SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Sabtu, 12 Desember 2020

Asupan Gula Anak Bisa Mempengaruhi Kesehatan Pencernaan

Sabtu, 12 Desember 2020 18:04:14

Asupan Gula Anak Bisa Mempengaruhi Kesehatan Pencernaan

Mengatur pola makan anak penting dilakukan. Selain untuk memastikan anak mendapatkan gizi yang cukup, juga untuk menjaga jangan sampai asupan gula anak berlebihan, karena ini bisa menyebabkan obesitas.

"Jadi sesungguhnya kalau obesitas itu kelebihan energi (termasuk dari gula), itu menyeluruh komprehensif, dari semua makanan terjadi deposit energi, jadi itu anak obesitas," ujar dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes dalam Talk Show Bebelac, Jumat (11/12/2020).

Ahli gizi itu mengatakan bahwa asupan gula yang tinggi pada makanan anak juga bisa menganggu keseimbangan jumlah bakteri baik (mikrobiota) dan bakteri jahat (patogen) di dalam sistem pencernaan anak. Gula yang berlebih bisa jadi sumber makanan patogen di usus untuk berkembang biak, sehingga patogen lebih banyak jumlahnya dibanding mikrobiota atau bakteri baik.

"Jadi kan kita sepakat untuk kesehatan happy tummy (pencernaan baik), kita menjaga mikrobiota 80 persen dan patogennya 20 persen. Coba bayangkan anak mendapatkan gula tinggi, gula ini jadi makanan si patogen ini. Patogen berkembang biak lalu menekan jumlah mikrobiota, dan terjadilah gangguan pencernaan," jelad dr. Rita

Gula juga ada beragam jenisnya, yang jika mengacu pada penjelasan organisasi kesehatan dunia atau WHO, gula adalah karbohirat sederhana yang mudah dicerna seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa.

Glukosa biasanya sejenis gula yang bisa dialirkan dalam darah, disimpan sebagai cadangan bisa di otot atau di hati. Karena mengalir di darah itulah mengapa glukosa disebut sebagai gula darah.

Fruktosa adalah sejenis gula yang biasa ada dalam buah, atau gula alami. Gula jenis ini juga tidak mengalir dalam darah, itulah kenapa meski memakan buah dengan fruktosa, kadar gula dalam darah tidak akan meningkat.

Sedangkan sukrosa adalah jenis gula yang paling sulit dipecah dan diolah tubuh, karena untuk bisa diolah ia harus lebih dulu diubah menjadi glukosa ataupun fruktosa.

Lalu bagaimana dengan laktosa pada susu yang disebut membuat orang mudah gemuk?

"Laktosa itu kadar gula yang terikat pada susu, dan dia tidak masuk definisi gula yang dijelaskan oleh WHO, gula yang menyebabkan mikro patogen naik itu yang definisi tadi seperti gula pasir, gula aren, termasuk konsentrat buah itu bagian dari gula," tutup dr. Rita.

*Sumber: suara.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar