SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Jumat, 07 Agustus 2020

Berapa Jarak Usia Ideal antara Seorang Anak dan Adiknya?

 Jum'at, 07 Agustus 2020 17:22:04

Berapa Jarak Usia Ideal antara Seorang Anak dan Adiknya?

Memiliki lebih dari satu anak adalah hak bagi setiap orangtua. Namun, ada baiknya jika kita juga memikirkan jarak usia ideal antara anak dan adiknya jika memutuskan untuk kembali memiliki anak.

Para pakar menyarankan agar ibu bisa pulih sepenuhnya dari satu kehamilan dan persalinan sebelum memutuskan untuk hamil lagi. Ini semua demi kesehatan ibu dan anak.

Salah satu hal yang perlu dipikirkan adalah kekurangan zat besi yang mungkin dialami.

Menurut review sebuah penelitian, risiko kelahiran prematur dan berat rendah pada bayi lebih besar jika bayi dikandung dalam waktu enam bulan setelah persalinan sebelumnya.

Jarak 18-23 bulan antara dua kehamilan adalah yang terbaik dan paling ideal karena ibu memiliki waktu untuk pulih dan mengisi kembali sumber daya tubuh.

Risiko itu juga muncul pada bayi yang dikandung dalam tujuh hingga 17 bulan setelah persalinan sebelumnya, meskipun risikonya lebih rendah dari bayi yang dikandung dalam jarak enam bulan.

Jarak usia yang terlalu dekat antara satu anak dan anak lainnya juga dapat menyulitkan karena semua kebutuhan biaya akan berkumpul di satu waktu dan dikhawatirkan akan terlalu banyak perdebatan di kemudian hari ketika minat anak saling tumpang tindih.

Namun, jika jarak usia antar-anak juga terlalu jauh, anak mungkin merasa tidak terlalu dekat satu sama lain. Anak yang lebih besar juga sering kali merasa posisinya diambil oleh adiknya.

Beberapa penelitian lainnya menemukan bahwa jarak 59 bulan atau lebih antara dua kehamilan juga berisiko melahirkan bayi prematur dan berat kelahiran rendah.

Namun, pada akhirnya, itu semua kembali pada Anda. Apakah Anda memang sudah siap memiliki bayi lagi?

*Sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar