SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Sabtu, 23 Maret 2019

Mengapa Kita Cocok Berteman dengan Orang - Orang Tertentu

Sabtu, 23 Maret 2019 16:47:00

Mengapa Kita Cocok Berteman dengan Orang - Orang Tertentu

Ada berapa jumlah follower-mu di Instagram? Ribuan?
Nah, coba hitung, ada berapa teman di kehidupanmu yang super nyambung denganmu? Kemungkinan besar sih berkisar belasan atau puluhan.

Kenapa ya, kita bisa nyambung dengan beberapa orang, tapi kurang klop bergaul dengan orang-orang lainnya.

Pakar kesehatan Alex Lickerman mencoba untuk menjelaskan fenomena ini. Dicatut dari tulisannya di Psychology Today, orang Jepang memiliki istilah, kenzoku, yang diterjemahkan secara harfiah sebagai "keluarga."

Istilah ini menunjukkan ikatan antara orang-orang yang telah membuat komitmen yang sama dan karena itu mungkin memiliki nasib yang sama. Banyak dari kita memiliki orang-orang dalam kehidupan kita seperti yang digambarkan oleh kata kenzoku.

Mereka mungkin anggota keluarga, ibu, saudara laki-laki, anak perempuan, sepupu. Atau seorang teman dekat dan pertemanan kita dengannya sudah berlangsung lama. Waktu dan jarak tidak mengurangi ikatan yang kita miliki dengan teman-teman semacam ini.

Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana kita memiliki ikatan “kenzoku” ini hanya dengan beberapa orang tapi tidak dengan yang lainnya? Mungkin beberapa hal dibawah ini bisa menjadi jawabannya.

Pertama, ketertarikan yang sama.

Hal ini akan mengikat kita lebih dekat dengan teman-teman kita daripada dengan orang lain. Ketika minat kita berbeda dan kita tidak dapat menemukan apa pun untuk dinikmati bersama, waktu yang dihabiskan bersama cenderung berkurang dengan cepat.

Kedua, cerita dan pengalaman bersama.

Tidak ada yang mampu mengikat orang untuk terus bersama, bahkan orang dengan sedikit kesamaan, selain telah melalui pengalaman yang sulit bersama-sama. Maka jagalah hubunganmu dengan mereka yang telah menemani naik dan turunnya hidupmu.

Ketiga, dukungan.

Saling mendukung secara konsisten antara kedua orang sahabat akan membuat hubungan mereka semakin berharga. Hingga membuat mereka bisa saling mengandalkan untuk terus mendukung dan mendorong dikala senang maupun susah.
Nah, lantas apa yang membuat persahabatanmu menjadi begitu berharga?

Pertama, komitmen pada kebahagiaanmu.

Seorang teman sejati tahu bahwa kebahagiaanmu berada diatas persahabatan kalian. Ada sebuah pepatah yang mengatakan “nasehat yang bagus itu menggerogoti telinga”.
Seorang teman sejati tidak akan menahan diri untuk memberitahu dan memeberimu masukan sekalipun hal tersebut adalah sesuatu yang tidak mau kamu dengar, sesuatu yang mungkin saja beresiko menghancurkan hubungan kalian. Tapi ia akan selalu memiliki cara untuk menyampaikan demi kebaikan dan kebahagiaan dirimu kelak.

Kedua, tidak memintamu untuk menempatkan persahabatan di atas prinsip hidupmu.

Teman sejati tidak akan meminta dirimu untuk mengkompromikan prinsip-prinsip yang kamu yakini atas nama persahabatan atau apa pun. Selamanya.

Ketiga, memberikan pengaruh yang baik.

Seorang teman sejati menginspirasi kamu untuk hidup sesuai dengan potensi terbaik dirimu, bukan justru memanjakan sehingga menghambat perkembangan dirimu.
***

Bagaimana mencari teman yang sejati?
Mungkin hal ini terdengar mudah, tapi memang kuncinya adalah jadilah seseorang sebagaimana teman sejati yang ingin kamu miliki dalam hidupmu. Kita semua cenderung menarik orang ke dalam kehidupan kita yang karakternya mencerminkan kehidupan kita sendiri. Kamu tidak harus menjadikan dirimu menjadi apa yang menurut kamu menarik orang lain.

Tetaplah menjadi diri sendiri dengan versi terbaikmu, dan teman sejati itu akan datang dengan sendirinya.
Seperti dalam sebuah nasihat yang berbunyi “Ruh-ruh itu ibarat prajurit-prajurit yang dibariskan. Yang saling mengenal diantara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal diantara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah.”

*Sumber: kumparan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar