Di balik kesederhanaannya, singkong ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Tidak hanya sebagai makanan pokok yang terjangkau, singkong juga kaya akan kandungan gizi yang penting bagi tubuh, mulai dari karbohidrat, serat, hingga berbagai mineral esensial.
Nah, mau tahu apa saja kandungan vitamin dan nutrisi yang terkandung dalam singkong berserta manfaatnya? Berikut ulasannya!
Kandungan Gizi pada Singkong
Berikut adalah beberapa kandungan gizi utama dalam singkong per 100 gram singkong mentah:
- Karbohidrat: Singkong kaya akan karbohidrat kompleks, yang bisa menjadi sumber energi tahan lama. Terdapat sekitar 38 gram karbohidrat
- Serat: Singkong mengandung sekitar 1.8 gram serat, yang membantu pencernaan dan mendukung kesehatan usus.
- Protein: Terdapat sekitar 1.4 gram protein.
- Lemak: Lemak dalam jumlah sangat kecil, sekitar 0,3 gram.
- Vitamin C: Singkong mengandung vitamin C dalam jumlah cukup, sekitar 20,5 mg.
- Kalsium dan fosfor: Singkong juga mengandung kalsium dan fosfor yang dapat mendukung kesehatan tulang dan gigi.
- Kalium: Kandungan kalium pada singkong cukup tinggi, sekitar 271 mg, dan berperan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta mendukung fungsi jantung yang sehat.
- Antioksidan: Singkong juga mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid dan polifenol. Zat ini bermanfaat untuk melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan dalam tubuh.
Manfaat Singkong Bagi Kesehatan Tubuh
Singkong tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan pokok, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang penting bagi tubuh. Berikut beberapa manfaat singkong untuk kesehatan tubuh:
1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Singkong mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup. Ini menjadikannya sebagai makanan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melawan infeksi, dan membantu penyembuhan luka.
2. Sumber energi yang baik
Singkong mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi dan menjadikannya sebagai sumber energi yang tahan lama. Singkong dapat menjadi pilihan bagi kamu yang membutuhkan suplai energi untuk aktivitas fisik sepanjang hari.
3. Baik untuk sistem pencernaan
Singkong kaya akan serat dan dapat membantu memperlancar sistem pencernaan, mencegah sembelit, dan mendukung kesehatan usus secara keseluruhan.
4. Meningkatkan kesehatan jantung
Kandungan kalium yang tinggi dalam singkong dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur tekanan darah, dan mendukung kesehatan jantung jika dikonsumsi dengan jumlah yang cukup.
5. Mendukung kesehatan kulit
Vitamin C dalam singkong juga bisa berperan dalam produksi kolagen yang penting untuk kesehatan kulit. Vitamin C pada singkong dapat membantu menjaga kulit tetap sehat, mencegah kerutan, dan mempercepat penyembuhan luka.
6. Membantu mengelola berat badan
Serat pada singkong tidak hanya mendukung pencernaan, tetapi juga memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu dalam mengelola berat badan dan mengurangi keinginan makan berlebih.
Apa Kata Studi Tentang Singkong?
Sebuah studi berjudul Cassava (Manihot esculenta Crantz): A Systematic Review for the Pharmacological Activities, Traditional Uses, Nutritional Values, and Phytochemistry (2023) menunjukkan, singkong memberikan berbagai efek kesehatan seperti antibakteri, antikanker, antidiabetes, antidiare, antiinflamasi, hipokolesterolemik, serta sifat penyembuhan luka.
Tips Konsumsi Singkong yang Aman dan Optimal
Meskipun singkong memiliki banyak manfaat kesehatan, penting untuk mengonsumsinya dengan aman dan optimal.
Singkong mentah mengandung senyawa sianida yang dapat berbahaya bagi tubuh. Berikut adalah beberapa tips konsumsi singkong yang perlu diperhatikan:
- Pilih singkong yang segar: Pilih singkong yang segar dan tidak berlendir atau berjamur.
- Kupas dan cuci bersih: Kupas kulit singkong dengan bersih dan cuci dengan air mengalir.
- Masak dengan benar: Masak singkong hingga matang sempurna untuk menghilangkan senyawa sianida. Perebusan, pengukusan, atau pemanggangan adalah metode yang baik.
- Konsumsi dalam jumlah moderat: Konsumsi singkong dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang.
- Variasikan dengan sumber karbohidrat lain: Jangan hanya mengandalkan singkong sebagai satu-satunya sumber karbohidrat. Variasikan dengan sumber karbohidrat lain seperti nasi merah, ubi jalar, atau jagung.
Apakah Nasi Tiwul Sehat?
Nasi tiwul adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong yang dikeringkan dan ditumbuk.
Sebagai salah satu sumber karbohidrat alternatif, banyak orang bertanya-tanya, apakah nasi tiwul sehat
Jawabannya adalah, ya, nasi tiwul bisa menjadi pilihan yang sehat, terutama jika dikonsumsi dengan cara dan porsi yang tepat.
Keunggulan Kesehatan Nasi Tiwul
Berikut beberapa kelebihan nasi tiwul:
- Indeks glikemik rendah: Studi menunjukkan bahwa tiwul memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah, sekitar 34-37. Ini berarti karbohidrat dalam tiwul dicerna lebih lambat, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
- Kaya serat dan pati resisten: Tiwul mengandung serat dan pati resisten yang baik untuk kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
- Mengandung mikronutrien: Tiwul mengandung berbagai mikronutrien penting seperti kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B kompleks, dan vitamin C.
- Alternatif karbohidrat: Tiwul dapat menjadi alternatif pengganti nasi bagi mereka yang mencari variasi makanan pokok.
- Potensial untuk diet dan diabetes: Karena indeks glikemiknya rendah dan kandungan seratnya tinggi, tiwul berpotensi menjadi pilihan yang baik untuk individu yang sedang diet atau penderita diabetes.
- Manfaat jangka panjang: Beberapa klaim menyebutkan bahwa tiwul mengandung asam butirat yang dapat menekan pertumbuhan sel kanker, serta pati resisten yang menyehatkan pencernaan.
Keterbatasan & Risiko Nasi Tiwul
Berikut keterbatasan dan risiko nasi tiwul yang terbuat dari singkong:
- Kalori bervariasi: Kandungan kalori dalam tiwul bisa bervariasi tergantung pada cara pengolahan dan bahan tambahan. Tiwul instan mungkin memiliki kalori yang lebih tinggi dibandingkan tiwul tradisional.
- Kandungan protein rendah: Tiwul tidak mengandung protein dalam jumlah yang signifikan. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsinya dengan lauk yang kaya protein.
- Perlu pendampingan gizi: Sebagai sumber karbohidrat, tiwul sebaiknya dikonsumsi bersama dengan sayuran dan lauk-pauk bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara lengkap.
- Produk instan: Tiwul instan mungkin mengandung garam atau bahan tambahan lainnya. Selalu periksa label nutrisi sebelum mengonsumsinya.
Tips Konsumsi Tiwul yang Sehat
Ini tips yang bisa kamu ikuti:
- Perhatikan porsi: Konsumsi tiwul dalam porsi yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang.
- Kombinasikan dengan sumber protein dan sayuran: Padukan tiwul dengan lauk kaya protein seperti ikan, ayam, atau tahu, serta sayuran hijau untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
- Pilih tiwul tradisional: Jika memungkinkan, pilih tiwul yang diolah secara tradisional tanpa bahan tambahan.
- Batasi konsumsi tiwul instan: Jika memilih tiwul instan, perhatikan kandungan garam dan bahan tambahan lainnya.
- Konsultasi dengan ahli gizi: Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, konsultasikan dengan ahli gizi untuk menentukan porsi dan frekuensi konsumsi tiwul yang sesuai.

