PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Kamis, 08 Januari 2026

Amankah Pengidap Asam Lambung Minum Kopi Hitam?

Amankah Pengidap Asam Lambung Minum Kopi Hitam?

Kamis, 08 Januari 2026

Ada sejumlah efek samping dari mengonsumsi kopi hitam bagi pengidap penyakit asam lambung.


Minum kopi hitam atau kopi tanpa campuran apapun adalah kegemaran beberapa orang demi mendapatkan energi maksimal meski rasanya pahit. Namun, bagi sebagian orang, jenis kopi ini bisa memicu GERD  dan meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada organ lambung. 

Jika demikian, benarkah pengidap penyakit asam lambung tidak boleh minum kopi sama sekali? Simak penjelasannya di artikel ini!

Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Hitam dan GERD

Kafein yang terkandung pada kopi bisa mengakibatkan relaksasi cincin otot kerongkongan di bagian bawah. Akibatnya, asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan dan menjadi tanda utama penyakit GERD. 

Kopi decaf atau kopi dengan kandungan kafein yang rendah atau bahkan tidak mengandung kafein sekalipun, tetap dapat menstimulasi terbentuknya asam. 

Inilah mengapa, konsumsi kopi saat perut dalam kondisi kosong bisa membuat kadar asam di perut meningkat. 

Akibatnya, perut menjadi mulas dan kamu akan merasakan gejala masalah pencernaan lain seharian.

Salah satunya adalah heartburn atau sensasi panas dan seperti terbakar pada tenggorokan dan dada, karena asam lambung yang naik ke kerongkongan.

Orang dengan kondisi lambung dan pencernaan yang sehat biasanya bisa minum kopi sebanyak 200 miligram. Ukuran ini sama dengan dua hingga tiga cangkir kopi tanpa merasakan efek tertentu setiap hari. 

Proses pemanggangan kopi juga berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kandungan kafein di dalamnya.

Kopi yang melalui proses pemanggangan tidak sampai hitam atau light roast yang kerap disebut “kopi sarapan”, biasanya tinggi kafein. 

Inilah mengapa, minum kopi hitam banyak orang pilih sebagai hal utama di pagi hari. Dengan begitu, pengidap penyakit asam lambung sebaiknya menghindari kopi light roast.

Jenis Kopi yang Lebih Aman untuk Asam Lambung

Jika kamu pengidap asam lambung namun tetap ingin menikmati kopi, ada beberapa jenis kopi yang mungkin lebih aman:

  • Kopi Arabika: Kopi Arabika umumnya memiliki rasa yang lebih ringan dan tingkat keasaman yang lebih rendah dibandingkan Robusta.
  • Kopi Rendah Kafein (Decaf): Proses dekafeinasi mengurangi kandungan kafein dalam kopi, sehingga dapat mengurangi risiko peningkatan asam lambung.

Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap kopi. Sebaiknya, lakukan uji coba dengan berbagai jenis kopi untuk melihat mana yang paling cocok untuk kamu.

Kopi hadir dalam berbagai jenis, dengan dua varietas utama yang paling dikenal, yaitu Arabika dan Robusta. Selain itu, ada juga jenis Liberika dan Excelsa yang meskipun kurang populer, tetap memiliki penggemar setia.

  • Kopi Arabika (Coffea Arabica): Dikenal dengan rasa yang lebih asam, ringan, dan sedikit manis. Jenis ini mengandung kafein yang lebih rendah, sekitar 1,1 hingga 1,7%.
  • Kopi Robusta (Coffea Canephora): Memiliki rasa yang lebih kuat, pahit, dan kandungan kafein yang lebih tinggi, sekitar 2,2 hingga 2,7%.
  • Kopi Liberika (Coffea Liberica): Memiliki rasa asam dan pahit yang unik, dengan ukuran biji yang lebih besar.
  • Kopi Excelsa: Sering dianggap bagian dari Liberika, menawarkan profil rasa yang melengkapi ketiga jenis lainnya.

Tips Menikmati Kopi Bagi Pengidap Asam Lambung

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kamu menikmati kopi tanpa memperburuk asam lambung:

  • Minum air putih: Minum air putih setelah minum kopi dapat membantu membersihkan asam dari kerongkongan.
  • Pilih waktu yang tepat: Hindari minum kopi saat perut kosong atau sebelum tidur.
  • Perhatikan porsi: Batasi konsumsi kopi kamu. Satu cangkir kopi mungkin lebih baik daripada dua atau tiga cangkir.
  • Tambahkan susu atau krim: Produk susu dapat membantu menetralkan asam dalam kopi.
  • Hindari tambahan lain: Gula, pemanis buatan, dan perasa tambahan dapat memperburuk asam lambung.



Sumber : halodoc.com

Rabu, 07 Januari 2026

Cara Menurunkan Darah Tinggi dalam 5 Menit

Cara Menurunkan Darah Tinggi dalam 5 Menit

Rabu, 07 Januari 2026

Tekanan darah tinggi sangat berbahaya bagi pengidapnya bahkan dapat menyebabkan kematian.


Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis kronis di mana tekanan darah di arteri meningkat. Kondisi ini seringkali tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya jika tidak diobati.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, hipertensi adalah silent killer karena seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin agar dapat mendeteksi dan mengelola kondisi ini sejak dini.

Kabar baiknya, ada banyak cara menurunkan darah tinggi secara alami dan cepat. Mulai dari mengatur pola makan, olahraga, hingga teknik relaksasi.

Bahkan ada cara menurunkan tensi dalam 10 menit yang bisa jadi pertolongan pertama ketika tekanan darah mendadak naik.

Cara Menurunkan Darah Tinggi dalam 5 Menit: Mitos atau Fakta?

Mungkin ada mitos yang beredar tentang cara menurunkan darah tinggi dalam waktu singkat, seperti 5 menit.

Namun, penting untuk dipahami bahwa menurunkan tekanan darah secara signifikan dalam waktu singkat biasanya tidak mungkin dilakukan hanya dengan metode sederhana.

Meskipun beberapa teknik relaksasi atau pernapasan dalam dapat memberikan efek sementara, perubahan gaya hidup jangka panjang dan pengobatan medis yang tepat adalah kunci untuk mengelola tekanan darah tinggi secara efektif.

Cara Menurunkan Tekanan Darah dengan Cepat

Inilah beberapa cara menurunkan tekanan darah tinggi dengan cepat. Lakukanlah secara konsisten agar tekanan darah selalu stabil setiap saat.

1. Latihan otot pernapasan

Hal ini mungkin dapat dianggap remeh. Tetapi faktanya bisa menurunkan tekanan darah ‘hanya’ dalam tempo 5 menit. Mengutip Journal of the American Heart Association cara latihan otot pernapasan ini disebut juga dengan IMST (Inspiratory Muscle Strength Training).

Latihan pernapasan juga sering dipakai sebagai cara menurunkan tensi dalam 10 menit, terutama saat kamu merasa pusing akibat tensi naik mendadak.

Adapun, kegiatan ini bisa dilakukan dengan bernapas seperti biasa guna memperkuat diafragma dan otot pernapasan, serta menjaga kesehatan jantung.  

2. Mengatur pola makan

Mengatur pola makan adalah langkah utama dalam cara menurunkan hipertensi jangka panjang.

Mulailah dengan mengganti makanan yang mengandung gula, karbohidrat, olahan biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, dan produk olahan susu rendah lemak.

Gula mampu meningkatkan tekanan darah lebih tinggi dengan cepat. Sementara mengurangi konsumsi karbohidrat mampu menurunkan tekanan darah diastolik sekitar 5 mmHg, dan sistolik sebesar 3 mmHg setelah dilakukan selama 6 bulan.

3. Rutin olahraga

Olahraga yang disarankan untuk mengurangi darah tinggi yaitu berjalan kaki, bersepeda, berenang, dan yoga. Aktivitas ini dapat dilakukan sebanyak 3 hingga 5 kali dalam seminggu. 

Jika kamu sudah lama tidak berolahraga, cobalah untuk melakukan secara bertahap. Hal ini untuk mencegah terjadinya cedera. 

4. Menjaga berat badan ideal

Seseorang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas dapat memberikan tekanan lebih pada arteri. Dampaknya, akan menimbulkan tekanan darah lebih tinggi. 

5. Membatasi konsumsi Garam

Cara lain yang dapat dilakukan yaitu membatasi konsumsi garam (sodium) baik itu garam yang ada pada masakan, camilan, makanan kaleng, maupun minuman ringan. 

Jika jumlah sodium di dalam tubuh berlebihan, tekanan darah akan meningkat. Oleh karena itu, pengidap tekanan darah tinggi dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam atau menjalani diet rendah garam.

Dalam tubuh orang dewasa hanya dianjurkan untuk mengonsumsi sodium sebanyak 1500–2000 mg per hari.

6. Diet dan nutrisi untuk menurunkan darah tinggi

Untuk menurunkan tekanan darah tinggi, sangat penting untuk mengikuti diet sehat seperti Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). 

Mengikuti pola makan Diet DASH adalah salah satu cara terbaik untuk menurunkan tensi darah.

Diet ini menekankan konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan produk susu rendah lemak. Dianjurkan untuk mengurangi asupan garam (natrium), lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan tekanan darah. 

Makanan yang kaya akan kalium, magnesium, dan serat juga disarankan karena dapat membantu mengatur tekanan darah. 

Mengonsumsi ikan yang kaya akan omega-3 seperti salmon dan mackerel juga bisa membantu menurunkan tekanan darah.

7. Menghindari zat berbahaya

Menghindari zat berbahaya adalah langkah penting dalam mengelola dan menurunkan tekanan darah tinggi. 

Alkohol dan kafein, yang ditemukan dalam banyak minuman, dapat meningkatkan tekanan darah sementara dan dalam jangka panjang. 

Pengurangan konsumsi alkohol dan kafein disarankan untuk menjaga tekanan darah dalam kisaran normal. 

Merokok juga sangat berbahaya karena nikotin dalam rokok menyebabkan pembuluh darah menyempit, yang meningkatkan tekanan darah.

Berhenti merokok akan sangat memperbaiki kesehatan jantung dan mengurangi tekanan darah.

8. Teknik relaksasi

Meditasi, yoga, dan latihan pernapasan dalam adalah cara menurunkan tensi dalam 10 menit ketika hipertensi dipicu oleh stres.

Latihan reguler, seperti berjalan kaki atau bersepeda, juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan kesehatan jantung. 

Selain itu, memastikan tidur yang cukup dan berkualitas juga penting untuk mengelola tekanan darah karena kurang tidur bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Pastikan untuk melakukan semua cara tersebut agar tubuh senantiasa sehat dan terhindar dari hipertensi beserta komplikasinya. Sebaiknya lakukan semua hal tersebut secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya. 


Sumber : halodoc.com

Selasa, 06 Januari 2026

Ini Cara Ampuh Menghilangkan Lemak di Punggung

Ini Cara Ampuh Menghilangkan Lemak di Punggung

Selasa, 06 Januari 2026

Menghilangkan lemak di punggung tidak bisa dilakukan secara instan, ada beberapa cara yang bisa ditempuh.


Lemak di punggung seringkali muncul tanpa disadari. Bagian ini jarang diperhatikan sampai terasa mengganggu penampilan.

Padahal, lemak punggung bisa menjadi tanda pola hidup yang perlu diperbaiki.

Lemak di punggung, termasuk di area punggung atas dan bawah, memang tergolong sulit dihilangkan. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, kondisi ini bisa dikurangi secara bertahap dan aman.

Penyebab Muncul Lemak di Punggung

Lemak di punggung tidak muncul secara tiba-tiba. 

Ada beberapa faktor yang berperan dalam penumpukan lemak di area ini, baik dari kebiasaan sehari-hari maupun kondisi tubuh, seperti:

  • Konsumsi kalori berlebih, seperti makanan tinggi gula dan lemak jenuh
  • Duduk terlalu lama, jarang olahraga, dan minim aktivitas fisik
  • Postur tubuh yang buruk, seperti sering membungkuk, dapat membuat otot punggung melemah
  • Perubahan hormon, terutama pada wanita, dapat memengaruhi distribusi lemak tubuh
  • Stres berkepanjangan dan kurang tidur.

Cara Ampuh Menghilangkan Lemak di Punggung

Menghilangkan lemak di punggung tidak bisa dilakukan secara instan. 

Dibutuhkan kombinasi pola makan sehat, olahraga teratur, dan perubahan gaya hidup agar hasilnya optimal.

1. Atur pola makan seimbang

Langkah utama untuk mengurangi lemak punggung adalah mengatur pola makan. Fokus pada makanan bergizi seimbang, seperti:

  • Sayur dan buah yang kaya serat
  • Sumber protein tanpa lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, dan tahu
  • Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah dan oatmeal
  • Lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun

Kurangi konsumsi makanan olahan, gorengan, dan minuman manis agar asupan kalori tetap terkontrol.

2. Lakukan defisit kalori secara sehat

Untuk menghilangkan lemak, tubuh perlu berada dalam kondisi defisit kalori, yaitu membakar lebih banyak energi dibandingkan yang masuk. 

Namun, defisit kalori sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu kesehatan.

Hindari diet ekstrem karena justru dapat memperlambat metabolisme tubuh.

3. Rutin melakukan olahraga kardio

Olahraga kardio membantu membakar lemak tubuh secara keseluruhan, termasuk lemak di punggung. Beberapa jenis olahraga kardio yang bisa kamu lakukan antara lain:

  • Jalan cepat
  • Jogging
  • Bersepeda
  • Berenang
  • Lompat tali

Lakukan kardio minimal 150 menit per minggu untuk hasil yang optimal.

4. Latihan kekuatan untuk otot punggung

Selain kardio, latihan kekuatan penting untuk membentuk otot punggung agar terlihat lebih kencang. Latihan ini juga membantu meningkatkan pembakaran lemak.

Beberapa latihan yang bisa dicoba:

  • Row exercise
  • Lat pulldown
  • Push-up
  • Superman hold
  • Plank

Latihan kekuatan sebaiknya dilakukan 2–3 kali per minggu.

5. Perbaiki postur tubuh

Postur tubuh yang baik membantu otot punggung bekerja secara optimal. 

Biasakan duduk dan berdiri dengan posisi tegak, bahu rileks, dan punggung lurus.

Postur yang baik tidak hanya membuat punggung terlihat lebih ramping, tetapi juga mencegah nyeri otot.

6. Kelola stres dengan baik

Stres yang tidak terkelola dapat menghambat proses penurunan lemak. 

Luangkan waktu untuk relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau melakukan hobi yang kamu sukai.

Mengelola stres membantu menyeimbangkan hormon dan mendukung proses pembakaran lemak.

7. Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup berperan penting dalam mengatur hormon lapar dan metabolisme tubuh. 

Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam agar proses penurunan lemak berjalan lebih efektif.

Kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan dan memperlambat pembakaran lemak.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Kamu sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika:

  • Lemak di punggung tidak berkurang meski sudah menjalani pola hidup sehat
  • Berat badan terus naik tanpa penyebab yang jelas
  • Terdapat keluhan lain, seperti nyeri punggung atau kelelahan berlebih
  • Kamu memiliki kondisi medis tertentu, seperti gangguan hormon atau metabolik


Sumber : halodoc.com