SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Rabu, 18 September 2019

7 Saran yang Bisa Orang Tua Lakukan saat Anak Gagap Bicara

Rabu, 18 September 2019 17:16:03

7 Saran yang Bisa Orang Tua Lakukan saat Anak Gagap Bicara

Gagap (stuttering) alias ketidaklancaran berbicara pada anak, bila dibiarkan bisa menjadi masalah baginya kini dan nanti. Misalnya, anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri dalam bersosialisasi, karena sering kali menjadi bahan ledekan teman sebayanya. Hal ini pun bisa berdampak pada prestasi sekolahnya.

Dr.dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) dan dr. Daniel Surjadinata, Sp.A dalam laman Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa penyebab gagap belum sepenuhnya dipahami dan diperkirakan merupakan gabungan antara faktor genetik dan lingkungan. Namun, gejala gagap pada anak bisa dikenali.

Gejala gagap pada anak dapat berupa gangguan pengucapan kata, dapat berupa pengulangan sebagian kata atau seluruhnya (saya saya saya, sa..sa..sa..ya), pemanjangan pengucapan kalimat (ssssayaa ), blokade bagian kata (S ya) atau keragu-raguan dalam mengucapkan suatu kata (saya .mau..makan).

Gagap biasanya terjadi pada anak-anak usia 3 sampai 5 tahun dan akan normal kembali dalam waktu 6 bulan hingga usia sekolah. Namun sekitar 1 persen dari populasi anak yang menderita gagap, akan menetap sampai dewasa dan menjadi masalah dalam kehidupannya.

Baik pada anak laki-laki maupun perempuan, angka kejadian gagap hampir sama. Tetapi pada anak laki-laki, risiko terjadinya gagap permanen 3-4 kali lebih besar daripada perempuan, Moms. Di bawah ini dr. Rini dan dr. Daniel menyarankan beberapa hal untuk orang tua dalam membantu anak atasi gagap bicara. Yuk, simak!

Bicara dengan Santai

Berbicaralah pada anak tanpa terburu-buru, Moms. Berikan jeda beberapa detik setiap anak selesai berbicara, lalu Anda mulai meresponnya. Ritme kalimat Anda yang perlahan-lahan lebih efektif dibandingkan dengan peringatan pelan-pelan bicaranya.

Kurangi Memberikan Pertanyaan Pada Anak

Kurangi mengajukan pertanyaan pada si kecil. Namun, dengarkanlah perkataan atau cerita anak dan respon setiap pembicaraannya. Anak lebih bebas bercerita dibandingkan harus menjawab pertanyaan Anda.

Berekspresi

Gunakan ekspresi wajah atau gerakan tubuh ketika anak mulai gagap. Tujuannya untuk menenangkan dan meyakinkan si kecil bahwa Anda memahami isi pembicaraannya dan tidak mempermasalahkan gagapnya.

Gunakan Kalimat dan Intonasi Sesuai Usia Anak

Pilihlah kalimat yang sederhana, ketika berkomunikasi bersama anak dengan pengucapan perlahan dan suasana nyaman. Ketika umur anak bertambah, kecepatan berbicara dapat disesuaikan berdasarkan kemampuannya.

Bekerja Sama dengan Seluruh Anggota Keluarga

Ajak anggota keluarga lain untuk selalu mendengarkan percakapan anak dan tidak memotong percakapan tersebut. Jadilah pendengar yang baik.

Amati dan Evaluasi

Amati dan evaluasi saat anak berinteraksi dengan Anda, Moms. Usahakan selalu memberikan waktu yang cukup pada anak untuk bercakap-cakap. Hindari kritikan, bicara cepat, interupsi dan pertanyaan.

Yakinkan Anak

Terima keadaan gagap anak dengan apa adanya. Dengan cara meyakinkan si kecil bahwa gagap bukanlah menjadi sebuah masalah buat Anda. Sebagai orang tua, Anda selalu mendukungnya, sehingga anak akan merasa nyaman dan mengurangi keluhan gagapnya.

*Sumber: kumparan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar