SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Kamis, 08 Agustus 2019

Etika Mengunggah Foto Anak ke Media Sosial

Kamis, 08 Agustus 2019 17:31:01

Etika Mengunggah Foto Anak ke Media Sosial

Apakah boleh mengunggah foto anak ke media sosial? Tentu hal ini harus menjadi pertimbangan bagi orang tua maupun keluarga, melihat banyaknya kasus kejahatan anak di media sosial. Tersebarnya foto anak di media sosial menyebabkan adanya kemungkinan penyalahgunaan foto anak.

Menurut psikolog, Patricia Elfira Vinny, orang tua harus mengetahui adanya dampak buruk dan bahaya dari mengunggah foto di media sosial, khususnya anak-anak.

Jika orang tua telah mempertimbangkan dan membuat keputusan untuk tetap mengunggah foto anak dengan sejumlah alasan, maka ada hal-hal yang harus diperhatikan jika ingin menguggah foto anak. Berikut etika mengunggah foto anak di media sosial, menurut Patricia.

1. Keamanan Anak

Perhatikan penampilan dan kondisi anak saat difoto untuk diunggah ke media sosial. Pakaikan baju yang rapi dan sopan, juga perhatikan posisi atau pose anak saat difoto.

2. Persetujuan Anak

Sebelum memposting foto anak, tak ada salahnya orang tua meminta izin kepada anak. Meskipun mungkin bagi sebagian anak belum paham dengan hal ini, namun anak perlu diberi kesempatan, apakah dirinya setuju dan merasa nyaman ketika fotonya diunggah ke media sosial ataupun tidak, biarkan anak membuat pilihan.

3. Fokus Pada Kegiatan Anak

Lebih baik foto anak saat ia sedang beraktivitas seperti saat sedang menggambar, saat bermain atau olahraga, dan usahakan fokus dengan hal yang sedang dikerjakan anak, misalkan turut menampilkan lukisan yang sedang digambar ataupun view lingkungan di sekitarnya saat bermain. Usahakan jangan terlalu fokus ke ekspresi wajah anak apalagi pada bagian-bagian tubuh tertentu.

4. Unggah karya anak

Misalkan setelah menggambar atau anak menghasilkan sebuah karya, foto dan unggah ke media sosial. Ini mengajari anak bahwa media sosial bukan sekadar eksistensi fisik seseorang, tapi juga wadah untuk mempublikasikan sebuah karya seni dan masih banyak hal lain yang bisa dimanfaatkan di media sosial.

*Sumber: kumparan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar