon. Tetapi masker tidak mencegah terjadinya hal itu.

"Saya bisa menjamin, mengenakan masker sesaat atau bahkan sepanjang hari tidak akan melemahkan sistem kekebalan kita," katanya.

Alasan orang tidak mau memakai masker

Alasan paling umum orang tidak ingin memakai masker adalah karena alasan psikologis, masker membuat orang menjadi aneh.

"Masker bisa membuat tidak nyaman. Saya bukannya tidak setuju dengan itu," kata Sullivan. Koehler mengungkap alasan para ahli merekomendasikan jarak sosial dan mencuci tangan terlebih dahulu.
"Kami menempatkan masker --apa yang disebut alat pelindung diri-- sebagai upaya terakhir dan seperti yang saya kira, sebagian besar dari kita menyadari masker sangat tidak nyaman," katanya.

Orang-orang di negara-negara Barat tidak terbiasa memakai masker.

"Ini jelas bukan norma sosial," kata Schaffner.

Masker juga telah menjadi isu politik dan membuat sebagian orang cenderung tidak ingin memakainya.
Namun, para ahli menekankan virus tidak peduli dengan politik. "Virus corona menginfeksi semua orang," kata Schaffner.

"Virus tidak peduli tentang perang budaya dan tidak peduli tentang kebebasan kita," katanya.
"Mengenakan masker adalah tentang menjadi manusia, peduli dengan sesama manusia dan menghormati seluruh manusia," tutur Sullivan.

*Sumber: kompas.com

Minggu, 05 Juli 2020

Selain WFH, Ini 6 Hal yang Bikin Sakit Punggung

Minggu, 05 Juli 2020 17:10:39

Selain WFH, Ini 6 Hal yang Bikin Sakit Punggung
 
Selama pandemi banyak orang menghabiskan waktu di rumah. Masalahnya Anda mulai merasakan sakit punggung. Sebelum pandemi nyeri punggung adalah hal biasa, rata-rata setiap orang mengalami satu hingga dua kali nyeri punggung setiap tahun, yang dapat dimulai pada usia 20-an dan menjadi masalah berulang yang dipicu berbagai peristiwa dalam kehupan.

Menurut ahli bedah ortopedi di Englewood Spine Associates di Englewood, New Jersey, Amerika Serikat, sejak pandemi keluhan pada leger dan punggung meningkat. Namun, untungnya, sebagian besar nyeri punggung sembuh dalam enam minggu, kata Dr. Cole. Bisa jadi kebiasaan yang Anda lakukan di rumah yang mungkin membuat punggung terasa lebih sakit.

Berikut adalah tujuh kebiasaan penyebab nyeri punggung

1. Bekerja di tempat tidur

Mengapa itu menyakitkan di punggung Anda? Selama bekerja dari rumah, Anda pasti menemukan beberapa tempat menarik untuk tempat kerja, tempat tidur Anda. Namun jika Anda tidak memperhatikan, tenggelam dalam posisi semi-berbaring, yang dapat membuat punggung bagian bawah tertekan kata Dr. Cole.

Solusinya: Pertahankan lekukan alami tulang belakang dengan menempatkan bantal tambahan di belakang tulang belakang lumbar Anda, kata Dr. Cole. Anda bahkan mungkin membeli bantal sandaran membaca untuk membuat Anda bekerja lebih nyaman.

2. Tidur tak nyenyak

"Penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan nyeri punggung bawah akut," kata Dr. Cole seperti dilansir dari laman Real Simple. Sementara tidak ada yang tahu persis apa hubungan antara keduanya, itu adalah fakta bahwa kegiatan sehari-hari dapat membuat tubuh lelah, dan istirahat adalah komponen penting dari pemulihan jaringan lunak. Jika Anda tidak tidur nyenyak, Anda tidak memberi tubuh Anda kemampuan untuk pulih.

Solusinya: Jika Anda kesulitan tidur, bicarakan dengan dokter perawatan primer Anda untuk menyingkirkan gangguan tidur atau kondisi medis lainnya seperti sleep apnea dan GERD, kata Dr. Cole. Kalau tidak, jika Anda bangun dengan rasa sakit, dua penyebab mungkin posisi tubuh Anda selama tidur atau kasur Anda. 

Tidur telungkup dapat memperburuk kondisi tulang belakang seperti stenosis tulang belakang, cobalah untuk menemukan posisi yang lebih nyaman. Dan jika Anda melihat penurunan pada kasur, itu harus diganti atau tulang belakang Anda akan mengikuti. "Kasur harus cukup kuat untuk menopang berat badan Anda dan pada saat yang sama, cukup lembut untuk mengakomodasi lekuk tubuh Anda," kata Dr. Cole.

3. Membungkuk di sofa

Terlalu sering duduk streaming nonton film di sofa juga dapat membuat nyeri punggung, terutama jika punggung Anda tenggelam ke sofa. Bertolak belakang dengan apa yang mungkin Anda pikirkan, “ini bukan soal berapa lama Anda duduk, tetapi bagaimana Anda duduk,” kata Dr. Cole. Saat duduk, pastikan Anda memiliki dukungan kuat di punggung bawah Anda. Anda harus merasakan dukungan di belakang punggung Anda.

4. Berolahraga dengan sepatu tua

Sepatu tua mungkin sangat usang sehingga tidak menawarkan dukungan lengkung yang memadai atau melindungi kaki Anda saat berjalan, kata Tammy Penhollow, spesialis manajemen nyeri. Namun, sepatu dengan penyangga lengkung yang baik akan mencegah kaki Anda terguling saat Anda berdiri dan bergerak, yang akan membantu menjaga keselarasan kaki, pinggul, dan punggung Anda.

Beli sepasang sepatu dengan penyokong yang dirancang untuk lengkungan spesifik Anda. Bagaimana Anda tahu? Sebuah tes sederhana akan memberi tahu Anda jika Anda memiliki kaki rata atau lengkungan tinggi, kata Dr. Penhollow. Basahi kaki Anda dan injak beton yang dingin untuk melihat garis besar yang dibuat kaki 

Anda. Jika Anda hanya dapat melihat bagian luar kaki, Anda mungkin memiliki lengkungan tinggi. Jika Anda melihat bola di kaki, tumit, dan di luar kaki Anda, kemungkinan besar Anda memiliki lengkungan yang normal. Sementara itu, jika Anda melihat seluruh kaki, termasuk bagian dalam, anggap Anda memiliki lengkungan rendah atau kaki rata.

5. Berkebun

Teknik mengangkat dan memuntir yang tidak benar — pikirkan kantong-kantong tanah, tanaman, dan pot yang melayang-layang — dapat mengakibatkan ketegangan akut di punggung bawah. "Mengangkat beban tulang belakang sementara gerakan memutar menciptakan lebih banyak ketegangan di bidang gerak sisi-ke-sisi," kata Dr. Penhollow.

Berlatih teknik mengangkat yang aman, termasuk menekuk di lutut melawan pinggang untuk mengangkat dari tanah, menjaga barang-barang dekat dengan dada, dan menghindari memuntir tubuh bagian atas sambil mengangkat. Kemudian bekerja membangun otot-otot inti untuk membantu melindungi punggung dari cedera. Salah satu latihan yang paling efektif adalah dengan forearm plank.

6. Memanggang sepanjang waktu

Anda kemungkinan besar berdiri di permukaan yang keras untuk jangka waktu yang lama, dan jika Anda tidak mengenakan sepatu yang mendukung atau Anda bertelanjang kaki, tumit bisa sakit terutama jika Anda memiliki lengkungan yang tinggi atau rata. Ketika itu terjadi, Anda mengubah cara Anda berdiri dan berjalan, yang dapat memengaruhi seluruh tubuh bagian bawah mulai dari pergelangan kaki hingga punggung.

Hindari memasak tanpa alas kaki: Pakailah sepatu yang mendukung. Selain itu, gunakan postur tubuh yang baik saat Anda menyiapkan makanan, berhati-hatilah agar tidak membungkuk di atas meja. Berdiri lebih dekat ke konter akan membantu Anda tetap lebih tegak dan istirahat jika tubuh memberi sinyal lelah.


7. Duduk terlalu lama di meja pengganti darurat

Bekerja dari rumah sekarang? Bukan saja Anda mungkin menjejalkan lebih banyak pekerjaan yang membuat Anda tidak bergerak sebanyak mungkin. “Duduk membuat tekanan 40 persen lebih besar pada tulang belakang Anda daripada berdiri,” kata Dr. Cole.

Saat duduk, periksa jarak antara punggung dan kursi, dan jika ada celah, isi dengan bantal atau gulungan lumbar, yang akan menempatkan Anda pada posisi yang lebih seimbang, kata Dr. Cole. Kemudian, istirahatlah sejenak sambil duduk. Ikuti petunjuk Dr. Cole dan rentangkan tubuh ke depan, peluk lutut Anda sebentar saat Anda duduk untuk membuka bagian belakang tulang belakang. Kemudian berdiri dan lengkungkan punggung Anda dengan membawa perut Anda sejauh mungkin. Akhirnya, raih sisi ke sisi dengan tangan Anda sambil berdiri, mencoba menjangkau sejauh mungkin paha sisi Anda, dan kemudian putar tulang belakang. Lakukan semua gerakan ini setiap jam — atur alarm jika perlu — untuk meminimalkan potensi rasa sakit. [lis]

Sumber: tempo.id

Sabtu, 04 Juli 2020

Demi Manfaat Maksimal, Ini Waktu Terbaik untuk Minum Kopi

Sabtu, 04 Juli 2020 17:20:58

Demi Manfaat Maksimal, Ini Waktu Terbaik untuk Minum Kopi

Minum kopi di pagi hari dipercaya banyak orang membantu meningkatkan energi untuk beraktivitas selama sehari penuh.
Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini ternyata membuat kita justru kurang berenergi?

Melansir data Healthline, mengonsumsi kopi di pagi hari justru membuat kita tidak bisa merasakan manfaatnya untuk meningkatkan energi.
Pasalnya, pagi hari adalah puncak ketika hormon stres kortisol diproduksi.

Hormon kortisol memang dapat meningkatkan kewaspadaan dan fokus. Tingkat metabolisme, respons sistem kekebalan tubuh, dan tekanan darah juga diatur oleh hormon kortisol.

Hormon ini mencapai puncak pada 30 hingga 45 menit setelah kita bangun tidur dan turut perlahan-lahan.

Sementara itu, waktu terbaik untuk minum kopi adlah saat hormon kortisol dalam tingkat rendah, yakni sekitar 9,30 hingga 11.30.

Minum kopi ketika tingkat kortisol Anda berada di puncaknya akan semakin meningkatkan hormon tersebut.

Padahal, hormom kortisol yang terlalu tinggi bisa merusak sistem kekebalan tubuh yang memicu berbagai masalah kesehatan.

Dosis minum kopi yang tepat

Di sisi lain, ahli gizi Melanie Dellinges menyarankan kita untuk lebih memperhatikan jumlah kopi yang kita konsumsi, bukan waktu terbaik untuk meminumnya.

Kopi mengandung kafein. Jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan risiko berikut:

- sakit kepala
- emosi meningkat
- gangguan tidur
- palpitasi jantung
- gangguan pencernaan
- dehidrasi
- agitasi
- maag
- gugup
- diare

Untuk menghindari efek tersebut, Dellinges merekomendasikan agar kita membatasi asupan kopi hanya dua hingga empat cangkir sehari.

Ia juga menyarankan kita agar tidak mengonsumsi kopi menjelang waktu tidur agar kualitas tidur kita terjaga.

Riset dalam Journal of Clinical Sleep Meidicne membuktikan bahwa efek kafein bisa mengganggu kualitas tidur secara signifikan meski kita mengonsumsinya enam jam sebelum tidur.

"Sebaiknya, kita minum kopi minimal enam jam sebelum tidur agar kualitas tidur terjaga," ucap Dellinges.

*Sumber: kompas.com

Jumat, 03 Juli 2020

Banyak Kehamilan Terjadi di Tengah Pandemi, Apa Kata Dokter?

Jum'at, 03 Juli 2020 17:17:06

Banyak Kehamilan Terjadi di Tengah Pandemi, Apa Kata Dokter?

Moms, seringkah Anda mendengar berita kehamilan dari teman atau kerabat di tengah masa pandemi ini? Atau justru Anda sendiri yang mengalaminya? Hahaha... kehamilan di tengah pandemi memang jadi salah satu hal yang tengah ramai dibicarakan kini.

Lihat saja yang terjadi di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau akrab disapa Emil mengatakan bahwa pada saat ini lebih banyak warga di Jawa Barat yang positif hamil dibandingkan dengan mereka yang positif terkena COVID-19. Hal ini berdasarkan data yang ditampilkan tvOne dan diunggah akun Instagram @infobandungkota.

"Data ini menunjukkan di Jawa Barat, ternyata lebih banyak yang positif hamil dibanding positif COVID-19," tulis Emil dalam salah satu cuitan di Twitter pribadinya.

Dalam data tersebut tertulis 7 wilayah dengan angka kehamilannya masing-masing. Bandung dan Cirebon memiliki angka kehamilan yang sama, yaitu 2.210 orang. Kemudian disusul Garut dengan jumlah 1.950 orang, Ciamis 1.225 orang, Tasikmalaya 1.205 orang, Banjar 1.188 orang, dan Sumedang 1.175 orang.

Namun meski banyak terjadi, ada baiknya kita menyimak pesan dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Raya (POGI Jaya) mengenai kehamilan di tengah pandemi. Dalam keterangan resmi yang diterima kumparanMOM belum lama ini, POGI menyatakan bahwa ibu hamil dan menyusui memiliki risiko lebih tinggi terpapar COVID-19. Bahkan, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit berat, morbiditas, dan mortalitas.

"Ibu hamil dan menyusui rentan dengan berbagai penyakit akibat perubahan hormonal sehingga secara otomatis daya tahan tubuh mereka lebih rendah," kata Sekretaris Jenderal POGI Jaya dr. Ulul Albab, SpOG.

Kemudian, dr. Ulul pun menyarankan agar ibu hamil dapat menunda pemeriksaan rutin ke rumah sakit. Ya Moms, pada situasi seperti saat ini, ada baiknya Anda hanya ke dokter bila mengalami keadaan darurat. Keadaan darurat yang seperti apa? Kondisi yang harus ditangani segera antara lain seperti muntah hebat, pendarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, mengalami tekanan darah tinggi, nyeri kepala yang hebat, tidak merasakan gerakan janin, dan mengalami kejang.

Tak hanya POGI, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pun memberi imbauan senada. Ketua BKKBN Dr. Hasto Wardoyo, SpOG(K) malah mengimbau agar selama pandemi ini, pasangan suami istri dapat menunda program hamil terlebih dulu. Hal ini tak lain untuk mencegah risiko terinfeksi penyakit COVID-19 pada ibu hamil.

"Selama stay at home, jangan hamil dulu. Karena risiko orang yang hamil muda menurunkan stamina. Kenapa? Karena ada mual-mualnya, muntah-muntahnya, kemudian ada risiko abortus juga. Jadi, hampir 10 persen kehamilan muda ini kan sering terjadi aborsi, keguguran," kata dr. Hasto dalam video wawancaranya bersama Zaskia Adya Mecca, berjudul 'Alasan Jangan Hamil Dulu Tanpa Rencana' yang diunggah di Instagram pribadi Zaskia beberapa waktu lalu.

Namun, apabila Anda kini tengah hamil, berikut ini rekomendasi dari POGI Jaya agar ibu hamil tak terpapar virus corona:

1. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air sedikitnya selama 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol yang setidaknya mengandung alkohol 70 persen, jika air dan sabun tidak tersedia.

2. Konsumsi makanan yang bergizi dan sehat beserta vitamin bagi ibu hamil.

3. Hindari keluar rumah jika tidak diperlukan. Apabila terpaksa  keluar rumah, kenakan pakaian tertutup rapat dan masker. Setelah kembali dari rumah, bersihkan badan dan segera dengan mandi.

4. Hindari berada di keramaian. Upayakan menjaga jarak satu sama lain bila dalam keramaian.

5. Sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

6. Bersihkan dan lakukan disinfeksi secara rutin permukaan dan benda yang sering disentuh.

7. Segera periksakan diri ke dokter apabila ibu hamil merasa kurang sehat dan memiliki gejala mirip flu.

8. Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda mengenai tindakan pencegahan lainnya yang perlu dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

*Sumber: kumparan.com