Jumat, 26 September 2025

Waspada Jerawat di Leher, Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

| Jumat, 26 September 2025

Jum'at, 26 September 2025

Meskipun jarang, jerawat di leher bisa terjadi akibat kurang menjaga kebersihan di area tersebut.


Bukan hanya bisa muncul di wajah, jerawat juga bisa berkembang di bagian tubuh mana saja yang banyak memiliki kelenjar minyak, termasuk di leher. Meski begitu, kasus jerawat di leher tergolong jarang terjadi. 

Akan tetapi, setiap orang yang memiliki jerawat di wajah sebenarnya berisiko mengalami jerawat di leher. Ada berbagai penyebab masalah kulit ini bisa terjadi. 

Dengan mengetahui penyebabnya, kamu pun bisa memberikan pengobatan yang tepat. Yuk, simak penyebab dan cara mengobati jerawat di leher di sini!

Penyebab Jerawat di Leher

Jerawat bisa terjadi akibat pori-pori yang tersumbat. Sebum (minyak yang tubuh hasilkan untuk mencegah kulit kering), sel kulit mati, dan bakteri bernama P. acnes bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan munculnya jerawat.

Nah, jerawat di leher bisa terjadi karena pori-pori di bagian tubuh tersebut tersumbat.

Ada berbagai kemungkinan penyebabnya, antara lain:

  • Tidak membersihkan leher secara teratur, terutama setelah berkeringat.
  • Menggunakan produk yang mungkin menghalangi minyak di kulit kamu, seperti pelembap, riasan, tabir surya, atau bahkan produk rambut.
  • Mengenakan pakaian atau aksesori yang menggosok leher.
  • Memiliki rambut panjang yang bergesekan dengan leher. Jarang mencuci rambut yang panjang juga bisa menyebabkan jerawat di leher.
  • Menggunakan sampo, kondisioner, sabun mandi, atau sabun yang mengandung bahan yang berpotensi mengiritasi, seperti pewangi dan bahan kimia yang mendorong pembentukan busa.
  • Menggosok, menggaruk, atau mengelupas kulit terlalu agresif.

Kamu juga berisiko lebih tinggi mengalami jerawat di leher bila:

  • Mengalami fluktuasi hormon, terutama selama pubertas dan menstruasi.
  • Sedang stres.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan jerawat di leher.

Ketahui Cara Mengobatinya

Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mengobati jerawat di leher.

Untuk jerawat ringan, kamu bisa mengobatinya dengan perawatan rumahan dan produk obat yang bisa kamu dapatkan secara bebas.

Sedangkan jerawat yang lebih parah memerlukan penanganan oleh dokter kulit. 

1. Obat bebas untuk jerawat di leher

Produk obat bebas yang bisa mengobati jerawat di leher bisa tersedia dalam bentuk krim, gel, dan lain-lain.

Pastikan kamu menggunakannya sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label kemasan.

Berikut kandungan obat yang bisa membantu mengatasi masalah kulit yang mengganggu tersebut:

  • Benzoil peroksida: Ini membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi pembengkakan akibat masalah kulit tersebut.
  • Asam salisilat: kandungan ini membantu mengatasi jerawat di leher dengan cara mengurangi peradangan dan juga memicu pengelupasan kulit.
  • Sulfur: Kandungan ini bermanfaat sebagai antibakteri yang membunuh bakteri penyebab jerawat. 

Kamu juga bisa mengkombinasikan obat jerawat di atas dengan produk lain, seperti retinol dan asam alfa hidroksil.

Produk ini tidak menargetkan jerawat, tetapi bisa membantu obat jerawat bekerja lebih baik.

Selalu oleskan obat jerawat tipis-tipis secara merata pada jerawat dan kulit di sekitarnya. Ingat untuk mencuci tangan sebelum dan setelah menggunakan obat jerawat.

Bila kamu mengalami reaksi alergi, seperti rasa terbakar terus-menerus, ruam, atau kemerahan yang meningkat setelah menggunakan obat jerawat bebas, segera hentikan penggunaannya.

2. Perawatan rumahan

Selain menggunakan obat-obatan di atas, kamu juga perlu melakukan perawatan rumahan yang bisa membantu pemulihan jerawat di leher:

  • Bersihkan area leher dengan lembut dengan sabun dan air hangat dua kali sehari.
  • Terapkan kompres atau kain panas ke bagian tubuh tersebut selama 10–15 menit beberapa kali sehari untuk menarik kotoran yang terperangkap ke permukaan pori.
  • Hindari menyentuh, memencet, atau menggaruk jerawat dan kulit di sekitarnya.
  • Usahakan agar jerawat agar terhindar dari sinar matahari, angin, dan kondisi yang lembap
  • Longgarkan baju atau peralatan olahraga untuk menghindari tekanan pada jerawat dan kulit di sekitarnya.
  • Hindari mencukur seluruh area di sekitar jerawat sampai sembuh.

Beberapa orang juga menemukan bahwa minyak esensial yang terbuat dari tanaman herbal ampuh untuk mengatasi jerawat ringan, karena memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi.

Nah, minyak atsiri yang bisa mengobati jerawat meliputi:

  • Tea tree oil.
  • Evening primrose oil.
  • Rose oil.
  • Minyak cendana (sandalwood).
  • Lavender oil.

3. Obat resep

Bila obat bebas dan perawatan rumah tidak mampu mengatasi jerawat di leher, atau kamu memiliki jerawat yang lebih parah, dokter bisa meresepkan obat topikal.

Ini biasanya lebih kuat dan bisa bekerja di seluruh tubuh.

Dokter atau dokter kulit mungkin meresepkan obat berikut untuk jerawat parah atau kronis yang berbentuk nodular atau kistik:

  • Antibiotik oral.
  • Isotretinoin oral.
  • Obat pengontrol hormon.

Selain itu, dokter juga bisa merekomendasikan perawatan tambahan untuk jerawat parah atau kronis, seperti:

  • Operasi ekstraksi.
  • Chemical peeling.
  • Mikrodermabrasi.
  • Fototerapi.
  • Terapi laser

Cara Mencegah Jerawat di Leher

Jerawat di leher bisa terasa mengganggu dan menyakitkan. Karena itu, agar terhindar dari kondisi kulit tersebut, berikut langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan:

  • Bersihkan leher secara teratur dengan air hangat dan sabun hipoalergenik bebas pewangi.
  • Ganti pakaian yang kotor atau basah karena keringat dengan pakaian baru yang bersih.
  • Bersihkan leher setelah berolahraga atau banyak berkeringat.
  • Gunakan produk perawatan kulit yang bebas minyak dan non-comedogenic.
  • Pilih produk makeup atau kecantikan yang bebas dari bahan kimia, pengawet yang keras, paraben dan zat tambahan, seperti pewangi atau pewarna.
  • Bersihkan kuas makeup secara teratur dengan pembersih antimikroba.
  • Kenakan perhiasan leher yang bebas dari bahan yang berpotensi mengiritasi, seperti logam palsu, plastik agar tidak menekan atau mengiritasi leher.

 

Sumber : halodoc.com

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar