SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Senin, 02 September 2019

Menggelitik Bayi, Boleh atau Tidak Ya?

Senin, 02 September 2019 17:25:55

Menggelitik Bayi, Boleh atau Tidak Ya?

Melihat bayi tertawa rasanya sangat menggemaskan ya, Moms? Maka tidak heran bila Anda atau kerap melakukan berbagai cara agar si kecil terus tertawa, misalnya melalui gelitikan.

Ya Moms gelitikan yang mendarat di tubuh si kecil biasanya selalu berhasil membuat si kecil geli dan tertawa lebar. Selain lucu, momen ini juga bisa membangun ikatan antara ibu dan bayi.

Meski begitu, What to Expect melaporkan menggelitik bayi ternyata punya efek lainnya. Misalnya saja, gelitikan mampu membantu bayi melatih kemampuan sensorinya karena si kecil secara otomatis akan merespons sentuhan yang diberikan Anda.

Manfaat lainnya, gelitikan dapat menghilangkan stres pada bayi Anda, serta membantu bayi untuk belajar melindungi tubuhnya, karena bayi tahu dimana daerah sensitifnya.

Tapi, gelitikan juga tidak selamanya baik, Moms! Bisa saja tawa si kecil sebenarnya palsu, apalagi jika bayi Anda belum bisa berkomunikasi.

“Reaksi tubuh terhadap rasa gelitik adalah refleks yang tidak disengaja. Sentuhan tersebut mengarah ke somatosensori dan anterior cingulate,” jelas Santosh Kesari, PhD, ahli saraf di Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California, seperti dikutip dari The Washington Post.

Ya Moms, gelitikan memberi sinyal pada otak yang bereaksi dengan cara tawa. Makanya baik bayi atau orang dewasa akan tertawa bila digelitik.

Kemudian, bila Anda memiliki balita atau anak yang sudah bisa berbicara, Stephen Glicksman seorang psikolog dari Universitas Yeshiva mengatakan jika si kecil meminta gelitikan itu disetop, maka berhentilah.

“Gelitik sama seperti aktivitas tubuh ke tubuh lainnya, membutuhkan persetujuan kedua belah pihak,” tambah Stefani Goerlich pekerja sosial sekaligus terapis seks.

Selain itu, Goerlich juga khawatir gelitikan dapat membuat bayi trauma. Apalagi jika bayi atau anak memberikan tanda tidak senang namun orang dewasa atau orang tua tidak menghiraukannya.

"Memberi bayi atau anak atas kendali untuk tubuh mereka dan hak bayi atau anak untuk mengatakan tidak," kata Goerlich.

Sama seperti orang dewasa, bayi dan anak juga memiliki hak untuk mengambil keputusan, apakah mau digelitik atau tidak. Sebagai orang tua tentunya Anda harus menghargai, Moms.

Selain lewat gelitikan ada beragam cara lain untuk membangun bonding dengan bayi Anda. Misalnya dengan membaca buku bersama, mengelus tubuhnya setiap mau tidur, mengajak bicara, menyusui atau menyuapi makanan kesukaanya.

*Sumber: kumparan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar