SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Rabu, 16 November 2022

Banyak Penyakit 'Aneh' Muncul Beberapa Tahun Terakhir, Gegara Gaya Hidup Buruk?

Rabu, 16 November 2022

Banyak Penyakit 'Aneh' Muncul Beberapa Tahun Terakhir, Gegara Gaya Hidup Buruk?

 

 

 

 

 

 

 

 

Merebaknya berbagai penyakit beberapa tahun terakhir ini, menjadi perhatian penting bagi dunia kesehatan. Apalagi, saat Covid-19 muncul, hal tersebut membuat berbagai perubahan di beberapa bidang lainnya.

Melihat fenomena penyakit yang kian bermunculan, Dokter Spesialis Patologi Klinik dr. Marina Ludong, Sp.PK mengatakan, hal ini bisa saja didorong karena gaya hidup masyarakat yang kurang sehat.

Menurutnya, gaya hidup yang kurang baik tersebut menyebabkan munculnya berbagai penyakit saat ini. Ia mengatakan, gaya hidup seseorang akan sangat berpengaruh pada orang tersebut.

"Banyak penyakit bermunculan ya pasti karena itu satu siklus, dengan gaya hidup. Yang akan merubah semua yaitu gaya hidup kurang baik. Kalau gaya hidup baik maka akan berikan hasil sehat," ungkap Dokter Marina saat di wawancarai di acara Peringatan Hari Patologis Internasional, Minggu (13/11/2022).

Selain itu, di era pandemi saat ini juga seseorang dinilai lebih mudah sakit. Untuk itu, Dokter Marina menyarankan, agar masyarakat tetap selalu menjaga serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Apalagi, kasus yang ada bukan hanya Covid-19, tetapi juga berbagai penyakit yang sudah ada sebelumnya.

"Sekarang bagaimana kita tahu gaya hidup kurang baik? Salah satunya yaitu harus diperiksa oleh kami sebagai patologi klinik, seperti melakukan medical check up, kolesterol, gula darah Jadi pemeriksaan itu seperti skrining dan medical check up," jelas Dokter Marina. 

Untuk penyakit, yang saat ini masih mendominasi berdasarkan pernyataan Dokter Marina yaitu Covid-19. Namun, justru dari itu juga yang menutupi masalah lain seperti kolesterol, jantung, akibat dampak terlalu di rumah.

"Banyak sekali (penyakit), yang sekarang adalah Covid-19 tapi jangan salah dengan Covid, sebab itu mampu menutupi penyakit yang lain seperti kelainan metabolik kolesterolnya jadi tinggi, karena dampak wfh," ujar Dokter Marina.

Pentingnya berbagai masalah penyakit itu, setiap tahunnya negara-negara merayakan Hari Patologi Internasional di bulan November. Di Indonesia sendiri tahun ini dilaksanakan pada 13 November sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional serta Hari Ulang Tahun IDI ke-72.

Ketua Panitia Nasional Pelaksana Hari Patologi Nasional 2022, DR. Dr. Diah Rini Handjari, Sp. PA (K) mengatakan, adanya peringatan tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat mengenal IDI yang mengurusi masalah patologi. Masyarakat juga dapat mengenai segalah hal yang berhubungan dengan patologi maupun penyakit-penyakit.

"Harapannya dengan digelarnya acara ini kami ingin masyarakat itu mengenal, satu mengenal IDI bahwa kami dokter patologis itu adalah mengurusi urusan semua dari mulai diagnosis penyakit, forensik, dan itu semua dilihat patologinya," jelas Dokter Rini.

*Sumber: suara.com

Kamis, 10 November 2022

Jangan Langsung Cari Obat! Ini 5 Pencahar Alami untuk Atasi Sembelit dan BAB Lancar

Kamis, 10 November 2022

Jangan Langsung Cari Obat! Ini 5 Pencahar Alami untuk Atasi Sembelit dan BAB Lancar

 

 

 

 

 

 

 

Hampir setiap orang pernah alami sembelit atau susah buang air besar (BAB), entah karena kurang serat atau tubuh sedang tidak sehat. Jika sudah begini umumnya pencahar alami sangat dibutuhkan.

Alih-alih langsung mengandalkan obat pencahar, tidak ada salahnya mencoba pencahar alami lebih dulu agar tubuh tidak tergantung pada obat. Apalagi pencahar alami mudah ditemukan dalam keseharian kita loh.

Berikut ini 7 pencahar alami untuk sembelit agar BAB lancar, mengutip Healthline, Rabu (8/11/2022).

1. Biji Chia

Biji chia mengandung tinggi serat, ia juga mampu mendorong tinja yang sulit keluar. Apalagi dalam 100 gram biji chia mengandung 9,8 gram serat. Biji chia bekerja dengan cara menyerap air dalam bentuk gel, dan membuat tinja lebih lembut, dan atasi sembelit.

2. Berry

Buah ini disebut sebagai pencahar alami, dalam satu cangkir atau 150 gram, mengandung 8 gram serat. Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA merekomendasikan konsumsi 14 gram serat per 1.000 kalori.

3. Kacang-kacangan

Contohnya seperti kacang, buncis, kacang polong hingga kacang tanah. Ini karena konsumsi kacang-kacangan bisa meningkatkan produksi asam butirat. Sedangkan asam butirat mampu meningkatkan pergerakan di saluran cerna.


4. Sayuran Hijau

Konsumsi sayuran seperti bayam, kangkung, kubis teratur bisa mencegah sembelit. Ini karena sayuran hijau mengandung vitamin, mineral dan serat tinggi, dengan sedikit kalori. Apalagi sayuran hijau juga mengandung magnesium, zat utama yang terkandung dalam obat pencahar, karena mampu menarik air ke dalam usus.

5. Apel

Apel tinggi kandungan pektin, yakni serat larut yang berfungsi sebagai pencahar alami. Apalagi penelitian di 2014 menunjukan bawa pektin bisa mempercepat pergerakan usus besar. Pektin juga berfungsi sebagai prebiotik yang bisa meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus.

6. Kopi

Bagi sebagian orang kopi bisa mempercepat aktivitas buang air besar. Ini karena kopi mengandung kafein, yang dibutuhkan zat penggerak di saluran usus.

7. Air

Meski pencahar alami baik, tapi semua akan percuma jika asupan cairan tidak tercukupi. Ini karena dehidrasi berisiko sebabkan sembelit, dan sebaliknya. Air cukup juga memaksimalkan kinerja pencahar alami, yaitu serat.

*Sumber: suara.com


Selasa, 25 Oktober 2022

Pahami Tanda dan Gejala Kekerasan pada Anak

Selasa, 25 Oktober 2022

Pahami Tanda dan Gejala Kekerasan pada Anak

 

 

 

 

 

 

 

Kekerasan pada anak tidak hanya berbentuk kekerasan fisik saja, namun ada juga kekerasan seksual dan kekerasan psikis atau emosional.

Mengetahui apa yang dialami dan dirasakan oleh anak bisa kamu kenali dengan cara memahami tanda dan gejala yang diperlihatkan anak. Dengan mengetahui lebih dini, setiap orangtua bisa dengan mudah mencegah dan mengatasinya.

Melansir dari Instagram @taulebih.id pada Jumat (14/10/2022) berikut tanda dan gejala kekerasan pada anak:

1. Tanda dan Gejala Kekerasan Fisik

Cedera yang tidak dapat dijelaskan seperti memar, luka bakar, luka sayatan, patah tulang, cedera abdomen atau kepala serta, cedera yang tidak sesuai dengan penjelasan anak.

Memar yang baru biasanya berwarna biru atau merah keunguan,sedangkan memar yang sudah lama berwarna kuning hijau, atau coklat.

2. Tanda dan Gejala Kekerasan Seksual

Ketakutan yang berlebihan dan gangguan saat tidur seperti mimpi buruk. Rasa nyeri di perut, mengompol dan BAB tidak pada tempatnya. Nyeri, gatal, luka, kemerahan pada genitalia.

Selain itu, perilaku atau pengetahuan seksual yang tidak sesuai dengan usia anak, kehamilan atau penyakit menular seksual, dan prestasi anak menurun.

3. Tanda dan Gejala Kekerasan Psikis atau Emosional

Perubahan kepercayaan diri yang tiba-tiba, perkembangan emosional yang tertunda atau tidak tepat, ketakutan yang berlebihan, mimpi buruk dan depresi.

Tanda lainnya adalah menarik diri dari lingkungan dan menghindari situasi tertentu, seperti menolak pergi ke Sekolah. Hilangnya keterampilan perkembangan yang diperoleh sebelumnya.

*Sumber: suara.com

Jumat, 14 Oktober 2022

Bukan Hal Sepele! Makan Terlambat Bisa Berakibat Fatal untuk Tubuh, Termasuk Depresi

 Jum'at, 14 Oktober 2022

Bukan Hal Sepele! Makan Terlambat Bisa Berakibat Fatal untuk Tubuh, Termasuk Depresi

 

 

 

 

 

 

 

Makan terlambat termasuk saat larut malam sebenarnya berefek pada tiga faktor utama dalam mengatur berat badan yakni pengaturan asupan kalori.

Jumlah kalori yang dibakar dan perubahan molekuler jaringan lemak, ungkap studi dari Brigham and Women's Hospital

Seperti disiarkan Medical Daily, studi yang dipublikasikan Cell Metabolism itu melihat efek makan lebih awal dibandingkan dengan makan terlambat, sambil mengendalikan faktor penting lainnya seperti paparan cahaya, tidur dan aktivitas fisik.

Para peneliti melibatkan 16 peserta yang dianggap kelebihan berat badan atau obesitas. Mereka menyelesaikan dua protokol laboratorium yakni makan awal dan makan terlambat (empat jam lebih terlambat).

Mereka juga memiliki jadwal tidur dan bangun yang tetap selama dua hingga tiga minggu sebelum protokol laboratorium, juga mengikuti diet ketat di rumah dalam tiga hari menjelang itu. 

Selama di laboratorium, para peserta mendokumentasikan rasa lapar dan nafsu makan mereka. Sampel penting seperti sampel darah, suhu tubuh, pengeluaran energi dan biopsi jaringan adiposa, juga dikumpulkan.

"(Kami) menemukan makan empat jam kemudian membuat perbedaan yang signifikan untuk tingkat rasa lapar kita, cara tubuh membakar kalori setelah makan, dan cara kita menyimpan lemak," kata peneliti studi Nina Vujovic dari Brigham's Division of Sleep and Circadian Disorders.

Menurut studi, makan terlambat secara konsisten mengubah fungsi fisiologis dan proses biologis yang terlibat dalam pengaturan asupan energi, pengeluaran serta penyimpanan, dan masing-masing hal ini mengarah pada penambahan berat badan.

Dalam studi baru-baru ini, para peneliti juga menemukan mereka yang makan di siang dan malam hari terlambat mengalami peningkatan tingkat suasana hati seperti depresi dan kecemasan.

Para peneliti mencatat studi lebih lanjut diperlukan untuk menguji generalisasinya. Misalnya, hanya ada lima peserta perempuan, yang menyebabkan kurangnya representasi berdasarkan jenis kelamin.

*Sumber: suara.com

Jumat, 16 September 2022

5 Ciri Overparenting, Pola Asuh Berlebihan yang Justru Hambat Perkembangan Anak

Jum'at 16 September 2022

5 Ciri Overparenting, Pola Asuh Berlebihan yang Justru Hambat Perkembangan Anak



 

 

 

 

 

 

Overparenting adalah hal yang mengacu pada kondisi di mana orang tua mengatur kehidupan anak-anaknya secara berlebihan. Orangtua yang overparenting akan terus mengawasi anak-anaknya dan memastikan bahwa mereka membuat keputusan yang baik serta kiranya tidak akan melukai anak-anak mereka sedikit pun.

Jika dibaca sekilas, overparenting terdengar sebagai bentuk perhatian. Namun, terlalu banyak membatasi pergerakan anak hingga tidak bisa mentolerir sebuah kegagalan, luka, atau kesalahan ini justru akan menghambat perkembangan anak dan menyebabkan ketergantungan.

Ciri - Ciri Overparenting

Beberapa dari mereka yang melakukan overparenting mungkin tidak sadar bahwa ini merupakan hal buruk. Ini karena berpikir bahwa hal tersebut merupakan bentuk kepedulian walau nyatanya lebih menjurus ke pengekangan.

Jadi, penting untuk mengetahui ciri-ciri overparenting sehingga Anda tidak melakukannya. Berikut ciri-ciri overparenting, dirangkum dari laman very well family.

1. Khawatir berlebihan

Jika tidak tega membayangkan anak Anda yang berusia 13 tahun menyeberang jalan dengan teman-temannya atau ketakutan meninggalkan anak di penitipan karena ada perosotan yang cukup tinggi untuk dimainkan oleh anak usia 5 tahun, ini bisa menjadi salah satu tanda overparenting. Skip

2. Tidak bisa melihat anak gagal

Tidak ada yang suka melihat anak mereka gagal, tapi jika Anda melompat untuk menyelamatkan anak Anda setiap kali ada masalah, mereka tidak akan pernah belajar dari kesalahan yang dibuat.

Jika Anda cepat memberi tahu hal yang benar setiap kali mereka berjuang mencari tahu sesuatu, ini akan benar-benar memutuskan potensi anak Anda.

3. Mencoba mengontrol cara orang lain memperlakukan anak Anda

Jika Anda secara tidak sadar kerap berdebat dengan guru, pelatih, penjaga daycare, atau pengasuh tentang aturan mereka atau cara anak Anda diperlakukan, Anda harus menyadari bahwa ini mungkin merupakan tindakan overparenting. Kesempatan anak-anak mendapat manfaat dari mempelajari aturan yang berbeda di lingkungan sekitarnya akan hilang.

4. Tidak memiliki harapan seusia anak

Terkadang, menjadi orang tua yang sayang berlebihan datang dari ekspektasi terlalu tinggi. Misalnya, orang tua mungkin melibatkan anak dalam lusinan kegiatan dan bahkan mengatur waktu luang anak-anak untuk memastikan mereka selalu produktif. Hanya saja, ini bukanlah hal yang bagus.

Hal serupa juga terjadi jika orang tua memiliki harapan terlalu rendah. Orang tua yang tidak percaya bahwa anak mereka mampu berperilaku mandiri dapat melakukan segalanya untuk si anak, seperti memasak atau bersih-bersih, padahal hal tersebut merupakan kemampuan dasar untuk bertahan hidup.

5. Memanjakan anak berlebihan

Menjadi overparenting atau orangtua yang berlebihan berarti Anda juga akan menyediakan berbagai cara untuk membantu dan melindungi anak Anda. Namun, jika hal ini dilakukan secara berlebihan, anak tidak akan memiliki kemampuan belajar keterampilan hidup dan bertanggung jawab.

*Sumber: suara.com

Minggu, 21 Agustus 2022

5 Manfaat Luar Biasa Ajak Anak Jalan Ke Luar, Orang Tua Wajib Tahu!

Minggu, 21 Agustus 2022

5 Manfaat Luar Biasa Ajak Anak Jalan Ke Luar, Orang Tua Wajib Tahu!

 

 

 

 

 

 

 

Menghabiskan waktu bersama anak adalah hal penting yang harus dilakukan orang tua. Dengan menghabiskan waktu bersama akan membantu mempererat hubungan antara orang tua dengan anak.

Untuk menghabiskan waktu bersama ini, orang tua dapat melakukan berbagai hal. Salah satu hal yang dapat dilakukan orang tua untuk menghabiskan waktu bersama yaitu dengan mengajak anak jalan untuk ke luar rumah.

Rupanya, mengajak anak jalan ke luar rumah memberikan berbagai manfaat positif. Melansir laman Elca Center, berikut terdapat beberapa manfaat yang diberikan dari mengajak anak jalan ke luar rumah. .

1. Menjauhkan anak dari elektronik

Seperti yang diketahui, saat ini banyak anak yang kecanduan dengan alat-alat elektronik seperti televisi, laptop, hingga ponsel. Jika berlebihan hal tersebut akan memberikan dampak yang buruk untuk anak.

Oleh karena itu, orang tua dapat mengajak anak ke luar rumah. Hal ini dapat mengalihkan perhatian anak. Selain itu, mengajak anak juga membantu memberikan udara yang baik serta menjelajaj dunia secara nyata.

2. Membuat tubuh bergerak

Berdiam di rumah akan membuat gerak anak menjadi terbatas. Hal tersebut juga akan berpengaruh pada kesehatan anak. Dengan mengajaknya jalan keluar, ada aktivitas fisik yang dilakukan anak. Hal ini juga menjadi waktu olahraga untuk anak sehingga tubuhnha lebih sehat. Selain itu, udara dari luar juga memberikan manfaat baik bagi tubuh.

3. Mempererat hubungan dengan anak

Dengan mengajak anak jalan ke luar, akan membantu mempererat hubungan. Hal ini karena adanya komunikasi serta kontak fisik secara langsung dengan anak. Selain itu, meluangkan waktu di luar adalah cara yang bagus untuk membangun kepercayaan dan komunikasi di antara orang gua dan anak.

4. Membentuk kebiasaan sehat

Mengajak anak jalan ke luar akan membantunya memiliki kebiasaan sehat. Anak akan jadi terbiasa melakukan jalan ke luar. Hal tersebut juga menjadi olahraga untuk anak sehingga baik untuk kesehatannya. Berbagai aktivitas yang dapat dilakukan seperti jalan santai, lari, dan lain-lain.

5. Menjadi waktu bermain anak

Dengan mengajak jalan ke luar, anak dapat melakukan bermain sevara langsung. Biasanya, anak bermain melalui ponselnya. Namun, dengan mengajaknya keluar, dapat membantunya bermain dengan fisiknya secara langsung.

*Sumber: suara.com


Sabtu, 13 Agustus 2022

5 Jenis Sayuran yang Harus Dimasak Dahulu, Jangan Dimakan Mentah!

Sabtu, 13 Augustus 2022

5 Jenis Sayuran yang Harus Dimasak Dahulu, Jangan Dimakan Mentah!

 

 

 

 

 

 

 

 

Sayuran menjadi makanan yang wajib dikonsumsi karena mengandung serat dan nutrisi yang baik untuk mendukung kesehatan tubuh. Selain itu sayuran juga dapat secara efektif menyembuhkan berbagai penyakit secara alami.

Banyak sayuran yang bisa dikonsumsi tanpa harus dimasak terlebih dahulu karena mengandung unsur hara yang baik untuk tubuh. Namun ada beberapa jenis sayuran yang diharuskan untuk dimasak dahulu karena tidak cocok dikonsumsi secara mentah hingga terkandung zat-zat yang membahayakan kesehatan.

Lantas apa saja jenis sayuran yang harus dimasak dahulu sebelum dikonsumsi? Simak ulasannya berikut ini ya!

1. Brokoli

Brokoli merupakan salah satu jenis sayur yang harus dimasak dahulu sebelum dikonsumsi. Hal ini karena brokoli sulit untuk dicerna jika dimakan secara mentah. Olahan brokoli ini biasanya dilakukan dengan ditumis maupun dikukus serta dicampur dengan berbagai macam bumbu untuk menambah cita rasanya.

2. Bayam

Bayam menjadi sayuran yang kaya akan kalsium, magnesium dan zat besi yang memiliki kandungan antioksidan. Dengan memasak bayam terlebih dahulu dapat meningkatkan kandungan antioksidan yang sangat baik bagi tubuh. Selain itu bayam mengandung karotenoid dan asam ferulic yang dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. 

3. Wortel

Wortel sering kali dikonsumsi tanpa dimasak terlebih dahulu. Padahal jika wortel dimasak sebelum dikonsumsi akan dapat membuat beta karoten didalamnya dapat berubah menjadi vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.

4. Tomat

Tomat menjadi salah satu andalan sayuran yang banyak digunakan sebagai bahan makanan. Salah satu menu favorit olahan tomat ini adalah sambal tomat. Meski bisa dimakan mentah, memasak tomat dapat meningkatkan kandungan likopen di dalamnya yang dapat menyerap bagian vitamin dan nutrisi yang terkandung didalamnya. Likopen juga dapat mengurangi risiko penyakit kanker dan serangan jantung.

5. Paprika

Selain tomat, paprika merupakan sayuran yang kaya akan likopen. Kandungan nutrisi dalam paprika ini dapat mudah diserap oleh tubuh apabila diolah dengan minyak zaitun atau minyak kelapa.

Nah itulah 5 jenis sayuran yang harus dimasak dahulu sebelum dikonsumsi untuk meningkatkan kadar nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat!

*Sumber: suara.com