SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Senin, 26 Oktober 2020

Musim Hujan, Waspadai 4 Penyakit Kulit Berikut

Senin, 26 Oktober 2020 07:00

Musim Hujan, Waspadai 4 Penyakit Kulit Berikut

Masyarakat akan menyambut libur panjang akhir pekan ini. Namun, jangan lupa pula bahwa kita sudah memasuki musim hujan.

Selain harus mewaspadai penyakit yang rawan menyerang tubuh, beberapa penyakit kulit juga rentan terjadi di musim hujan.

Direktur Medis dan Konsultan di Klinik Dermalogia, dr. Arini Astasari Widodo, SpKK menyebutkan, setidaknya ada empat penyakit kulit yang perlu diwaspadai:

1. Infeksi jamur

Infeksi jamur sebetulnya bisa saja terjadi di musim apapun. Namun lingkungan lembap di musim hujan membuat jamur bertambah banyak.

Infeksi jamur rentan terjadi di daerah tubuh seperti yang lembap dan banyak berkeringat, seperti kaki, sela paha, rambut, dan ketiak.

"Manifestasi jamur sebetulnya ada banyak dan jamur penyebab kelainan kulit dapat berbeda-beda," ungkap dr. Arini dalam sesi kulwap media, belum lama ini.

Jamur penyebab panu dan kutu air, misalnya, adalah jamur yang berbeda.

Pityrosporum folliculitis atau fungal acne juga dapat meningkat prevalensinya jika kelembapan tinggi, apalagi jika seseorang menggunakan bahan yang berminyak di punggung seperti minyak pijat.

2. Biang keringat

Kelembapan tinggi dan suhu panas juga rentan memicu biang keringat, terutama pada bayi dan anak.

Seperti panu dan pityrosporum folliculitis, biang keringat juga kerap terjadi di area punggung.
Alasannya, punggung merupakan area yang lembap dan sering berkeringat.

3. Hipersensitivitas akibat gigitan serangga

Prevalensi kondisi kulit seperti insect bite hypersensitivity atau hipersensitivitas akibat gigitan serangga juga meningkat di musim hujan.

Sebabnya, pada musim hujan kita cenderung lebih banyak menemukan serangga seperti nyamuk.

Sehingga selain lebih waspada dengan penyakit seperti demam berdarah, kondisi kulit ini juga perlu dicegah.

4. Alergi

Beberapa tipe alergi juga mungkin terjadi di musim hujan.

Di antaranya alergi suhu dingin dan alergi terhadap komponen atau eksim yang dipicu oleh komponen jamur (mold).

Manifestasi jamur lain yang juga sering terjadi di musim hujan adalah kurap, kudis, kutu air, dan keputihan.

Pencegahan

Secara umum, penyakit kulit yang rentan terjadi di musim hujan dapat dicegah dengan tindakan-tindakan berikut:

- Meningkatkan pengetahyan tentang penyakit kulit yang rentan muncul di musim hujan.

- Waspadai risiko penularan dari manusia, binatang, maupun tanah (untuk jamur).

- Menjaga kebersihan. Mandilah secara teratur, minimal dua kali sehari, mencuci tangan, menjaga kebersihan area bersama, hingga menghindari kelembapan berlebihan.

- Hindari keringat berlebih.

- Hindari terinfeksi.

- Hindari berbagi barang pribadi.
- Mengenakan pakaian yang menyerap keringat, segera mengganti baju setelah berkeringat dan mandi secara teratur, serta

- Segera obati orang sekitar yang terjangkit jamur.

*Sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar