SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Kamis, 17 September 2020

Selingan Bermain agar Anak Tidak Stres Belajar Online

Kamis, 17 September 2020 18:05:33

Selingan Bermain agar Anak Tidak Stres Belajar Online

Agar tidak memikul stres luar biasa saat mengajarkan anak belajar online di masa pandemi Covid-19, orangtua bisa menyelingi belajar dengan mengajak bermain. Hal itu bisa dilakukan agar tidak terulang lagi kasus orangtua tega membunuh anak saat belajar daring.

Beberapa hari lalu, seorang ibu berinisial LH (26) tega membunuh anaknya berusia 8 tahun di Lebak, Banten. Kejadian itu dikarenakan sang anak sangat susah diajarkan saat belajar online. Bahkan jasad sang anak dikubur oleh kedua orantuanya yakni LH dan IS dengan pakaian lengkap di Kecamatan Cijaku, Lebak, Banten.

Cara mengajarkan anak belajar online dengan diselingi bermain dilakukan oleh orangtua bernama Elizabeth. Dia merupakan karyawasan swasta yang bekerja di Semarang, sebelumnya dia bekerja di Jakarta.

"Ya kalo saya dibawa enjoy aja dan posisikan diri saya sebagai anak, pasti mereka juga jenuh di rumah aja. Paling saya siasati bermain sambil belajar. Ini biar ga stres dan tidak mengganggu mental mereka," kata Elizabeth kepada Kompas.com, Rabu (16/9/2020).

Suami dan istri saling melengkapi

Elizabeth mengatakan, bila dirinya mengalami rasa bosan ketika mengajarkan anak belajar online, maka suaminya yang akan menggantikannya. Pada intinya, orangtua harus saling melengkapi saat masa pandemi seperti ini.

"Kalau bosan, saya gantian sama papanya yang jadi guru. Ngajarin anak jadi ya bersama-sama, saling melengkapi saja, agar anak lancar dalam menjalankan belajar online yang diberikan oleh sekolah," terang Elizabeth.

Pada saat ini, lanjut dia, anaknya sudah kelas 2 SD di Don Bosco, Semarang, Jawa Tengah. Di umur seperti anaknya, memang orangtua harus memiliki sabar dan kekuatan yang penuh, agar emosi tidak diluapkan ke anak-anak.

"Seperti kejadian yang di Lebak, Banten, umur anaknya seumur dengan anak saya. Saya sangat prihatin sekali, kalau dibilang emosi pasti ada rasa itu saat mengajarkan anak, namun orangtua harus paham keadaan anaknya yang saat ini sedang mengalami gejolak luar biasa di pandemi Covid-19," tegas dia.

Sabar dan semangat dampingi anak

Dia berharap kepada seluruh orangtua agar terus sabar dan semangat dalam membimbing anak saat melakukan belajar online. Jangan sampai ada korban yang berjatuhan lagi, karena kejadian yang di Lebak, sudah memukul rasa dan emosi para orangtua dan anak yang ada di negeri ini.

"Saya harap itu, saya sudah baca beritanya. Kejadian itu astaga sekali. Sebagai orangtua ya harus paham anaknya," tutup Elizabeth.

*Sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar