SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Jumat, 09 April 2021

Studi Sebut Kebiasaan Nyemil di Malam Hari Sebabkan Kualitas Kerja Menurun

Jum'at, 09 April 2021 17:56:47

Studi Sebut Kebiasaan Nyemil di Malam Hari Sebabkan Kualitas Kerja Menurun

 

 

 

 

 

 

 

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bagaimana kebiasaan nyemil tidak sehat di malam hari dapat membuat konsentrasi terganggu di tempat kerja pada hari esok.

Menurut profesor psikologi di North Carolina State University Seonghee Shopia Cho, temuan ini tidak hanya menunjukkan adanya gangguan konsentrasi di tempat kerja tetapi juga berdampak pada pola tidur.

Pada penelitian tersebut, 97 karyawan di Amerika Serikat diminta menjawab pertanyaan sebanyak tiga kali dalam sehari selama sepuluh hari kerja. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan kesehatan fisik dan emosional mereka.

Peneliti mengungkap, camilan tidak sehat tersebut mulai dari junk food, makan terlalu banyak, dan minum alkohol yang terlalu banyak. Selain itu, peneliti juga menemukan perilaku makan yang tidak sehat berisiko mengalami masalah fisik keesokan hari seperti sakit kepala, sakit perut, dan diare.

Tak hanya itu, orang yang mengonsumsi camilan tidak sehat di malam hari juga cenderung merasakan ketegangan emosi seperti rasa malu dan rasa bersalah. Karena itu, faktor ini menyebabkan terganggunya konsentrasi di tempat kerja.

Peningkatan risiko ini terjadi pada orang yang memilih menarik diri dari situasi, seperti lingkungan kerja, masalah kerja, dan juga konflik yang terjadi di perusahaan. "Yang paling terpenting adalah, bahwa makanan yang tidak sehat berdampak langsung pada kinerja seseorang di tempat kerja," ungkap Seonghee Shopia Cho.

Ia bahkan mengatakan tidak ada diet yang sehat, bahkan makan yang sehat juga tidak bisa hanya dilihat dari kandungan nutrisi. "Ini mungkin dipengaruhi oleh kebutuhan seseorang, atau jadwal kapan mereka makan, dan apa yang mereka makan," lanjutnya.

Menurut Cho, perusahaan perlu membantu mengatasi pola makan yang sehat bagi karyawan mereka seperti memilih tempat makan, juga menjaga fisik dan mental karyawan selama bekerja. Hal ini, pada akhirnya, dapat memengaruhi kinerja ke depan baik bagi karyawan maupun perusahaan.

*Sumber: suara.com

Rabu, 07 April 2021

10 Makanan untuk Meredakan Demam: Bawang Putih Hingga Madu

Rabu, 07 April 2021 18:33:04

10 Makanan untuk Meredakan Demam: Bawang Putih Hingga Madu


 

 

 

 

 

 

 

Demam menjadi salah satu masalah kesehatan yang rentan muncul di musim pancaroba.

Meski tidak selalu disebabkan karena perubahan cuaca, demam juga bisa menyerang siapa saja yang kurang beristirahat. Gejala paling umum biasanya mata berair, tenggorokan gatal, dan sering bersin.

Obat-obatan yang dijual bebas juha membantu mengurangi gejala, tetapi bisa menimbulkan efek samping seperti mengantuk.

Sebenarnya demam tidak selalu harus disembuhkan dengan obat. Ahli gizi Sarah Flower mengatakan bahwa demam bisa sembuh scara alami dengan menggunakan makanan.

Dikutip dari Hello Magazine, berikut rekomendasi makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari ketika sedang demam.

1. Kuercetin untuk demam

Ada banyak penelitian tentang efek anti-histamin yang kuat dari antioksidan flavonoid ini dan diyakini dapat membantu mengurangi peradangan. Kuercetin bisa menghambat pelepasan histamin. Senyawa itu bisa didapatkan dari beri, peterseli, bawang, tomat, dan paprika.

2. Biotin untuk alergi serbuk bunga

Biotin adalah vitamin B yang membantu menjaga kesehatan fungsi selaput lendir yang dapat ditemukan di hidung, sinus, tenggorokan, dan bahkan saluran air mata. Coba konsumsi lebih banyak jeroan, ikan, kuning telur, alpukat, sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan untuk mendapatkan dosis yang dianjurkan.

3. Teh herbal

Tumbuhan tertentu memiliki efek antihistamin alami. Pilih teh hijau, kamomil, bunga elder, jahe, peppermint, dan adas manis untuk membatasi efek demam. Minum teh herbal itu sepanjang hari. Selain meredakan demam, teh herbal juga akan membantu tubuh tetap terhidrasi.

4. Probiotik untuk alergi serbuk bunga

Flora usus yang sehat sangat penting untuk sistem kekebalan yang kuat. Jangan tertipu oleh minuman probiotik. Sebaiknya pilih suplemen probiotik multi-regangan. Probiotik secara alami juga bisa didapat melalui makanan fermentasi seperti sauerkraut, kaldu tulang, gelatin, yogurt alami dan Kefir.

5. Madu

Ada beberapa bukti kuat yang menunjukkan bahwa mengonsumsi madu dapat bantu membatasi efek demam karena terpapar serbuk sari.

6. Bawang putih

Remoah-rempah ini dapat membantu memblokir produksi histamin dan meredakan gejala demam. Cobalah memasukkan bawang putih ke dalam makanan harian atau pilih suplemen berkualitas baik.

7. Vitamin D

Kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan perkembangan alergi dan penyakit autoimun. Vitamin D juga mendukung bakteri baim dalam usus. Cobalah untuk menghabiskan waktu di luar ruangan setiap hari untuk berjemur. Jika tak ada waktu, konsumsi suplemen yang mengandung Vitamin D.

8. Singkirkan lensa kontak

Menurut Direktur Layanan Klinis Specsavers Giles Edmonds, penderita demam yang memakai lensa kontak mungkin melihat penglihatan melalui lensa tampak kotor dan mata umumnya bisa terasa tidak nyaman. Mengenakan kacamata dapat mencegah serbuk sari masuk ke mata.

9. Kunyit

Kunyit dikenal dengan kekuatan penyembuhannya dan memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat yang dapat membantu meringankan hidung tersumbat bagi penderita demam. Bumbu kuning dapat ditambahkan ke makanan, diambil dalam bentuk kapsul atau bahkan dibuat menjadi minuman jamu seperti kunyit asam.

10. Kurangi konsumsi produk susu

Produk susu meningkatkan produksi lendir di saluran pernapasan, karenanya memperburuk gejala demam. Disarankan untuk beralih konsumsi susu oat atau susu almond dan mentega vegan.

*Sumber: suara.com

Jumat, 02 April 2021

Selain Alpukat, Berikut 5 Superfood yang Sangat Bagus Dikonsumsi Bayi!

Jum'at, 02 April 2021 18:18:32

Selain Alpukat, Berikut 5 Superfood yang Sangat Bagus Dikonsumsi Bayi!

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai orang tua, Anda tentu ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati. Mulai dari kebutuhan hingga asupan mereka.

Setelah masa mengonsumsi ASI, bayi akan mulai mengonsumsi makanan lembut hingga akhirnya mereka dapat memakan makanan padat.

Untuk memulai mpasi, ada beberapa superfood atau makanan bergizi tinggi yang bagus untuk tumbuh kembang si bayi.

Berikut lima superfood yang sangat direkomendasikan oleh para ahli, dilansir Baby Center:

1. Alpukat

Buah satu ini kata akan lemak tak jenuh yang membantu meingkatkan perkembangan otak. Komposisi lemak alpoukat pun dinilai agak mirip dengan ASI.

Sajikan dalam keadaan lembut dengan menghancurkan dagingnya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi buah hati.

2. Pisang

Dikenal sebagai sumber potasium yang baik, buah 'grab and go' ini juga mengandung vitamin B6 dan C, serat dan magnesium.

Anda dapat mengolah pisang menjadi pure dengan tambahan mangga manis.

3. Brokoli

Sayuran silangan ini kaya akan nutrisi penting, termasuk serat, folat, dan kalsium. Perkenalkan bayi Anda pada rasa brokoli sejak dini sehingga mereka akan terus menyukainya.

Saran penyajiannya, kukus sampai lunak dan potong hingga cukup kecil agar anak dapat memakannya secara aman, lalu dinginkan.

4. Ubi jalar

Ubi jalar adalah salah satu makanan pertama yang populer untuk bayi karena rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut.

Sayuran ini mengandung beta-karoten, vitamin C, dan mineral, termasuk zat besi dan tembaga.

Anda dapat menyajikannya sebagai bubur.

5. Yogurt

Yogurt kaya akan kalsium dan vitamin D, yang diperlukan untuk kesehatan tulang dan gigi bayi. Mereka dapat mengonsumsinya sejak usia empat hingga enam bulan, jauh sebelum siap untuk susu sapi.

Pilih yogurt tawar tanpa tambahan gula. Pastikan mereka megonsumsi yogurt susu murni, karena mereka membutuhkan kalori dari lemak.

Anda dapat menambahkan buah-buahan dalam menyajikannya untuk si kecil.

*Sumber: suara.com

Kamis, 25 Maret 2021

Awas, Paparan Layar Gawai dan Televisi Bisa Memicu Gangguan Makan Anak

Kamis, 25 Maret 2021 17:43:36

Awas, Paparan Layar Gawai dan Televisi Bisa Memicu Gangguan Makan Anak

 

 

 

 

 

 

 

Menghabiskan waktu berjam-jam untuk media sosial atau televisi nyatanya bisa memicu gangguan makan berlebih. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang disusun oleh peneliti dari University of California, San Francisco.

"Anak-anak mungkin lebih cenderung makan berlebihan saat perhatiannya teralihkan di depan layar. Mereka juga mungkin terpapar lebih banyak iklan makanan di televisi," kata penulis studi Dr. Jason Nagata, asisten profesor pediatri di University of California, San Francisco seperti yang dikutip dari Medicinenet.

"Menonton pesta di televisi dapat menyebabkan perilaku makan berlebihan karena konsumsi berlebihan dan kehilangan kendali," katanya dalam rilis berita universitas.

Melansir dari Medicinenet, para peneliti menganalisis data yang dikumpulkan pada lebih dari 11.000 anak-anak Amerika Serikat berusia 9 hingga 10 tahun.

Setiap jam tambahan yang dihabiskan anak-anak di media sosial dikaitkan dengan risiko 62 persen lebih tinggi mengalami gangguan makan berlebih pada satu tahun berikutnya.

Sementara setiap jam ekstra yang dihabiskan untuk menonton atau streaming televisi atau film dikaitkan dengan risiko gangguan makan pesta yang 39 persen lebih tinggi satu tahun kemudian.

Menurut penulis studi senior Kyle Ganson, studi ini menekankan perlunya lebih banyak penelitian tentang bagaimana waktu layar memengaruhi kesejahteraan anak baik sekarang dan di masa depan. Studi ini dipublikasikan 1 Maret di Journal of Eating disorder.

"Orang tua harus secara teratur berbicara dengan anak-anak mereka tentang penggunaan waktu layar dan mengembangkan rencana penggunaan media yang ramah keluarga," ujar Ganson.

*Sumber: suara.com

Selasa, 23 Maret 2021

Dokter Ungkap Anak di Atas 4 Tahun Tak Wajib Tidur Siang, Apa Alasannya?

Selasa, 23 Maret 2021 18:04:45

Dokter Ungkap Anak di Atas 4 Tahun Tak Wajib Tidur Siang, Apa Alasannya?

 

 

 

 

 

 

 

Anak-anak kerap diminta untuk tidur siang oleh orangtua. Padahal tidak semua anak butuh tidur siang.

Dokter spesialis anak prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K)., mengatakan bahwa tidur siang hanya direkomendasikan untuk anak usia di bawah 4 tahun. Sebab waktu tidur terpenting bagi anak sebenarnya saat malam hari.

"Anak di atas usia 4 tahun tidak diwajibkan tidur siang asalkan tidur malamnya berkualitas kira-kira 11 jam. Jadi para orang tua jangan mewajibkan anak tidur siang setelah anak berusia 4 tahun," kata dokter Rini dalam webinar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jumat (19/3/2021).

Anak usia prasekolah, 3-5 tahun disarankan untuk memiliki waktu tidur selama 10-13 jam. Jumlah waktu tidur itu sebaiknya didapat sepenuhnya dari tidur malam. Karenanya, anak disarankan untuk tidur sejak pukul 8 malam.

Dokter Rini menyampaikan bahwa kebiasaan tidur malam pada waktu yang tepat akan menimbulkan gold hormon yang mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

"Gold hormon ini penting untuk mencapai potensi tinggi badan anak. Jadi kalau anak yang mau tinggi tidur malam harus berkualitas," ucapnya.

Pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak lebih banyak terjadi ketika tidur malam. Hal itu karena waktu anak tertidur lelap terjadi banyak pelepasan hormon jelas dokter Rini.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jaya itu mengatakan bahwa anak usia di atas 3 tahun akan lebuh banyak mengalami siklus tidur non REM atau tidur tenang. Siklus non REM mempengaruhi proses pemulihan tubuh secara fisik.

Pemulihan fisik pada saat tidur tenang tersebut terjadi perubahan energi metabolik yang memperbaiki sel-sel tubuh. Sehingga meningkatkan pertumbuhan terutama tinggi badan dan adrenalin atau kortisol yang menurun.

"Sehingga pada saat anak tidur di fase non-rem, anak akan jadi lebih tenang tidak banyak mengalami terjadi gerakan," ucapnya.

*Sumber: suara.com

Jumat, 19 Maret 2021

Otak Masih Berkembang, Ini Alasan Gangguan Mental Banyak Dialami Remaja

Jum'at, 19 Maret 2021 18:28:44

Otak Masih Berkembang, Ini Alasan Gangguan Mental Banyak Dialami Remaja

 

 

 

 

 

 

 

 

Masa remaja merupakan masa di mana sebagian besar masalah kesehatan muncul. Diagnosis pada masa ini meningkat, mulai dari remaja yang mengalami gangguan mood seperti depresi hingga penyakit kejiwaan yang luas seperti skizofrenia atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

Dampak dari penyakit mental sangat besar, salah satunya bunuh diri yang menjadi lima penyebab kematian paling umum pada remaja.

Berdasarkan studi pencitraan otak yang lebih baru menunjukkan otak terus berkembang atau berubah hingga usia dua puluhan dan tiga puluhan.

Selama masa remaja, materi abu-abu otak (tempat sel saraf) perlahan menyusut, sedangkan materi putih (pengubung antar sel saraf) masih terus berkembang.

Perubahan di otak ini menunjukkan bahwa jaringan saraf semakin menyempurnakan fungsi dan koneksinya, menyingkirkan apa yang tidak relevan dan memperkuat apa yang penting.

Ilmuwan percaya bahwa faktor pendorong perubahan ini adalah pertumbuhan myelin, zat lemak yang mengisolasi koneksi antar sel dan mengarah pada transmisi informasi yang lebih baik, lapor The Conversation.

Jadi, pada masa remaja fungsi otak sebenarnya masih dalam perkembangan. Ini mungkin menjelaskan mengapa remaja terkadang kesulitan untuk menggunakan keterampilan penalaran kompleks atau mengapa mereka bertindak sesuai dorongan hati dan mengambil risiko yang tidak perlu.

Perkembangan otak yang bertahan lama di korteks prefrontal mungkin juga menjadi penyebab lonjakan masalah kesehatan mental di kalangan remaja. Bagian otak ini berfungsi untuk berpikir, merencanakan, memutuskan sesuatu, mengontrol emosi dan tubuh, memahami diri sendiri, empati pada orang lain, dan moral.

Menurut ilmuwan, myelin di korteks prefontal tumbuh lebih lambat pada remaja yang bermasalah dengan kesehatan mentalnya.

Selain itu, penurunan pertumbuhan myelin ini sebenarnya terkait dengan memburuknya kesehatan mental dari waktu ke waktu.

Remaja yang memiliki pertumbuhan myelin paling sedikit di area prefontal terkait impuls ini adalah remaja yang memiliki sifat impulsif. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan erat dan dinamis antara perubahan kesehatan mental dan pematangan otak.

*Sumber: suara.com

Senin, 15 Maret 2021

Punya Hubungan Jarak Jauh? Begini Caranya agar Langgeng Menurut Terapis

Senin, 15 Maret 2021 17:22:50

Punya Hubungan Jarak Jauh? Begini Caranya agar Langgeng Menurut Terapis

 

 

 

 

 

 

 

Dibanding hubungan 'biasa', hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR) memang memiliki tantangan tersendiri. Agar hubungan jarak jauh berhasil, kedua pasangan harus berusaha memberikan kesempatan untuk berkembang.

Satu survei terhadap 1.000 peserta menemukan hubungan jarak jauh hanya memiliki tingkat keberhasilan 58%. Jadi jika Anda ingin hubungan LDR berkembang, masing-masing pasangan harus bekerja keras.

Berdasarkan pakar hubungan, dilansir Insider, berikut cara membuat LDR berhasil:

1. Belajar berkomunikasi dengan baik

Komunikasi adalah dasar dari setiap hubungan, tetapi ini sangat penting dalam hubungan di mana Anda tidak bisa selalu bersama secara langsung.

Anda juga harus terbuka dan jujur dalam mengomunikasikan kebutuhan. Sebab, tidak peduli seberapa baik pasangan mengenal Anda, mereka bukanlah pembaca pikiran.

2. Pelajari bahasa cinta satu sama lain

Setiap orang memberi dan menerima cinta secara berbeda, dan memahami bahasa cinta Anda dan bahasa cinta pasangan dapat membantu berkembangnya hubungan jarak jauh.

"Kami cenderung memberikan cinta dengan cara yang kami inginkan, tetapi itu bisa menjadi masalah jika pasangan kami memiliki bahasa yang berbeda," kata Kate Engler, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi.

3. Manfaatkan waktu secara berkualitas

Berpisah secara fisik tidak berarti Anda tidak bisa memiliki waktu berkualitas dengan pasangan.

Terapis pasangan Grace Dowd LCSW-S, mengatakan Anda harus sengaja menjadwalkan waktu berkualitas dalam satu hari Anda, dan mengurangi gangguan selama waktu tersebut sehingga pasangan Anda merasa dihargai.

*Sumber: suara.com