PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Kamis, 19 Februari 2026

Cara Aman Bersihkan Telinga Kotor Agar Tidak Tersumbat

Cara Aman Bersihkan Telinga Kotor Agar Tidak Tersumbat

Kamis, 19 Februari 2026

Telinga Kotor? Ini Cara Aman Bersihkan & Cegah!


Telinga Kotor: Penyebab, Gejala, dan Cara Aman Membersihkannya


Telinga kotor, atau penumpukan serumen, adalah kondisi umum yang dapat memengaruhi pendengaran dan kesehatan telinga. Serumen atau lilin telinga sebenarnya memiliki fungsi penting untuk melindungi saluran telinga dari debu, bakteri, dan kotoran lainnya. Namun, jika menumpuk berlebihan atau dibersihkan dengan cara yang salah, serumen bisa menyebabkan sumbatan, gangguan pendengaran sementara, atau bahkan infeksi. Memahami penyebab dan cara membersihkan telinga yang aman sangat krusial untuk menjaga kesehatan pendengaran seseorang.

Apa Itu Telinga Kotor?


Telinga kotor merujuk pada kondisi penumpukan serumen di dalam saluran telinga. Serumen diproduksi secara alami oleh kelenjar di saluran telinga bagian luar. Komposisinya adalah campuran lemak, sel kulit mati, dan kotoran.

Normalnya, serumen akan bergerak keluar secara alami karena gerakan rahang saat mengunyah atau berbicara. Namun, jika produksi serumen berlebihan atau proses pembersihan alami terganggu, serumen dapat mengeras dan menyumbat saluran telinga, kondisi ini dikenal sebagai serumen prop.

Gejala Telinga Kotor yang Perlu Diwaspadai


Penumpukan telinga kotor yang berlebihan seringkali menimbulkan beberapa gejala yang mengganggu. Gejala ini bisa bervariasi tingkat keparahannya, tergantung pada seberapa banyak serumen yang menumpuk. Penting untuk mengenali tanda-tandanya agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin.

Berikut adalah beberapa gejala umum yang mungkin dirasakan:

  • Rasa penuh atau tersumbat di telinga, seolah ada sesuatu yang mengganjal.
  • Penurunan pendengaran yang bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba.
  • Telinga terasa gatal atau nyeri, terutama jika ada iritasi.
  • Tinnitus, yaitu sensasi berdenging atau suara lain di telinga.
  • Pusing atau vertigo, meskipun jarang, bisa terjadi pada kasus yang parah.
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh, karena serumen dapat merangsang saraf vagus di telinga.

Penyebab Telinga Kotor Menumpuk Berlebihan


Beberapa faktor dapat menyebabkan telinga kotor menumpuk hingga menimbulkan masalah. Memahami penyebab ini dapat membantu seseorang mencegah penumpukan di kemudian hari. Tidak selalu karena kurangnya kebersihan, penumpukan serumen seringkali berkaitan dengan mekanisme tubuh dan kebiasaan.

Penyebab utama telinga kotor berlebih (serumen prop) meliputi:

  • Produksi Berlebih: Tubuh beberapa individu secara alami memproduksi serumen lebih banyak dari yang dibutuhkan. Kondisi ini bisa bersifat genetik.
  • Pembersihan yang Salah: Menggunakan cotton bud atau benda tajam lainnya untuk membersihkan telinga justru mendorong serumen lebih dalam. Hal ini membuat serumen semakin sulit keluar dan cenderung menumpuk.
  • Faktor Lain:
    • Penggunaan alat bantu dengar atau earplug yang sering dapat menghalangi keluarnya serumen secara alami.
    • Saluran telinga yang sempit atau memiliki bentuk tidak biasa dapat membuat serumen lebih mudah terjebak.
    • Rambut telinga yang banyak atau tebal juga bisa memerangkap serumen.
    • Kondisi kulit tertentu seperti eksim di area telinga dapat memengaruhi produksi dan pergerakan serumen.

Cara Aman Mengatasi Telinga Kotor


Membersihkan telinga kotor harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari cedera atau memperparah kondisi. Sebagian besar kasus telinga kotor dapat ditangani dengan metode yang aman di rumah. Namun, perlu diingat untuk tidak mencoba metode yang tidak direkomendasikan.

Berikut adalah cara aman membersihkan telinga:

  • Biarkan Alami: Gerakan rahang saat mengunyah, berbicara, atau menguap umumnya sudah cukup untuk membantu serumen bergerak keluar dari saluran telinga. Serumen yang sudah kering akan luruh dengan sendirinya.
  • Bersihkan Bagian Luar Saja: Gunakan kain lembut atau kapas basah untuk membersihkan area luar telinga setelah mandi. Fokus pada lipatan telinga dan daun telinga, tanpa memasukkan benda apa pun ke dalam saluran.
  • Hindari Benda Tajam: Jauhi penggunaan cotton bud, penjepit, korek kuping logam, atau benda tajam lainnya di dalam saluran telinga. Benda-benda ini dapat mendorong serumen lebih dalam, melukai gendang telinga, atau menyebabkan infeksi.
  • Obat Tetes Telinga: Untuk kasus telinga kotor yang lebih persisten, obat tetes telinga pelunak serumen yang dijual bebas dapat digunakan. Obat tetes ini membantu melunakkan serumen sehingga lebih mudah keluar secara alami. Ikuti petunjuk penggunaan dengan cermat.

Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter THT?


Meskipun sebagian besar telinga kotor dapat ditangani di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis profesional. Jika seseorang mengalami gejala yang parah atau metode pembersihan mandiri tidak efektif, konsultasi dengan dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) sangat dianjurkan.

Segera temui dokter THT jika mengalami:

  • Sumbatan telinga yang parah dan tidak membaik dengan obat tetes telinga.
  • Nyeri telinga yang intens, tidak kunjung reda, atau semakin parah.
  • Adanya gejala infeksi, seperti keluarnya cairan dari telinga, demam, atau bau tidak sedap.
  • Penurunan pendengaran yang mendadak atau signifikan.
  • Pusing atau vertigo yang berulang.
  • Riwayat perforasi gendang telinga atau operasi telinga sebelumnya.

Dokter THT dapat melakukan prosedur pembersihan telinga yang aman dan efektif. Prosedur tersebut meliputi irigasi (pembilasan telinga dengan air hangat), penyedotan (suction), atau penggunaan alat khusus untuk mengangkat serumen secara manual.

Pencegahan Telinga Kotor Berulang


Mencegah penumpukan telinga kotor jauh lebih baik daripada mengobatinya. Beberapa langkah sederhana dapat diambil untuk mengurangi risiko penumpukan serumen yang berlebihan. Kebiasaan perawatan telinga yang baik adalah kunci.

Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Hindari memasukkan benda asing ke dalam telinga, termasuk cotton bud. Biarkan telinga membersihkan dirinya secara alami.
  • Bersihkan hanya area luar telinga dengan kain lembut setelah mandi.
  • Jika memiliki riwayat produksi serumen berlebih, pertimbangkan untuk menggunakan obat tetes telinga pelunak serumen secara berkala sesuai anjuran dokter.
  • Lakukan pemeriksaan telinga rutin ke dokter THT, terutama jika sering menggunakan alat bantu dengar atau earplug.


Sumber : halodoc.com

Senin, 16 Februari 2026

Ketindihan Menurut Medis: Penyebab, Gejala, Cara Atasi

Ketindihan Menurut Medis: Penyebab, Gejala, Cara Atasi

Senin, 16 Februari 2026

Ketindihan Menurut Medis: Penyebab, Gejala & Cara Atasi


Apa Itu Ketindihan?

Ketindihan, atau yang dalam dunia medis dikenal sebagai sleep paralysis, adalah suatu kondisi ketika seseorang mengalami kelumpuhan sementara saat sedang tidur atau bangun tidur. Kondisi ini terjadi ketika otak sudah aktif dan sadar, namun tubuh masih berada dalam fase relaksasi otot yang dalam.

Dalam fase tidur REM (Rapid Eye Movement), otot tubuh mengalami kelumpuhan sementara untuk mencegah gerakan fisik saat bermimpi. Ketindihan terjadi saat kesadaran muncul sebelum fase REM selesai sepenuhnya, sehingga tubuh masih terasa lumpuh.

Gejala Ketindihan yang Umum Terjadi

Gejala utama ketindihan adalah ketidakmampuan untuk bergerak atau berbicara selama beberapa detik hingga beberapa menit. Selain itu, gejala lain yang mungkin menyertai ketindihan meliputi:

  • Merasa seperti ada tekanan berat di dada.
  • Sulit bernapas atau merasa tercekik.
  • Mengalami halusinasi, baik visual (melihat sesuatu yang tidak nyata), auditori (mendengar suara-suara aneh), atau taktil (merasakan sentuhan).
  • Merasa sangat takut atau panik.

Penyebab dan Faktor Risiko Ketindihan Menurut Medis

Penyebab pasti ketindihan belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini:

  • Kurang tidur atau pola tidur yang tidak teratur.
  • Stres atau masalah kecemasan.
  • Posisi tidur telentang.
  • Gangguan tidur lain, seperti narkolepsi.
  • Efek samping obat-obatan tertentu.

Penting untuk diingat bahwa ketindihan bukanlah disebabkan oleh hal-hal mistis atau supranatural. Ini adalah fenomena medis yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Bagaimana Cara Mengatasi Ketindihan?

Meskipun ketindihan bisa menakutkan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan saat mengalaminya:

  • Tetap tenang dan sadari bahwa ini hanya sementara.
  • Fokus pada pernapasan yang dalam dan teratur.
  • Coba gerakkan bagian tubuh kecil, seperti jari tangan atau kaki.

Langkah-Langkah Pencegahan Ketindihan

Beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko mengalami ketindihan:

  • Memastikan tidur yang cukup, sekitar 6-8 jam setiap malam.
  • Menjaga jadwal tidur dan bangun yang teratur.
  • Menghindari posisi tidur telentang.
  • Mengelola stres dengan teknik relaksasi atau meditasi.
  • Menghindari konsumsi alkohol atau kafein sebelum tidur.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Ketindihan sesekali biasanya tidak berbahaya. Namun, jika ketindihan terjadi secara berulang dan mengganggu kualitas hidup, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, terutama dokter spesialis saraf. Dokter dapat membantu mencari penyebab yang mendasari dan memberikan penanganan yang tepat.



Sumber : halodoc.com

Sabtu, 14 Februari 2026

Gas Beracun Knalpot: Sumber Pencemaran Udara Utama!

Gas Beracun Knalpot: Sumber Pencemaran Udara Utama!

Sabtu, 14 Februari 2026

Gas Pencemar Asap Knalpot: Jenis & Dampaknya


Gas Pencemaran dari Asap Knalpot: Definisi dan Bahayanya

Asap knalpot kendaraan merupakan sumber utama polusi udara di perkotaan. Pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna menghasilkan berbagai gas pencemar yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Gas-gas ini, serta partikel-partikel halus, berkontribusi pada masalah pernapasan, penyakit jantung, dan perubahan iklim.

Gas Pencemaran Utama dari Asap Knalpot

Asap knalpot mengandung campuran kompleks gas dan partikel. Berikut adalah beberapa komponen utama dan dampaknya:

  • Karbon Monoksida (CO): Gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat beracun. Mengikat hemoglobin dalam darah, menghalangi pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh.
  • Nitrogen Oksida (NOx): Sekelompok gas yang meliputi nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2). Menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan berkontribusi pada pembentukan kabut asap serta hujan asam.
  • Hidrokarbon (HC): Senyawa organik volatil (VOC) yang dapat bereaksi dengan NOx di bawah sinar matahari, membentuk ozon permukaan yang berbahaya.
  • Sulfur Dioksida (SO2): Gas yang mengiritasi saluran pernapasan dan dapat memperburuk kondisi asma serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Karbon Dioksida (CO2): Gas rumah kaca utama yang berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim.
  • Partikel Halus (PM2.5): Partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan bahkan aliran darah, meningkatkan risiko penyakit pernapasan, kardiovaskular, dan kanker.

Dampak Kesehatan Akibat Gas Pencemaran Asap Knalpot

Paparan terhadap gas pencemaran dari asap knalpot dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit pernapasan atau jantung.

  • Masalah Pernapasan: Iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, asma, bronkitis.
  • Penyakit Kardiovaskular: Peningkatan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit jantung lainnya.
  • Kanker: Beberapa komponen asap knalpot bersifat karsinogenik dan dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru dan kanker lainnya.
  • Dampak Lainnya: Sakit kepala, pusing, iritasi mata, penurunan fungsi kognitif.

Penyebab Utama Gas Pencemaran dari Knalpot

Pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil (bensin dan solar) pada mesin kendaraan bermotor adalah penyebab utama emisi gas pencemaran dari knalpot. Faktor-faktor yang mempengaruhi emisi meliputi:

  • Usia dan kondisi kendaraan: Kendaraan yang lebih tua dan kurang terawat cenderung menghasilkan emisi lebih tinggi.
  • Jenis bahan bakar: Kualitas bahan bakar mempengaruhi efisiensi pembakaran dan emisi.
  • Kebiasaan mengemudi: Akselerasi mendadak dan pengereman yang keras dapat meningkatkan emisi.
  • Kepadatan lalu lintas: Kemacetan lalu lintas memperlambat kecepatan kendaraan dan meningkatkan waktu idle, yang keduanya meningkatkan emisi.

Cara Mengurangi Gas Pencemaran dari Knalpot

Mengurangi emisi gas pencemaran dari knalpot memerlukan tindakan dari individu, pemerintah, dan industri otomotif.

  • Perawatan Kendaraan Rutin: Pastikan kendaraan terawat dengan baik dan menjalani uji emisi secara teratur.
  • Penggunaan Transportasi Publik: Pertimbangkan menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
  • Kendaraan Rendah Emisi: Beralih ke kendaraan listrik atau hybrid yang menghasilkan emisi lebih rendah.
  • Eco-Driving: Menerapkan teknik eco-driving seperti menghindari akselerasi mendadak dan menjaga kecepatan konstan.
  • Kebijakan Pemerintah: Menerapkan standar emisi yang ketat, mempromosikan penggunaan transportasi publik, dan memberikan insentif untuk kendaraan ramah lingkungan.



Sumber : halodoc.com