SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Senin, 29 Juli 2019

Mengenal Trombofilia, Penyebab Keguguran Berulang pada Ibu Hamil

Senin, 29 July 2019 17:52:51

Mengenal Trombofilia, Penyebab  Keguguran Berulang pada Ibu Hamil

Mungkin tak ada satu pun ibu hamil yang menginginkan keguguran. Namun dalam beberapa kasus, keguguran taak bisa dihindari bahkan bisa terjadi berulang. Seorang wanita dikatakan mengalami keguguran berulang bila ia pernah mengalami keguguran sebanyak tiga kali secara berturut-turut atau lebih.

Penyebab keguguran berulang bisa dipengaruhi oleh faktor hormonal, kondisi rahim, adanya infeksi, sistem kekebalan tubuh yang turun, serta adanya kelainan kromosom pada janin.

Dalam sebuah studi terbaru, keguguran berulang juga bisa disebabkan oleh gangguan pembekuan darah atau dalam bahasa medisnya disebut trombofilia.

Trombofilia tidak selalu disebabkan oleh faktor keturunan Moms. Kondisi ini juga dapat dipicu oleh kehamilan. Wanita hamil yang mengalami trombofilia, umumnya akan mengalami gejala seperti pembengkakan atau rasa nyeri di satu kaki, rasa sakit yang berlebih ketika berjalan, dan vena yang lebih besar dari ukuran normalnya.

Adapun yang menjadi penyebab berubahnya faktor pembekuan darah yang menyebabkan trombofilia adalah akibat mutasi faktor V Leiden dan mutasi prothrombin G20210A sebagai pertanda genetik. Kedua mutasi genetik tersebut adalah penyebab paling umum dari trombofilia. Hal ini dapat dideteksi melalui beberapa pemeriksaan darah yang mudah pada wanita.

Pada pasien yang mengalami keguguran berulang, mungkin ia memiliki satu atau lebih pertanda genetik kondisi trombofilia-nya. Sebuah studi, kata dr Aryanto menunjukkan bahwa sebanyak 19 persen dari pasien yang mengalami keguguran atau 15 dari 80 pasien memiliki mutasi faktor V Leiden. Indikator lain dari trombofilia seperti mutasi protrombin, resistensi protein C, defisiensi protein S, dan defisiensi antitrombin III juga lebih banyak ditemukan di kalangan wanita yang sering mengalami keguguran.

Tapi jangan khawatir, Moms, trombofilia pada ibu hamil bisa diobati. Caranya, kata dr Aryanto, dengan pemberian obat pengencer darah, baik jenis tablet maupun suntikan. Pengobatan ini dilakukan untuk meningkatkan aliran darah ke organ kandungan dan menjaga kehamilan agar tetap baik dan meminimalisir terjadinya keguguran.

Yang jelas, semua pasien yang menerima pengobatan harus dipantau secara berkala selama masa kehamilannya dan kondisi kekentalan darahnya, Moms. Selain itu, penambahan asupan suplemen kalsium yang diberikan selama pengobatan juga harus diperhatikan.

*Sumber: kumparan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar