SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS/WA 0852 5968 1245 || Facebook : Nuansa Bojonegoro || Twitter : @nuansafmbjn || Instagram : @nuansaradio || E-Mail : nuansaradio722@gmail.com || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Selasa, 17 Maret 2020

Cara Mengatasi Cemas Berlebih karena Wabah Corona

Selasa, 17 Maret 2020 20:19:39

Cara Mengatasi Cemas Berlebih karena Wabah Corona

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona yang terus bertambah membuat sebagian orang merasa khawatir dan cemas. Kecemasan ini pada akhirnya berdampak pada aktivitas harian karena pikiran sulit tenang.

Rasa cemas yang muncul pada kondisi pandemi seperti saat ini wajar terjadi. Namun, kecemasan itu harus dilawan.

Psikolog anak dan keluarga, Samanta Ananta, M.Psi menjelaskan, kecemasan berdampak ada bagian otak prefrontal cortex. Ini merupakan bagian di otak yang berfungsi menyusun perencanaan, logika berpikir, rasionalisasi dan pertimbangan konsekuensi, serta pengaturan atensi dan mengatasi suatu hal.

Cemas dan terlalu memfokuskan diri pada kabar-kabar tertentu, dalam hal ini kabar tentang virus corona, akan membuat kita terjebak dalam kecemasan tersebut itu sendiri dan sulit untuk menemukan solusinya.

"Maka perlu untuk berpikir jernih," kata Samanta dalam pernyataannya.

Ada beberapa tips yang dibagikan oleh Samanta agar kita bisa mengontrol prefrontl cortex, antara lain:

1. Melatih pernafasan

Setiap mengambil nafas, cobalah berhitung hingga lima hitungan lalu embuskan nafas. Ulangi tahapan ini hingga nafasmu stabil. Ketika pernafasan sudah stabil, cobalah merasakan kehadiran seluruh panca indera kita dan syukuri kehadirannya.
2. Melatih mindfulness

Melansir Very Well Mind, meditasi mindfulness merupakan teknik meditasi yang melatih kita agar berfokus pada emosi, pikiran dan sensasi yang kita alami pada saat ini. Bukan yang sudah berlalu atau yang akan datang.

Teknik mindfulness bervariasi. Namun, kita bisa memulainya dengan mencari tempat yang tenang dan nyaman, mengatur nafas dan mulai memusatkan pikiran dan cobalah kontrol pikiran kita dengan pernafasan yang tenang.

Namun, Samanta mengingatkan bahwa mindfulness dapat dilakukan ketika seseorang dalam tingkat kecemasan rendah.

3. Alihkan perhatian

Cobalah mengalihkan perhatian dengan kegiatan-kegiatan positif. Misalnya, bermain permainan kesukaan bersama keluarga, membaca buku, berolahraga sederhana, atau menjajal hobi yang selama ini mungkin terpinggirkan karena kesibukan pekerjaan.

4. Tertawa

Tahukah kamu bahwa tertawa juga bisa membantu meningkatkan sistem imun? Perbanyaklah tertawa terbahak-bahak bersama orang-orang tercinta atau menyaksikan acara favoritmu. Tertawa dapat mendukung sistem imun yang kuat selain tentunya memerhatikan asupan makanan bergizi dan menjaga kesehatan.
5. Batasi konsumsi berita

Ya, kita memang perlu mengetahui perkembangan berita dari waktu ke waktu. Namun, usahakan kamu tidak berfokus pada berita sepanjang waktu atau secara berlebihan.

"Batasi diri dalam mengonsumsi berita. Perbanyak cari berita positif dan menenangkan. Percayalah bahwa di tengah wabah ini, masih ada berita baik," kata Samanta.

6. Detoksifikasi ponsel

Selain rasa cemas, kamu juga mungkin mengalami overthinking (berpikir berlebihan). Ketika perasaan ini muncul, kamu mungkin bisa mempertimbangkan detoksifikasi ponsel.
Jika tidak mungkin melepas ponsel seharian, kamu bisa menguranginya sedikit demi sedikit. Termasuk mengurangi penggunaan aplikasi chat.
"Tidak ada salahnya kamu membatasi diri sejenak, menutup pintu komunikasi yang tak kunjung berhenti di berbagai grup yang membahas tentang Covid-19 ini," tuturnya.

7. Melatih otak

Daripada fokus pada hak yang jauh di depan dan belum tentu terjadi, lebih baik fokus pada hari ini, bukan? Kamu bisa memanfaatkan waktu untuk melatih otak. Ini bisa dilakukan sendiri maupun bersama orang lain dan pilihlah bidang yang kamu senangi.

"Tanyakan pada dirimu, apa yang bisa kamu lakukan atau kerjakan hari ini agar bisa aktif secara positif?" kata Samanta.

Mengatasi kecemasan dan overthinking di saat-saat seperti ini memang tidak mudah, namun harus dicoba. Manfaatkanlah waktumu untuk lebih dekat dengan keluarga dan yakinilah bahwa masa kritis ini akan segera berakhir.

*Sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar