Rabu, 16 Januari 2019

Konsumsi "Obat Kuat" Pria Berisiko Ganggu Penglihatan

| Rabu, 16 Januari 2019
Rabu, 16 Januari 2019 15:00:25

Konsumsi

Setiap obat memiliki efek samping namun tidak semuanya berbahaya dan berbeda pada tiap orang.

Untuk obat disfungsi seksual atau sering disebut sebagai obat kuat pria, ada kemungkinan efek samping gangguan penglihatan.

Seorang pria berusia 50 tahun dilaporkan mengalami gangguan penglihatan tiba-tiba setelah minum melebihi dosis yang dianjurkan.

Dalam laporan jurnal JAMA Ophtalmology, pria tersebut meminum 750 miligram sildenafil cair, atau obat yang dijual dengan merek dagang Viagra dan Revatio. Padahal, dosis yang dianjurkan adalah 80 miligram.

Dua bulan kemudian, pria tersebut menemui dokter karena mengalami "debilitating night blindness" dengan gejala mata sensitif terhadap cahaya dan terdapat bintik-bintik meyerupai donat di mata.

Setelah dua hari perawatan, kondisinya membaik, kecuali bintik-bintik berbentuk donat. Pria itu mengakui kepada dokter jika dia adalah pengguna Viagra yang “sering” dan memiliki sentivitas terhadap cahaya saat menggunakan obat tersebut. 

Dia bukan orang pertama yang melaporkan masalah penglihatan setelah menggunakan sildenafil. Situs web Viagra juga mencantumkan kemungkinan efek samping berupa "kehilangan penglihatan yang tiba-tiba pada satu atau kedua mata". Efek samping tersebut memang terkait dengan mekanisme di balik obat tersebut.

Menurut asisten farmakologi dan toksikologi di Michigane State University, Jamie Alan, cara kerja sildenafil adalah menghambat enzim yang disebut phosphodiesterase (PDE).

"Ada beberapa jenis PDE, dan mereka ditemukan di seluruh tubuh. Obat disfungsi seksual jenis viagra terutama menghambat pembuluh darah (PDE5), dan ketika PDE5 dihambat dalam pembuluh darah, pembuluh darah rileks dan berkembang," kata Alan.

"Tetapi ada juga enzim di mata yang disebut PDE6, dan sildenafil dapat mempengaruhi enzim ini - namun pada tingkat yang jauh lebih rendah."

Alan menambahkan, sildenafil yang menyebabkan relaksasi dan perluasan pembuluh darah berisiko menyebabkan gangguan penglihatan seseorang.

"Tanda-tandanya seperti muncul warna biru pada penglihatan dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya," katanya.

Menurut Alan, kondisi tersebut biasanya ringan dan sementara.

Bagi kebanyakan orang, menghentikan konsumsi Viagra biasanya memperbaiki masalah ini. Namun dalam kasus overdosis, ia sedikit ragu.

"Untuk pasien ini, waktu akan memberi tahu apakah ini bertahan atau tidak," katanya.

*Sumber: kompas.com

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar