SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Selasa, 31 Maret 2020

4 Hal yang Bisa Dilakukan agar Tak Kepikiran soal Masa Lalu Pasangan

Selasa, 31 Maret 2020 18:11:03

4 Hal yang Bisa Dilakukan agar Tak Kepikiran soal Masa Lalu Pasangan

Kita tidak pernah benar-benar tahu masa lalu seseorang, bahkan pasangan kita sendiri. Namun ada satu titik dalam sebuah hubungan di mana kamu mengetahui tentang masa lalu pasangan kamu bersama mantan kekasihnya yang mungkin saja membuatmu merasa tidak nyaman.

Meski demikian, sebisa mungkin untuk tidak membiarkan sejarah pasanganmu bersama mantan kekasihnya mengganggu kamu, meskipun wajar-wajar saja kamu merasa tidak nyaman atau bahkan cemburu terhadap hubungan masa lalunya.

Namun, jika kamu masih berharap untuk membangun hubungan yang bahagia dan penuh cinta bersama si dia, maka sangat penting untuk melupakan masa lalunya dan fokus pada masa kini. Oleh karena itu, ikuti tips-tips berikut dilansir dari Your Tango.

Terima Kenyataan

Mungkin sebelumnya pasangan kamu pernah memiliki beberapa hubungan. Namun ingat bahwa itu semua hanyalah masa lalunya dan kini dia lebih memilih bersama kamu.

Sesering mungkin kamu mencoba menghilangkan rasa penasaran berapa banyak mantan yang ia miliki. Penting untuk menerima fakta kamu bukanlah satu-satunya yang menjadi orang spesial, meskipun yang lainnya sekarang berstatus "pernah spesial".

Jika pikiran itu benar-benar mengganggu, maka ingatkan diri kamu bahwa masa lalu telah usai dan tidak dapat diubah lagi. Apa pun yang terjadi dengan mantan pasangan kamu terjadi jauh sebelum ada kamu di kehidupan dia.

Tanya Langsung

Terkadang beberapa hal lebih baik tidak kita ketahui. Namun jika itu membuat kamu overthinking atau merasa banyak pertanyaan yang belum terjawab oleh pasanganmu tentang masa lalunya, maka bicarakan dengannya tentang apa yang mengganggu pikiran kamu.

Daripada membiarkan pikiran kamu berputar di luar kendali, penting untuk memberi tahu dia bahwa kamu ingin melupakan masa lalunya, tetapi kamu perlu beberapa jawaban untuk melakukannya.

Karena masa lalu pasangan kamu bukan urusan kamu, ia tidak wajib berbagi semua detailnya, lagi pula juga dia tidak akan nyaman menceritakannya. Namun, jika kamu mengajukan pertanyaan dengan berhati-hati dan masih dalam batas wajar, maka kemungkinan dia akan lebih terbuka.


Hargai Perasaan Pasanganmu

Jika pasangan kamu terbuka kepada kamu dan memberi tahu segala cerita yang seharusnya tidak perlu diceritakan, maka penting untuk tetap tenang dan hargai keputusan dia. Jika kamu membuatnya menyesal memberi tahu kamu, maka kemungkinan dia tidak akan begitu terbuka lagi di masa selanjutnya. Sekali lagi, jangan panik jika kamu mengetahui sesuatu yang tidak kamu sukai dari hubungan masa lalunya dan jangan bereaksi berlebihan.

Karena apa pun yang ia lakukan di masa lalunya adalah sebelum kamu berada dalam hidupnya, kamu tidak boleh menghukumnya karena perilaku atau keputusannya di masa lalu. Terobsesi dengan masa lalunya tidak akan membuat kamu merasa lebih baik tentang diri sendiri atau hubungan kamu dengan dia.

Biarkan dan Lupakan

Tidak peduli seberapa kamu kecewa terhadap masa lalu pasanganmu dan mantannya, kamu tidak dapat mengubahnya dan memikirkannya tidak akan membuatnya berubah. Bahkan, semakin kamu membiarkan rasa cemburu menggerogoti kamu, semakin jauh kesempatan kamu untuk menciptakan kenangan bersama pasangan kamu. Jangan biarkan momen itu sia-sia!

Setiap kali kamu tiba-tiba merasa sedih setelah mengetahui masa lalunya, paksa diri kamu untuk memikirkan atau melakukan sesuatu yang lain. Menyibukkan diri akan membuatmu fokus pada diri sendiri dan menjauhkan pikiran negatif.

Jika kamu masih saja marah karena masa lalunya, tanyakan pada diri kamu, apakah kamu sendiri tidak memiliki rahasia kecil yang tidak ingin dia ketahui.

*Sumber: kumparan.com

Senin, 30 Maret 2020

Kehabisan Masker Sekali Pakai, Bolehkah Pakaikan Anak Masker Kain?

Senin, 31 Maret 2020 17:09:58

Kehabisan Masker Sekali Pakai, Bolehkah Pakaikan Anak Masker Kain?

Merebaknya virus corona di Indonesia, masker sekali pakai pun menjadi barang yang paling banyak dibeli. Padahal menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masker hanya untuk orang sakit dan petugas medis saja lho, Moms.

Lantas, jika persediaan masker sekali pakai di rumah habis, bolehkah pakaikan anak masker kain? Dokter Spesialis Anak, dr. Madeleine Ramdhani Jasin, SpA mengatakan, bila bicara tentang bukti ilmiahnya, belum ada bukti bahwa masker kain bisa menangkal atau melindungi anak dan orang dewasa dari virus seperti corona.

"Tapi CDC (Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat), mengatakan bahwa masker kain sebenarnya bisa menjadi upaya terakhir bagi Anda yang tidak mempunyai masker sama sekali. Masker kain boleh digunakan sebagai usaha terakhir ketika krisis masker sekarang ini. Namun bukti ilmiah tentang mencegah virus itu belum ada," ujarnya saat Live Instagram "Penggunaan Masker yang Tepat" di @/idai_ig, yang kumparanMOM ikuti baru-baru ini.
Anak dan ibu gunakan masker untuk lindungi diri dari polusi udara.

Perlu diingat, penggunaan masker pun ada aturannya. Dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Puri Cinere, Depok, Jawa Barat ini menjelaskan, praktik ideal penggunaan masker adalah setiap 4 jam sekali harus ganti. Apalagi jika sudah basah, terkena kotoran, dan lain sebagainya, wajib diganti. Meski begitu, tentu ada pengecualian untuk kondisi kelangkaan masker saat ini.

"Kalau kondisi sekarang, kita ada anjuran extended use yakni boleh digunakan sampai 8 jam dan maksimalnya itu 1 hari. Tapi harus diperhatikan kondisi masker tersebut, seperti tidak basah, tidak kotor atau rusak," kata dr. Madelaine.

Ia menyarankan bila Anda ingin menggunakan masker itu kembali untuk anak, ada beberapa cara aman yang bisa Anda lakukan. Pertama, setelah pakai masker, lipat masker dengan bagian dalam atau yang berwarna putih terlipat ke dalam. Kedua, masukkan masker ke dalam kantong atau di simpan di dalam plastik.

Ketiga, cuci tangan dengan bersih setelah meletakkan masker dan lakukan aktivitas seperti biasa. Keempat, bila ingin menggunakan masker kembali, cuci tangan dulu, lalu ambil masker dari kantong atau plastik. Pegang tali masker dan gunakan seperti biasa. Kelima, cuci tangan lagi ya, Moms.

*Sumber: kumparan.com

Minggu, 29 Maret 2020

Pandemi Corona, Ini Cara Tingkatkan Imunitas Tubuh

Minggu, 29 Maret 2020 17:32:01

Pandemi Corona, Ini Cara Tingkatkan Imunitas Tubuh

Selama pandemi virus corona seperti sekarang, berbagai langkah perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Pemerintah menganjurkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), mengikuti pedoman social distancing atau jarak sosial, mencuci tangan dengan benar, dan tinggal di rumah.

Tapi memperkuat sistem kekebalan atau imunitas tubuh juga perlu. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain olahraga, meditasi, manajemen tidur, dan manajemen stres.

Dilansir CNN Health (27/3/2020), aktivitas fisik dapat membantu mengeluarkan bakteri dari paru-paru, mengurangi kemungkinan terkena flu, dan penyakit lainnya.

Pendiri Browningsfitness MaryAnn Browning menjelaskan olahraga juga mengurangi kadar hormon stres di tubuh, seperti hormon adrenalin dan kortisol.

Kadar hormon stres yang lebih rendah dapat melindungi dari penyakit.

"(Olahraga) juga merangsang produksi endorfin, bahan kimia di otak yang merupakan obat penghilang rasa sakit alami dan pengangkat suasana hati," kata Browning.

Beberapa olahraga saat corona yang bisa dilakukan di rumah menurut rekomendasi Browning antara lain:

Olahraga menggunakan satu set resistance band (alat untuk latihan kekuatan otot). Ini dapat digunakan untuk punggung, bisep, trisep, bahu, dan kerja kaki.

Untuk memperkuat otot glute dan mencegah cedera lutut serta punggung bisa menggunakan looped band atau pita melingkar yang mengelilingi betis/paha.

Sementara itu untuk latihan kardio di rumah, direkomendasikan gerakan jumping jacks, high knees, butt kicks, burpees dan switch jumps. Masing-masing dilakukan selama 15 detik. Kemudian ulangi lintasan melingkar itu 5-10 kali, tergantung kebutuhan.

Lakukan juga hal-hal yang membuat hati senang seperti menari, yoga, dan lainnya. [lis]

Sumber: kompas.com

Jumat, 27 Maret 2020

4 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Jum'at, 27 Maret 2020 17:39:58

4 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Pemerintah Indonesia tengah mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing dan juga work from home (WFH). Imbauan ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Karena diimbau untuk berkegiatan dan melakukan segala aktivitas di dalam rumah, maka tubuh pun otomatis akan kekurangan asupan vitamin D yang berasal dari sinar matahari. Padahal, vitamin D adalah salah satu vitamin larut lemak yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan, salah satunya dalam meregulasi sistem imun.

Nah, salah satu cara untuk bisa meningkatkan asupan vitamin D dalam tubuh adalah dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari. Meski kegiatan berjemur ini menjadi aktivitas yang sangat familiar dan sering dilakukan masyarakat, namun ternyata masih ada saja orang yang belum paham mengenai aktivitas tersebut. Padahal, jika aktivitas ini dilakukan dengan benar, maka akan mendatangkan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. 

Lalu, hal-hal apa sajakah yang harus kita perhatikan sebelum berjemur di bawah sinar matahari? Simak informasinya berikut ini.

1. Berjemur di pukul 10 pagi

Banyak orang beranggapan bahwa waktu ideal untuk berjemur adalah pukul 07.00 WIB, dengan pertimbangan bahwa di waktu tersebut sinar matahari belum terlalu terik sehingga tidak menyengat di kulit. Namun sayangnya, pemahaman tersebut kurang tepat dan keliru.

Menurut dr. Indah Widyasari, SpKK, dokter kulit yang bekerja di klinik Bamed Skin Care Menteng, Jakarta, waktu ideal yang disarankan untuk berjemur di bawah sinar matahari adalah sekitar pukul 10. Menurutnya, waktu tersebut memiliki intensitas sinar UVB yang sangat tinggi sehingga bisa bermanfaat untuk tubuh.

“Sinar matahari yang dibutuhkan oleh tubuh itu kan mengandung sinar ultraviolet B (UVB), sebab sinar UVB ini bisa meregulasi dan mem-booster sistem imun dalam tubuh. Sebenarnya intensitas sinar UVB ini bisa didapatkan dari pukul 11 hingga 1 siang. Namun, karena rentang waktu itu lagi tinggi-tingginya dan sinar mataharinya juga cukup menyengat, maka kita bisa mengambil rentang waktu di bawahnya yaitu pukul 10 pagi,” ungkap dr. Indah saat dihubungi kumparanWOMAN pada Kamis (26/3).

2. Lama waktu berjemur sekitar 10-15 menit

Waktu untuk menyerap sinar matahari ternyata sangat berpengaruh terhadap jumlah vitamin D yang dihasilkan oleh tubuh. Karena itulah, dr. Indah menyarankan kita untuk berjemur sekitar 10-15 menit.

“Tapi kalau ada orang yang memiliki kulit sensitif dan rentan terbakar saat terpapar sinar matahari, jadi usahakan jangan lama-lama, 10 menit saja sudah cukup,” lanjutnya.

3. Lakukan 3 kali dalam seminggu

Selain disarankan untuk berjemur dalam waktu 10-15 menit, dr. Indah juga menyarankan kita untuk melakukan aktivitas ini secara rutin, yaitu dalam seminggu tiga kali.

Selain itu, dr. Indah juga tidak menyarankan agar seluruh tubuh untuk terkena sinar matahari. Menurutnya, cukup area-area tertentu saja yang terkena paparan matahari, seperti area punggung, tangan, lengan, kaki, wajah, hingga leher. “Kalau ada perempuan yang takut kalau misalnya kena flek kalau wajahnya terpapar sinar matahari, maka cukup bagian tangan sama kaki saja (yang terkena sinar matahari),” tambahnya.

4. Memahami penggunaan tabir surya

Kita memang seringkali diingatkan untuk mengenakan sunscreen atau tabir surya di wajah untuk melindungi kulit dari paparan langsung sinar matahari. Namun, menurut dr. Indah penggunaan tabir surya ini tidak disarankan saat Anda hendak berjemur, terutama di bagian tubuh yang ingin dipaparkan di bawah sinar matahari. “Sunblock itu kan sifatnya menangkal sinar matahari ya, sehingga manfaat yang akan didapatkan tubuh akan kurang maksimal. Sehingga, bisa saya katakan kalau tujuan untuk berjemur adalah untuk menyerap sinar matahari, maka penggunaan sunblock tidak disarankan,” tutup dr. Indah. Selain itu dr. Indah juga mengingatkan jika kita takut terkena flek wajah akibat sinar matahari, maka cukup paparkan bagian tangan dan kaki saja.

*Sumber: kumparan.com

Kamis, 26 Maret 2020

Awas! lima hal ini bisa menurunkan imun tubuh

Kamis, 26 Maret 2020 18:02:18

Awas! lima hal ini bisa menurunkan imun tubuh 

Imun tubuh yang kuat menjadi salah satu senjata utama dalam memerangi infeksi virus corona.

Anda mungkin mendengar banyak anjuran yang diberikan untuk memperkuat sistem imunitas tubuh. Misalnya, dengan memperbanyak makan sayuran, buah-buahan dan gandum utuh.

Namun, kita juga harus memerhatikan beberapa kebiasaan umum yang bisa memperlemah sistem daya tahan tubuh kita di tengah pandemi global ini. Apa saja?

1. Stres

Khawatir dengan situasi sekitar adalah hal yang wajar. Kamu juga mungkin merasakan stres dari hal-hal lainnya yang terjadi dalam hidup.

Namun, jika kekhawatiran dan stres itu sudah berdampak pada hal-hal kecil di sekitarmu, maka saatnya kamu mengubah kebiasaan itu.

Sebab, ketika stres dan panik tubuh akan melepaskan kortisol ke aliran darah. Kondisi ini bisa menekan sistem imun pada tubuh dan membuatmu menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Jika kamu berada ada situasi stres, cara terbaik adalah mencoba keluar dari situasi tersebut dan lakukan meditasi untuk menenangkan syarafmu.

2. Pola hidup tidak aktif

Berada pada masa social distancing bahkan lockdown seharusnya tidak menjadi alasan untuk melewatkan olahraga. Pola hidup tidak aktif bisa mengancam sistem daya tahan tubuh.

Namun olahraga berlebih juga bisa merusak sistem imun. Jadi. Cobalah dan temukan keseimbangan di antaranya. Videeo dan informasi tentang olahraga bisa dengan mudah kita temukan di internet.

Kita juga bisa mengaplikasikannya di rumah, bahkan di dalam kamar. Untuk memulai, kamu bisa mencoba melakukan peregangan dan yoga.

3. Begadang

Bisa dipahami jika masa isolasi memberikan waktu luang lebih banyak bagi sebagian orang untuk bermalas-malasan atau menonton serial favorit.

Tak jarang beberapa orang begadang hingga dini hari untuk menghabiskan serial yang tengah ditontonnya. Meski begitu, perlu diketahui bahwa kita memerlukan tidur 6-8 jam sehari.

Sebab, tubuh juga memerlukan waktu membangun keluatan untuk mengatasi peradangan dan infeksi selama kita tidur. Durasi tidur memang berbeda bagi setiap orang. Namun, ketika tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan, kamu sebaiknya beristirahat.

Untuk membantumu lebih mudah tidur di malam hari, simpanlah peralatan digital apapun satu jam sebelum tidur.

4. Merokok

Rokok tidak baik untuk tubuh. Selain merusak paru-paru, merokok juga mengacaukan sistem kekebalan tubuh dan membuatmu lebih rentan terserang flu dan infeksi virus lainnya.

Nikotin dapat meningkatkan kadar kortisol yang membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi. Merokok juga dapat menurunkan kadar antioksidan pelindung dalam darah.

Menurut Harvard Health Publishing, cara terbaik untuk menghentikan kebiasaan tersebut adalah dengan secara bertahap mengurangi jumlah perokok dalam sehari.

5. Minum alkohol

Minum dan menyemprotkan alkohol ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus corona.

Minum alkohol secara berlebihan justru dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh karena mengganggu flora usus dan menyebabkan peradangan hati.

Penting untuk dipahami bahwa mengonsumsi alkohol dalam jumlah berapapun berbahaya bagi tubuh.

Itulah sebabnya banyak pihak menyarankan untuk tidak mengonsumsinya, terutama selama pandemi virus corona.

Jadi, daripada minum alkohol, lebih baik minum air putih dengan cukup. [mad]

Sumber: https://kesehatan.kontan.co.id/news
/awas-lima-hal-ini-bisa-menurunkan-imun-tubuh

Rabu, 25 Maret 2020

Sembuhkan Dulu Luka Masa Lalumu Sebelum Memulai Hubungan yang Baru

Rabu, 25 Maret 2020 17:32:10

Sembuhkan Dulu Luka Masa Lalumu Sebelum Memulai Hubungan yang Baru

Banyak dari kamu pasti pernah merasakan patah hati. Entah itu hubungan antara kamu dan gebetanmu, hubunganmu dengan kekasihmu, dan hubunganmu dengan istri atau suamimu. Selama menjalani sebuah hubungan, kamu pasti mendambakan hal-hal menyenangkan, hubungan yang penuh komitmen, kepercayaan, cinta, dan pengorbanan.

Namun, ada kalanya kamu harus menerima kenyataan bahwa enggak semua yang kamu rencanakan jadi kenyataan. Hingga akhirnya hubungan itu harus berakhir, meninggalkanmu dengan luka, kekecewaan dan rasa sakit karena kehilangan.

Sebagai seseorang yang baru saja mengalami patah hati dan sakit hati, tentu akan menyalurkan emosimu dengan berbagai cara. Mulai dari menyendiri, menangis, hingga kapok enggak mau berhubungan dengan orang lain. Atau sebaliknya? Mencari pelampiasan bersama orang lain atas patah dan sakit hati yang dirasakan.

Apapun itu, kalau kamu enggak menghadapi dan memberikan kesempatan pada waktu untuk bisa menyembuhkan luka tersebut, maka akan susah bagimu untuk mencintai orang lain. Salah-salah, ketika kamu memaksa mencintai orang lain namun kamu belum sembuh sepenuhnya, kamu malah melampiaskan rasa marah, sakit dan kecewa itu kepada orang lain. Sehingga sulit untuk menjalin hubungan yang sehat.

Karenanya, kamu perlu untuk sembuh dari luka lamamu sebelum akhirnya menjalin hubungan dengan orang yang baru.

Kamu enggak sendiri, hampir semua orang pernah mengalami patah hati.

Mungkin hubungan cintamu berakhir karena kamu merasa dimanipulasi, di-PHP, atau bahkan diselingkuhi. Lantas kamu merasa kehilangan dirimu sendiri, kamu lupa kalau kamu juga layak untuk bahagia, kemudian kamu mulai merasa enggak percaya diri.

Ini memang menyakitkan, tapi kamu enggak sendiri. Banyak orang yang mengalami hal serupa dan pada akhirnya, kita semua hanyalah manusia yang enggak bisa menghindar untuk merasakan sakit dan kehilangan.

Sebagai manusia, tentunya pernah mengalami masa-masa kelam dan sulit. Tapi, gimana pun juga, kita harus ingat bahwa selalu ada hikmah di balik setiap kesulitan.

Kamu enggak perlu takut atau malu menghadapi masa-masa sulit itu, sebaliknya, kamu harus menjadikan pengalaman ini untuk menemukan kekuatan dalam dirimu yang enggak pernah kamu sadari selama ini.

Ketika kamu berani menghadapi masa-masa kelam itu, maka akan memberikanmu kekuatan untuk mengontrol emosi hingga akhirnya kamu siap menjalani hubungan baru dengan orang lain.

Kamu akan kembali pada tujuan awalmu, yakni menemukan seseorang yang tepat untuk hatimu.

Tak semua orang datang untuk menetap, banyak dari mereka yang hadir hanya untuk memberikan pelajaran.

Saat kamu menghadapi luka-luka di masa lalu dan mencoba menyembuhkannya, kamu akan menyadari bahwa orang yang kamu temui di masa lalu hadir untuk memberikan pengalaman, mengajarimu tentang mencintai dirimu sendiri.

Kamu lantas mulai memahami garis tipis yang memisahkan antara naif dan skeptis ketika menjalin hubungan. Ketika kamu sudah sembuh, kamu akan sadar bahwa masih ada orang yang tulus di luar sana yang pantas untuk mendapatkan hatimu, menginginkanmu, serta mendoakan hal-hal baik kepadamu.

Lalu, setelah sembuh dari luka masa lalu, kamu juga akan mulai mengerti bahwa pengalaman menyakitkan tersebut, rasa sakit yang pernah kamu alami, sama sekali enggak bisa mengontrol kisah cintamu di masa yang akan datang.

Sekaligus, kamu akan memahami bahwa pengalaman pahit itu akan memberikanmu cara pandang baru dalam hal cinta.

*Sumber: kumparan.com

Selasa, 24 Maret 2020

Hati-hati, 5 Kebiasaan Buruk Orang Tua Ini Bawa Bakteri dan Virus Jahat ke Rumah

Selasa, 24 Maret 2020 17:18:46

Hati-hati, 5 Kebiasaan Buruk Orang Tua Ini Bawa Bakteri dan Virus Jahat ke Rumah

Berbagai cara mencegah penyebaran virus corona yang saat ini jadi sorotan, mungkin Anda sudah hafal betul. Mulai dari sering cuci tangan, memakai masker, hingga menjaga jarak atau mengurangi interaksi sosial.

Meski begitu, ternyata ada 5 kebiasaan yang kita, para orang tua, kerap lakukan dan bisa saja membawa berbagai virus dan bakteri jahat ke rumah. Apa saja?

1.Tidak ganti baju sesampai di rumah

Sampai rumah langsung rebahan di sofa atau kasur. Itu sama saja menyebarkan berbagai mikroorganisme dari luar yang menempel di pakaian Anda ke rumah!

Ingat, baik pulang-pergi naik kendaraan pribadi apalagi publik, Anda sudah terpapar udara dari luar ruangan. Terutama bila Anda bekerja di RS atau baru pulang dari RS, Moms. Sebab, RS merupakan tempat dengan banyaknya pasien sakit yang berseliweran dengan virus maupun bakteri yang ada pada dirinya. Karenanya, sebaiknya segeralah mandi dan ganti pakaian.

Bagaimana kalau sedang work from home yang sekarang tengah dilakukan? Sama saja, segera ganti pakaian selama Anda dari luar ruangan seperti jogging, belanja di pasar, dan lain sebagainya.

2. Langsung pegang anak tanpa cuci tangan

Mungkin pembelaan Anda, karena pulang-pergi naik mobil pribadi maka membuat Anda berpikir pasti kebersihan sudah terjaga. Padahal pada kemudi, rem, kartu e-toll, dan area dalam mobil juga bisa jadi sarang mikroorganisme. Karena itu, jangan lupa pula untuk membersihkan secara berkala, demi cegah virus corona!

3. Menyimpan tisu habis pakai

Setelah menggunakan tisu, segeralah buang di tempatnya. Jangan justru dibawa pulang lalu karena lupa, meletakkan di atas meja misalnya.

"Jadi biasakan kalau sudah pakai tisu, langsung buang bukan disimpan. Nanti kuman dan virusnya ikut kesimpan," kata DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum., saat Live Instagram "Jurus Manjur Tangkal Virus" di @skata(underscore)id, belum lama ini.

4. Tidak bersihkan ponsel secara berkala

Ponsel adalah salah satu barang yang sering kita gunakan di mana pun itu. Belum lagi sesampainya di rumah, anak ingin pinjam untuk menonton YouTube. Bukan tak mungkin pada ponsel, menempel banyak kuman, bakteri, hingga virus corona yang disebut bisa menempel dan hidup beberapa waktu di permukaan ponsel.

5.Membawa masuk sepatu kotor ke dalam rumah

Selain membuat lantai rumah kotor karena debu, sepatu yang Anda kenakan juga membawa mikroorganisme berbahaya!

"Kita berjalan dan menginjak banyak hal, seperti kotoran burung, anjing, dan
kuman di lantai toilet umum, semuanya merupakan sumber dari E.Coli," tutur Kelly Reynolds, PhD, seperti dilansir Metro. Perlu diketahui, bakteri E.Coli merupakan penyebab diare dan demam, Moms.

*Sumber: kumparan.com