SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Kamis, 24 Juni 2021

Waspada, Kebiasaan Orangtua Ini Picu Anak Tidak Mau Makan Buah dan Sayur

Kamis, 25 Juni 2021 18:24:00

Waspada, Kebiasaan Orangtua Ini Picu Anak Tidak Mau Makan Buah dan Sayur

 

 

 

 

 

 

 

Memastikan kecukupan nutrisi pada anak kerap jadi tantangan para orangtua. Apalagi jika anak sudah melakukan aksi gerakan tutup mulut (GTM) dan tidak mau makan buah dan sayur.

Padahal, buah dan sayur jadi salah satu nutrisi penting, agar kecukupan vitamin pada anak bisa terpenuhi. Lalu, apa yang harus dilakukan orangtua?

Menanggapi ini, dokter sekaligus pakar nutrisi, Dr. dr. Tan Shot Yen, meminta orangtua untuk lebih perhatian pada anak, caritahu apakah fisiknya si anak dalam keadaan baik.

Mengingat, anak kerap belum bisa bicara atau tidak mampu mengekspresikan apa yang dirasakannya.

"Punya masalah fisik nggak anaknya? Misalnya belum buang air besar (BAB), perut kembung, apakah ia mual, gigi mau tumbuh, selaiknya orang sariawan. Maka orangtua perlu bertoleransi saat mulut anak sariawan. Atau bisa juga di lidah ada putih-putih, yang berarti ada jamur di dalam rongga mulutnya," papar dr. Tan dalam diskusi di Live Instagram, Sabtu (19/6/2021).

Sehingga, kata dr. Tan, aksi GTM pada buah dan sayur, bukan berarti anak tidak menyukai makanan tersebut. Itulah mengapa, jika ada perilaku anak yang tidak seperti biasanya, disarankan menjalani pemeriksaan medis oleh dokter.

Sedangkan apabila anak terbukti benar tidak suka buah dan sayur, dr. Tan menduga bisa jadi memang orangtua tidak memberikan contoh. Misalnya orangtua kerap tidak duduk bersama anak saat waktu makan, dan memperlihatkan orangtuanya memakan buah dan sayur.

"Jadi selama ini dia makan sendirian sambil disuapi, sedangkan orangtua tidak makan. Alhasil si anak membuat pakem atau aturan makannya sendiri," pungkas dr. Tan.

*Sumber: suara.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar