SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Sabtu, 05 Juni 2021

Kemarahan yang Sulit Dikendalikan Bisa Jadi Salah Satu Tanda Gangguan Mental, Apa Itu?

Sabtu, 05 Juni 2021 18:55:03

Kemarahan yang Sulit Dikendalikan Bisa Jadi Salah Satu Tanda Gangguan Mental, Apa Itu?

 

 

 

 

 

 

 

 

Marah merupakan emosi alami ketika seseorang menghadapi sebuah ancaman. Tetapi, marah bisa menjadi sebuah masalah ketika orang yang sedang mengalaminya tidak dapat mengontrol emosi tersebut.

Banyak hal memicu kemarahan, termasuk stres, masalah keluarga, dan masalah keuangan.

Kemarahan tidak terkendali bisa menjadi tanda sebuah gangguan mental tertentu, seperti gangguan bipolar atau depresi.

Dilansir Healthline, berikut beberapa kemungkinan penyebab masalah kemarahan terkait gangguan mental:

1. Depresi

Kemarahan bisa menjadi gejala depresi, yang ditandai dengan perasaan sedih dan kehilangan minat. Kondisi ini dapat berlangsung selama minimal dua minggu.

Gejala lain yang membarengi kemarahan termasuk sifat lekas marah, kehilangan energi, perasaan putus asa, dan pikiran untuk melukai diri sendiri atau bunuh diri.

2. Gangguan obsesif kompulsif

Gangguan obsesif kompulsif (OCD) merupakan gangguan kecemasan yang ditandai dengan pikiran obsesif dan perilaku kompulsif.

Penderita OCD memiliki pikiran, dorongan, atau gambaran yang tidak diinginkan dan menganggu yang membuat penderitanya melakukan sesuatu secara berulang. Jika tidak melakukannya, mereka berkeyakinan akan ada suatu hal buruk yang terjadi.

Studi 2011 menunjukkan kemarahan adalah gejala umum OCD, memengaruhi sekitar setengah penderita OCD.

Kemarahan dapat terjadi karena frustrasi dengan ketidakmampuan untuk mencegah pikiran obsesif dan perilaku kompulsif yang dialaminya. Atau bisa karena ada suatu halangan yang membuat penderitanya tidak dapat melakukan ritual mereka.

3. Gangguan bipolar

Gangguan bipolar adalah gangguan otak yang menyebabkan perubahan dramatis dalam suasana hati penderitanya.

Pergeseran suasana hati yang intens ini dapat berkisar dari mania hingga depresi, meskipun tidak semua penderita gangguan bipolar akan mengalami depresi.

Banyak orang dengan gangguan bipolar mungkin mengalami periode kemarahan, perasaan lekas marah, hingga mengamuk.

4. Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (GGHP)

Gangguan pemusatan perhatian hiperaktif (GGHP) atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan gejala seperti kurangnya perhatian, hiperaktif, dan atau impulsif.

Kemarahan dan temperamen pendek juga dapat terjadi pada pendeirta GGHP dari segala usia. Gejala lain selain kemarahan termasuk kegelisahan, masalah fokus, dan keterampilan manajemen waktu atau perencanaan yang buruk.

*Sumber: suara.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar