PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Sabtu, 10 Januari 2026

Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Ini 6 Manfaat Singkong yang Harus Diketahui

Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Ini 6 Manfaat Singkong yang Harus Diketahui

Sabtu, 10 Januari 2026

“Singkong adalah salah satu tanaman pangan lokal yang kaya akan karbohidrat dan menjadi sumber gizi penting bagi kesehatan tubuh.”


Di balik kesederhanaannya, singkong ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Tidak hanya sebagai makanan pokok yang terjangkau, singkong juga kaya akan kandungan gizi yang penting bagi tubuh, mulai dari karbohidrat, serat, hingga berbagai mineral esensial. 

Nah, mau tahu apa saja kandungan vitamin dan nutrisi yang terkandung dalam singkong berserta manfaatnya? Berikut ulasannya!

Kandungan Gizi pada Singkong

Berikut adalah beberapa kandungan gizi utama dalam singkong per 100 gram singkong mentah: 

  • Karbohidrat: Singkong kaya akan karbohidrat kompleks, yang bisa menjadi sumber energi tahan lama. Terdapat sekitar 38 gram karbohidrat
  • Serat: Singkong mengandung sekitar 1.8 gram serat, yang membantu pencernaan dan mendukung kesehatan usus. 
  • Protein: Terdapat sekitar 1.4 gram protein. 
  • Lemak:  Lemak dalam jumlah sangat kecil, sekitar 0,3 gram.
  • Vitamin C: Singkong mengandung vitamin C dalam jumlah cukup, sekitar 20,5 mg.
  • Kalsium dan fosfor: Singkong juga mengandung kalsium dan fosfor yang dapat mendukung kesehatan tulang dan gigi. 
  • Kalium: Kandungan kalium pada singkong cukup tinggi, sekitar 271 mg, dan berperan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta mendukung fungsi jantung yang sehat. 
  • Antioksidan: Singkong juga mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid dan polifenol. Zat ini bermanfaat untuk melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan dalam tubuh. 

Manfaat Singkong Bagi Kesehatan Tubuh

Singkong tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan pokok, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang penting bagi tubuh. Berikut beberapa manfaat singkong untuk kesehatan tubuh:

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Singkong mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup. Ini menjadikannya sebagai makanan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melawan infeksi, dan membantu penyembuhan luka.

2. Sumber energi yang baik

Singkong mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi dan menjadikannya sebagai sumber energi yang tahan lama. Singkong dapat menjadi pilihan bagi kamu yang membutuhkan suplai energi untuk aktivitas fisik sepanjang hari. 

3. Baik untuk sistem pencernaan

Singkong kaya akan serat dan dapat membantu memperlancar sistem pencernaan, mencegah sembelit, dan mendukung kesehatan usus secara keseluruhan. 

4. Meningkatkan kesehatan jantung

Kandungan kalium yang tinggi dalam singkong dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur tekanan darah, dan mendukung kesehatan jantung jika dikonsumsi dengan jumlah yang cukup. 

5. Mendukung kesehatan kulit

Vitamin C dalam singkong juga bisa berperan dalam produksi kolagen yang penting untuk kesehatan kulit. Vitamin C pada singkong dapat membantu menjaga kulit tetap sehat, mencegah kerutan, dan mempercepat penyembuhan luka. 

6. Membantu mengelola berat badan

Serat pada singkong tidak hanya mendukung pencernaan, tetapi juga memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu dalam mengelola berat badan dan mengurangi keinginan makan berlebih. 

Apa Kata Studi Tentang Singkong?

Sebuah studi berjudul Cassava (Manihot esculenta Crantz): A Systematic Review for the Pharmacological Activities, Traditional Uses, Nutritional Values, and Phytochemistry (2023) menunjukkan, singkong memberikan berbagai efek kesehatan seperti antibakteri, antikanker, antidiabetes, antidiare, antiinflamasi, hipokolesterolemik, serta sifat penyembuhan luka. 

Tips Konsumsi Singkong yang Aman dan Optimal

Meskipun singkong memiliki banyak manfaat kesehatan, penting untuk mengonsumsinya dengan aman dan optimal.

Singkong mentah mengandung senyawa sianida yang dapat berbahaya bagi tubuh. Berikut adalah beberapa tips konsumsi singkong yang perlu diperhatikan:

  • Pilih singkong yang segar: Pilih singkong yang segar dan tidak berlendir atau berjamur.
  • Kupas dan cuci bersih: Kupas kulit singkong dengan bersih dan cuci dengan air mengalir.
  • Masak dengan benar: Masak singkong hingga matang sempurna untuk menghilangkan senyawa sianida. Perebusan, pengukusan, atau pemanggangan adalah metode yang baik.
  • Konsumsi dalam jumlah moderat: Konsumsi singkong dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang.
  • Variasikan dengan sumber karbohidrat lain: Jangan hanya mengandalkan singkong sebagai satu-satunya sumber karbohidrat. Variasikan dengan sumber karbohidrat lain seperti nasi merah, ubi jalar, atau jagung.

Apakah Nasi Tiwul Sehat?

Nasi tiwul adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong yang dikeringkan dan ditumbuk.

Sebagai salah satu sumber karbohidrat alternatif, banyak orang bertanya-tanya, apakah nasi tiwul sehat

Jawabannya adalah, ya, nasi tiwul bisa menjadi pilihan yang sehat, terutama jika dikonsumsi dengan cara dan porsi yang tepat.

Keunggulan Kesehatan Nasi Tiwul

Berikut beberapa kelebihan nasi tiwul:

  • Indeks glikemik rendah: Studi menunjukkan bahwa tiwul memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah, sekitar 34-37. Ini berarti karbohidrat dalam tiwul dicerna lebih lambat, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
  • Kaya serat dan pati resisten: Tiwul mengandung serat dan pati resisten yang baik untuk kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
  • Mengandung mikronutrien: Tiwul mengandung berbagai mikronutrien penting seperti kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B kompleks, dan vitamin C.
  • Alternatif karbohidrat: Tiwul dapat menjadi alternatif pengganti nasi bagi mereka yang mencari variasi makanan pokok.
  • Potensial untuk diet dan diabetes: Karena indeks glikemiknya rendah dan kandungan seratnya tinggi, tiwul berpotensi menjadi pilihan yang baik untuk individu yang sedang diet atau penderita diabetes.
  • Manfaat jangka panjang: Beberapa klaim menyebutkan bahwa tiwul mengandung asam butirat yang dapat menekan pertumbuhan sel kanker, serta pati resisten yang menyehatkan pencernaan.

Keterbatasan & Risiko Nasi Tiwul

Berikut keterbatasan dan risiko nasi tiwul yang terbuat dari singkong:

  • Kalori bervariasi: Kandungan kalori dalam tiwul bisa bervariasi tergantung pada cara pengolahan dan bahan tambahan. Tiwul instan mungkin memiliki kalori yang lebih tinggi dibandingkan tiwul tradisional.
  • Kandungan protein rendah: Tiwul tidak mengandung protein dalam jumlah yang signifikan. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsinya dengan lauk yang kaya protein.
  • Perlu pendampingan gizi: Sebagai sumber karbohidrat, tiwul sebaiknya dikonsumsi bersama dengan sayuran dan lauk-pauk bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara lengkap.
  • Produk instan: Tiwul instan mungkin mengandung garam atau bahan tambahan lainnya. Selalu periksa label nutrisi sebelum mengonsumsinya.

Tips Konsumsi Tiwul yang Sehat

Ini tips yang bisa kamu ikuti:

  • Perhatikan porsi: Konsumsi tiwul dalam porsi yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang.
  • Kombinasikan dengan sumber protein dan sayuran: Padukan tiwul dengan lauk kaya protein seperti ikan, ayam, atau tahu, serta sayuran hijau untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
  • Pilih tiwul tradisional: Jika memungkinkan, pilih tiwul yang diolah secara tradisional tanpa bahan tambahan.
  • Batasi konsumsi tiwul instan: Jika memilih tiwul instan, perhatikan kandungan garam dan bahan tambahan lainnya.
  • Konsultasi dengan ahli gizi: Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, konsultasikan dengan ahli gizi untuk menentukan porsi dan frekuensi konsumsi tiwul yang sesuai.


Sumber : halodoc.com

Jumat, 09 Januari 2026

Fakta Gizi Kepiting dan 7 Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Fakta Gizi Kepiting dan 7 Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Jum'at, 09 Januari 2026

Kepiting memiliki beragam nutrisi dan memberikan banyak manfaat untuk kesehatan.


Kepiting adalah sejenis hewan krustasea yang hidup di perairan laut dengan ciri khas cangkang keras yang melindungi tubuhnya. Hewan ini memiliki sepasang cakar yang kuat yang berguna untuk bergerak, mencari makan, dan melindungi diri dari predator. 

Kepiting terkenal sebagai makanan lezat dan populer di berbagai masakan laut di seluruh dunia. Kepiting memiliki daging yang lezat, terutama pada bagian kaki dan daging tubuhnya. 

Namun, biota laut ini nyatanya tak cuma lezat, tetapi konsumsinya juga bermanfaat bagi kesehatan. 

Lantas, apa manfaat makan kepiting? Simak informasinya berikut ini. 

Fakta Gizi Kepiting

Dalam 100 gram kepiting, terkandung sejumlah nutrisi penting yang tubuh butuhkan, yaitu: 

  • Kalori: 151.
  • Protein: 13,8 gram.
  • Lemak: 3,8 gram.
  • Fosfor: 250 miligram.
  • Kalsium: 210 miligram.
  • Vitamin A: 61 mikrogram.
  • Vitamin B1: 0,05 mikrogram.
  • Kolesterol: 78 miligram.

Nah, secara umum, ada beberapa fakta gizi hewan laut ini terkait kandungan nutrisinya, meliputi:

1. Protein

Kepiting mengandung jumlah protein yang tinggi. Penting untuk diketahui, protein adalah nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan jaringan tubuh, pertumbuhan otot, dan fungsi tubuh yang optimal.

2. Kalori

Kepiting relatif rendah kalori, ketimbang daging merah. Namun, nilai kalori dapat bervariasi tergantung pada bagian tubuh kepiting yang kamu dan keluargamu konsumsi dan cara memasaknya.

3. Lemak

Kepiting mengandung lemak yang relatif rendah, terutama lemak jenuh. 

4. Vitamin dan mineral

Fakta gizi kepiting selanjutnya adalah kepiting sebagai sumber beberapa vitamin dan mineral penting. Contohnya seperti vitamin B12, vitamin C, selenium, dan zat besi. Vitamin B12 ini berperan dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf. 

Sementara itu, vitamin C dan selenium berperan sebagai antioksidan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

5. Omega-3

Kepiting mengandung jumlah omega-3 yang baik, terutama asam lemak omega-3 EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam docosahexaenoic). Omega-3 merupakan lemak sehat yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi otak yang baik.

Selain nutrisi di atas, manfaat kepiting juga berasal dari asam folat, kalsium, magnesium, zat besi, selenium, mangan, yodium, zinc, vitamin B kompleks, serta omega-3.

Mengonsumsi 100 gram kepiting sudah dapat memenuhi 45 persen kebutuhan omega-3 harian tubuh. Nutrisi tersebut efektif membantu melancarkan aliran dan sirkulasi darah di dalam tubuh. 

Hal ini membuat kepiting termasuk sebagai salah satu makanan sehat yang dapat menjadi pilihan menu harian. 

Manfaat Kepiting bagi Kesehatan Tubuh

Apa manfaat makan kepiting? Berkat kandungan nutrisinya, berikut beberapa manfaat yang dapat kamu peroleh dari konsumsi kepiting:

1. Menjaga kesehatan tulang

Tulang memiliki fungsi penting, yakni sebagai penopang tubuh. Untuk menjaga fungsi pentingnya, kamu bisa mengonsumsi makanan tertentu, salah satunya, ya, kepiting ini.

Sebab di dalam kepiting mengandung zat fosfor yang dapat membantu mencegah osteoporosis dan radang sendi di masa depan.

2. Menjaga kesehatan jantung

Apa manfaat makan kepiting? Kandungan asam lemak omega-3 pada kepiting mampu meningkatkan sel antiradang yang berfungsi untuk menyeimbangkan kadar kolesterol. Kegunaan lainnya, yakni menurunkan tekanan darah, sehingga risiko serangan jantung bisa menurun.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Kepiting mengandung selenium yang berfungsi untuk menangkal serangan berbagai penyakit. Cara kerjanya dengan meningkatkan produksi antioksidan dan membunuh patogen penyebab penyakit. 

Selain itu, antioksidan juga efektif menetralisir racun akibat radikal bebas.

Selain dari konsumsi makanan sehat seperti kepiting, pastikan juga untuk menjaga kekebalan tubuh dengan konsumsi vitamin dan suplemen.

4. Melancarkan sirkulasi darah

Apa manfaat makan kepiting? Kandungan tembaga di dalam daging kepiting dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh. Nutrisi tersebut berperan dalam mengontrol penyebaran oksigen dalam tubuh. 

Menurut data kesehatan dari Harvard School of Public Health, tembaga penting untuk membantu kerja berbagai enzim di dalam tubuh. Termasuk memecah dan menyerap zat besi, serta membangun sel darah merah, kolagen, jaringan ikat, dan neurotransmiter otak. 

Tembaga juga mendukung perkembangan otak normal dan fungsi kekebalan tubuh. Nah, mineral ini merupakan komponen superoksida dismutase, enzim antioksidan yang membongkar “radikal bebas” oksigen berbahaya. Tembaga diserap di usus kecil dan ditemukan terutama di tulang dan jaringan otot.

Selain itu, kandungan zat besi di dalam hewan ini dapat membantu produksi sel darah merah dan mencegah lelah berlebihan. 

5. Menjaga kesuburan organ reproduksi

Manfaat konsumsi hewan ini berasal dari kandungan zinc di dalamnya. Kegunaannya bagi wanita adalah menjaga siklus menstruasi agar tetap teratur.

Sementara bagi pria, kandungan zink di dalam kepiting dapat meningkatkan kesuburan. Jenis mineral ini berperan dalam melindungi sperma dari paparan bakteri. 

6. Mencegah anemia

Apa manfaat makan kepiting? Vitamin B12 dan folat pada seafood ini membantu mengurangi risiko anemia defisiensi vitamin. Orang dengan anemia defisiensi vitamin tidak memiliki cukup sel darah merah sehat. Nah, hal ini membuat mereka cepat merasa lelah. 

Mengonsumsi kepiting dapat meningkatkan produksi sel darah merah. Meski begitu, penting untuk kamu dan anggota keluargamu berdiskusi dengan dokter terkait porsi konsumsinya yang sesuai.

7. Menutrisi otak

Orang yang mengonsumsi makanan laut, seperti kepiting, setidaknya sekali seminggu memiliki risiko demensia dan penyakit Alzheimer yang lebih rendah. Perlindungan ini mungkin berasal dari asam lemak omega-3 tingkat tinggi dalam produk makanan laut.

Kandungan nutrisi lain seperti selenium, vitamin B2, dan tembaga tidak hanya meningkatkan fungsi otak tetapi juga meningkatkan aktivitas mental. Aktivitas mental maksudnya adalah membuat tubuh dan pikiran tidak gampang stres. 

Itulah sejumlah manfaat kepiting dan fakta gizinya bagi kesehatan tubuh.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Kepiting

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi kepiting:

  • Kepiting mengandung purin yang cukup tinggi, sehingga perlu dibatasi terutama bagi penderita asam urat.
  • Bagi orang dengan riwayat alergi makanan laut, kepiting dapat memicu reaksi alergi seperti gatal, ruam, atau sesak napas.
  • Kepiting mengandung kolesterol, sehingga konsumsinya perlu diperhatikan oleh penderita kolesterol tinggi atau penyakit jantung.
  • Pastikan kepiting dalam kondisi segar dan dimasak hingga matang untuk mencegah keracunan makanan atau infeksi bakteri.
  • Hindari pengolahan dengan banyak garam, santan, atau minyak berlebih agar tetap sehat.
  • Ibu hamil, penderita gangguan ginjal, atau penyakit tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kepiting.



Sumber : halodoc.com