SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Jumat, 31 Juli 2020

3 Cara Mendidik Anak Jadi Orang yang Jujur

Jum'at, 31 Juli 2020 18:08:00

3 Cara Mendidik Anak Jadi Orang yang Jujur

Mampu mendidik anak hingga memiliki perilaku yang jujur, bisa dipercaya, dan mempunyai pemikiran terbuka adalah target bagi semua orangtua.

Namun, dengan segala kondisi yang ada di saat ini, tidak semua orangtua bisa memastikan anak mereka tumbuh dengan perilaku- perilaku positif tersebut.

Co-director Making Caring Common dan pengajar senior di Harvard Graduate School of Education, Rick Weissbourd berbicara soal persoalan ini.

Menurut dia, ada sejumlah trik yang bisa dibagi kepada para orangtua agar bisa mendidik anak-anak menjadi pribadi yang jujur.

1. Mengajarkan kejujuran

Tentu saja, bukan hal yang mengagetkan jika poin pertama yang harus dilakukan adalah mengajarkan kejujuran itu sendiri.

Meskipun, pada beberapa kondisi orangtua kadang terpaksa berbohong atau tidak memberi tahu semua kebenaran pada anak, karena alasan tertentu.

Pertama, bicaralah pada anak tentang pentingnya bersikap jujur.

Jika mereka ingin teman-teman dan keluarga mempercayai apa yang mereka katakan, mereka harus bersikap jujur setiap waktu.

Meski hal ini mungkin sulit, namun ingatkanlah bahwa bersikap jujur akan membawa kebaikan pada diri mereka sendiri.

Misalnya, dengan mengingatkan kemungkinan buruk yang akan terjadi jika mereka diketahui berbohong.

Katakanlah pada mereka, meskipun mereka berbuat kesalahan, mereka harus tetap mencoba jujur, dan tidak menutupi kesalahan.

Namun, terkadang berbohong demi kebaikan mungkin masih dapat dilakukan. Apalagi jika itu menyangkut perasaan seseorang atau keamanan diri sendiri ketika bermain.

Misalnya, memberitahu anak bahwa berbohong ketika seseorang menanyakan informasi pribadi mereka adalah hal yang masih diperbolehkan.

Apalagi, jika yang bertanya adalah orang asing.

Contoh lainnya, ketika seseorang menyampaikan cerita kepada mereka dan membuat mereka bosan.

Tak masalah untuk tetap mendengarkannya atau mengatakan mereka menyukai cerita tersebut, karena penolakan akan membuat orang yang menyampaikan cerita menjadi sedih.

2. Mencontohkan kejujuran

Anak-anak mencontoh apa yang dilakukan orangtuanya, terutama ketika mereka masih amat kecil.

"Kita tidak bisa menyuruh mereka untuk jujur, sementara pada beberapa waktu mereka melihat kita tidak melakukannya," kata Weissbourd.

Berusahalah lebih untuk menjadi model bagi perilaku yang ingin ditanamkan pada anak.

Namun, sadarilah bahwa orangtua memang tidak bisa menjadi contoh yang selalu sempurna untuk mereka. Katakan pula hal ini pada mereka.

Misalnya, ketika berbicara dengan pasangan tentang rencana yang ingin kalian hindari.

Saat itu, kamu meminta pasanganmu untuk mengatakan pada anak-anak, "katakan saja kita sedang sibuk".

Namun belakangan anak-anakmu tahu bahwa kamu tidak sibuk. Maka, cobalah menjelaskan dengan baik, mengapa kamu berbohong.

Jelaskan pula apa yang akan kamu lakukan untuk menjadi lebih baik ke depannya.

3. Memuji kejujuran

Ketika kamu sudah mendiskusikan kejujuran dengan anak-anakmu, pujilah mereka karena sudah bersikap jujur.

Terutama pada situasi di mana kamu tahu jujur adalah hal yang sulit bagi mereka.

Weissbourd mencatat, terkadang bersikap jujur adalah pilihan yang sulit dan membutuhkan keberanian.
"Kita harus menghargai keberanian mereka," kata dia.

*Sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar