SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Sabtu, 26 September 2020

Gaya Hidup Sehat bisa Perpanjang Umur Pengidap Penyakit Kronis

Sabtu, 26 September 2020 18:43:07

Gaya Hidup Sehat bisa Perpanjang Umur Pengidap Penyakit Kronis

Menerapkan gaya hidup sehat memiliki segudang manfaat. Hal ini juga disebut bisa memperpanjang umur seseorang, sekalipun memiliki riwayat penyakit kronis. Gaya hidup sehat yang disarankan adalah rutin berolahraga, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Sebuah studi menunjukkan bahwa menerapkan gaya hidup sehat, terutama berhenti merokok, bisa memperpanjang umur 6-7 tahun. Selama ini, pola hidup sehat memang dikenal menyehatkan. Namun, belum banyak penelitian yang dilakukan terkait dampak hidup sehat pada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, hingga kanker.

Baru-baru ini, sejumlah peneliti dari UK Research mengamati 93,736 orang dewasa yang memiliki riwayat dua atau lebih penyakit kronis. Rata-rata orang yang menjadi partisipan penelitian sudah mengidap penyakit kronis setidaknya lima tahun. Dalam penelitian tersebut, ada 4 faktor gaya hidup yang diamati, yaitu aktivitas fisik harian, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta makanan yang dikonsumsi.

Peneliti kemudian meminta partisipan menerapkan pola hidup sehat, terutama pada 4 faktor tersebut. Hasilnya, gaya hidup sehat bisa memperpanjang umur hingga 6,3 tahun pada laki-laki dan 7,6 tahun pada perempuan. Sayangnya, hasil yang berbeda ditunjukkan oleh kelompok yang mengidap lebih dari dua penyakit kronis. Pertambahan usia cenderung lebih rendah pada kelompok tersebut.

Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa berhenti merokok menjadi faktor yang paling berpengaruh dan banyak memberi manfaat. Pada orang dewasa berusia 45 tahun, perokok diketahui memiliki usia hingga 5 tahun lebih pendek dibanding orang dengan usia sama yang tidak merokok. Sementara aktivitas fisik disebut menyumbang perpanjangan usia sekitar 1 hingga 2,5 tahun.

Nyatanya, kebiasaan merokok bisa meningkatkan risiko muncul gangguan kesehatan, seperti kanker paru, penyakit jantung, gangguan organ hati, hingga penyakit pankreas. Sederet masalah tersebut bisa menurunkan peluang seseorang memiliki umur yang panjang. Konsumsi alkohol dalam jangka panjang dan berlebih juga bisa memengaruhi organ tubuh dan memicu penyakit.

Resep panjang umur lainnya adalah mengonsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang. Tidak hanya memperpanjang umur, kebiasaan makan sehat juga bisa meningkatkan kualitas hidup. Disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian. Makan sehat bisa membantu menurunkan risiko penyakit mematikan, seperti penyakit jantung, kanker, hipertensi, dan stroke.

Biar panjang umur, disarankan juga untuk melakukan aktivitas fisik serta rutin berolahraga. Gaya hidup sehat ini bisa membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga masalah mental seperti depresi. Orang yang rutin berolahraga disebut memiliki rata-rata usia lebih panjang dibandingkan yang tidak berolahraga.

Biar lebih sehat, biasakan untuk rutin berolahraga setidaknya 30 menit per hari. Namun, pastikan untuk tidak memaksakan diri terutama jika memiliki riwayat penyakit kronis. Pastikan untuk berbicara terlebih dahulu pada dokter sebelum memilih jenis olahraga yang akan dilakukan. Ketahui batas diri dan pastikan tubuh juga mendapat cukup waktu istirahat.

Memiliki pola tidur cukup, yaitu 6-8 jam setiap hari juga bisa memperpanjang umur. Hal ini bisa membantu menurunkan risiko penyakit jantung, stres, serta depresi. Selain durasi tidur, disarankan juga untuk bangun di jam yang sama setiap pagi agar ritme kerja tubuh lebih teratur.

Sumber: https://www.halodoc.com/gaya-hidup-sehat-
bisa-perpanjang-umur-pengidap-penyakit-kronis

Kamis, 24 September 2020

3 Tips Tenangkan Bayi yang Menangis

Kamis, 24 September 2020 17:39:05

3 Tips Tenangkan Bayi yang Menangis

100 hari pertama kehidupan bayi adalah saat-saat yang mendebarkan dan melelahkan bagi orangtua, apalagi jika bayi itu adalah anak pertama.

Seringkali orangtua baru bingung tentang apa yang diinginkan si kecil ketika sedang menangis.

Orangtua juga menjadi sulit menidurkan bayi karena tangisan yang tak kunjung mereda.

Padahal, setiap bayi memiliki kepribadiannya sendiri.

Bayi umumnya menangis untuk berkomunikasi, karena mereka tidak punya cara lain untuk memberi tahu  apa yang mereka butuhkan.

Kebanyakan orangtua bahkan kerap panik ketika bayi menangis tanpa henti, dan lalu mengira ada sesuatu yang sangat tidak beres.

Nah, untuk para orangtua baru, mungkin bisa mencoba tiga tips berikut saat akan menenangkan si kecil.

1. Tanggapi tangisan bayi dengan cepat dan alihkan perhatiannya

Pakar bayi Steven Shelov dalam buku Caring for Your Baby and Young Child: Birth to Age 5, membahas tentang hal ini.

“Dalam beberapa bulan setelah bayi lahir, cara terbaik untuk mengatasi tangisan mereka adalah dengan merespons dengan cepat.”

Hal ini mungkin bertentangan dengan mitos yang beredar yang menyebutkan anak akan manja bila orangtua langsung merespon tangisan.

Namun, mitos ini rupanya tidaklah benar. Jadi, sebaiknya segera tanggapi setiap kali bayi saat menangis.

Bagaimana caranya?

Dekati bayi yang menangis segera, peluk dia dan dekap dengan lembut, ayun-ayun si kecil dengan perlahan sambil berjalan keliling kamar atau rumah untuk mengalihkan perhatiannya.

Cobalah ajak si kecil berbicara sambil menunjukkan padanya hal-hal yang menyenangkan dan menarik perhatian.

Ini akan meredakan suasana hatinya dan dia akan segera berhenti menangis.

2. Biarkan bayimu sendiri untuk sementara

Terkadang ada baiknya membiarkan bayi menangis sebentar. Bagaimana pun, menangis memiliki banyak fungsi bagi balita.

Steven Shelov menyebut, “menangis membantu bayi melepaskan diri dari visual yang kuat, suara yang tidak menyenangkan, dan rangsangan sensorik lainnya."

"Menangis juga membantu mereka melepaskan stres," kata Shelov.

Jadi, lain kali saat balita menolak untuk berhenti menangis, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah meninggalkan ruangan untuk mencari udara segar.

Hal ini juga memberi kesempatan bagi orangtua untuk tenang, sehingga terhindar dari stres dan kecemasan.

Stres dan kecemasan bisa meningkat akan berpengaruh pada bayi dan menyebabkan amarah semakin menjadi.

Tips ini juga membantu bayi melepaskan stres dan energi yang terpendam sebelum tidur, memungkinkannya tidur malam lebih nyenyak.

Namun perlu diingat, hal Ini tidak berarti orangtua harus membiarkan bayi menangis dalam waktu yang lama.

Segera setelah orangtua merasa tenang, kembali tanggapi bayi yang menangis dengan cepat.

3. Tidur malam yang nyenyak dimulai dengan teman tidur

Ingat, menumbuhkan kebiasaan tidur yang baik pada bayi harus dimulai sejak dini.

Bayi harus membiasakan diri untuk tidur sendiri, sehingga tidak membutuhkan perlakuan khusus menjelang waktu tidurnya.

Salah satu cara untuk menghadapi ini adalah dengan memberikan anak teman tidurnya sendiri, sehingga dia bisa terbiasa dengan teman tidurnya.

Sekarang, setiap kali bayi mengantuk dan menangis, tempatkan teman tidur di sampingnya sambil menyalakan musik yang menenangkannya.

Meredupkan lampu pun bisa sama efektifnya untuk membuat balita tidur dalam waktu singkat.

Ada kalanya bayi tidak mau tidur atau sering terbangun di malam hari sambil menangis.

Dalam situasi seperti itu, respons terbaik adalah dengan mencari tahu ketidaknyamanan fisik yang dia alami, misalnya kolik pada bayi.

Kolik pada bayi, juga dikenal sebagai kolik infantil, yang menyerang 1:5 bayi selama beberapa bulan pertama mereka.

Kolik ditandai dengan tangisan yang lama tanpa alasan yang jelas yang biasanya berlangsung berminggu-minggu, untuk anak yang sehat.

Beberapa orang percaya kondisi itu terjadi karena ketidaknyamanan gastrointestinal seperti kram usus. Jika hal ini ditemukan, maka segera konsultasikan dengan dokter.

*Sumber: kompas.com

Selasa, 22 September 2020

8 Manfaat Ajaib "Ngopi", Sudah Tahu?

Selasa, 22 September 2020 17:26:07

8 Manfaat Ajaib

Memiliki rasa yang pahit tidak membuat kopi kehilangan peminat. Ya, kopi sudah menjadi konsumsi harian sebagian besar orang di seluruh dunia.

Menurut studi yang dilakukan National Coffee Association terhadap 3.000 orang di AS terkait kebiasaan minum kopi, ternyata 64 persen orang meminum secangkir kopi setiap harinya.

Memang, kopi dapat menghilangkan rasa kantuk dan mengembalikan energi kita. Tapi manfaat dari " ngopi" bukan cuma itu lho.

Penasehat diet Jonathan Valdez, RDN, CDE, CPT, pemilik Genki Nutrition dan jurubicara New York State Academy of Nutrition and Dietetics mengungkap manfaat kopi.

Menurut Valdez, kandungan kafein pada kopi bekerja dengan memblokir sekelompok sel saraf di dalam tubuh manusia yang memberi sinyal bahwa kita sedang kelelahan.

"Itu sebabnya minum kopi membuat 'insting' kita terasa bangun."

Membuat tubuh bisa bekerja optimal rupanya hanya satu dari sekian banyak manfaat kopi bagi tubuh.

Penasaran apa saja manfaat lain dari minuman hitam pekat ini? Yuk, simak penjelasannya di bawah, seperti dilansir laman Eat This.

1. Meningkatkan performa saat berolahraga

Kelli McGrane MS, RD, ahli diet dan konsultan nutrisi Lose It! menyebutkan, kafein bisa bermanfaat saat kita berolahraga.

"Kafein yang terdapat pada kopi terbukti meningkatkan kadar epinefrin (hormon adrenalin) di dalam darah kita serta merangsang pemecahan lemak, sehingga asam lemak berubah menjadi bahan bakar," kata McGrane.

"Kedua faktor ini bisa meningkatkan energi saat kita olahraga."

2. Mengurangi risiko depresi

Menurut Debbie Petitpain, MS, RDN, ahli gizi dan ahli diet terdaftar serta jurubicara untuk Academy of Nutrition and Dietetics, konsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan risiko depresi dan bunuh diri.

"Tapi, tidak diketahui apakah manfaat itu disebabkan oleh kopi atau kafein di dalamnya," kata Petitpain.

Ia menambahkan, kafein adalah agen psikoaktif yang paling banyak digunakan, di mana 85 persen orang dewasa di AS mengonsumsinya setiap hari.

"Sulit membedakan manfaat yang dikaitkan dengan kopi dari kandungan kafeinnya."

Baca juga: Manfaat Minum Kopi, Tidak Hanya Penahan Kantuk

3. Kandungan polifenol pada kopi turunkan risiko diabetes

Polifenol merupakan bahan kimia yang ditemukan di berbagai buah, sayuran, teh, serta kopi, ujar Valdez.

"Ada bukti polifenol dalam kopi menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular, serta kanker kolon."

4. Memudahkan interaksi dengan orang lain

Membuat janji bertemu untuk minum kopi, kata Petitpain, adalah cara terbaik untuk menghabiskan waktu bersama teman, rekan kerja, atau kekasih.

"Dalam satu studi, peserta yang memegang secangkir kopi panas menilai orang yang berinteraksi dengan mereka memiliki kepribadian lebih hangat, murah hati dan perhatian."

5. Antioksidan pada kopi kurangi risiko penyakit kronis

McGrane menyebut, kopi kaya akan antioksidan, senyawa alami yang terbukti melindungi tubuh dari sejumlah penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker.

"Kopi kaya akan antioksidan yang disebut asam klorogenat, yang dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol, trigliserida, dan gula darah," ucapnya.

Namun ia menegaskan, perubahan gaya hidup untuk mengurangi risiko penyakit kronis juga penting, seperti menjalani diet, berolahraga, dan tidak atau berhenti merokok.

6. Menurunkan risiko penyakit jantung

Disebutkan Petitpain, sekitar 56-141 gram cangkir kopi per hari dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

"Tetapi, kopi tanpa filter seperti french press dan espresso mengandung cafestol, yang meningkatkan kolesterol jahat atau LDL, dan meningkatkan risiko penyakit jantung," tutur dia.

7. Meningkatkan kesehatan otak

McGrane mengatakan, sebuah studi observasi menemukan hubungan antara asupan kopi secara teratur dan penurunan risiko penyakit Alzheimer serta Parkinson.

"Studi baru-baru ini menemukan, ketika biji kopi dipanggang, kopi menghasilkan satu senyawa yang disebut fenilindan."

Senyawa fenilindan, lanjut dia, terbukti membantu mencegah penumpukan protein di otak yang dianggap berperan dalam penurunan fungsi otak.

8. Bantu turunkan berat badan

Studi yang dilakukan para peneliti Harvard T.H Chan School of Public Health menemukan, konsumsi empat cangkir kopi setiap hari dapat mengurangi lemak tubuh sekitar 4 persen.

*Sumber: kompas.com

Senin, 21 September 2020

Malas Keramas Setelah Olahraga, Apa Efeknya pada Rambut

Senin, 21 September 2020 017:35:57

Malas Keramas Setelah Olahraga, Apa Efeknya pada Rambut

Setelah basah oleh keringat, mandi dan keramas setelah olahraga memang menyegarkan. Tetapi faktanya ada orang yang sesekali melewatkan sesi keramas setelah olahraga.

Alasannya beragam, yang jelas, waktu 15 menit yang digunakan untuk keramas bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lainnya, terutama jika sedang terburu-buru mengejar sesuatu.

Namun, melewatkan sesi keramas setelah olahraga ternyata tidak ideal untuk kulit dan rambut karena bisa menyebabkan kondisi ini:

1. Ketombe

Keringat yang mengering di kulit kepala akan menciptakan lapisan di atas kulit. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi itu dapat menyebabkan dermatitis seboroik atau infeksi jamur yang juga lebih dikenal sebagai ketombe.

"Ini adalah kondisi alami pada tingkat tertentu, tetapi penumpukan dari keringat dan minyak menciptakan tempat jamur berkoloni berlebihan," ungkap dokter kulit bersertifikat Sapna Palep, MD, seperti dilansir Livestrong.

Dermatitis seboroik juga dapat memunculkan kulit bersisik dan kemerahan di bagian lain tubuh jika tidak mandi setelah berolahraga.

"Terutama area di mana sebum atau minyak kulit diproduksi, termasuk alis, di sekitar hidung, dada bagian tengah dan, dalam kasus yang parah, dahi dan dagu," kata ketua departemen dermatologi. di Wake Forest University Health Sciences, Amy McMichael, MD.

Jika kamu cenderung banyak berkeringat saat berolahraga, selalu mandi dan keramas untuk mencegah ketombe. Jika tidak, kamu bisa keramas dua hingga empat kali seminggu, tergantung seberapa berminyak rambut.

Palep menyarankan penggunaan sampo dengan formula yang lembut dan mengaplikasikannya fokus hanya pada kulit kepala.

"Sampo yang turun dari kulit kepala ke helai rambut saat dibilas sudah cukup untuk membersihkan area rambut lain," katanya.

Jika rambut sudah berketombe, kamu mungkin perlu menggunakan sampo antijamur.

Meski keramas disarankan setelah selesai berolahraga, pemilik rambut keriting idealnya tetap konsisten mencuci tambut hanya seminggu sekali bahkan jika mengeluarkan banyak keringat.

"Sampo dirancang untuk menghilangkan minyak dari rambut, yang sangat dibutuhkan oleh rambut keriting yang kencang," kata asisten profesor dermatologi di Johns Hopkins School of Medicine.

Sebelum keramas, oleskan konditioner ke ujung rambut agar tidak kering. Terutama untuk rambut yang diwarnai, yang lebih rapuh dan rambut keriting.

2. Rambut rontok

Penipisan rambut juga bisa terjadi jika sering melewatkan keramas setelah olahraga.

"Ketika ada serpihan yang terlihat di kulit kepalamu, itu berarti jamur telah menyerang lapisan permukaan kulit, dan ini menyebabkan rambut rontok," kata Palep.

Penumpukan jamur juga akan membuat folikel rambut macet, pada akhirnya pertumbuhan rambut baru akan terhambat.

Selain dapat menyebabkan rontok, menurut sebuah penelitian pada Desember 2018 di International Journal of Trichology, dermatitis seboroik juga dapat menyebabkan helai rambut lebih tipis dan kurang bersinar.

Meskipun keramas lebih sering dan menggunakan sampo obat dapat mencegah kerontokan rambut, keramas terlalu sering juga dapat menyebabkan rambut menipis.

Tapi, kata McMichael, tidak ada angka keramas yang sempurna, karena harus disesuaikan dengan jenis rambut.

"Bagi mereka yang memiliki rambut sangat keriting, keramas setiap minggu atau dua minggu sekali sudah cukup. Sementara yang rambutnya halus dan kulit kepala berminyak, keramas tiap hari mungkin paling baik," katanya.

Apapun tipe rambutmu, gunakan sampo dan konditioner lembut yang tidak mengeringkan rambut dan menghilangkan minyak-minyak alaminya.

"Orang yang sering berolahraga sebaiknya menggunakan sampo ringan yang mengandung sulfat dengan bahan-bahan, seperti C14-16 olefin sulfonate, diikuti dengan deep conditioner seminggu sekali,” katanya.

McMichael juga merekomendasikan memilih deep conditioner yang mengandung silikon untuk melapisi dan melindungi batang rambut.

Untuk mencegah kerontokan, hindari pula terlalu sering mengikat rambut dengan kencang karena dapat memberi tekanan pada folikel rambut.

3. Lebih rentan infeksi

Alasan lain untuk mencuci rambut setelah berkeringat adalah rasa gatal, dan beberapa orang bahkan sering menggaruk hingga kulit kepala mereka luka.

Menurut Palep, luka lecet bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri dan jamur.

Untuk mencegah infeksi, kamu perlu mengatasi akar masalah dengan mengurangi serpihan dan kulit bersisik tersebut.

"Pengobatannya bervariasi berdasarkan tingkat keparahan penyakit. Beberapa pasien membaik hanya dengan sampo nti ketombe," tambah McMichael.

Kamu bisa mencoha penggunaan sampo dengan bahan anti-inflamasi atau anti-jamur aktif, seperti seng, ketoconazole, tar, selenium sulfide atau ciclopirox. Hindari pula untuk menahan godaan menggaruk kulit kepala.

Jika sudah mencoba beberapa upaya namun belum berhasil, cobalah berkonsultasi dengan dokter kulit.

4. Jerawat di kulit kepala

Orang yang biasa tidak berkeramas setelah olahraga juga bisa mengalami tumbuhnya jerawat di kulit kepala atau yang disebut "scalpne", secara teknis disebut folikulitis atau peradangan di folikel rambut.

"Jika tidak dirawat dapat menyebabkan jaringan parut lokal dan rambut rontok," ungkap McMichael.

Karena folikulitis adalah komponen dari dermatitis seboroik, perawatannya pun sama, yakni mencuci rambut menggunakan sampo obat lembut.

"Jika jerawat resisten terhadap pengobatan ini, larutan antibiotik topikal juga dapat digunakan," kata McMichael.

Penggunaan minyak atau gel rambut yang terlalu sering juga bisa menyebabkan folikulitis.

"Selain itu, banyak orang mengalami reaksi alergi terhadap komponen tertentu dalam produk rambut, termasuk wewangian, yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala yang bermanifestasi sebagai jerawat," katanya.

*Sumber: kompas.com

Minggu, 20 September 2020

Migrain, Apa Sih Ciri-Ciri dan Penyebabnya?

 Minggu, 20 September 2020 18:21:40

Migrain, Apa Sih Ciri-Ciri dan Penyebabnya?

Pernah mengalami sakit kepala sebelah disertai rasa nyeri berdenyut pada kepala? Berarti kamu tengah mengalami migrain. Meskipun ada yang menganggap sepele, tetapi migrain yang tidak segera diobati bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Melansir National Health Service UK, migrain adalah gangguan kesehatan yang umum terjadi, dan dapat menyerang sekitar 1 dari setiap 5 wanita dan sekitar 1 dari setiap 15 pria. Kondisi ini umumnya dimulai ketika seseorang mulai beranjak dewasa. Ingin tahu beberapa fakta lainnya tentang migrain? 

Migrain Memiliki Beberapa Jenis

Berdasar gejalanya, migrain dibagi ke dalam beberapa jenis, antara lain: 

Migrain dengan aura, yakni kondisi saat sebelum, migrain dimulai akan muncul tanda-tanda peringatan khusus, seperti melihat lampu berkedip

Migrain tanpa aura, ini adalah jenis yang paling umum, di mana migrain terjadi tanpa tanda-tanda peringatan khusus;

Migrain aura tanpa sakit kepala, juga dikenal sebagai silent migraine, yakni saat aura atau gejala migrain lainnya dialami, tetapi sakit kepala tidak berkembang.

Beberapa orang sering mengalami migrain, hingga beberapa kali seminggu. Sementara orang lain hanya mengalami migrain sesekali saja. Segera periksakan diri ke rumah sakit jika gejala migrain yang kamu alami sudah mengganggu.

Penyebab Migrain Bermacam-Macam. Penyebab pasti dari migrain hingga kini belum diketahui. Namun para ahli yakin bahwa kondisi ini sebagai hasil dari perubahan sementara pada bahan kimia, saraf, dan pembuluh darah di otak. Sekitar setengah dari semua orang yang mengalami migrain juga memiliki kerabat dekat dengan kondisi tersebut, yang membuktikan bahwa gen juga dapat berperan.

Beberapa orang juga menemukan serangan migrain terkait dengan pemicu tertentu, seperti dimulainya menstruasi, stres, kelelahan, atau efek samping makanan atau minuman tertentu.

Ada Gejala Khusus sebelum Migrain Menyerang

Satu atau dua hari sebelum migrain, pengidapnya mungkin akan merasakan beberapa perubahan halus yang bisa jadi peringatan bahwa migrain akan datang.

Beberapa gejala tersebut termasuk sembelit, perubahan suasana hati (dari depresi menjadi euforia), mengidam makanan tertentu, leher terasa kaku, rasa haus dan lebih sering buang air kecil, serta jadi lebih sering menguap.

Migrain Bisa Jadi Komplikasi

Migrain tergolong penyakit umum, beberapa orang menganggap bahwa migrain tidak perlu ditangani secara khusus. Padahal tanpa disadari, migrain tertentu bisa merujuk pada penyakit serius lain seperti stroke atau meningitis dengan gejala seperti sakit kepala tiba-tiba yang parah, lengan atau satu sisi atau seluruh wajah terasa lemas atau lumpuh, sakit kepala disertai dengan demam, leher kaku, kejang, penglihatan ganda, ruam kulit, dan kesulitan bicara sehingga gerak bibir sulit dimengerti.

Migrain Bisa Dicegah

Jika kamu menduga migrain bisa terjadi karena hal spesifik seperti stres atau jenis makanan tertentu, maka kamu bisa menghindari pemicu ini untuk mengurangi risiko mengalami migrain.

Kamu perlu mempertahankan gaya hidup sehat, termasuk di antaranya olahraga teratur, tidur dan makan, serta memastikan tetap terhidrasi dengan baik dan membatasi asupan kafein dan alkohol.

Sementara jika migrain semakin parah atau kamu telah mencoba menghindari kemungkinan pemicu dan masih mengalami gejala, dokter umum akan meresepkan obat-obatan untuk membantu mencegah serangan lebih lanjut. [lis]

Sabtu, 19 September 2020

Mi Instan dan Nasi Putih, Mana yang Lebih Tinggi Kalorinya?

Sabtu, 19 September 2020 18:04:22

Mi Instan dan Nasi Putih, Mana yang Lebih Tinggi Kalorinya?

Mi instan dan nasi putih adalah dua jenis makanan sumber karbohidrat yang cukup umum bagi orang Indonesia. Terkadang untuk membuat perut kenyang, tidak jarang orang akan makan nasi putih bersamaan dengan mi instan. Padahal, kebanyakan sudah paham bahwa kebiasaan ini sangat buruk dan bisa memicu penyakit seperti diabetes akibat terlalu banyak makan makanan tinggi kalori.

Namun, jika keduanya dibandingkan, mana sih yang lebih tinggi kalori? Apakah nasi putih atau mi instan? Untuk mengetahuinya, yuk simak ulasannya berikut!

Menghitung Kalori Mi Instan  

Mi instan adalah salah satu makanan favorit banyak orang Indonesia. Bahkan salah satu brand mi instan pun sudah cukup mendunia karena rasanya yang lezat. Mi instan kerap dipilih menjadi makanan darurat karena ia mudah dibuat, harganya terjangkau, dan rasanya pun sudah pasti lezat. Kamu hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk menikmati mi instan.

Namun, dalam satu porsi mi instan atau kira-kira sebanyak 35-40 gram, terdapat kalori sebanyak 190 sampai 200. Sementara itu, nasi putih yang lebih sering dianggap penyebab diabetes, memiliki kandungan kalori sebanyak 46 dengan berat yang sama. Jadi, jika kamu menganggap bahwa mi instan adalah makanan yang aman karena kandungan kalori yang rendah, kamu salah besar. Memang ada beberapa merek mi instan yang kini menurunkan kadar kalori hingga 180 kalori setiap porsinya. Namun, ini sama saja karena kadar protein dan serat dari mi instan juga masih rendah.

Kalori dalam Nasi Putih

Dalam satu mangkok nasi putih, biasanya kamu akan mendapatkan kalori sebanyak 204 kalori. Angka ini akan memenuhi 10 persen kebutuhan angka kecukupan gizi harian. Jadi, jika dalam satu hari kamu mengonsumsi nasi putih setidaknya 3 kali, ini berarti kamu mendapatkan sekitar 600 kalori dari nasi putih saja. Ini pun belum termasuk dengan lauknya.

Jika kamu mulai ingin mengganti nasi putih menjadi jenis nasi lain, kamu bisa mencoba beberapa jenis nasi atau sumber kalori yang lebih sehat, seperti:

    Beras shirataki = 0 kalori.
    Mie shirataki = 15 kalori.
    Beras merah = 110 kalori.
    Nasi kongbap = 100 kalori.
    Oatmeal = 160 kalori.
    Kentang = 89 kalori.
    Buah bit = 100 kalori.

Kamu juga bisa bertanya pada dokter di Halodoc mengenai alternatif pengganti nasi atau pola diet sehat lainnya. Kamu bisa gunakan fitur chat di aplikasi Halodoc, dan dokter akan memberikan semua saran kesehatan yang kamu perlukan.

Hentikan Konsumsi Mi Instan dan Nasi Putih Berlebihan

Mi instan sangatlah tidak disarankan untuk kesehatan. Selain kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi, ia juga disajikan dengan kaldu instan yang biasanya mengandung sodium atau garam yang tinggi. Jika kamu kelebihan asupan sodium, ini bisa sebabkan gangguan pada tubuh, seperti memperberat kerja ginjal, tekanan darah tinggi, stroke, dan gangguan jantung.

Selain itu, konsumsi nasi putih secara berlebihan juga bisa memicu sejumlah penyakit. Masyarakat Asia yang mengonsumsi nasi tiap pun lebih berisiko mengalami diabetes dibandingkan dengan masyarakat Eropa yang biasanya hanya mengonsumsi nasi kurang dari 5 kali per minggu.

Bukan hanya itu, kini dikenal istilah panduan piring makan untuk memenuhi gizi seimbang, dan kamu bisa mempraktikannya sehari-hari. Nasi atau karbohidrat jenis lain hanya diperbolehkan memenuhi ¼ piring makan, ¼ lagi diisi dengan protein, dan Sisanya, ½ piring lagi dipenuhi dengan sayuran dan buah. Dengan mengikuti pola makan ini niscaya kamu akan lebih sehat. Jangan lupa juga untuk memperbanyak aktivitas fisik dan minum air putih untuk menyempurnakannya.


Sumber: https://www.halodoc.com/artikel/
mi-instan-dan-nasi-putih-mana-yang-lebih-tinggi-kalorinya

Jumat, 18 September 2020

Ikuti 3 Tips Ini untuk Mengusir Mood Kamu yang Buruk

Jum'at, 18 September 2020

Ikuti 3 Tips Ini untuk Mengusir Mood Kamu yang Buruk

Memiliki mood yang baik merupakan keinginan setiap orang. Namun, tak bisa dipungkiri jika mood yang buruk terkadang datang menghampiri.

Faktor penyebab mood menjadi buruk bermacam-macam, bisa karena tubuh sedang letih, tuntutan kerja, sesuatu yang berjalan tidak sesuai rencana, merasa lapar, dan biasanya pada wanita dewasa, mood yang buruk terjadi karena perubahan hormon menjelang menstruasi.

Mood yang buruk ini tentunya dapat menganggu aktivitas yang sedang dilakukan. Terkadang kamu juga bingung harus berbuat apa agar mood yang buruk tersebut cepat hilang.

Ikuti 3 tips ini untuk mengembalikan mood kamu yang buruk:

1. Lakukan Hal yang Membuat Kamu Enjoy

Kamu bisa melakukan hal-hal yang membuat kamu senang dan enjoy ketika kamu sedang memiliki mood yang buruk. Kamu bisa mendengarkan musik untuk menenangkan pikiran, kamu bisa menonton film komedi, kamu juga bisa memakan makanan kesukaanmu dan lain sebagainya. Lakukanlah hal yang bisa mengembalikan moodmu yang sedang buruk.

2. Lawan Pikiran Negatif

Jangan hanya berdiam diri dan memikirkan hal yang tidak seharusnya kamu pikirkan. Bisa saja hal tersebut membuat moodmu semakin buruk. Pergilah jalan-jalan, entah hanya berjalan sendirian di taman, berolahraga atau mengunjungi beberapa toko dan membeli sesuatu yang kamu suka. Dengan begitu, pikiran negatif yang menghampirimu akan hilang perlahan.

3. Habiskan Waktu Bersama Orang-orang yang Membuat Nyaman

Menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang membuat kamu nyaman juga bisa membuat moodmu lebih baik. Habiskan waktu dengan keluarga, sahabat atau dengan kekasihmu. Mendengarkan cerita mereka, guyonan mereka, atau bahkan menghabiskan waktu dengan membuat sesuatu yang bermanfaat bersama mereka seperti memasak, membuat kerajinan tangan dan lain sebagainya.

*Sumber: kumparan.com