SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Minggu, 19 Juni 2022

4 Ciri Mengalami Kelelahan Mental, Jadi Lari dari Tanggung Jawab!

Minggu, 18 Juni 2022 18:14:21

4 Ciri Mengalami Kelelahan Mental, Jadi Lari dari Tanggung Jawab!

 

 

 

 

 

 

 

Rasa lelah gak hanya menyangkut fisik aja, lho. Mental pun bisa mengalami kelelahan. Berada di hubungan asmara yang toksik, punya atasan yang suka marah-marah, adalah beberapa contoh kondisi yang dapat membuatmu capek batin.

Ingin tahu apakah kamu mengalami kelelahan mental atau tidak? Untuk mengeceknya, ada beberapa ciri yang dapat kamu perhatian. Let’s check it out!

1. Lari dari tanggung jawab

Kelelahan mental bisa mendorong perubahan perilaku seseorang. Salah satu perubahan perilaku yang dapat terjadi, adalah kamu jadi lari dari tanggung jawab.

Namanya kelelahan, biasanya orang jadi malas melakukan hal apa pun, kan? Begitu pula yang terjadi saat batinmu capek.

Tugas yang biasanya gak masalah kamu emban dan senantiasa bisa diselesaikan dengan baik, kini seperti gak ada energi untuk melakukannya. Makanya, kamu jadi menghindari tanggung jawab tersebut.

2. Gak mau bertemu dengan orang lain

Apakah akhir-akhir ini kamu malas bertemu siapa pun? Bahkan ketemu teman akrab yang biasanya jadi aktivitas ditunggu-tunggu, kini membayangkannya saja sudah malas duluan.

Nah, ini bisa pula terjadi akibat kamu sedang alami lelah mental. Orang yang lelah mental biasanya lebih memilih sendirian.

Tapi, hati-hati, lho. Kecenderungan ini sebaiknya jangan selalu dituruti. Karena malah akan memperburuk suasana hati. Terlalu terbiasa dengan sendirian malah bisa bikin kamu terpuruk dalam depresi akibat merasa kesepian.

3. Mencari pelampiasan ke hal negatif

Orang yang mengalami kelelahan mental kondisinya tidak bahagia. Itu sebabnya, ia butuh pelampiasan rasa frustrasi tersebut, dan mencari kebahagiaan lewat jalan lain, yang biasanya malah negatif.

Sebagai contoh, kamu jadi memakai narkoba, padahal sebelumnya gak pernah terpikir untuk menggunakan itu. Atau bisa pula jadi sering mengonsumsi minuman beralkohol, karena ketika mabuk kamu bisa untuk sementara melupakan berbagai hal yang membebani dirimu.

4. Gampang marah

Mental yang berada dalam kondisi tidak fit membuat emosi jadi gak stabil. Jika biasanya terkenal sabar, kamu sekarang jadi mudah sekali marah sampai-sampai orang-orang di sekitarmu jadi berhati-hati sekali ketika berinteraksi denganmu. Takut kamu ngamuk!

Coba evaluasi kembali kenapa bisa kamu kelelahan mental jika tanda-tanda tadi sedang dialami. Usahakan menjauh dari sumber-sumber yang bisa bikin batinmu lelah, ya!

*Sumber: suara.com

Senin, 06 Juni 2022

5 Langkah Mudah Cegah Diare Pada Anak, Bisa Diajarkan Sejak Dini Loh!

Senin, 06 Juni 2022 19:02:17

5 Langkah Mudah Cegah Diare Pada Anak, Bisa Diajarkan Sejak Dini Loh!

 

 

 

 

 

 

 

Diare menjadi penyakit yang kerap menyerang anak-anak. Meski jarang mematikan, anak bisa mengalami lemas, dehidrasi, hingga sakit perut akibat diare.

Gejala umum diare antara lain buang air besar terus-menerus, perut mulat, hingga mual dan muntah. Pengobatan diare bisa dilakukan dengan obat yang dijual bebas.

Namun daripada mengobati, alangkah baiknya jika diare bisa dicegah. Untuk itu, orangtua perlu mengajarkan cara mencegah diare pada anak sejak dini. Bagaimana caranya?

1. Cuci tangan pakai sabun

Mengutip Hello Sehat, cuci tangan pakai sabun adalah cara paling utama untuk mencegah penyebaran kuman penyebab diare. Mencuci tangan harus dilakukan sesering mungkin agar terhindar dari diare.

Cuci tanganlah dengan sabun di bawah air mengalir selama 20 detik. Pastikan Anda menggosok setiap sela-sela jari dan celah di balik kuku, kemudian bilar dengan air mengalir hingga bersih. Keringkan tangan dengan tisu atau handuk bersih.

2. Hindari jajan sembarangan

Hindari jajan sembarangan untuk mencegah Anda dan keluarga dari diare karena makanan yang dijual di di pinggir jalan tidak terjamin kebersihannya.

Makanan dan minuman yang diolah dan dijajakan di tempat terbuka rentan terkontaminasi dari kuman lingkungan. Beberapa di antaranya seperti E.coli, Salmonella, Listeria, Campylobacter, dan Clostridium perfringens tidak cuma menyebabkan diare, tapi juga bisa memicu keracunan makanan dan bahkan tipes. Itulah kenapa sering jajan sembarangan bikin kita gampang sakit.

3. Masak dengan sehat dan aman

Cara menyiapkan, mengolah, dan menyajikan makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena bakteri bisa mengontaminasi bahan makanan Anda lewat berbagai cara.

Ambil contoh, sayuran atau buah yang setelah dipanen mungkin masih ditempeli oleh sisa-sisa tanah atau kotoran lain yang tercemar kuman. Belum lagi bila tempat penyimpanannya tidak bersih, proses produksi tidak terkontrol dengan baik, atau bila pembersihannya menggunakan air yang terkontaminasi.

Bila makanan tersebut tidak dicuci dengan benar, bakteri tetap dapat menempel. Jadi, tindakan pencegahan diare yang tepat dalam hal ini adalah mencuci makanan dengan benar. Bila perlu kupas habis kulit sayuran atau buah yang terpapar tanah.

4. Tidak memaksakan diri berenang

Meski terdengar aneh, ternyata berenang juga bisa menyebabkan diare. Kondisi ini terjadi akibat Anda atau si kecil menelan air kolam yang terkontaminasi bakteri.

Bakteri penyebab diare bercampur dengan air kolam ketika orang yang terinfeksi tidak membersihkan dirinya dengan benar setelah buang air besar. CDC melaporkan bahwa bakteri penyebab diare, seperti Cryptosporidium sp. dan Giardia dapat bertahan selama 45 menit di air kolam yang sudah diberi klorin.

5. Perbanyak konsumsi probiotik

Seperti yang telah diketahui, salah satu penyebab diare yang paling umum adalah infeksi bakteri seperti E.Coli. Dengan menambah asupannya melalui konsumsi makanan yang berprobiotik seperti yogurt, tempe, atau kimchi, akan bertambah bakteri baik yang akan membantu kerja sistem pencernaan. Bahkan, makanan ini bisa menjadi tindakan pencegahan diare yang disebabkan oleh pemakaian antibiotik.

Fungsi utama probiotik adalah menjaga kesiembangan bakteri baik dalam perut sehingga membuat tubuh tetap netral. Ketika Anda sakit, bakteri jahat yang masuk ke dalam tubuh akan bertambah jumlahnya. Pada saat itulah bakteri baik bekerja, untuk melawan bakteri dan mengembalikan keseimbangan tubuh.

*Sumber: suara.com

Selasa, 31 Mei 2022

Sebanyak 40-60% Kecerdasan Anak Berasal dari Ibu, Sisanya Tergantung Lingkungan

Selasa, 31 Mei 2022 19:32:58

Sebanyak 40-60% Kecerdasan Anak Berasal dari Ibu, Sisanya Tergantung Lingkungan

 

 

 

 

 

 

 

Penelitian telah membuktikan bahwa satu sifat tertentu, yakni kecerdasan, ternyata diwariskan ke anak oleh ibunya. Jadi, ibu lah yang akan menurunkan kecerdasannya ke anak-anak, bukan sang ayah.

Hal ini terbukti dalam studi yang terbit di jurnal Psychology Spot. Di sini, peneliti melakukan survei pada 1994 terhadap 12.686 orang.

Peneliti juga mempertimbangkan faktor lain, seperti ras, tingkat pendidikan, status sosial ekonomi.

Setelah dianalisis, dilansir Times of India, hasilnya memperlihatkan bahwa gen kecerdasan terkait dengan kromosom X, yang merupakan kromosom utama wanit.

Wanita juga memiliki dua kali jumlah kromosom X, sehingga mereka lebih mungkin mewariskan gen kecerdasannya kepada anak-anak. 

Ibu juga berperan sebagai pengasuh utama, jadi apa yang mereka lakukan dan pola asuhnya akan memengaruhi pembentukan otak anak-anak selama tahap perkembangan kritis.

Namun, bukan berarti sang ayah tidak 'menyumbang' apa pun. Kecerdasan adalah konsep yang luas dan secara keseluruhan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Menurut sains, 40 hingga 60 persen dari kecerdasan diperoleh secara turun-menurun, tetapi sisanya ditentukan oleh faktor lingkungan tertentu, termasuk seberapa baik hubungan emosional seseorang dengan orang tuanya.

Penelitian juga telah membuktikan bahwa memiliki ibu yang mampu secara emosional dan selalu ada untuk anaknya akan meningkatkan kecerdasan pada anak-anak.

Faktanya, memiliki orang tua yang aktif secara emosional mempengaruhi kecerdasan anak, kecerdasan kognitif, kepribadian dan pemikiran rasional.

*Sumber: suara.com

Selasa, 24 Mei 2022

12 Cara Ajarkan Anak Belajar Membaca yang Seru dan Gak Bikin Bosan

Selasa, 24 Mei 2022 18:09:01

12 Cara Ajarkan Anak Belajar Membaca yang Seru dan Gak Bikin Bosan

 

 

 

 

 

 

 

Membaca jadi salah satu kemampuan awal yang perlu dikuasai anak saat telah menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD). Orangtua bisa saja mengajarkan anak belajar membaca sebelum usianya pas untuk masuk sekolah.

Agar belajar terasa menyenangkan bagi anak, ada sejumlah trik yang bisa dilakukan. Dikutip dari Ruang Guru, berikut 12 cara ajarkan anak belajar membaca.

1. Gunakan Lagu Anak-anak untuk Memperkenalkan Huruf

Lagu anak-anak sangat menyenangkan dan mudah untuk didengar. Sajak dan iramanya akan membantu anak belajar mendengar suara dan suku kata. Sehingga bisa membantu mereka belajar membaca.

Salah satu cara yang baik digunakan untuk membangun keterampilan fonemik adalah dengan bertepuk tangan secara berirama dan melafalkan lagu secara serempak.

Aktivitas menyenangkan ini akan membantu mengembangkan keterampilan literasi anak yang akan menyiapkan mereka untuk belajar membaca.

2. Membuat atau Membeli Flashcard Huruf

Tahap awal dalam proses belajar membaca adalah mengenalkan anak terhadap huruf terlebih dahulu. Cara memperkenalkannya pun harus menyenangkan dan mudah dicerna agar lebih cepat ditangkap dan dihafal oleh anak.

Agar menarik, bisa gunakan flashcard huruf yang disertai dengan gambar dan warna-warna yang menarik. Perkenalkan cara pengucapkan tiap hurufnya dengan benar, karena ini akan sangat berpengaruh pada cara anak membaca nantinya.

3. Tempelkan Beberapa Poster Huruf dan Kata

Agar anak semakin terbiasa melihat huruf dan susunan kata di kehidupan sehari-hari, bisa ditempelkan beberapa poster di sekeliling area bermain anak.

Tak hanya di rumah, saat bepergian juga bisa menunjukkan huruf yang ada pada papan reklame, baliho, atau rambu lalu lintas. Ini akan membuat anak semakin terbiasa melihat huruf dan bunyi dari kata-kata yang dilihatnya.

4. Bantu Anak Mengucapkan Bunyi Huruf

Tak hanya memperkenalkan bentuk hurufnya, anak juga perlu dibantu dalam memahami bunyi huruf dan cara mengucapkannya. Anak harus tahu cara membaca masing-masing huruf dari A sampai Z.

5. Ajari Anak Menghafal Suku Kata

Setelah anak mengenal dan menguasai huruf, selanjutnya tahap perkenalan suku kata. Ajarkan anak untuk menghafal suku kata yang ada di dalam konsonan huruf B sampai Z dan diikuti dengan huruf vokal A, I, U, E, O.

Contohnya ba, bi, bu, be, bo, ma, mi, mu, me, mo, dan seterusnya. Latih anak untuk mengahafal suku kata tersebut secara bertahap.

6. Membaca Suku Kata yang Lebih Variatif

Selanjutnya, mulai mengajarkan anak untuk membaca suku kata yang lebih variatif tapi masih mudah dilafalkan anak dan berakhiran huruf vokal.

Contohnya seperti bu-di, ma-ma, pa-pa, bu-ku, ta-mu, la-ma, dan sebagainya. Hindari untuk memperkenalkan suku kata yang memiliki akhiran huruf mati agar anak bisa fokus menguasai tahap ini terlebih dahulu.



7. Ajarkan Huruf Mati

Jika anak sudah menguasai suku kata yang mudah atau yang berakhiran huruf vokal, maka ia sudah bisa masuk ke tahap berikutnya. Mulai memperkenalkan dan mengajarkan anak dengan huruf mati. Ajarkan juga cara pengucapan gabungan huruf seperti “ny” pada imbuhan -nya, “ng”, dan sejenisnya.

8. Gunakan Blok Huruf

Selain flashcard, penggunaan blok huruf atau phonetic reading blocks dianggap lebih efektif untuk mengajarkan anak membaca, lho. Flashcard dinilai hanya akan membiasakan anak menghafal, sementara blok huruf bisa mengajarkan anak untuk menganalisis masing-masing huruf dan susunan kata.

Cara mengajari anak membaca tanpa mengeja ini dianggap lebih menyenangkan dan membuat anak jauh dari rasa bosan.

9. Tempelkan Label Pada Barang di Rumah

Memberikan label pada benda-benda yang ada di rumah akan membuat anak lebih terbiasa mengenal huruf-huruf dan pengejaan pada barang sehari-hari di sekitarnya.

Tempelkan label berisi nama benda pada perabotan di rumah seperti kursi, meja, buku, lemari, kulkas, pintu, dan sebagainya.

Anak pun menjadi lebih cepat belajar pengucapan sekaligus dapat mengenali cara membaca dari nama benda yang sudah ia ketahui sebelumnya.

10. Membaca di Berbagai Kesempatan

Tak harus meluangkan waktu khusus untuk belajar membaca, proses belajar bisa dilakukan di mana dan kapan saja.

Terlalu fokus belajar juga bisa membuat anak cepat bosan dan sulit fokus untuk waktu yang lama. Jadikan membaca sebagai pelajaran di berbagai kesempatan.

Misalnya, saat berbelanja ke mal atau supermarket, bisa mengajak anak untuk mengambil makanan atau mainan kesukaannya dan meminta mereka untuk membaca huruf dan kata yang terdapat di kemasannya.

11. Membaca Bersama Setiap Hari dan Berikan

Orangtua tidak hanya menunjukkan cara mengucapkan kata-kata, tetapi juga membantu mengembangkan kosa kata anak, membiarkan anak mendengar cara membaca yang fasih, dan membangun keterampilan pemahaman anak.

Aktivitas itu juga akan menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dan membaca. Mulailah dari buku yang mudah dimengerti terlebih dahulu. Selain itu, pilihlah buku cerita yang disukai oleh anak. Cara ini dinilai cukup efektif untuk membantu anak lebih cepat belajar membaca.

12. Mulai Ajari Anak Menulis

Sambil belajar membaca, tak ada salahnya untuk juga mulai mengajari anak menulis. Cara mengajari anak membaca dan menulis secara bersamaan dianggap sebagai salah satu cara cepat mengajari anak membaca. Sebab, membaca dan menulis adalah dua kemampuan yang tidak bisa dipisahkan.

Anda bisa mencoba mengajarkan anak menulis dengan pensil warna atau krayon yang bisa membuatnya lebih mengenal huruf dan angka. Sambil menulis, coba juga ajak anak mengucapkan huruf yang ditulisnya.

*Sumber: suara.com

Minggu, 22 Mei 2022

4 Manfaat Jika Kita Peduli Terhadap Keadaan Orang Lain

Minggu, 22 Mei 2022 18:09:12

4 Manfaat Jika Kita Peduli Terhadap Keadaan Orang Lain

 

 

 

 

 

 

 

Kita sebagai manusia ciptaan Tuhan harus menjadi manusia yang peduli kepada orang lain. Kepedulian itu penting kita bangun sebagai bentuk dari peran serta kita dalam kehidupan ini. Sudah selayaknya kita bisa peduli karena kepedulian itu yang akan membantu kita untuk hidup lebih baik dan terarah. Jika kita peduli akan banyak kebaikan yang kita dapatkan. Oleh sebab itu, kita perlu tahu manfaat jika kita peduli terhadap keadaan orang lain. Berikut empat manfaat jika kita peduli terhadap keadaan orang lain.

1. Kita menjadi sosok yang dibanggakan

Manfaat pertama jika kita peduli terhadap keadaan orang lain, adalah kita menjadi sosok yang dibanggakan. Harus kita ketahui bahwa penting sekali untuk peduli. Penting sekali kita membantu orang lain dengan segala kemampuan kita. Penting sekali kita menjadi sosok yang dibanggakan dengan segala kebaikan yang kita berikan. Semoga saja kebaikan itu membawa berkat.

2. Kita dapat menjadi panutan buat orang lain

Manfaat kedua adalah kita dapat menjadi panutan buat orang lain. Harus kita akui bahwa penting sekali kalau kita menjadi panutan buat orang lain. Apalagi dengan  segala apa yang kita taburkan akan diikuti oleh orang lain. Tentu itu sangatlah baik. Oleh sebab itu, berbahagialah ketika kita mampu peduli sehingga menjadi panutan buat orang lain.



3. Hidup kita penuh dengan berkat

Manfaat selanjutnya jika kita peduli terhadap keadaan orang lain, adalah hidup kita penuh dengan berkat. Harus kita akui bahwa kepedulian itu akan membawa berkat untuk kita. Harus kita sadari bahwa penting sekali menjadi sosok yang berpengaruh baik dalam kehidupan karena itu yang akan membantu kita semakin lebih baik kedepannya.

4. Hidupmu akan penuh dengan kasih sayang dari orang lain

Manfaat terakhir adalah hidup kita akan penuh dengan kasih sayang dari orang lain. Harus kita sadari bahwa kepedulian itu akan membawa kita pada kasih sayang orang lain. Kasih itu tulus dan tak berkesudahan. Kasih itu putih yang akan mengarah padamu dan bagi banyak orang. Sebab itu, taburlah kepedulian itu sejak sekarang.

Itulah empat manfaat jika kita peduli terhadap keadaan orang lain. Dengan adanya empat manfaat tersebut, semoga saja akan berdampak baik bagi hidup kita. Kita harus terus menaburkan kepedulian kepada sesama dimulai dari sekarang.

*Sumber: https://yoursay.suara.com/lifestyle/2022/05/15/103711/4-manfaat-jika-kita-peduli-terhadap-keadaan-orang-lain

Minggu, 06 Maret 2022

Bahaya Makan Gorengan dan Cara Menyiasatinya

 Minggu, 06 Maret 2022 19:06:17

Bahaya Makan Gorengan dan Cara Menyiasatinya          

 

Gorengan merupakan salah satu makanan yang bisa memanjakan lidah. Namun, tahukah Anda? Bahaya makan gorengan juga tak bisa dihindarkan. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng diketahui meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis.

Tempe, tahu, dan ayam adalah makanan yang sehat. Namun, hampir semua kalangan lebih menyukai tempe, tahu, maupun ayam yang digoreng daripada yang dikukus atau direbus. Padahal, proses menggoreng justru mengurangi nilai gizi pada bahan utamanya karena akan menambahkan kalori dan kandungan lemaknya.

Sederet Bahaya Makan Gorengan yang Perlu Anda Perhatikan

Ada beberapa bahaya makan gorengan bagi tubuh Anda penting untuk dipahami, antara lain:

1. Menyebabkan kelebihan berat badan

Makanan yang digoreng akan menyerap lemak dari minyak, sehingga kalorinya akan menjadi lebih tinggi. Semakin tinggi asupan kalori harian seseorang, semakin tinggi pula risiko ia mengalami kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas.

Selain itu, kandungan lemak trans dalam makanan yang digoreng juga memainkan peran penting dalam penambahan berat badan. Lemak ini diketahui dapat memengaruhi kerja hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan dan menambah penyimpanan lemak.

2. Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular

Bahaya makan gorengan yang telah banyak diteliti adalah meningkatnya risiko penyakit jantung. Telah diketahui bahwa gorengan dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas, sementara obesitas adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Minyak goreng juga mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans yang diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Peningkatan kolseterol ini bisa menjadi akar dari berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

3. Meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2

Makanan yang digoreng biasanya dilapisi tepung. Makanan yang diolah seperti ini akan lebih tinggi kalori dan mengandung lebih banyak karbohidrat sederhana dan lemak tidak sehat.

Terlalu banyak lemak dalam makanan tidak hanya dapat menyebabkan penambahan berat badan, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak-anak dan ibu hamil.

Wanita yang memiliki kebiasaan makan gorengan sebelum hamil pun diketahui berisiko lebih tinggi terkena diabetes gestasional saat hamil. Hal ini patut diwaspadai karena diabetes gestasional bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi ibu dan janin.

4. Memperbesar risiko munculnya kanker

Bahaya makan gorengan yang juga tidak bisa diremehkan adalah meningkatkan risiko terkena kanker. Bahaya ini bisa muncul akibat zat akrilamida yang dapat terbentuk selama proses memasak dengan suhu tinggi, seperti menggoreng.

Makanan bertepung, seperti kentang goreng atau ayam goreng tepung, diketahui akan mengandung akrilamida yang lebih tinggi ketika terpapar suhu tinggi. Jika terlalu banyak dan sering dikonsumsi, zat ini diduga bisa menyebabkan beberapa jenis kanker, seperti kanker ovarium.

Selain itu, lemak trans pada makanan yang digoreng diketahui dapat meningkatkan jumlah senyawa yang mendukung peradangan dalam tubuh. Hal ini diketahui turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker.

Upaya Menghindari Bahaya Makan Gorengan

Mengingat bahaya makan gorengan yang tak bisa disepelekan, mulai sekarang cobalah untuk membatasi kebiasaan ini. Namun, jika Anda masih ingin makan gorengan, Anda perlu melakukan beberapa hal berikut:

Ganti dengan minyak yang lebih sehat

Untuk mengurangi risiko bahaya makan gorengan, cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengganti minyak goreng Anda dengan jenis minyak yang lebih sehat, seperti minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak alpukat.

Sementara itu, jenis minyak yang tidak disarankan untuk menggoreng makanan adalah minyak yang tinggi asam lemak tak jenuh, seperti minyak kedelai, minyak jagung, minyak kanola, minyak wijen, dan minyak bunga matahari.

Hal yang juga tak kalah penting dalam meminimalisir bahaya dari makanan yang digoreng adalah dengan menghindari penggunaan minyak secara berulang. Lebih disarankan, minyak hanya digunakan sekali pakai dalam menggoreng.

Perhatikan cara menggoreng

Agar minyak tidak menyerap ke dalam makanan yang digoreng, disarankan untuk menggoreng makanan pada suhu 176–190°C. Anda bisa menggunakan termometer khusus penggorengan untuk mengetahui ini.

Suhu menggoreng penting untuk diperhatikan, karena suhu minyak terlalu tinggi bisa merusak minyak dan menghasilkan radikal bebas yang berpengaruh buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Sementara itu jika suhu lebih rendah, minyak akan meresap ke dalam makanan dan membuat makanan jadi lebih berlemak.

Agar makanan yang telah digoreng tidak terlalu berminyak, disarankan pula untuk meniriskan makanan dengan tisu kertas agar minyak yang berlebih pada permukaan makanan dapat diserap.

Ganti cara memasak

Agar lebih sehat, alih-alih menggoreng makanan, cobalah untuk memanggangnya. Makanan yang dipanggang juga bisa menjadi renyah dan sama lezatnya dengan gorengan. Sebelum memanggang, lapisi makanan dengan bumbu atau rempah-rempah agar rasanya lebih lezat.

Perlu Anda ketahui bahwa sebagian besar protein hewani, seperti daging sapi, daging ayam, dan ikan, juga mengandung banyak lemak yang bisa keluar saat dipanaskan di wadah masak yang antilengket. Jadi, Anda bisa memanfaatkan lemak alami untuk memasak makanan tanpa harus menambahkan minyak goreng.

Sekarang ini terdapat alat menggoreng tanpa minyak (air fryer). Meski harganya lebih mahal, alat ini bisa menjadi pilihan untuk hidup yang lebih sehat.

Jika Anda tetap ingin mengonsumsi gorengan, sebaiknya buatlah sendiri gorengan di rumah daripada membelinya. Gorengan yang dibuat di rumah cenderung lebih sehat karena Anda dapat dengan bijak memilih minyak serta cara menggorengnya.

Makan gorengan sebenarnya bukan tidak boleh sama sekali, melainkan harus dibatasi dan dibarengi dengan makanan yang sehat serta bergizi seimbang. Untuk mengetahui pola makan sehat yang sesuai dengan kondisi Anda, jangan ragu berkonsultasi ke dokter gizi.

Sumber: alodokter.com

Selasa, 22 Februari 2022

Efek Olahraga pada Anak Muda dan Orang Tua Berbeda, Ini Sebabnya

Selasa, 22 Februari 2022 18:49:22

Efek Olahraga pada Anak Muda dan Orang Tua Berbeda, Ini Sebabnya

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa cabang olahraga tidak bisa dilakukan orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas. Ada beberapa alasan yang membuat cabang olahraga tertentu tidak cocok bagi orang usia tertentu.

Perlu diketahui bahwa orang muda dan tua membentuk otot sebagai hasil dari olahraga dengan cara yang berbeda. Cara tubuh seseorang merespons aktivitas fisik berubah seiring bertambahnya usia.

Sebuah studi telah berusaha memahami proses biologis yang mempengaruhi cara tubuh bereaksi terhadap olahraga dan diet.

Studi itu menemukan bahwa tubuh orang tua sudah tidak efisien dan bereaksi agak lambat dibandingkan dengan orang yang lebih muda. Itu karena orang tua sudah kesulitan untuk membangun kekuatan.

Tapi dilansir dari Times of India, bukan berarti seseorang harus berhenti olahraga seiring bertambahnya usia.

Sebaliknya, Anda justru semakin perlu untuk menggerakkan tubuh agar tetap bugar seiring bertambahnya usia.

Pada orang yang lebih tua, gen yang merespons latihan resistensi dan latihan kekuatan lainnya cukup tidak aktif.

Pada pria yang lebih muda, ada 150 gen yang ekspresinya berubah. Pada orang tua, perubahan hanya diamati pada 42 gen.

Pengamatan ini telah menjelaskan cukup baik perbedaan reaksi yang ditimbulkan oleh jenis olahraga yang sama pada orang yang dari berbagai usia.

Meskipun orang tua tidak mendapatkan banyak massa otot setelah olahraga, terutama latihan kekuatan, hal ini tidak boleh dijadikan alasan enggan olahraga. Manfaat olahraga tetap tidak pernah berkurang hinggal nol.

Berolahraga terbukti mengurangi risiko menjadi cacat hingga 20 persen. Aktivitas fisik juga membantu mereka mendapatkan manfaat kesehatan lainnya mencakup fleksibilitas yang lebih baik, peningkatan kekuatan dan mobilitas yang lebih tinggi.

*Sumber: suara.com