PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Jumat, 09 Januari 2026

Fakta Gizi Kepiting dan 7 Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Fakta Gizi Kepiting dan 7 Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Jum'at, 09 Januari 2026

Kepiting memiliki beragam nutrisi dan memberikan banyak manfaat untuk kesehatan.


Kepiting adalah sejenis hewan krustasea yang hidup di perairan laut dengan ciri khas cangkang keras yang melindungi tubuhnya. Hewan ini memiliki sepasang cakar yang kuat yang berguna untuk bergerak, mencari makan, dan melindungi diri dari predator. 

Kepiting terkenal sebagai makanan lezat dan populer di berbagai masakan laut di seluruh dunia. Kepiting memiliki daging yang lezat, terutama pada bagian kaki dan daging tubuhnya. 

Namun, biota laut ini nyatanya tak cuma lezat, tetapi konsumsinya juga bermanfaat bagi kesehatan. 

Lantas, apa manfaat makan kepiting? Simak informasinya berikut ini. 

Fakta Gizi Kepiting

Dalam 100 gram kepiting, terkandung sejumlah nutrisi penting yang tubuh butuhkan, yaitu: 

  • Kalori: 151.
  • Protein: 13,8 gram.
  • Lemak: 3,8 gram.
  • Fosfor: 250 miligram.
  • Kalsium: 210 miligram.
  • Vitamin A: 61 mikrogram.
  • Vitamin B1: 0,05 mikrogram.
  • Kolesterol: 78 miligram.

Nah, secara umum, ada beberapa fakta gizi hewan laut ini terkait kandungan nutrisinya, meliputi:

1. Protein

Kepiting mengandung jumlah protein yang tinggi. Penting untuk diketahui, protein adalah nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan jaringan tubuh, pertumbuhan otot, dan fungsi tubuh yang optimal.

2. Kalori

Kepiting relatif rendah kalori, ketimbang daging merah. Namun, nilai kalori dapat bervariasi tergantung pada bagian tubuh kepiting yang kamu dan keluargamu konsumsi dan cara memasaknya.

3. Lemak

Kepiting mengandung lemak yang relatif rendah, terutama lemak jenuh. 

4. Vitamin dan mineral

Fakta gizi kepiting selanjutnya adalah kepiting sebagai sumber beberapa vitamin dan mineral penting. Contohnya seperti vitamin B12, vitamin C, selenium, dan zat besi. Vitamin B12 ini berperan dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf. 

Sementara itu, vitamin C dan selenium berperan sebagai antioksidan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

5. Omega-3

Kepiting mengandung jumlah omega-3 yang baik, terutama asam lemak omega-3 EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam docosahexaenoic). Omega-3 merupakan lemak sehat yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi otak yang baik.

Selain nutrisi di atas, manfaat kepiting juga berasal dari asam folat, kalsium, magnesium, zat besi, selenium, mangan, yodium, zinc, vitamin B kompleks, serta omega-3.

Mengonsumsi 100 gram kepiting sudah dapat memenuhi 45 persen kebutuhan omega-3 harian tubuh. Nutrisi tersebut efektif membantu melancarkan aliran dan sirkulasi darah di dalam tubuh. 

Hal ini membuat kepiting termasuk sebagai salah satu makanan sehat yang dapat menjadi pilihan menu harian. 

Manfaat Kepiting bagi Kesehatan Tubuh

Apa manfaat makan kepiting? Berkat kandungan nutrisinya, berikut beberapa manfaat yang dapat kamu peroleh dari konsumsi kepiting:

1. Menjaga kesehatan tulang

Tulang memiliki fungsi penting, yakni sebagai penopang tubuh. Untuk menjaga fungsi pentingnya, kamu bisa mengonsumsi makanan tertentu, salah satunya, ya, kepiting ini.

Sebab di dalam kepiting mengandung zat fosfor yang dapat membantu mencegah osteoporosis dan radang sendi di masa depan.

2. Menjaga kesehatan jantung

Apa manfaat makan kepiting? Kandungan asam lemak omega-3 pada kepiting mampu meningkatkan sel antiradang yang berfungsi untuk menyeimbangkan kadar kolesterol. Kegunaan lainnya, yakni menurunkan tekanan darah, sehingga risiko serangan jantung bisa menurun.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Kepiting mengandung selenium yang berfungsi untuk menangkal serangan berbagai penyakit. Cara kerjanya dengan meningkatkan produksi antioksidan dan membunuh patogen penyebab penyakit. 

Selain itu, antioksidan juga efektif menetralisir racun akibat radikal bebas.

Selain dari konsumsi makanan sehat seperti kepiting, pastikan juga untuk menjaga kekebalan tubuh dengan konsumsi vitamin dan suplemen.

4. Melancarkan sirkulasi darah

Apa manfaat makan kepiting? Kandungan tembaga di dalam daging kepiting dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh. Nutrisi tersebut berperan dalam mengontrol penyebaran oksigen dalam tubuh. 

Menurut data kesehatan dari Harvard School of Public Health, tembaga penting untuk membantu kerja berbagai enzim di dalam tubuh. Termasuk memecah dan menyerap zat besi, serta membangun sel darah merah, kolagen, jaringan ikat, dan neurotransmiter otak. 

Tembaga juga mendukung perkembangan otak normal dan fungsi kekebalan tubuh. Nah, mineral ini merupakan komponen superoksida dismutase, enzim antioksidan yang membongkar “radikal bebas” oksigen berbahaya. Tembaga diserap di usus kecil dan ditemukan terutama di tulang dan jaringan otot.

Selain itu, kandungan zat besi di dalam hewan ini dapat membantu produksi sel darah merah dan mencegah lelah berlebihan. 

5. Menjaga kesuburan organ reproduksi

Manfaat konsumsi hewan ini berasal dari kandungan zinc di dalamnya. Kegunaannya bagi wanita adalah menjaga siklus menstruasi agar tetap teratur.

Sementara bagi pria, kandungan zink di dalam kepiting dapat meningkatkan kesuburan. Jenis mineral ini berperan dalam melindungi sperma dari paparan bakteri. 

6. Mencegah anemia

Apa manfaat makan kepiting? Vitamin B12 dan folat pada seafood ini membantu mengurangi risiko anemia defisiensi vitamin. Orang dengan anemia defisiensi vitamin tidak memiliki cukup sel darah merah sehat. Nah, hal ini membuat mereka cepat merasa lelah. 

Mengonsumsi kepiting dapat meningkatkan produksi sel darah merah. Meski begitu, penting untuk kamu dan anggota keluargamu berdiskusi dengan dokter terkait porsi konsumsinya yang sesuai.

7. Menutrisi otak

Orang yang mengonsumsi makanan laut, seperti kepiting, setidaknya sekali seminggu memiliki risiko demensia dan penyakit Alzheimer yang lebih rendah. Perlindungan ini mungkin berasal dari asam lemak omega-3 tingkat tinggi dalam produk makanan laut.

Kandungan nutrisi lain seperti selenium, vitamin B2, dan tembaga tidak hanya meningkatkan fungsi otak tetapi juga meningkatkan aktivitas mental. Aktivitas mental maksudnya adalah membuat tubuh dan pikiran tidak gampang stres. 

Itulah sejumlah manfaat kepiting dan fakta gizinya bagi kesehatan tubuh.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Kepiting

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi kepiting:

  • Kepiting mengandung purin yang cukup tinggi, sehingga perlu dibatasi terutama bagi penderita asam urat.
  • Bagi orang dengan riwayat alergi makanan laut, kepiting dapat memicu reaksi alergi seperti gatal, ruam, atau sesak napas.
  • Kepiting mengandung kolesterol, sehingga konsumsinya perlu diperhatikan oleh penderita kolesterol tinggi atau penyakit jantung.
  • Pastikan kepiting dalam kondisi segar dan dimasak hingga matang untuk mencegah keracunan makanan atau infeksi bakteri.
  • Hindari pengolahan dengan banyak garam, santan, atau minyak berlebih agar tetap sehat.
  • Ibu hamil, penderita gangguan ginjal, atau penyakit tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kepiting.



Sumber : halodoc.com

Kamis, 08 Januari 2026

Amankah Pengidap Asam Lambung Minum Kopi Hitam?

Amankah Pengidap Asam Lambung Minum Kopi Hitam?

Kamis, 08 Januari 2026

Ada sejumlah efek samping dari mengonsumsi kopi hitam bagi pengidap penyakit asam lambung.


Minum kopi hitam atau kopi tanpa campuran apapun adalah kegemaran beberapa orang demi mendapatkan energi maksimal meski rasanya pahit. Namun, bagi sebagian orang, jenis kopi ini bisa memicu GERD  dan meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada organ lambung. 

Jika demikian, benarkah pengidap penyakit asam lambung tidak boleh minum kopi sama sekali? Simak penjelasannya di artikel ini!

Hubungan Kebiasaan Minum Kopi Hitam dan GERD

Kafein yang terkandung pada kopi bisa mengakibatkan relaksasi cincin otot kerongkongan di bagian bawah. Akibatnya, asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan dan menjadi tanda utama penyakit GERD. 

Kopi decaf atau kopi dengan kandungan kafein yang rendah atau bahkan tidak mengandung kafein sekalipun, tetap dapat menstimulasi terbentuknya asam. 

Inilah mengapa, konsumsi kopi saat perut dalam kondisi kosong bisa membuat kadar asam di perut meningkat. 

Akibatnya, perut menjadi mulas dan kamu akan merasakan gejala masalah pencernaan lain seharian.

Salah satunya adalah heartburn atau sensasi panas dan seperti terbakar pada tenggorokan dan dada, karena asam lambung yang naik ke kerongkongan.

Orang dengan kondisi lambung dan pencernaan yang sehat biasanya bisa minum kopi sebanyak 200 miligram. Ukuran ini sama dengan dua hingga tiga cangkir kopi tanpa merasakan efek tertentu setiap hari. 

Proses pemanggangan kopi juga berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kandungan kafein di dalamnya.

Kopi yang melalui proses pemanggangan tidak sampai hitam atau light roast yang kerap disebut “kopi sarapan”, biasanya tinggi kafein. 

Inilah mengapa, minum kopi hitam banyak orang pilih sebagai hal utama di pagi hari. Dengan begitu, pengidap penyakit asam lambung sebaiknya menghindari kopi light roast.

Jenis Kopi yang Lebih Aman untuk Asam Lambung

Jika kamu pengidap asam lambung namun tetap ingin menikmati kopi, ada beberapa jenis kopi yang mungkin lebih aman:

  • Kopi Arabika: Kopi Arabika umumnya memiliki rasa yang lebih ringan dan tingkat keasaman yang lebih rendah dibandingkan Robusta.
  • Kopi Rendah Kafein (Decaf): Proses dekafeinasi mengurangi kandungan kafein dalam kopi, sehingga dapat mengurangi risiko peningkatan asam lambung.

Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap kopi. Sebaiknya, lakukan uji coba dengan berbagai jenis kopi untuk melihat mana yang paling cocok untuk kamu.

Kopi hadir dalam berbagai jenis, dengan dua varietas utama yang paling dikenal, yaitu Arabika dan Robusta. Selain itu, ada juga jenis Liberika dan Excelsa yang meskipun kurang populer, tetap memiliki penggemar setia.

  • Kopi Arabika (Coffea Arabica): Dikenal dengan rasa yang lebih asam, ringan, dan sedikit manis. Jenis ini mengandung kafein yang lebih rendah, sekitar 1,1 hingga 1,7%.
  • Kopi Robusta (Coffea Canephora): Memiliki rasa yang lebih kuat, pahit, dan kandungan kafein yang lebih tinggi, sekitar 2,2 hingga 2,7%.
  • Kopi Liberika (Coffea Liberica): Memiliki rasa asam dan pahit yang unik, dengan ukuran biji yang lebih besar.
  • Kopi Excelsa: Sering dianggap bagian dari Liberika, menawarkan profil rasa yang melengkapi ketiga jenis lainnya.

Tips Menikmati Kopi Bagi Pengidap Asam Lambung

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kamu menikmati kopi tanpa memperburuk asam lambung:

  • Minum air putih: Minum air putih setelah minum kopi dapat membantu membersihkan asam dari kerongkongan.
  • Pilih waktu yang tepat: Hindari minum kopi saat perut kosong atau sebelum tidur.
  • Perhatikan porsi: Batasi konsumsi kopi kamu. Satu cangkir kopi mungkin lebih baik daripada dua atau tiga cangkir.
  • Tambahkan susu atau krim: Produk susu dapat membantu menetralkan asam dalam kopi.
  • Hindari tambahan lain: Gula, pemanis buatan, dan perasa tambahan dapat memperburuk asam lambung.



Sumber : halodoc.com