SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Kamis, 21 November 2019

7 Fakta tentang Menyusui

Kamis, 21 November 2019 17:18:11

7 Fakta tentang Menyusui

Proses menyusui tidak hanya sekadar menyodorkan payudara pada bayi. Manfaatnya pun tak cuma soal memberi bayi makan, Moms. Bahkan, keuntungannya juga begitu banyak yang diperoleh ibu.

Meski kelihatannya mudah, kadang demi terwujudnya proses menyusui yang berjalan lancar juga perlu perjuangan. Nah, apalagi fakta lain seputar menyusui? Berikut ini adalah 7 di antaranya:

1. IMD menjadi kunci keberhasilan menyusui

Setelah lahir, bayi akan diletakan di atas perut ibu untuk melakukan proses IMD atau Inisiasi Menyusu Dini. IMD diketahui dapat menunjang keberhasilan menyusui eksklusif selama 6 bulan dan pemberian ASI masih bisa dilanjutkan sampai lebih dari 2 tahun. Untuk itu, Anda yang sedang hamil dan berharap bisa memberi ASI eksklusif, maka pilihlah tempat bersalin dan tenaga kesehatan yang pro ASI. Salah satunya membiarkan bayi Anda melakukan IMD.

2. Waktu awal menyusui tak selalu mudah

Tak sedikit ibu baru yang mengalami masa sulit di awal menyusui bayi. Entah itu karena ASI yang belum keluar, puting datar, pelekatan bayi yang kurang pas, hingga bayi tak mau menyusui langsung dari payudara.

Tenang, ini umum terjadi dan bukannya tak bisa diatasi, Moms. Anda jangan khawatir, semua pasti ada solusinya selama Anda berusaha. Salah satunya, segera temui dan konsultasikan pada dokter laktasi di klinik atau rumah sakit terdekat.

3. Menyusui juga sangat baik untuk kesehatan ibu

Dari segi kesehatan, menyusui ternyata dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2, kanker ovarium, dan kanker payudara pada ibu, lho, Moms.

Selain itu, ASI yang diberikan pada bayi juga melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin sendiri dapat menurunkan stres pada ibu atau juga disebut dengan baby blues. Sementara, hormon oksitosin atau hormon cinta ini bermanfaat untuk mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi.

4. Ekonomis

ASI merupakan makanan pokok yang paling cocok bagi bayi berusia 0-6 bulan. Karena ini makanan satu-satunya dan diproduksi dari tubuh Anda, artinya Anda tak perlu biaya mahal. Terlebih, bayi bisa menyusui sekehendaknya.

Karenanya, hindari dengan mudah 'termakan' bujuk rayu iklan untuk memberi si kecil makanan lain selain ASI, Moms. Pemberian susu formula pun harus ada indikasi medis dan resep dokter.

5. Menyusui bikin Anda bahagia

Bagi para ibu baru, mungkin awal menyusui menjadi fase paling sulit setelah melahirkan. Namun dibalik kesulitan itu, tentunya tersimpan perjuangan yang tak sia-sia untuk bayi dan ibunya.

Contohnya, ketika bayi tengah disusui, siapa yang tak meleleh hatinya saat melihat wajah polos si kecil? Bahkan terkadang, saat ia menyentuh ibu, hal itu bikin menambah energi positif atau memberikan ketenangan bagi ibu.

Hal ini menurut konselor laktasi, Farahdiba Tenrilemba, dalam antologi buku Breast Friend Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), ternyata, proses menyusui dan ASI yang diberikan ibu dapat memunculkan hormon endorfin, yaitu hormon yang memicu rasa bahagia.

6. Menyusui dapat menurunkan risiko ibu terkena penyakit berbahaya

Di antaranya seperti kanker payudara dan ovarium serta sindrom metabolik, sebuah kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Pediatrics, manfaat dari menyusui ternyata menurunkan risiko penyakit pada ibu. Terutama bila ibu yang menyusui bayi selama 1-2 tahun, mempunyai risiko sekitar 10-50 persen lebih rendah terkena penyakit.

7. Kontrasepsi alami

Menurut Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia, Dokter Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, KB alami dengan menyusui disebut dengan Lactational Amenorrhea Method (LAM).  Setelah melahirkan, biasanya siklus menstruasi seorang ibu belum normal. Alhasil, ibu bisa tidak haid hingga berbulan-bulan. Hal tersebut terjadi karena hormon laktasi atau prolaktin seorang ibu sedang tinggi, sedangkan hormon itu bisa menekan kadar hormon estrogen.

Hormon estrogen dalam tubuh wanita berfungsi untuk mematangkan sel telur. Nah, bila hormon estrogen ini kurang, maka sel telur tidak akan matang sehingga sulit dibuahi. Alhasil, kemungkinan terjadi kehamilan pun amat kecil.

Inilah yang dinamakan kontrasepsi alami atau KB alami, Moms. Tapi menurutnya kontrasepsi alami baru dapat berhasil bila memenuhi tiga syarat. Di antaranya ibu harus menyusui bayinya secara eksklusif atau ASI saja, ibu belum haid lagi, dan waktu penerapan terbatas sampai 6 bulan pascamelahirkan. Bila sebelum 6 bulan seorang ibu sudah mendapat haid, maka KB alami dengan menyusui tidak berlaku.

*Sumber: kumparan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar