PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Rabu, 21 Januari 2026

Manfaat Makan Ikan untuk Kesehatan yang Tak Terduga

Manfaat Makan Ikan untuk Kesehatan yang Tak Terduga

Rabu, 21 Januari 2026

Mengonsumsi ikan secara rutin merupakan investasi kesehatan untuk menjaga fungsi kognitif dan menurunkan risiko penyakit jantung.


Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik yang sangat direkomendasikan oleh pakar kesehatan di seluruh dunia karena profil nutrisinya yang lengkap.

Kandungan asam lemak omega-3, vitamin D, dan mineral esensial di dalamnya menjadikan ikan sebagai asupan kunci untuk menjaga performa jantung hingga ketajaman fungsi otak.

Memasukkan ikan ke dalam menu harian bukan sekadar urusan pemenuhan kalori, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan mental dan fisik keluarga.

Kandungan Nutrisi Ikan yang Membuatnya Istimewa

Ikan mengandung berbagai nutrisi penting, termasuk:

  • Asam lemak omega-3 (EPA dan DHA).
  • Protein berkualitas tinggi.
  • Vitamin D.
  • Vitamin B12.
  • Yodium.
  • Selenium.
  • Zat besi.

Manfaat Makan Ikan yang Sayang Dilewatkan

Ikan bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga sumber nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi ikan secara teratur sebagai bagian dari diet sehat.

Nah, berikut berbagai manfaat kesehatan dari mengonsumsi ikan:

1. Menjaga kesehatan jantung

Asam lemak omega-3 pada ikan telah terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Omega-3 membantu mengurangi kadar trigliserida dalam darah, menurunkan tekanan darah, dan mencegah pembentukan plak di arteri.

2. Meningkatkan fungsi otak dan memori

DHA, salah satu jenis omega-3 yang banyak ditemukan pada ikan, sangat penting untuk perkembangan dan fungsi otak. Konsumsi ikan secara teratur dapat meningkatkan kemampuan kognitif, memori, dan konsentrasi.

3. Mencegah depresi dan menjaga kesehatan mental

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin makan ikan cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami depresi. Omega-3 dapat memengaruhi neurotransmiter di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati.

4. Mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak

Ikan merupakan sumber protein dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Omega-3 sangat penting untuk perkembangan otak dan mata anak.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menganjurkan pemberian ikan pada bayi dan anak-anak sebagai bagian dari makanan pendamping ASI (MPASI).

5. Sumber vitamin D alami

Vitamin D penting untuk kesehatan tulang dan kekebalan tubuh. Ikan, terutama ikan berlemak seperti salmon dan tuna, merupakan sumber vitamin D yang baik.

Jenis-Jenis Ikan yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi

Berikut adalah beberapa jenis ikan yang baik untuk dikonsumsi:

  • Salmon.
  • Tuna.
  • Sarden.
  • Makarel.
  • Nila.
  • Lele.
  • Ikan mas.

Secara umum, ikan dibagi menjadi tiga kelas utama, agnatha (ikan tanpa rahang), chondrichthyes (ikan bertulang rawan), dan osteichthyes (ikan bertulang keras). Ikan-ikan konsumsi yang disebutkan di atas termasuk dalam kelas osteichthyes.

Tips Konsumsi Ikan yang Sehat dan Aman

Berikut tips mengonsumsi ikan yang sehat dan aman:

  • Pilih ikan yang segar dan berkualitas baik.
  • Masak ikan dengan cara yang sehat, seperti dikukus, dipanggang, atau direbus. Hindari menggoreng ikan terlalu sering.
  • Batasi konsumsi ikan yang tinggi merkuri, seperti ikan todak dan hiu, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
  • Variasikan jenis ikan yang dikonsumsi untuk mendapatkan manfaat nutrisi yang optimal.

Kesimpulan

Manfaat makan ikan sangatlah banyak, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga meningkatkan fungsi otak.

Konsumsi ikan secara teratur sebagai bagian dari diet seimbang untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal. Pilih ikan yang segar, masak dengan cara yang sehat, dan variasikan jenis ikan yang dikonsumsi.



Sumber : halodoc.com

Selasa, 20 Januari 2026

Mengenal Perbedaan Manfaat Tepung Tapioka dan Tepung Terigu

Mengenal Perbedaan Manfaat Tepung Tapioka dan Tepung Terigu

Selasa, 20 Januari 2026

Tepung tapioka merupakan alternatif bebas gluten yang rendah sodium, sementara tepung terigu unggul dalam kandungan zat besi.


Tepung adalah salah satu bahan yang kerap digunakan untuk pelapis dari menu utama yang disajikan. Berbagai jenis makanan yang menggunakan tepung adalah kue, roti, hingga gorengan.

Nah, jenis tepung yang kerap digunakan sebagai bahan pembuat makanan adalah tepung terigu dan tepung tapioka. Meski terlihat mirip, kedua jenis tepung ini berbeda, terlebih pada manfaat yang bisa diberikan.

Maka dari itu, sebaiknya tahu perbedaan manfaat dari tepung tapioka dan tepung terigu. Sehingga, pemilihan dari bahan makanan yang tepat bisa dilakukan, sekaligus mendapatkan manfaatnya untuk kesehatan.

Berbagai Perbedaan Manfaat dari Tepung Tapioka dan Tepung Terigu

Apa perbedaan manfaat tepung tapioka dengan tepung terigu? Ini penjelasannya

Manfaat Tepung Tapioka

Berikut manfaat dari tepung tapioka:

1. Cocok untuk pengidap intoleransi gluten

Manfaat tepung tapioka yang pertama adalah sangat cocok untuk dikonsumsi seseorang yang memiliki kondisi intoleransi gluten. Tepung ini juga memiliki rasa yang sedikit manis dan kerap digunakan untuk mengentalkan saus dan pelapis makanan yang dipanggang.

2. Kalori yang lebih rendah

Tepung tapioka mengandung kalori yang sedikit lebih rendah dibandingkan tepung terigu. Setengah cangkir dari tepung ini mengandung 170 hingga 200 kalori. Pada jumlah yang sama, tepung terigu dapat mengandung 204 kalori. 

Maka dari itu, tepung tapioka lebih cocok untuk seseorang yang ingin mengontrol berat badan.

3. Bebas sodium

Manfaat lainnya dari tepung tapioka adalah tidak mengandung sodium. Terlalu banyak mendapatkan natrium dapat menyebabkan retensi air, sehingga meningkatkan tekanan darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko terhadap stroke dan gagal jantung.

Untuk menjaga asupan natrium, saat mengolah makanan dengan tepung tapioka, batasi jumlah garam yang digunakan. Dengan begitu, kadar sodium yang masuk ke tubuh bisa dibatasi dengan baik, serta menurunkan risiko mengalami masalah tekanan darah.

Manfaat Tepung Terigu

Nah, berikut ini manfaat dari tepung terigu:

1. Mengandung zat besi

Tepung terigu mengandung zat besi lebih banyak dibandingkan tepung tapioka. Pada setengah cangkir tepung terigu mengandung 2 mg zat besi, jauh lebih besar dibandingkan tepung tapioka yang kurang dari 1 mg dengan jumlah yang sama.

Padahal, zat besi adalah mineral yang dapat membantu darah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Seseorang yang mengalami kekurangan zat besi berpotensi terserang berbagai macam penyakit, termasuk anemia defisiensi besi.

2. Mengandung gluten

Berbanding terbalik dengan tepung tapioka, tepung terigu kaya akan kandungan gluten. Zat protein ini dapat memberikan struktur pada berbagai makanan panggang, termasuk roti dan kue. Namun, jenis tepung ini tidak cocok untuk seseorang yang memiliki alergi gluten atau penyakit Celiac.

Jenis-Jenis Tepung Terigu dan Kegunaannya

Tepung terigu dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan kandungan protein glutennya. Berikut adalah jenis-jenis tepung terigu yang umum ditemukan:

  • Tepung terigu protein tinggi: Mengandung gluten paling tinggi (sekitar 12-14 persen). Cocok untuk membuat roti, mi, dan pasta yang membutuhkan elastisitas tinggi.
  • Tepung terigu protein sedang: Memiliki kandungan gluten sedang (sekitar 10-12 persen). Serbaguna dan cocok untuk membuat bolu, brownies, muffin, martabak, pastel, dan risoles.
  • Tepung terigu protein rendah: Kandungan glutennya paling rendah (sekitar 8-10 persen). Menghasilkan tekstur yang renyah dan cocok untuk membuat kue kering, biskuit, dan gorengan.

Tips Penyimpanan Tepung Terigu yang Tepat

Penyimpanan yang tepat akan menjaga kualitas tepung terigu dan mencegahnya dari kerusakan. Berikut adalah beberapa tips penyimpanan tepung terigu:

  • Simpan tepung terigu dalam wadah kedap udara.
  • Letakkan di tempat yang kering dan sejuk, terhindar dari sinar matahari langsung.
  • Hindari menyimpan tepung terigu di dekat bahan makanan yang berbau tajam, karena tepung terigu dapat menyerap bau.

Penyimpanan makanan yang tepat adalah kunci untuk mencegah kontaminasi dan menjaga keamanan pangan.

Itulah berbagai perbedaan manfaat dari tepung tapioka dan tepung terigu yang bisa didapatkan. Dengan mengetahui berbagai manfaatnya, kamu bisa memilih jenis tepung yang lebih cocok untuk dinikmati, terlebih jika kamu memiliki alergi terhadap gluten.



Sumber : halodoc.com

Senin, 19 Januari 2026

Berbagai Manfaat Sawi untuk Kesehatan

Berbagai Manfaat Sawi untuk Kesehatan

Senin, 19 Januari 2026

Sayuran yang berasal dari kawasan Himalaya sejak lebih dari 5.000 tahun silam ini dibudidayakan pertama kali di wilayah Sichuan, Tiongkok.


Sawi, sayuran hijau yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau, ternyata menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Selain rasanya yang lezat dan mudah diolah, sawi kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Lantas, apa saja khasiat sayur sawi yang bisa kamu dapatkan dengan mengonsumsinya secara teratur?

Apa Itu Sawi?

Sawi adalah sekelompok tanaman dari genus Brassica yang memiliki daun yang dapat dimakan. Ada berbagai jenis sawi yang populer di Indonesia, antara lain sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis) dan sawi putih (Brassica rapa subsp. pekinensis). Keduanya memiliki tekstur yang berbeda, namun sama-sama kaya akan nutrisi.

Sawi hijau memiliki rasa yang sedikit pahit, sementara sawi putih cenderung lebih lembut dan manis. Kedua jenis sawi ini sering digunakan dalam berbagai masakan, mulai dari tumisan, sup, hingga lalapan.

Apa Khasiat Sayur Sawi?

Berikut adalah beberapa khasiat utama sayur sawi yang bisa kamu peroleh dengan mengonsumsinya secara teratur:

  • Kaya vitamin dan mineral penting: Sawi mengandung vitamin A, C, dan K, serta mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, dan kalium. Vitamin dan mineral ini berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari menjaga kesehatan tulang hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas): Vitamin C dan A dalam sawi membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih tangguh terhadap infeksi. Vitamin C adalah antioksidan kuat yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
  • Menjaga kesehatan mata: Kandungan vitamin A serta antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin membantu menjaga kesehatan mata dan melindungi dari degenerasi makula terkait usia.
  • Menunjang kesehatan jantung: Karena kaya serat, antioksidan, dan senyawa yang dapat membantu menurunkan kolesterol, konsumsi sawi dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Serat membantu mengikat kolesterol dalam sistem pencernaan dan membuangnya dari tubuh.
  • Menunjang kesehatan tulang dan pembekuan darah: Vitamin K pada sawi membantu proses pembekuan darah dan penting bagi kesehatan tulang. Vitamin K membantu tubuh menyerap kalsium, mineral penting untuk menjaga kepadatan tulang.
  • Mendukung kesehatan pencernaan: Sawi mengandung serat, yang baik untuk pencernaan, membantu mencegah sembelit serta mempertahankan kesehatan usus. Serat membantu melancarkan pergerakan usus dan mencegah penumpukan bakteri jahat dalam usus.
  • Rendah kalori dan cocok untuk diet sehat: Kandungan kalori pada sawi relatif rendah, namun penuh nutrisi. Cocok jika kamu ingin menjaga berat badan sambil tetap mendapat vitamin dan mineral.
  • Mengandung antioksidan dan potensi anti-kanker: Sawi punya antioksidan seperti flavonoid, beta-karoten, dan glucosinolates yang bisa membantu melawan stres oksidatif dan mungkin membantu mengurangi risiko penyakit kronis termasuk beberapa jenis kanker. Glucosinolates adalah senyawa yang dapat diubah menjadi isothiocyanate, yang telah terbukti memiliki efek anti-kanker dalam penelitian laboratorium.

Sawi dalam Kuliner: Lebih dari Sekadar Sayuran

Sawi bukan hanya sekadar sayuran pelengkap. Di berbagai belahan dunia, sawi diolah menjadi berbagai hidangan lezat dan bergizi.

Di Indonesia, sawi sering ditumis dengan bawang putih dan cabai, dijadikan bahan utama dalam sup, atau disantap sebagai lalapan segar.

Di negara-negara Asia Timur, seperti Korea dan Jepang, sawi difermentasi menjadi kimchi dan acar, yang kaya akan probiotik dan baik untuk kesehatan pencernaan. Sawi juga bisa diolah menjadi jus yang menyegarkan dan kaya akan vitamin.

Berikut ini adalah beberapa ide masakan sawi yang bisa kamu coba di rumah:

  • Tumis sawi putih dengan tahu dan udang
  • Sup sawi hijau dengan bakso ayam
  • Kimchi sawi putih
  • Acar sawi
  • Jus sawi hijau dengan lemon dan madu

Tips Memaksimalkan Manfaat Sawi

Untuk mendapatkan manfaat sawi secara optimal, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Pilih sawi yang segar: Pilih sawi dengan daun yang berwarna hijau segar dan tidak layu. Hindari sawi yang memiliki bintik-bintik coklat atau berlubang.
  • Cuci bersih sebelum dimasak: Cuci sawi dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan pestisida.
  • Variasikan cara pengolahan: Nutrisi seperti vitamin A dan K bisa lebih tinggi jika sawi dimasak, tetapi vitamin C dan E bisa berkurang saat dimasak. Untuk mendapatkan manfaat terbaik, variasikan cara pengolahan sawi. Bisa ditumis, direbus, dikukus, atau dimakan mentah sebagai lalapan.
  • Jangan memasak terlalu lama: Memasak sawi terlalu lama dapat menghilangkan sebagian nutrisinya. Masak sawi hingga layu saja atau cukup direbus sebentar.

Resep Praktis Olahan Sawi untuk Keluarga

Berikut adalah beberapa resep praktis olahan sawi yang bisa kamu coba di rumah:

  • Tumis Sawi Putih Bawang Putih
    • Bahan: 1 buah sawi putih, 3 siung bawang putih (cincang), 2 buah cabai merah (iris), garam, gula, merica secukupnya, minyak goreng.
    • Cara Membuat: Tumis bawang putih dan cabai hingga harum. Masukkan sawi putih, aduk rata. Tambahkan garam, gula, dan merica. Masak hingga sawi layu. Sajikan selagi hangat.
  • Sup Sawi Hijau Bakso
    • Bahan: 1 ikat sawi hijau, 10 buah bakso sapi, 2 siung bawang putih (geprek), 1 batang daun bawang (iris), garam, merica, kaldu bubuk secukupnya, air.
    • Cara Membuat: Didihkan air. Masukkan bawang putih dan bakso. Masak hingga bakso mengapung. Masukkan sawi hijau dan daun bawang. Tambahkan garam, merica, dan kaldu bubuk. Masak hingga sawi layu. Sajikan selagi hangat.
  • Kapan Harus Berhati-hati Mengonsumsi Sawi?

    Meskipun sangat sehat untuk kebanyakan orang, ada beberapa kondisi di mana kamu perlu berhati-hati dalam mengonsumsi sawi:

    • Masalah ginjal: Jika kamu memiliki masalah ginjal atau batu ginjal, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi sayuran kaya vitamin K secara berlebihan.
    • Penggunaan obat pengencer darah: Vitamin K dapat mempengaruhi efektivitas obat pengencer darah. Jika kamu sedang mengonsumsi obat pengencer darah, konsultasikan dengan dokter mengenai asupan vitamin K yang aman.
    • Alergi: Meskipun jarang terjadi, beberapa orang mungkin alergi terhadap sawi. Jika kamu mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi sawi, segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan dokter.

    Menurut Kementerian Kesehatan RI, konsumsi sayuran, termasuk sawi, sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, perlu diingat untuk selalu mencuci bersih sayuran sebelum dikonsumsi dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

    WHO juga merekomendasikan untuk mengonsumsi berbagai jenis buah dan sayuran setiap hari untuk mendapatkan nutrisi yang lengkap dan seimbang.

    Itu tadi beberapa manfaat mengonsumsi sawi yang bisa kamu dapatkan untuk kesehatan tubuhmu.




Sumber : halodoc.com