SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Sabtu, 16 Mei 2020

Kembali ke Pelukan Mantan Kekasih, karena Cinta atau Takut Sendirian?

Sabtu, 16 Mei 2020 17:14:15

Kembali ke Pelukan Mantan Kekasih, karena Cinta atau Takut Sendirian?
Pandemi virus corona masih belum berakhir, dan itu membuat banyak orang merasa kesepian hidup sendirian di rumah. Rasa kesepian itu kemudian membuat sebagian orang mengalami hal yang tidak terduga, yaitu memikirkan mantan kekasih, bahkan mulai mencoba menghubunginya.

Menurut Justin Lehmiller, peneliti di The Kinsey Institute yang sedang melakukan studi terkait sikap dan perilaku seksual selama pandemi, 1 dari 5 orang mengaku ingin bertemu mantan kekasih mereka.

Dilansir Insider, Lehmiller menyebut fenomena ini terjadi karena orang-orang ingin memastikan mantan kekasih mereka dalam kondisi aman.

Sementara sebagian lainnya, mengaku kesepian dan ingin merasakan persahabatan dengan seseorang yang akrab dengan mereka.

Perasaan ini dinilai normal, karena seseorang secara alami mencari kenyamanan dan keakraban selama masa pandemi yang tidak pasti.

Namun, jika kita merasakan hubungan nyata setelah bertemu mantan, apakah kita perlu memperjuangkan kembali hubungan bersamanya?

Menurut Mark Williams, terapis berlisensi yang bekerja di aplikasi pelatihan hubungan Relish, hal itu tergantung apakah kita dan mant Kembali ke Pelukan Mantan Kekasih, karena Cinta atau Takut Sendirian?

"Jika kamu akan mencoba kembali ke hubungan, pertanyaan yang harus ditanyakan kembali adalah,

'Mengapa dulu itu tidak berhasil?'" kata Williams.

Atasi masalah sebelumnya jika kita ingin kesempatan kedua

Jika kita tidak ingin masa lalu terulang kembali, Williams mengatakan pentingnya kita berdiskusi tentang apa yang salah, dan bagaimana masing-masing pihak memperbaiki diri untuk mencegah masalah tersebut terulang kembali.

Williams menyebut, pasangan yang bertengkar atau mengakhiri berbagai hal seringkali memiliki gaya komunikasi berbeda, dan tidak pernah belajar berbicara satu sama lain dengan cara sehat.

"Dalam banyak kasus, itu seperti masing-masing pasangan berusaha memenangkan argumen dan tidak ada
yang mendengarkan atau mencoba memahami, karena mereka berdua memikirkan pihak mereka sendiri," katanya.

Menurut Williams, perselingkuhan di masa lalu, masalah kecanduan, perasaan cemburu dan dendam adalah masalah lain terkait mantan yang harus dipertimbangkan sebelum kembali bersama.

"Jika dua orang saling mencintai dan mereka berdua berkomitmen untuk perubahan, atau mengatasi masalah pribadi mereka, ada peluang bagus bahwa mereka dapat menjalaninya."

"Tapi saya yakin, setiap orang harus bertanggung jawab atas hal yang menyebabkan perpisahan di masa lalu."

Apakah kita takut sendirian, atau mantan memberi sesuatu yang istimewa?

Biasanya, orang kembali pada mantan karena merasa nyaman, kata Williams.

Jika kita mempertimbangkan untuk kembali ke pelukan mantan, Williams mengatakan pentingnya memahami motivasi pribadi kita.

"Terkadang sulit untuk berkencan dan kita pikir kita merasa nyaman dengan orang itu, atau mungkin lebih mudah kembali padanya daripada mencoba sesuatu yang baru," tutur dia.

Itu sebabnya kita harus bertanya pada diri sendiri, apakah kita termasuk dalam kategori tersebut, atau apakah mantan memberi sesuatu yang spesial dan tidak dapat kita relakan.

Apabila kita tidak yakin bagaimana mencari tahu perbedaan itu, Williams menyarankan agar kita bertanya pada orang lain untuk memperoleh kejelasan.

"Terkadang berbicara dengan teman dan keluarga bisa bermanfaat. Mereka bisa melihat hal-hal yang mungkin tidak kita lihat," kata Williams.

*Sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar