Jum'at, 29 Agustus 2025
Meskipun menghibur, menonton mukbang secara berlebihan dapat memiliki dampak negatif bagi kesehatan.

Mukbang adalah sebuah fenomena daring yang menampilkan seseorang ketika menyantap makanan dalam jumlah besar. Fenomena ini sudah lama menarik perhatian global, termasuk di Indonesia.
Mukban berasal dari Korea Selatan, adalah siaran daring (online broadcast) yang menampilkan seseorang makan dalam jumlah besar sambil berinteraksi dengan penonton. Istilah ini merupakan gabungan dari kata “meokneun” yang berarti makan dan “bangsong” yang berarti siaran.
Mau tahu asal usul, perkembangan, motivasi, dan tips menonton mukbang secara bijak? Berikut ulasannya!
Sejarah dan Perkembangan Mukbang
Mukbang pertama kali muncul di Korea Selatan pada akhir tahun 2000-an dan dengan cepat menjadi populer. Faktor-faktor seperti meningkatnya penggunaan internet berkecepatan tinggi dan popularitas platform video daring berkontribusi pada penyebarannya.
Kini, mukbang telah menjadi fenomena global dengan berbagai variasi dan adaptasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Motivasi di Balik Popularitas Mukbang
Beberapa faktor menjelaskan mengapa mukbang begitu populer:
- Kepuasan Visual: Menonton orang lain makan dengan lahap dapat memberikan kepuasan visual bagi sebagian orang.
- Teman Makan Virtual: Bagi sebagian orang, mukbang memberikan rasa kebersamaan dan menemani mereka saat makan sendirian.
- Hiburan: Mukbang seringkali dikemas dengan elemen hiburan, seperti komentar lucu atau tantangan makan.
- Rasa Penasaran: Penonton mungkin penasaran dengan jenis makanan tertentu atau bagaimana seseorang dapat makan dalam jumlah besar.
Dampak Mukbang bagi Kesehatan
Meskipun menghibur, menonton mukbang secara berlebihan dapat memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Berikut alasannya:
- Mendorong Pola Makan Tidak Sehat: Mukbang sering kali menampilkan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula. Hal ini dapat memengaruhi persepsi penonton tentang porsi makan yang sehat dan mendorong konsumsi berlebihan.
- Masalah Citra Tubuh: Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara menonton mukbang dan cookbang dengan persepsi negatif terhadap citra tubuh, terutama pada remaja. Hal ini dapat memicu masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.
- Obesitas: Frekuensi menonton mukbang dikaitkan dengan risiko overweight dan obesitas.
Tips Menonton Mukbang dengan Bijak
Berikut beberapa tips untuk menikmati mukbang tanpa mengorbankan kesehatan:
- Batasi Waktu Menonton: Tentukan batasan waktu untuk menonton mukbang dan hindari menontonnya setiap hari.
- Sadar Diri: Ingatlah bahwa apa yang kamu lihat di mukbang tidak selalu mencerminkan pola makan yang sehat.
- Fokus pada Hiburan: Nikmati mukbang sebagai hiburan semata, bukan sebagai panduan untuk makan.
- Imbangi dengan Gaya Hidup Sehat: Pastikan kamu tetap menjaga pola makan sehat dan berolahraga secara teratur.
Sumber : halodoc.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar