SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Jumat, 12 Februari 2021

Kerap Dianggap Bakteri Baik, Ternyata Probiotik Tak Beri Manfaat Signifikan

Jum'at, 12 Februari 2021 18:18:11

Kerap Dianggap Bakteri Baik, Ternyata Probiotik Tak Beri Manfaat Signifikan

 

 

 

 

 

 

 

Selama ini banyak yang meyakini bahwa probiotik sebagai bakteri baik yang memiliki peranan baik untuk kesehatan usus. Probiotik ini biasanya didapatkan di dalam produk seperti yogurt, makanan atau minuman fermentasi, atau bahkan suplemen.

Baru-baru ini, penelitian yang dilakukan oleh American Gastroenterological Association (AGA) menyatakan bahwa apa yang disebut bakteri baik itu sebenarnya tidak banyak membantu dalam memperbaiki kesehatan usus.

Menurut hasil penelitian juga disebukan bahwa probiotik tidak banyak membantu dalam mencegah kondisi pencernaan seperti penyakit radang usus kronis atau Crohn, kolitis ulserativa, dan sindrom iritasi usus besar (IBS).

"Untuk sebagian besar penyakit pencernaan yang kami pelajari, saat ini tidak ada cukup bukti untuk merekomendasikan penggunaan probiotik," kata seorang ahli gastroenterologi anak di Texas Medical Center dan juru bicara AGA Geoffrey Preidis, dikutip dari Medical Daily.

Penelitian itu juga menyoroti konsumsi probiotik yang dilakukan publik ternyata tidak ditemukan manfaat yang signifikan.

"Karena para peneliti telah belajar lebih banyak tentang peran bakteri usus (microbiome), probiotik menjadi lebih populer karena menjanjikan alternatif dan cara yang relatif mudah untuk mengubah dan meningkatkan kesehatan usus," kata Grace L. Su, seorang profesor kedokteran dan kepala gastroenterologi di Universitas Michigan, Ann Arbor.

Su menyayangkan, produk probiotik tidak diatur seperti obat farmasi lainnya dan konsumen sering diberi informasi yang menyesatkan.

"Industri ini sebagian besar tidak diatur dan pemasaran produk sering diarahkan langsung pada konsumen tanpa memberikan bukti efektivitas langsung dan konsisten. Ini telah menyebabkan meluasnya penggunaan probiotik dengan bukti membingungkan untuk kemanjuran klinis," bunyi pedoman kesehatan baru yang disusun Grace L. Su dan para pakar lainnya.

Karena itu, para peneliti menyarankan, jika ingin mengonsumsi probiotik, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

*Sumber: suara.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar