Kamis, 05 Februari 2026

Jukut Goreng: Kelezatan Kriuk Khas Sunda dan Tips Konsumsi Sehat

| Kamis, 05 Februari 2026
Kamis, 5 Februari 2026

Jukut goreng adalah olahan selada air renyah yang lezat, namun konsumsinya harus dibatasi guna menjaga kesehatan jantung dan berat badan.


Pecinta makanan Sunda pasti sudah tidak asing dengan sensasi renyah dari jukut goreng. Kuliner berbahan dasar selada air ini tengah naik daun karena teksturnya yang “kriuk” dan rasanya yang gurih, menjadikannya teman setia bagi nasi hangat dan sambal pedas di berbagai warung nasi legendaris.

Meskipun terlihat sederhana, jukut goreng memiliki daya tarik tersendiri pada perpaduan aroma segar dan kelezatan bumbunya. Yuk, ketahui asal-usul, cara membuat versi rumahan yang renyah, hingga panduan mengonsumsinya secara bijak agar kesehatan jantungmu tetap terjaga.

Apa Itu Jukut Goreng?

Jukut goreng adalah kuliner khas Sunda yang sedang naik daun. Camilan ini terbuat dari selada air (watercress) yang dicuci bersih, diberi bumbu sederhana, dan digoreng dalam minyak panas hingga kering dan renyah (kriuk). Meskipun digoreng, jukut goreng yang baik tetap mempertahankan warna hijau yang cantik.

Asal Usul dan Keunikan Jukut Goreng

Lantas, dari mana asal usul jukut goreng? Ini penjelasannya:

  • Asal kata: Dalam bahasa Sunda, “jukut” berarti rumput atau sayur. Nama ini merujuk pada tampilan selada air yang menyerupai rumput kering setelah digoreng.
  • Bahan utama: Selada air (selada cai) yang tumbuh subur di perairan yang bersih. Kualitas air sangat mempengaruhi rasa dan tekstur jukut goreng.
  • Cita rasa: Renyah, gurih, dengan aroma segar khas selada air yang sedikit citrus. Kombinasi rasa ini yang membuat jukut goreng digemari.
  • Penyajian: Umumnya disajikan di warung nasi Sunda sebagai pendamping nasi hangat, sambal, ikan asin, dan lauk gorengan lainnya. Bahkan, beberapa tempat makan menyajikannya secara gratis (free refill) karena sangat populer.

Resep Jukut Goreng Sederhana di Rumah

Kamu bisa membuat jukut goreng sendiri di rumah dengan resep yang sangat mudah:

Bahan-bahan:

  • 1 ikat selada air, petik daunnya
  • Minyak goreng secukupnya
  • Kaldu ayam bubuk atau kaldu jamur secukupnya
  • Bawang putih bubuk secukupnya (opsional)
  • Garam secukupnya (opsional)

Cara membuat:

  1. Cuci bersih selada air. Rendam sebentar dalam air garam untuk menghilangkan kotoran dan mengurangi rasa pahit (opsional). Tiriskan hingga kering.
  2. Panaskan minyak goreng dengan api sedang.
  3. Goreng selada air sedikit demi sedikit hingga kering dan renyah. Angkat dan tiriskan minyaknya.
  4. Saat masih panas, taburi dengan kaldu bubuk, bawang putih bubuk, dan garam (jika digunakan). Aduk rata.
  5. Sajikan segera.

Variasi resep: Untuk variasi rasa, kamu bisa menambahkan sedikit kunyit bubuk pada selada air sebelum digoreng untuk memberikan warna kuning keemasan yang menarik.

Tips Membuat Jukut Goreng Lebih Sehat

Meskipun digoreng, ada beberapa cara untuk membuat jukut goreng lebih sehat:

  • Gunakan minyak yang tepat: Gunakan minyak goreng yang berkualitas baik dan memiliki titik asap tinggi, seperti minyak kelapa atau minyak kanola.
  • Tiriskan minyak dengan benar: Setelah digoreng, tiriskan jukut goreng di atas tisu dapur atau rak khusus untuk menghilangkan kelebihan minyak.
  • Jangan terlalu banyak bumbu: Hindari penggunaan kaldu bubuk atau garam berlebihan. Lebih baik gunakan rempah alami untuk menambah rasa.
  • Goreng dengan suhu yang tepat: Pastikan minyak benar-benar panas sebelum menggoreng untuk mencegah selada air menyerap terlalu banyak minyak.

Apabila kamu sedang memulai menerapkan pola makan sehat, optimalkan perjalanan sehatmu dengan program klinis yang diawasi langsung oleh dokter dan ahli gizi profesional. Yuk, coba Halofit sekarang dan mulai langkah sehatmu hari ini!

Batasan Konsumsi Jukut Goreng

Meskipun lezat, jukut goreng mengandung tinggi lemak karena proses deep-fry. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan berikut:

  • Peningkatan berat badan: Kalori dari minyak goreng dapat menyebabkan penambahan berat badan jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.
  • Peningkatan kolesterol: Konsumsi makanan yang digoreng dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Risiko penyakit jantung: Lemak trans yang terbentuk selama proses penggorengan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Anjuran konsumsi: Konsumsi makanan yang digoreng sebaiknya dibatasi. Idealnya, tidak lebih dari 1-2 kali seminggu dengan porsi yang kecil.

Konsumsi lemak jenuh sebaiknya tidak lebih dari 10 persen total kalori harian. Batasi konsumsi makanan tinggi lemak untuk menjaga kesehatan jantung.

Alternatif Pengolahan Selada Air yang Lebih Sehat

Jika kamu ingin menikmati manfaat selada air tanpa risiko kesehatan dari proses penggorengan, berikut beberapa alternatif yang lebih sehat:

  • Tumis: Tumis selada air dengan sedikit minyak zaitun dan bawang putih. Tambahkan sayuran lain seperti wortel atau jamur untuk nutrisi tambahan.
  • Kukus: Kukus selada air selama beberapa menit hingga layu. Sajikan dengan saus kacang atau bumbu pecel.
  • Lalapan: Selada air segar sangat cocok dijadikan lalapan. Cuci bersih dan sajikan dengan sambal favorit kamu.
  • Jus: Campurkan selada air dengan buah-buahan lain untuk membuat jus yang segar dan menyehatkan.
  • Tambahkan ke Sup: Masukkan selada air ke dalam sup sayuran di akhir proses memasak untuk mempertahankan nutrisinya.

Kesimpulan

Jukut goreng adalah camilan khas Sunda yang lezat dan renyah. Namun, karena proses penggorengan, konsumsinya perlu dibatasi. Nikmati jukut goreng sebagai bagian dari pola makan seimbang dan kombinasikan dengan gaya hidup sehat.

Pertimbangkan alternatif pengolahan selada air yang lebih sehat untuk mendapatkan manfaat nutrisinya secara optimal. Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai.



Sumber : halodoc.com

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar