SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Rabu, 21 Juli 2021

Pendidikan Anak Berpengaruh pada Kesehatan Mental dan Fisik Orang Tua

Rabu, 21 Juli 2021 17:45:28

Studi: Pendidikan Anak Berpengaruh pada Kesehatan Mental dan Fisik Orangtua

 

 

 

 

 

 

 

Keberhasilan atau kegagalan pendidikan anak dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental orangtua mereka. Hal ini dinyatakan dalam studi yang telah diterbitka pada Journal of Gerontology: Social Sciences.

Melansir dari Medicinenet, pada studi ini para peneliti dari University at Buffalo di New York menganalisis data dari National Longitudinal Study of Adolescent to Adult Health Amerika Serikat yang dimulai sejak tahun 1994 hingga sekarang.

Mereka menyimpulkan bahwa pendidikan bisa merugikan kesehatan dan gejala depresi yang dilaporkan sendiri oleh orangtua jika tidak ada anak mereka yang menyelesaikan kuliah dengan baik.  

"Hasil kesehatan mental negatif dari orangtua sebenarnya adalah temuan terkuat kami," kata rekan penulis studi Christopher Dennison, asisten profesor sosiologi.

Menurut rekan penulis studi Kristen Schultz Lee, hasil penelitisn ini sangat penting mengingat meningkatnya kesenjangan pendidikan di Amerika Sertikat dalam beberapa dekade terakhir.

"Kami tahu bagaimana pendidikan kita sendiri berdampak pada kesehatan kita sendiri, pendidikan orangtua berdampak pada anak-anak mereka, sekarang kami mencoba untuk menambah pemahaman itu dengan menjelaskan bagaimana pendidikan anak dapat berdampak pada orang tua mereka," ujar Lee yang juga  seorang profesor di departemen sosiologi universitas. 

"Satu hal yang saya pikir sangat menarik tentang temuan ini adalah bahwa orangtua yang kurang mampu tampaknya paling diuntungkan jika seorang anaknya memiliki gelar sarjana," kata Lee.

Penelitian ini tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat. Namun sejumlah faktor dapat menjelaskan hubungan antara prestasi pendidikan anak dan kesehatan orangtuanya.

"Orangtua yang anaknya memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah mungkin menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengkhawatirkan anak-anak mereka. Itu memiliki implikasi negatif bagi kesehatan mental dan kesehatan penilaian diri mereka sendiri," kata Lee.

Anak-anak tanpa gelar mungkin membutuhkan lebih banyak bantuan dari orangtua mereka dan juga kurang mampu memberikan bantuan jika diperlukan sebagai imbalannya.

"Kemungkinan lain adalah bahwa anak-anak yang berpendidikan mungkin melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk membantu orangtua mereka menjalani kehidupan yang lebih sehat," imbuhnya.

*Sumber: suara.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar