SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Kamis, 14 Mei 2020

Ingin Melatih Anak Berpuasa? Ini Saran dari Dokter

Kamis, 14 Mei 2020 17:52:41

Ingin Melatih Anak Berpuasa? Ini Saran dari Dokter

Ramadhan telah tiba, apakah tahun ini Anda sudah mulai mengajarkan anak berpuasa? Ya Moms, walaupun berpuasa belum diwajibkan bagi anak kecil, namun tak ada salahnya bila kita sudah mulai mengenalkan dan melatihnya sejak dini.

Tapi sayangnya, beberapa orang tua mungkin ingin segera mengajari anak berpuasa langsung satu hari penuh. Sehingga tak sedikit dari mereka yang kemudian memaksakan si kecil. Padahal untuk melatih si kecil berpuasa tidak mesti langsung dari subuh hingga magrib lho, Moms.

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Titis Prawitasari, Sp.A(K), jika ingin melatih anak berpuasa, yang terpenting adalah bertahap. Jangan langsung meminta anak untuk berpuasa seharian penuh.

"Umumnya anak-anak itu bisa menahan lapar dan haus selama 4 jam. Jadi untuk awal pengenalan puasa sebaiknya 4 jam dulu, secara bertahap dan yang terpenting jangan dipaksa dari subuh sampai magrib. Misalnya mulainya dari 4 jam, kemudian naik jadi 6 jam dan seterusnya," ujar dr. Titis dalam siaran langsung di Instagram resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), belum lama ini.

Ia pun menambahkan, untuk mengajari anak berpuasa, ibu harus tetap memenuhi asupan penting saat sahur dan ketika berbuka puasa. Namun beberapa orang tua mungkin masih salah menerapkan pola makan anak ketika berpuasa.

Misalnya, memberikan banyak karbohidrat saat sahur. Padahal itu bukan asupan yang tepat untuk mengisi tenaga anak saat akan berpuasa lho, Moms.

"Asupan penting (untuk anak) saat sahur itu bukan karbohidrat yang dibanyakin. Tapi justru harus lebih banyak protein. Bisa dari daging, ayam, ikan, kacang-kacangan. Nah saat berbuka puasa, baru berikan anak karbohidrat untuk mengembalikan gula yang hilang selama berpuasa. Tapi karbohidrat tidak harus nasi ya, bisa kentang atau yang lainnya. Yang terpenting gizi seimbang," kata dokter yang juga konsultan nutrisi dan penyakit metabolik anak ini.

Selain itu dr. Titis yang berpraktek di Rumah Sakit Hermina, Depok, Jawa Barat ini juga berpesan, di era pandemi virus corona ini, orang tua harus lebih berhati-hati dalam menyiapkan makanan. Sebelum menyiapkan makanan saat sahur dan berbuka, sebaiknya selalu menjaga kebersihan tangan, dan mencuci bersih bahan-bahan makanan tersebut.

"Demikian penyimpanan makanan, yang benar adalah di bawah 5 derajat atau di atas 60 derajat agar kuman-kuman di dalam bahan makanan itu mati.

Selain itu, pisahkan makanan matang dengan yang mentah, dan jangan lupa selalu gunakan air yang matang untuk memasak. Bahan makanan yang bagus nantinya akan memberikan manfaat juga," tutupnya.

*Sumber: kumparan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar