Minum kopi hitam atau kopi tanpa campuran apapun adalah kegemaran beberapa orang demi mendapatkan energi maksimal meski rasanya pahit. Namun, bagi sebagian orang, jenis kopi ini bisa memicu GERD dan meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada organ lambung.
Jika demikian, benarkah pengidap penyakit asam lambung tidak boleh minum kopi sama sekali? Simak penjelasannya di artikel ini!
Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Hitam dan GERD
Kafein yang terkandung pada kopi bisa mengakibatkan relaksasi cincin otot kerongkongan di bagian bawah. Akibatnya, asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan dan menjadi tanda utama penyakit GERD.
Kopi decaf atau kopi dengan kandungan kafein yang rendah atau bahkan tidak mengandung kafein sekalipun, tetap dapat menstimulasi terbentuknya asam.
Inilah mengapa, konsumsi kopi saat perut dalam kondisi kosong bisa membuat kadar asam di perut meningkat.
Akibatnya, perut menjadi mulas dan kamu akan merasakan gejala masalah pencernaan lain seharian.
Salah satunya adalah heartburn atau sensasi panas dan seperti terbakar pada tenggorokan dan dada, karena asam lambung yang naik ke kerongkongan.
Orang dengan kondisi lambung dan pencernaan yang sehat biasanya bisa minum kopi sebanyak 200 miligram. Ukuran ini sama dengan dua hingga tiga cangkir kopi tanpa merasakan efek tertentu setiap hari.
Proses pemanggangan kopi juga berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kandungan kafein di dalamnya.
Kopi yang melalui proses pemanggangan tidak sampai hitam atau light roast yang kerap disebut “kopi sarapan”, biasanya tinggi kafein.
Inilah mengapa, minum kopi hitam banyak orang pilih sebagai hal utama di pagi hari. Dengan begitu, pengidap penyakit asam lambung sebaiknya menghindari kopi light roast.
Jenis Kopi yang Lebih Aman untuk Asam Lambung
Jika kamu pengidap asam lambung namun tetap ingin menikmati kopi, ada beberapa jenis kopi yang mungkin lebih aman:
- Kopi Arabika: Kopi Arabika umumnya memiliki rasa yang lebih ringan dan tingkat keasaman yang lebih rendah dibandingkan Robusta.
- Kopi Rendah Kafein (Decaf): Proses dekafeinasi mengurangi kandungan kafein dalam kopi, sehingga dapat mengurangi risiko peningkatan asam lambung.
Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap kopi. Sebaiknya, lakukan uji coba dengan berbagai jenis kopi untuk melihat mana yang paling cocok untuk kamu.
Kopi hadir dalam berbagai jenis, dengan dua varietas utama yang paling dikenal, yaitu Arabika dan Robusta. Selain itu, ada juga jenis Liberika dan Excelsa yang meskipun kurang populer, tetap memiliki penggemar setia.
- Kopi Arabika (Coffea Arabica): Dikenal dengan rasa yang lebih asam, ringan, dan sedikit manis. Jenis ini mengandung kafein yang lebih rendah, sekitar 1,1 hingga 1,7%.
- Kopi Robusta (Coffea Canephora): Memiliki rasa yang lebih kuat, pahit, dan kandungan kafein yang lebih tinggi, sekitar 2,2 hingga 2,7%.
- Kopi Liberika (Coffea Liberica): Memiliki rasa asam dan pahit yang unik, dengan ukuran biji yang lebih besar.
- Kopi Excelsa: Sering dianggap bagian dari Liberika, menawarkan profil rasa yang melengkapi ketiga jenis lainnya.
Tips Menikmati Kopi Bagi Pengidap Asam Lambung
Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kamu menikmati kopi tanpa memperburuk asam lambung:
- Minum air putih: Minum air putih setelah minum kopi dapat membantu membersihkan asam dari kerongkongan.
- Pilih waktu yang tepat: Hindari minum kopi saat perut kosong atau sebelum tidur.
- Perhatikan porsi: Batasi konsumsi kopi kamu. Satu cangkir kopi mungkin lebih baik daripada dua atau tiga cangkir.
- Tambahkan susu atau krim: Produk susu dapat membantu menetralkan asam dalam kopi.
- Hindari tambahan lain: Gula, pemanis buatan, dan perasa tambahan dapat memperburuk asam lambung.


