SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Rabu, 27 Januari 2021

Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi

Rabu, 27 Januari 2021 18:53:40

Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi

 

 

 

 

 

 

 

Saat bayi mengalami pilek orangtua kerap merasa bingung dan tak tahu apa yang harus dilakukan.

Hal ini terjadi karena bayi belum bisa meminum obat seperti orang dewasa. Biasanya, bayi yang mengalami pilek akan sering menangis karena mereka kesulitan bernapas.

Bayi yang mengalami pilek biasanya memiliki berbagai gejala selain menangis. Dikutip dari Medicalnewstoday gejala-gelaja tersebut meliputi:

- Bersin
- Batuk
- Mata merah
- Hilang nafsu makan
- Kesulitan tidur
- Kesulitan menyusui karena hidung tersumbat

Selain gejala di atas, biasanya bayi yang mengalami pilek memiliki gejala yang lebih serius dan dapat menyebabkan berbagai penyakit lain, di antaranya:

1. Flu

Biasanya bayi pilek juga diikuti dengan flu. Namun, dalam beberapa kasus juga diikuti gejala lain seperti muntah, diare, dan demam.

2. Croup

Gangguan lain yang terjadi saat pilek yaitu croup atau krup. Gangguan ini membaut infeksi saluran napas atas yang menghalangi pernapasan dan memiliki suara batuk parau. Bayi akan mengalami batuk yang keras dan menggonggong. Mereka mungkin juga mengalami kesulitan bernapas.

3. Batuk rejan

Batuk rejan, juga disebut pertusis, dimulai sebagai pilek, tetapi gejalanya bisa berubah setelah sekitar seminggu. Bayi mungkin mengalami batuk parah yang membuat mereka sulit bernapas. Batuk bisa membuat bayi menarik napas dalam-dalam segera setelah batuk.

4. Radang paru-paru (pneumonia)

Ketika bayi mengalami pilek, bisa juga berubah menjadi pneumonia. Biasanya gejala pneumonia meliputi:

- Muntah
- Berkeringat
- Demam tinggi
- Kulit memerah
- Batuk kuat, memburuk seiring waktu
- Sensitivitas perut

Bayi dengan pneumonia juga mungkin mengalami kesulitan bernapas. Mereka bisa bernapas lebih cepat dari biasanya, atau napas mereka terdengar sulit.

Dalam kasus yang parah biasanya, bibir atau jari bisa berubah menjadi kebiruan. Oleh karena itu harus segera mendapat pertolongan medis.

Pilek pada bayi harus segera diatasi. Hal ini karena bayi belum bisa melakukan perawatan pada diri sendiri sehingga pernapasannya akan sangat terganggu.

Di bawah ini terdapat beberapa cara rumahan yang dapat dilakukan orang tua untuk mengurangi pilek. Beberapa hal tersebut antara lain:

1. Membuat bayi selalu terhidrasi

Bayi harus diberi makan dan terhidrasi dengan baik saat mereka saat sedang pilek. Hal ini karena lendir dan demam dapat menghilangkan cairan dan elektrolit penting.

2. Membersihkan saluran hidung

Orangtua bisa membersihkan hidung bayi dengan semprit karet dapat membantu bayi bernapas lebih mudah. Hal lain yang dilakukan orang tua dapat menghisap cairan hidung agar pernapasan tidak tersumbat lagi.

3. Menggunakan pelembap

Orang tua bisa menggunakan pelembap lembut untuk melembabkan area di sekitar tempat tidur bayi. Hal ini dapat membantu mereka bernapas lebih baik dan mengurangi hidung tersumbat.

4. Memberikan uap pada bayi

Uap pada air panas mengalir selama 10-15 menit dapat mengeluarkan lendir pada hidung

5. Istirahat dengan cukup

Usahakan saat bayi mengalami pilek buat bayi mendapat istirahat yang cukup. Lalu hindari tempat umum agar penyembuhan semakin cepat.

Jika selama perawatan rumahan tidak kunjung sembuh. Usahakan hubungi dokter untuk mendapat penangan medis agar pilek lebih cepat sembuh.

*Sumber: suara.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar