SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Minggu, 09 Mei 2021

Pengaruh Puasa bagi Kesehatan Jiwa

Minggu, 09 Mei 2021 18:12:35

Pengaruh Puasa bagi Kesehatan Jiwa

 

 

 

 

 

 

 

 

Puasa sudah berjalan lebih dari dua minggu. Jika dilakukan dengan benar, seharusnya sudah terlihat atau dirasakan beberapa perubahan dalam tubuh.

Pertama secara fisik, tubuh akan terasa lebih sehat. Adanya pengaturan makan yang lebih disiplin, bisa menyehatkan organ-organ tubuh dan sistem metabolisme.

Seperti diberitakan Kompas.com (15/04/2021), puasa memiliki banyak manfaat, salah satunya menyehatkan jantung dan membantu menurunkan berat badan.

Selain manfaat yang dirasakan secara fisik, ada lagi manfaat psikologis, di mana dikatakan bahwa puasa ternyata juga bisa digunakan untuk meningkatkan kesehatan jiwa. Apa kaitan puasa dan kesehatan jiwa? 

Olahraga batin

Menurut Ratna Yunita Setiyani, dosen Progdi S1 psikologi UNISA Yogyakarta, proses puasa dalam hal ini puasa Ramadhan, bukan hanya tentang mengendalikan makan dan minum saja.

Namun juga mengendalikan diri dari emosi, hawa nafsu, dan perbuatan-perbuatan yang tak sesuai kaidah agama.

"Dalam istilah psikologi, pengendalian ini disebut dengan self control," begitu ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (04/05/2021) petang.

Kemampuan menahan diri ini tidak hanya melibatkan akal saja. Namun juga afeksi atau rasa, dan perilaku atau motoriknya.

Ketika dalam sebulan seseorang terbiasa untuk mengendalikan diri, meningkatkan level self control-nya, maka ia sudah memenuhi komponen utama bagi upaya mewujudkan kehidupan jiwa yang sehat.

Menurut Ratna, puasa juga bisa diibaratkan sebagai olahraga batin. Karena manusia yang berpuasa dilatih untuk jujur, disiplin, dan sabar menghadapi beragam godaan.  

Indikator sehat secara kejiwaan

Kemampuan mengendalikan diri merupakan indikator dari kesehatan jiwa seseorang. Orang yang sehat secara kejiwaan akan memiliki self control yang baik, sehingga terhindar dari berbagai gangguan jiwa yang ringan maupun berat.

Ketika pengendalian diri terganggu, atau self control berada dalam level sangat rendah, maka akan timbul berbagai reaksi-reaksi patologis secara kognisi atau kemampuan berpikirnya, serta afeksi atau perasaannya. 

"Jika ini terjadi, maka akan terjadi hubungan yang tidak harmonis antara diri individu dengan diri mereka sendiri (konflik internal), dan juga dengan orang lain yang ada di sekitarnya," terang Ratna.

Lebih luas lagi, pengendalian diri sendiri merupakan komponen penting bagi kesehatan fisik maupun psikologis. 

Orang yang tidak bisa mengendalikan diri dari makan dan minum, akan berujung pada obesitas, diabetes, komplikasi dan lain sebagainya.

Demikian pula jika berbicara soal perilaku, tentang hasrat seksual misalnya. Jika seseorang tak bisa mengendalikan diri, maka ia akan merugikan orang lain dengan pelecehan seksual dan hal-hal buruk lainnya.

"Prinsip puasa, dalam hal ini yang ada kaitannya dengan ibadah, sama persis dengan prinsip penyembuhan pasien gangguan jiwa," ujar Ratna.

Dalam terapi pasien dengan gangguan jiwa, pasien akan dididik dan dilatih untuk jujur, disiplin, sabar, mengendalikan amarah, serta banyak melakukan aktivitas fisik maupun sosial.

"Dengan cara itu, pasien diharapkan bisa menemukan insight atau pencerahan jiwa," ujarnya.

Mengenai hubungan puasa dan kesehatan jiwa ini sudah banyak dibuktikan lewat penelitian dan terapi medis.

Salah satunya adalah yang dilakukan guru besar yang bekerja pada lembaga psikiatri Moskow, Nicolayev, yang menggunakan terapi puasa untuk beberapa pasiennya.

Terapi puasa ini berjalan selama 30 hari, persis seperti puasa Ramadhan yang dilakukan umat muslim.

Setelah 30 hari, ternyata pasiennya mengalami banyak kemajuan. Gangguan jiwa yang mendera perlahan surut, seiring meningkatnya self control yang tumbuh di diri masing-masing pasien. [lis]

Sumber: kompas.com

Jumat, 07 Mei 2021

Alami Diabetes Selama Kehamilan, Waspada 4 Efek Berikut pada Janin

Jum'at, 07 Mei 2021 18:40:17

Alami Diabetes Selama Kehamilan, Waspada 4 Efek Berikut pada Janin

 

 

 

 

 

 

 

Keseimbangan gizi sebelum kehamilan sangat penting agar Anda bisa melahirkan anak yang sehat. Kekurangan nutrisi dapat menimbulkan berbagai konsekuensi, salah satunya adalah diabetes yang bisa terjadi di masa kehamilan atau disebut diabetes gestasional (kehamilan).

Melansir dari Healthshots, diabetes gestasional, seperti bentuk diabetes lainnya, memengaruhi cara sel menggunakan gula (glukosa).

Kadar gula darah yang tinggi akibat diabetes gestasional dapat merusak kehamilan dan kesehatan bayi. Namun kontrol gula darah akan membantu Anda dan bayi Anda tetap sehat dan menghindari persalinan yang menimbulkan stres.

Kadar gula darah pada perempuan dengan diabetes gestasional biasanya kembali normal segera setelah lahir. Namun, jika Anda pernah menderita diabetes gestasional, kemungkinan besar Anda menderita diabetes tipe 2. Meskipun begitu, berikut beberapa masalah kesehatan yang muncul pada bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan diabetes gastasional, antara lain:

1. Kegemukan saat lahir

Kadar gula darah yang lebih tinggi dari rata-rata pada ibu dapat menyebabkan bayinya tumbuh terlalu besar. Bayi besar, dengan berat lebih dari 9 pon (4,5 kg) lebih mungkin terjepit di jalan lahir, menderita komplikasi kelahiran atau memerlukan operasi caesar.

2. Kelahiran prematur (dini)

Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan kemungkinan seorang perempuan melahirkan lebih awal, melahirkan seorang anak sebelum waktunya. Karena bayinya sangat besar, persalinan dini mungkin disarankan.

3. Masalah pernapasan serius

Bayi yang lahir prematur dari ibu yang mengidap diabetes gestasional berisiko tinggi mengembangkan sindrom gangguan pernapasan, yang membuat sulit bernapas.

4. Kadar gula darah rendah (hipoglikemia)

Sesaat setelah lahir, bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes gestasional dapat mengalami gula darah rendah (hipoglikemia). Hipoglikemia berat dapat menyebabkan kejang pada bayi. Kadar gula darah bayi dapat dikembalikan ke normal dengan pemberian asupan sesegera mungkin.

*Sumber: suara.com

Senin, 03 Mei 2021

Cara Memilih Makanan Sehat saat Puasa Ramadan di Masa Pandemi

Senin, 03 Mei 2021 18:14:00

Cara Memilih Makanan Sehat saat Puasa Ramadan di Masa Pandemi

 

 

 

 

 

 

 

Makan makanan sehat selama puasa di bulan Ramadan tentu saja akan berdampak positif bagi kesehatan tubuh.

Karenanya, memilih makanan sehat menjadi sesuatu hal yang penting agar tubuh bisa tetap bugar selama puasa, khususnya di masa Pandemi Covid-19.

Beberapa bukti menunjukkan bahwa puasa berdampak positif pada kesehatan, seperti memperkuat sistem pencernaan, menurunkan tekanan darah dan kolesterol, hingga meningkatkan kesehatan jantung.

Baik saat seseorang berpuasa atau tidak, tubuh tetap membutuhkan energi.

Sumber energi utamanya adalah gula yang disebut glukosa, yang biasanya berasal dari karbohidrat, termasuk biji-bijian, produk susu, buah-buahan, sayuran tertentu, kacang-kacangan, dan bahkan permen.

Hati dan otot menyimpan glukosa dan melepaskannya ke aliran darah kapan pun tubuh membutuhkannya.

Namun, selama puasa, proses ini berubah. Setelah sekitar 8 jam berpuasa, hati akan menggunakan cadangan glukosa terakhirnya. Pada titik ini, tubuh memasuki keadaan yang disebut glukoneogenesis, menandai transisi tubuh ke mode puasa.

Penelitian telah menunjukkan bahwa glukoneogenesis meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh. Dengan tidak adanya karbohidrat yang masuk, tubuh membuat glukosa sendiri dengan menggunakan sebagian besar lemak.

Tradisi di Indonesia saat puasa, salah satunya adalah menghidangkan menu sahur dan berbuka yang melimpah, padahal cara ini akan membuat orang justru makan apa saja yang ada di depannya dan dampaknya tentu jadi kurang baik.

Lalu bagaimana cara memilih makanan sehat saat puasa, khususnya di masa Pandemi?

Ahli Gizi RSU PKU Muhammadiyah Bantul Ida Rubaida memberikan tips memilih makanan sehat di masa Covid-19 saat menjalankan ibadah puasa Ramadan.

"Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi makanan agar imunitas tubuh kita dalam menjalankan ibadah puasa ini tetap terjaga dengan baik," ujar Ida.

Berikut uraiannya:

1. Pilih Makanan Seimbang

Makanan Seimbang adalah makanan yang mengandung semua nutrisi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

"Dalam praktik keseharian, ini bisa dalam bentuk makanan yang lengkap, yakni karbohidrat, lauk pauk, sayur, dan buah. Usahakan mengonsumsi ini saat sahur dan buka puasa," kata Ida.

2. Pilihlah Makanan yang Segar

Hindari makanan atau minuman yang diawetkan. Usahakan makanan yang kita olah adalah makanan yang segar, sehingga banyak mengandung vitamin dan mineral bagi tubuh.

Vitamin dan mineral untuk tubuh ini bisa diambil dari buah-buahan dan sayuran yang ada di sekitar kita. Untuk mengantisipasi ketersediaannya, maka bisa mulai menanam sayur dan buah di pekarangan rumah.

"Yang ditanam seperti buah misalnya pisang, jambu biji, pepaya, belimbing, dan lain-lain. Untuk sayuran seperti bayam, sawi, kacang panjang, pare, dan sebagainya," jelas Ida.

3. Hindari Konsumsi Lemak dan Minyak Berlebih

Hati-hati dalam mengonsumsi minyak dan lemak seperti makanan bersantan, khususnya di bulan puasa.

Usahakan makan 4-5 potong saja makanan yang digoreng, karena konsumsi lemak yang berlebih justru akan menurunkan imunitas tubuh. Selain itu, juga akan berisiko terkena penyakit degeneratif.

4. Batasi Konsumsi Gula dan Garam

Bagi yang tidak menderita diabetes, konsumsi gula dibatasi maksimal 4 sendok makan per hari, karena konsumsi gula berlebihan dapat menurunkan imunitas tubuh, serta berisiko berpenyakit degeneratif.

Sementara untuk konsumsi garam, sebisa mungkin hindari makanan atau minuman pengawet, karena biasanya ini diawetkan dengan jenis atrium kanan.

Jadi ketika konsumsi natrium berlebih, ini akan meningkatkan risiko vital untuk menjeda hipertensi sehingga nanti saat tubuh tidak dalam kondisi fit, juga akan menurunkan imunitas tubuh.

5. Hindari Makan dan Minum di Luar Rumah

Makan di luar rumah sangat berisiko, karena biasanya akan terjadi kerumunan hingga beberapa orang, sehingga bisa berisiko pula untuk terpapar virus Covid.

Usahakan selalu makan di rumah, karena sudah pasti olahannya lebih sehat, sehingga seluruh anggota keluarga tetap terjaga kesehatannya dan bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik. [lis]

Sumber: Tirto.id

Jumat, 30 April 2021

Gema Sholawat Dalam Rangka Nuzulul Qur'an Radio Nuansa FM Bojonegoro

AYOOOOO !!!! DATANG DAN RAMAIKAN GEMA SHOLAWAT DALAM RANGKA NUZULUL QUR'AN DI AULA RADIO NUANSA FM BOJONEGORO.


๐Ÿ‘‰Besok guy's ๐Ÿ‘ˆ
Hari : Sabtu, 01 Mei 2021
Jam : Sesi 1 ๐Ÿ‘‰ 15.00 WIB - Menjelang Berbuka Puasa
          Sesi 2 ๐Ÿ‘‰ 20.00 WIB - Selesai
Tempat : Aula Radio Nuansa FM Bojonegoro
(Jalan Raya Sumberrejo 1192 Bojonegoro)

Dalam acara tersebut juga ada "PROMO" tentunya ๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ
๐Ÿ‘‰ Setiap pembelian๐Ÿ‘ˆ
1. BIO MORINGA
2. KING PANDANUS
3. MATA CARE
4. MAHTA CARE
5. VITMEN
๐Ÿ‘‰Anda akan mendapatkan hadiah secara langsung dan bisa pilih sendiri ๐Ÿ‘
➡️Diantaranya :
- SAJADAH
- MADU COLLAGEN
- KOPI SATRIA, Dll

AYO MANFAATKAN KESEMPATAN BAIK INI !!! DAPATKAN SEHATNYA BAWA PULANG HADIAHNYA.

Selasa, 27 April 2021

Selain Perkuat Bonding, Ini Manfaat Aromaterapi Bagi Anak

Selasa, 27 April 2021 07:47:30

Selain Perkuat Bonding, Ini Manfaat Aromaterapi Bagi Anak

 

 

 

 

 

 

 

Aromaterapi mungkin telah banyak diketahui memiliki banyak manfaat terutama membuat seorang lebih tengan dan punya tidur lebih baik. Bukan hanya itu, aromaterapi disebut bisa membantu mengatasi masalah penciuman dan juga rasa sakit.

Tapi bagaimana dengan anak? Apakah cukup aman bagi mereka untuk menggunakan aromaterapi. Bagaimana mengenalkannya?

Dilansir dari situs Childern Hospitasl Philadelphia, Vanessa Battista, RN, MS, CPNP, seorang praktisi perawat anak di Children's Hospital of Philadelphia (CHOP) yang telah mempelajari praktik aromaterapi sebagai pelengkap pengobatan konvensional mengatakan bahwa aromaterapi dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak.

"Tetapi orang-orang perlu diberi tahu dan menganggap serius risiko penggunaan yang tidak benar."

Ada berbagai teori tentang bagaimana tepatnya aromaterapi bekerja. Tetapi beberapa percaya bahwa dengan mengaktifkan reseptor bau tertentu di hidung, aromaterapi menyebabkan otak mengirim pesan ke area sistem saraf yang memengaruhi suasana hati dan gejala lainnya.

Jadi, bagaimana aromaterapi dapat membantu anak. Aromaterapi dapat membantu menenangkan anak yang sedang cemas atau stres, mengurangi rasa mual, ketidaknyamanan dan nyeri, serta meningkatkan kualitas tidur yang sehat.

“Cobalah wewangian yang berbeda untuk melihat mana yang paling disukai anak Anda,” kata Battista.

“Aromaterapi hanya bekerja jika seorang anak menyukai baunya dan merasa aromanya menenangkan atau membangkitkan semangat. Orang yang berbeda memiliki preferensi dan asosiasi penciuman yang berbeda. "

Dalam keterangan yang diterima Suara.com, Jumat, (23/4/2021), aromaterapi dari produk Sipopo Kids Essential Oil bisa bermanfaat terhadap bonding ibu dan anak. Dengan aroma tertentu yang diformulasikan untuk menimbulkan perasaan ceria, nyaman, hangat dan tenang yang akan dirasakan bayi saat Moms menggunakannya.

Perasaan bahagia ini akan dihubungkan bayi dengan aroma harum yang menenangkan dari Sipopo Kids Essential Oil. Jadi, setiap kali ia mencium aroma Sipopo, kenangan indah bersama ibu akan tetap muncul bahkan ketika ia menginjak dewasa. Wah, boleh dicoba nih moms!

*Sumber: suara.com

Minggu, 25 April 2021

Plus Minus Konsumsi Daging Sapi bagi Kesehatan

Minggu, 25 April 2021 17:51:55

Plus Minus Konsumsi Daging Sapi bagi Kesehatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daging sapi merupakan salah satu jenis bahan masakan yang paling disukai, karena banyak mengandung zat besi, protein dan kebutuhan nutrisi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita.

Namun, daging sapi sama sekali tidak mengandung serat. Maka dari itu, konsumsi daging sapi harus dibarengi dengan asupan serat dari sayur atau buah.

Lalu apa saja plus minus mengonsumsi daging sapi bagi kesehatan?

Dilansir dari Healthline, manfaat daging sapi tentunya tidak terlepas dari kandungan nutrisi yang ada di dalamnya.

Keunggulan dari kandungan daging sapi adalah kadar sodiumnya yang rendah. Selain itu daging sapi juga merupakan sumber dari protein, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, zinc, selenium, dan fosfor.

Menurut Heathline, daging sapi juga memiliki kandungan protein berkualitas tinggi. Daging sapi yang dimasak mengandung protein sekitar 26-27 persen.

Daging sapi mengandung sembilan asam amino esnsial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.

Sebagai bahan pembangun protein, asam amino sangat penting. Protein daging sapi sangat bergizi dan dapat meningkatkan pemeliharaan dan pertumbuhan otot.

Daging sapi juga mengandung berbagai lemak, yaitu lemak jenuh dan lemak tak jenuh tunggal dengan jumlah yang sama.

Asam lemak utama adalah asam stearat, asam oleat, dan asam palmitat. Selain menambah rasa, lemak juga meningkatkan kandungan kalori daging.

Jumlah lemak dalam daging sapi tergantung pada tingkat pemangkasan dan usia hewan, jenis kelamin, dan pakan. Produk daging sapi yang diolah, seperti sosis cenderung mengandung lemak yang tinggi.

Daging sapi juga mengandung vitamin dan mineral yang tinggi. Makanan yang berasal dari hewan, seperti daging, merupakan satu-satunya sumber makanan yang baik dari vitamin B12, nutrisi yang penting untuk pembentukan darah dan otak serta sistem saraf.

Selain itu, daging sapi sangat kaya akan zinc (seng), mineral yang penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.

Daging sapi merupakan sumber selenium yang penting bagi tubuh. Serta zat besi yang terkandung dalam daging sapi dapat memberikan energi bagi tubuh.

Berdasarkan akun Twitter Kementerian Pertanian Republik Indonesia, manfaat makan daging sapi bagi kesehatan, yaitu:

1. Meningkatkan Sistem Imun

Kandungan protein hewani yang terkandung dalam daging sapi mampu memperbaiki sel tubuh yang rusak, hingga meningkatkan fungsi otak.

Kandungan zat besi berfungsi sebagai pengikat oksigen dalam tubuh, membantu proses metabolisme, dan menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.

2. Menjaga Berat Badan

Mengkonsumsi daging sapi dengan pas dan tanpa lemak dapat menjaga berat badan, karena, daging sapi kaya protein sehingga mampu meningkatkan metabolisme dan menahan rasa lapar.

3. Mempercepat Penyembuhan Luka

Protein dalam daging sapi membantu mempercepat penyembuhan luka. Salah satu penyebab luka infeksi paling umum adalah terhambatnya penyaluran oksigen ke jaringan yang rusak.

Kekurangan mineral dapat menunda pembentukan dan perbaikan jaringan. Mineral berperan penting dalam penyembuhan, karena berperan mendistribusikan oksigen lewat darah.

4. Membantu Fungsi Jantung

Dengan porsi yang tepat, daging sapi tanpa lemak sangat baik untuk kesehatan jantung.

Memakan daging sapi dengan olahan yang tepat, seperti direbus atau dipanggang, dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

5. Menjaga Kesehatan Kulit

Kandungan mineral dan nutrisi pada daging sapi membantu regenerasi kulit agar tidak kusam, menghilangkan noda hitam pada wajah, mencegah penuaan dini.

Zat antikarsinogenik di daging sapi mencegah pertumbuhan kanker, termasuk kanker kulit.

Sedangkan beberapa dampak negatif daging sapi yang ditimbulkan bagi kesehatan.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan The European Journal of Clinical Nutrition, daging sapi yang dibesarkan di peternakan merupakan sapi ternak yang diberi makan biji-bijian memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang sangat sedikit serta memiliki kadar asam lemak omega 6 dalam jumlah yang lebih tinggi daripada sapi-sapi yang hidup liar dengan memakan rumput.

Selain itu, penambahan berbagai jenis hormon seperti estradiol, progesteron, dan testosteron, hormon sintetis, zeranol dan trenbolone asetat, melengesterol asetat biasanya diberikan pada hewan-hewan ternak guna menambah berat badan serta meningkatkan efisiensi pakan juga sangat berpengaruh bagi kesehatan, yaitu dapat meningkatkan resiko kanker.

Hal-hal seperti inilah yang sebenarnya menyebabkan dampak bahaya daging sapi bagi kesehatan tubuh, seperti berikut ini :

1. Peradangan

Daging sapi merupakan salah satu jenis makanan yang sangat sulit untuk dicerna oleh tubuh, meskipun telah dimasak.

Hal ini akan menimbulkan peningkatan jumlah enzim pencernaan untuk dapat mencerna makanan tersebut.

Jika makanan ini sering dikonsumsi pada usia dini, hal tersebut dapat mempertahankan asam arakidonat (asam lemak omega 6) dalam tubuh yang memberikan kontribusi untuk kondisi peradangan dan rasa sakit.

Peradangan ini pada nantinya akan bisa menyebabkan :

a) amandel

b) nyeri sendi lutut

c) bisul

2. Kanker

Dalam daging sapi terkandung sejumlah bahan kimia organik yang sangat beracun yang dikenal dengan nama dioxin.

Di mana bahan kimia tersebut berasal dari partikel mikroskopis dari abu dari insinerator yang telah menetap di rumput dan tanaman yang dimakan oleh hewan-hewan ternak seperti sapi, babi, dan ayam.

Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa dioxin merupakan hormon kimia yang dapat mengganggu fungsi sel-sel dalam tubuh, sehingga hal ini dapat berpotensi untuk meningkatkan resiko penyakit kanker.

Selain itu, dioxin juga dapat memicu endometriosis, gangguan Attention Deficit Disorder, kecacatan sistem reproduksi anak-anak, sindrom kelelahan kronis, menurunnya sistem kekebalan tubuh, serta gangguan saraf.

Selain zat dioxin, biasanya daging sapi yang berasal dari peternakan telah mengalami proses penyinaran dengan menggunakan sinar gamma yang dihasilkan oleh radioaktif, kobalt 60, maupun aliran listrik dengan tujuan untuk membunuh bakteri yang tinggal dalam daging tersebut.

Radiasi tersebut pada akhirnya akan menghasilkan radiolytic dalam produk makanan yang dihasilkan dari olahan daging tersebut, di mana hal itu memiliki sifat karsiogenik (penyebab kanker). Untuk itu sangat disarankan untuk menghindari produk makanan atau daging radiasi.

3. Keracunan

Daging sapi merupakan sumber dari adanya jenis kuman mematikan yang disebut E. Colli O157:H7 yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan yang cukup serius.

Kuman-kuman tersebut terdapat dalam daging sapi yang telah terkontaminasi dengan kotoran sapi pada saat dilakukan penyembelihan.

Akibat dari kuman berbahaya ini telah menewaskan puluhan orang serta menyebabkan ribuan orang sakit setelah mengkonsumsinya.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penarikan sekitar 25 juta pon daging sapi di pasaran pada tahun 1997.

4. Penyakit jantung

Seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa daging sapi yang diperoleh dari peternakan komersial biasanya mengandung lebih sedikit jumlah asam lemak omega 3.

Padahal asam omega 3 inilah yang dapat berfungsi untuk mencegah terjadinya penyakit jantung, namun mengandung lebih tinggi kadar asam lemak omega 6 (kaskade arakidonat) yang justru dapat mempromosikan atau meningkatkan resiko penyakit jantung.

5. Resistensi obat-obatan

Biasanya hewan-hewan di peternakan akan diberikan tambahan obat-obatan atau jenis antibiotik pada makanan mereka.

Hal ini bertujuan untuk menambah berat badan serta untuk mencegah terjangkitnya wabah penyakit menular pada hewan-hewan ternak tersebut.

Efek samping antibiotik atau obat-obatan yang diberikan secara rutin pada hewan ternak seperti sapi dapat berkontribusi pada masalah resistensi obat-obatan atau antibiotik pada manusia yang mengkonsumsi daging tersebut.

6. Penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD)

Tahukah anda bahwa gangguan atau penyakit yang terdapat pada hewan ternak seperti sapi yaitu sapi gila atau disebut dengan bovine spongiform encephalopathy (BSE), yang akhir-akhir ini berkembang juga dapat menular pada manusia?

Ya, hal ini bisa terjadi pada saat manusia mengkonsumsi daging sapi yang terinfeksi bovine spongiform encephalopathy (BSE).

Penyakit ini biasanya menimpa pada orang-orang yang telah berusia sekitar 60 tahunan baik itu pria maupun wanita.

Namun akhir-akhir ini penyakit tersebut juga telah berkembang pada orang-orang yang lebih muda.

CJD merupakan suatu penyakit yang menyerang otak yang nantinya dapat mengarah ke demensia, maupun gejala otak lainnya yang lebih mengerikan. Hal ini juga dapat menjadi penyebab kematian mendadak di usia dini.

Untuk mengindari hal tersebut, Anda bisa memilih daging sapi organik yang bebas hormon dan antibiotik atau memilih bagian daging tanpa lemak.

Serta mengonsumsi daging sapi dengan tidak berlebihan dan tetap memerhatikan pengolahannya agar nutrisi dalam daging sapi tidak hilang dan tergantikan dengan asupan lain yang justru tidak baik untuk tubuh. [Lis]

Sumber: https://www.google.co.id/amp/s/amp.tirto.id/plus-minus-mengonsumsi-daging-sapi-bagi-kesehatan-ef6c

Jumat, 23 April 2021

Meski Boleh, Remaja Sebaiknya Tidak Terlalu Banyak Konsumsi Kafein!

Jum'at, 23 April 2021 18:13:09

Meski Boleh, Remaja Sebaiknya Tidak Terlalu Banyak Konsumsi Kafein!

 

 

 

 

 

 

 

American Academy of Pediatrcis merekomendasikan bagi remaja sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 100 miligram kafein dalam sehari.

Sebab, mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan efek samping seperti gugup, lekas marah, detak jantung cepat, dan kecemasan.

Berikut lima alasan lagi agar remaja membatasi asupan kafein harian mereka, dilansir dari UNC Health:

1. Minuman berkafein seringkali mengandung kalori kosong.

Banyak minuman berkafein juga mengandung banyak gula dan lemak, misalnya minuman bersoda yang dapat mengambil nutrisi berharga seperti kalsium.

"Jika Anda minum kopi atau teh, kemudian menambahkan susu, gula, atau madu, itu bisa menambah kalori dan gula," kata Ty G. Bristol, MD, MPH, dokter anak di UNC Pediatrics di Panther Creek.

2. Kafein dapat menyebabkan insomnia

Kafein dapat menyebabkan sulit tidur di malam hari, yang pada akhirnya mengakibatkan insomnia dan kantuk di siang hari.

"Beberapa remaja bisa menjadi gugup, dan kafein dapat menyebabkan insomnia jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak atau larut malam," sambung Bristol.

3. Kafein memengaruhi jantung dan kepala

Asupan kafein dalam jumlah besar dapat meningkatkan tekanan darah pada beberapa orang.

"Jika Anda minum terlalu banyak, terutama dari minuman berenergi, maka dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah naik," lanjutnya.

Kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala saat berhenti.

"Seorang anak yang minum terlalu banyak kafein secara terus-menerus dalam dosis tinggi dapat mengembangkan toleransi terhadap kandungan ini," jelas Bristol lagi.

"Dan kemudian, jika mereka mencoba berhenti akan mengalami gejala penarikan, termasuk sakit kepala berulang," imbuhnya.

Jadi, penting bagi orang tua untuk tahu berapa banyak asupan kafein yang diminum anak remajanya.

"Terlalu banyak bukanlah hal baik. Kuncinya adalah moderasi," kata Bristol. Ia juga mengingatkan untuk tidak mencampur kafein dengan obat-obatan atau alkohol.

*Sumber: suara.com