PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Senin, 02 Februari 2026

Wajib Tahu, Ini 4 Organ Sistem Pernapasan pada Manusia

Wajib Tahu, Ini 4 Organ Sistem Pernapasan pada Manusia

Senin, 02 Februari 2026

Sistem pernapasan pada manusia berperan besar dalam pertukaran oksigen dan karbondioksida.


Sistem pernapasan pada manusia adalah organ dan jaringan yang membantu kamu bernapas. Ini termasuk saluran udara, paru-paru dan pembuluh darah.

Otot yang menggerakkan paru-paru juga merupakan bagian dari sistem pernapasan. Bagian-bagian ini bekerja sama untuk menggerakkan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan gas buang seperti karbon dioksida.

Sel-sel tubuh membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Salah satu produk limbah yang sel hasilkan adalah karbon dioksida.

Sistem pernapasan akan mengambil oksigen dari udara yang kamu hirup dan mengeluarkan karbon dioksida.

Yuk, ketahui lebih dalam tentang organ sistem pernapasan manusia berikut ini!

Bagian Sistem Pernapasan Manusia

Berikut struktur sistem pernapasan pada manusia yang perlu kamu ketahui:

1. Hidung (tungkai hidung)

Organ hidung merupakan tempat masuknya udara ke dalam sistem pernapasan. Selain itu, hidung berfungsi untuk menyaring, membersihkan, dan melembapkan udara yang masuk. 

Sel-sel rambut halus dalam hidung, membantu menangkap partikel debu dan mikroorganisme yang bisa merusak saluran pernapasan dengan bantuan lendir.

2. Faring (tenggorokan)

Tenggorokan atau faring adalah saluran udara dan makanan yang berfungsi sebagai titik pertemuan antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan.

Faring terletak di belakang hidung dan mulut, menghubungkan keduanya ke laring dan esofagus yang berada di belakangnya.

Bagian ini memungkinkan kamu untuk mengarahkan udara ke saluran pernapasan dan makanan ke saluran pencernaan.

3. Laring (kotak suara)

Bagian sistem pernapasan yang mengandung pita suara bernama laring. Laring terletak di leher, di antara faring dan trakea.

Fungsinya untuk menghasilkan suara melalui vibrasi pita suara saat udara melewatinya. 

4. Trakea (saluran napas)

Saluran udara ini  menghubungkan laring (kotak suara) dengan bronkus, yang masuk ke dalam paru-paru.

Trakea terletak di bawah laring, memanjang ke bawah sebelum bercabang menjadi dua bronkus yang menuju ke paru-paru. Trakea terletak di depan esofagus dan memanjang dari leher ke dada.

Organ ini memiliki cincin tulang rawan yang melapisi dindingnya. 

Cincin tulang rawan ini menopang struktur trakea selama proses inspirasi. Hal ini menjaga saluran udara tetap terbuka  sehingga aliran udara tetap lancar.

5. Bronkus

Bronkus adalah cabang-cabang trakea yang memasuki paru-paru. Saluran ini kemudian bercabang menjadi bronkiolus yang lebih kecil. 

Bronkus terletak tepat di bawah trakea di mana mereka bercabang ke kiri dan kanan menuju masing-masing paru-paru. 

Bronkiolus adalah cabang lanjutan dari bronkus yang menyebar di dalam jaringan paru-paru.

Bronkus dan bronkiolus membawa udara ke dalam paru-paru. Keduanya juga dilengkapi dengan rambut halus dan lendir yang berfungsi membersihkan udara dari partikel asing.

6. Paru-paru

Organ utama dalam sistem pernapasan yang bertanggung jawab atas pertukaran gas adalah paru-paru.

Di dalamnya, oksigen yang masuk dari udara akan darah ambil dan karbon dioksida yang dihasilkan oleh tubuh dibuang ke udara saat kita menghembuskan nafas.

7. Alveolus (alveoli)

Alveolus adalah struktur penting dalam paru-paru yang berbentuk seperti kantung udara kecil. Jika dilihat lebih dekat, alveoli menyerupai gugusan buah anggur.

Organ ini terletak di ujung bronkiolus dan merupakan tempat utama terjadinya pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida. Setiap paru-paru manusia memiliki sekitar 300 hingga 500 juta alveoli.

Bayangkan luas permukaan total alveoli jika dibentangkan, bisa mencapai luas lapangan tenis! Luasnya permukaan ini memungkinkan pertukaran gas terjadi dengan sangat efisien.

Struktur alveolus sangat mendukung fungsinya dalam pertukaran gas:

  • Dinding yang tipis: Dinding alveolus hanya terdiri dari satu lapisan sel epitel pipih. Ketipisan ini memungkinkan oksigen dan karbon dioksida berdifusi dengan cepat melintasi membran.
  • Jaringan kapiler yang padat: Alveolus dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat padat. Kedekatan antara alveolus dan kapiler memastikan bahwa setiap alveolus memiliki akses langsung ke aliran darah, sehingga oksigen dapat dengan mudah masuk ke dalam darah dan karbon dioksida dapat diambil.
  • Sel epitel alveolar tipe II: Sel ini menghasilkan surfaktan, zat yang mengurangi tegangan permukaan di dalam alveolus. Surfaktan mencegah alveolus kolaps (mengempis) saat kita menghembuskan napas, sehingga memudahkan proses pernapasan.

Urutan Sistem Pernapasan Manusia: Proses Lengkap

Proses pernapasan melibatkan serangkaian tahapan yang terkoordinasi dengan baik untuk memastikan oksigen masuk ke dalam tubuh dan karbon dioksida dikeluarkan.

Berikut adalah urutan lengkap sistem pernapasan pada manusia:

  1. Inspirasi (menghirup udara):
    • Udara masuk melalui hidung atau mulut. Hidung lebih disarankan karena memiliki kemampuan untuk menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara.
    • Udara bergerak melalui faring dan laring menuju trakea.
    • Trakea membawa udara ke bronkus kanan dan kiri.
    • Bronkus mengarahkan udara ke bronkiolus.
    • Bronkiolus membawa udara ke alveolus, tempat pertukaran gas terjadi.
  2. Pertukaran gas di alveolus:
    • Oksigen dari udara di alveolus berdifusi ke dalam kapiler darah yang mengelilingi alveolus.
    • Karbon dioksida dari darah berdifusi ke dalam alveolus untuk dikeluarkan saat ekspirasi.
  3. Ekspirasi (menghembuskan udara):
    • Otot diafragma dan otot interkostal relaksasi, mengurangi volume rongga dada.
    • Udara yang mengandung karbon dioksida didorong keluar dari alveolus, melalui bronkiolus, bronkus, trakea, laring, faring, dan akhirnya keluar melalui hidung atau mulut.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjaga kesehatan sistem pernapasan sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit pernapasan.

Kebiasaan hidup sehat seperti tidak merokok, menghindari polusi udara, dan menjaga kebersihan diri dapat membantu menjaga fungsi sistem pernapasan tetap optimal.

Cara Kerja Sistem Pernapasan

Cara kerja sistem pernapasan manusia adalah proses kompleks yang melibatkan beberapa tahapan. Berikut tahapan prosesnya:

1. Inspirasi (inhalasi)

Ketika seseorang bernafas, impuls saraf di otak menyebabkan otot-otot pernapasan, seperti diafragma dan otot antar-iga, berkontraksi. Kontraksi ini mengakibatkan peningkatan volume rongga dada.

Penurunan tekanan udara di dalam paru-paru menyebabkan udara mengalir ke dalam paru-paru melalui hidung atau mulut. Selama inspirasi, oksigen akan masuk ke dalam sistem pernapasan.

2. Transportasi oksigen

Oksigen yang masuk ke dalam paru-paru akan darah angkut melalui pembuluh darah paru-paru, yang kemudian menuju jantung.

Darah yang mengandung oksigen akan jantung pompa ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah.

3. Pertukaran gas di alveoli

Di dalam paru-paru, oksigen yang terbawa oleh darah memasuki alveoli, kantong-kantong kecil yang melapisi dinding paru-paru.

Pada dinding alveoli ini, terjadi pertukaran gas antara oksigen dalam alveoli dan darah dalam kapiler darah yang melapisi alveoli. 

Oksigen berdifusi ke dalam darah, sementara karbon dioksida, yang merupakan produk sampingan metabolisme sel, berdifusi keluar dari darah ke dalam alveoli.

4. Ekspirasi (ekshalasi)

Setelah oksigen terserap oleh darah, karbon dioksida yang darah bawa akan kembali ke paru-paru.

Impuls saraf dari otak menyebabkan otot pernapasan relaks, mengurangi volume rongga dada dan meningkatkan tekanan di dalam paru-paru.

Proses ini memaksa karbon dioksida keluar dari paru-paru dan menuju ke hidung atau mulut, sehingga kita dapat mengeluarkannya melalui proses ekspirasi.

5. Transportasi karbon dioksida

Karbon dioksida yang keluar dari paru-paru akan darah angkut dan bawa kembali ke jantung.

Darah yang mengandung karbon dioksida akan jantung pompa ke paru-paru, di mana karbon dioksida dapat dilepaskan melalui proses pertukaran gas di alveoli saat kita menghembuskan nafas.

Gangguan pada Sistem Pernapasan dan Cara Mencegahnya

Berbagai gangguan dapat memengaruhi sistem pernapasan, mulai dari infeksi ringan hingga penyakit kronis yang serius.

Beberapa gangguan umum pada sistem pernapasan meliputi:

  • Asma: Peradangan dan penyempitan saluran napas yang menyebabkan sulit bernapas, mengi, dan batuk.
  • Bronkitis: Peradangan pada lapisan bronkus yang menyebabkan batuk berdahak.
  • Pneumonia: Infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK): Kelompok penyakit paru-paru yang menyebabkan penyumbatan aliran udara di paru-paru, seperti emfisema dan bronkitis kronis.
  • Kanker paru-paru: Pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di paru-paru.

Untuk mencegah gangguan pada sistem pernapasan, beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:

  • Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok.
  • Menghindari paparan polusi udara.
  • Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan secara teratur.
  • Mendapatkan vaksinasi influenza dan pneumonia.
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan fungsi paru-paru.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara merupakan faktor risiko utama untuk penyakit pernapasan.

Mengurangi paparan polusi udara dapat membantu mencegah berbagai masalah pernapasan.



Sumber : halodoc.com

Sabtu, 31 Januari 2026

Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Vitamin D dan Cara Mengatasinya

Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Vitamin D dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 31 Januari 2026

Vitamin D juga berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan otot.


Vitamin D merupakan nutrisi penting untuk kesehatan tulang, otot, dan sistem kekebalan tubuh anak.

Kekurangan vitamin D pada anak dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga yang serius.

Penting bagi orang tua untuk mengenali ciri-ciri anak kekurangan vitamin D agar dapat segera diatasi.

Apa Itu Vitamin D dan Mengapa Penting untuk Anak?

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak yang membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor, yang penting untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat.

Vitamin D juga berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan otot.

Pada anak-anak, vitamin D sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang yang optimal.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan masalah seperti rakhitis, suatu kondisi yang menyebabkan tulang menjadi lunak dan lemah.

Ciri-Ciri Umum Anak Kekurangan Vitamin D

Pada banyak kasus, kekurangan vitamin D pada anak seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas.

Gejala yang muncul pun bisa bervariasi dan seringkali mirip dengan kondisi medis lainnya, seperti kelelahan atau kurang tidur.

Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai beberapa ciri umum yang mungkin mengindikasikan kekurangan vitamin D pada anak.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri anak kekurangan vitamin D yang sering dilaporkan:

  1. Nyeri dan kelemahan otot: Anak mungkin mengeluh otot terasa lemah, kram, atau sakit di sekitar tulang.
  2. Sering lelah dan lesu: Anak tampak lebih cepat lelah, kurang berenergi, mudah mengantuk, atau tidak bersemangat seperti biasanya.
  3. Pertumbuhan lambat atau terlambat: Pertumbuhan tinggi badan anak mungkin lebih lambat dibandingkan dengan teman seusianya.
  4. Nyeri pada tulang dan sendi: Anak mungkin mengeluh sakit pada tulang, pinggul, kaki, atau punggung.
  5. Rakhitis: Kekurangan vitamin D yang parah dapat menyebabkan rakhitis, di mana tulang menjadi lunak dan bengkok, terutama terlihat pada kaki yang berbentuk “O” atau “X”.
  6. Fontanelle lambat menutup pada bayi: Pada bayi, tulang tengkorak yang lembut mungkin terlambat menutup.
  7. Keterlambatan perkembangan motorik: Bayi dan balita mungkin mengalami keterlambatan dalam mencapai tonggak perkembangan motorik seperti duduk, merangkak, atau berjalan.
  8. Mudah Sakit: Karena vitamin D penting untuk sistem kekebalan tubuh, kekurangan vitamin ini dapat meningkatkan risiko infeksi seperti batuk pilek berulang.

Gejala Serius Kekurangan Vitamin D

Dalam kasus yang jarang terjadi, kekurangan vitamin D yang parah dapat menyebabkan gejala yang lebih serius, seperti:

  • Kejang atau Spasme Otot: Akibat kadar kalsium darah yang rendah.
  • Fraktur (Tulang Mudah Patah): Karena tulang menjadi sangat lemah.

Pahami Dosis dan Aturan Pakai Vitamin D yang aman untuk tubuh!

Penyebab Anak Kekurangan Vitamin D

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak kekurangan vitamin D, di antaranya:

  • Kurangnya paparan sinar matahari: Tubuh memproduksi vitamin D saat kulit terpapar sinar matahari. Anak-anak yang menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan atau tinggal di daerah dengan sedikit sinar matahari berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin D.
  • Asupan vitamin d yang tidak cukup: Vitamin D dapat diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak, telur, dan produk susu yang diperkaya. Anak-anak yang tidak mengonsumsi makanan ini dalam jumlah yang cukup berisiko kekurangan vitamin D.
  • Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis, seperti penyakit Crohn, penyakit seliak, dan fibrosis kistik, dapat mengganggu penyerapan vitamin D.
  • Obesitas: Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak, yang berarti dapat disimpan di dalam sel-sel lemak. Anak-anak yang mengalami obesitas mungkin memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah dalam darah karena vitamin D “terperangkap” di dalam sel-sel lemak.

Diagnosis Kekurangan Vitamin D?

Jika si kecil menunjukan gejala kekurangan vitamin D, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin memesan tes darah untuk mengukur kadar vitamin D anak kamu.

Kadar vitamin D yang rendah dalam darah menunjukkan kekurangan vitamin D.

Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin D pada Anak

Pengobatan untuk kekurangan vitamin D pada anak meliputi:

  • Suplemen vitamin d: Dokter mungkin akan meresepkan suplemen vitamin D untuk membantu meningkatkan kadar vitamin D anak kamu. Dosis suplemen akan tergantung pada usia anak kamu, tingkat keparahan kekurangan vitamin D, dan kondisi medis lainnya.
  • Perubahan pola makan: Dorong anak kamu untuk mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D, seperti ikan berlemak (salmon, tuna, mackerel), telur, dan produk susu yang diperkaya.
  • Paparan sinar matahari: Usahakan agar anak kamu mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Paparan sinar matahari selama 10-15 menit beberapa kali seminggu biasanya sudah cukup untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D. Namun, penting untuk diingat untuk selalu menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit anak kamu dari kerusakan akibat sinar matahari.

Pencegahan Kekurangan Vitamin D pada Anak

Ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mencegah kekurangan vitamin D pada anak, di antaranya:

  • Pastikan asupan vitamin d yang cukup: Berikan anak kamu makanan yang kaya vitamin D atau suplemen vitamin D sesuai dengan rekomendasi dokter.
  • Ajak anak bermain di luar ruangan: Dorong anak kamu untuk menghabiskan waktu di luar ruangan setiap hari, terutama di pagi hari saat sinar matahari belum terlalu terik.
  • Konsultasi dengan dokter: Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang kadar vitamin D anak kamu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, bayi berusia 0-12 bulan membutuhkan asupan vitamin D sebanyak 400 IU per hari, sedangkan anak-anak berusia 1-18 tahun membutuhkan 600 IU per hari.

WHO juga merekomendasikan suplementasi vitamin D untuk kelompok risiko tinggi, seperti bayi yang hanya mendapat ASI eksklusif dan anak-anak dengan obesitas.



Sumber : halodoc.com