Sabtu, 27 September 2025
Daging kambing dikenal sebagai makanan yang memiliki banyak kandungan nutrisi.
Daging kambing menjadi salah satu sajian khas Iduladha. Seperti diketahui, hari raya umat Islam yang satu ini memang dilakukan dengan memotong hewan kurban, seperti kambing, sapi, dan domba. Selepas acara pemotongan hewan kurban, perayaan dilanjutkan dengan mengolah daging.
Namun, tidak semua orang yang cukup berani untuk menikmati daging kambing. Salah satu hal yang dikhawatirkan adalah naiknya kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.
Memang, makanan yang satu ini merupakan sumber lemak jenuh. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan dengan cara yang tidak tepat, daging kambing bisa meningkatkan risiko penyakit kolesterol tinggi. Lantas, apa yang harus dilakukan?
Tips Sehat Mengolah Daging Kambing
Pada dasarnya, daging kambing merupakan makanan yang memiliki banyak kandungan gizi. Ini mungkin bisa menjadi kabar baik bagi pencinta kambing.
Dalam 100 gram kambing, setidaknya ada sekitar 150 kalori, 27 gram protein, serta 15 gram lemak. Jenis makanan ini juga kaya akan kandungan kalium, vitamin B12, zat besi, magnesium, selenium, serta omega-3.
Meski begitu, sisi lain dari makanan ini tetap harus diperhatikan.
Meski daging kambing kaya akan kandungan nutrisi, tetapi juga merupakan sumber lemak jenuh.
Makanan ini juga bisa meningkatkan risiko naiknya kadar kolesterol di dalam darah. Maka dari itu, jumlah asupan atau konsumsi daging ini perlu dibatasi.
Menurunkan Risiko Penyakit
Selain membatasi jumlah daging yang dikonsumsi, cara mengolah dan memasak makanan ini juga harus diperhatikan.
Ada beberapa hal penting serta tips agar tetap nyaman konsumsi daging kambing, di antaranya:
1. Porsi yang Pas
Berlebihan mengonsumsi makanan ini disebut bisa meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui porsi yang pas.
Agar terhindar dari risiko penyakit, konsumsi daging kambing atau daging merah lainnya disarankan sebanyak 1-2 porsi dalam seminggu.
Pastikan juga untuk memilih daging yang segar dan bersih.
2. Perbandingan Nutrisi
Mengonsumsi makanan ini memang bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun, bukan berarti harus dikonsumsi secara berlebihan.
Biar tubuh tetap nyaman dan tidak memicu penyakit, penting untuk mengetahui perbandingan nutrisi makanan sehingga tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Dalam 100 gram daging kambing matang terdapat 75 mg kolesterol. Namun, jumlah ini cenderung lebih sedikit dibandingkan dada ayam (85 mg kolesterol) dan daging sapi sirloin (90 mg kolesterol).
3. Mengolah dengan Tepat
Penting juga untuk mengetahui cara mengolah dan memasak daging dengan tepat. Jangan menggoreng kambing, sebab proses masak ini bisa menambahkan kadar lemak pada daging.
Sebagai gantinya, cobalah untuk mengolah daging dengan cara dibakar, dipanggang, disatai, atau dibuat sup.
Pastikan juga untuk membuang lemak pada daging sebelum mengolahnya.
4. Lengkapi dengan Sayuran
Jika tujuannya untuk menyantap daging kambing tanpa takut kolesterol naik, coba barengi dengan konsumsi sayuran dan buah.
Selain baik untuk mencukupi asupan serat, jenis makanan ini juga bisa melancarkan pencernaan dan mengurangi penyerapan kolesterol dari daging.
Selain daging kambing, terdapat daging sapi yang sering dikonsumsi masyarakat. Lantas, di antara keduanya, Lebih Sehat Mana, Daging Sapi atau Kambing?
Jika muncul gejala penyakit yang mirip dengan kolesterol tinggi, sebaiknya segera beristirahat.
Jika gejalanya parah, segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Apabila setelah mengonsumsi daging kambing merasa khawatir kolesterol tinggi, kamu bisa melakukan cek kolesterol untuk mengetahuinya.
Selain untuk mengetahui kadar kolesterol, tindakan tersebut juga dapat menjadi langkah preventif apabila kadar kolesterol yang kamu miliki cukup tinggi.
Sumber : halodoc.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar