SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Kamis, 14 Maret 2019

Benarkah Keputihan Menjadi Penyebab Kanker Serviks?

Kamis, 14 Maret 2019 18:28:04

Benarkah Keputihan Menjadi Penyebab Kanker Serviks?

Keputihan merupakan proses alami yang terjadi pada setiap perempuan berupa cairan bening yang keluar dari vagina. Cairan ini juga memiliki fungsi untuk membersihkan vagina agar tetap sehat dan dapat menjadi pelumas untuk menghindarkan vagina dari infeksi dan iritasi.

Namun keputihan juga dapat mengancam kesehatan organ kewanitaan. Pasalnya, keputihan yang keluar secara berlebihan dapat disebabkan oleh jamur, bakteri, dan parasit yang bersarang di dalam vagina. Bahkan keputihan yang tidak normal bisa menjadi salah satu gejala adanya kanker serviks pada organ kewanitaan.

Tetapi jika Anda mengalami keputihan, sebaiknya jangan langsung berasumsi Anda terkena kanker serviks. Karena dituturkan oleh Dr. Melyawati Hermawan SpKK, keputihan bukanlah penyebab utama kanker serviks.

“Keputihan tidak menjadi penyebab kanker serviks, tetapi bisa menjadi salah satu gejalanya. Oleh karena itu jika mengalami keputihan yang berlebihan, harus segera dilakukan pengecekan dan jangan berasumsi sendiri. Perempuan tidak boleh berlebihan dan membuat dirinya khawatir dengan informasi-informasi tidak pasti atau bukan berasal dari ahli,” ungkap Dr. Melyawati Hermawan SpKK kepada kumparan.

Tanda-tanda keputihan yang menjadi gejala adanya kanker serviks dalam organ kewanitaan adalah jika keputihan tersebut terjadi berulang-ulang atau tidak kunjung sembuh dan berwarna kecoklatan.

Namun tanda-tanda itu saja tidak cukup digunakan sebagai indikasi terjadinya kanker serviks. Untuk memastikan, perempuan harus melakukan identifikasi secara menyeluruh dan dilihat apa saja keluhan lainnya yang dirasakan bersamaan dengan keputihan yang tak kunjung sembuh.

Perempuan bisa melakukan pengecekan dengan melakukan deteksi atau skrining. Bagi perempuan yang sudah aktif berhubungan seksual, pemeriksaan setiap tahun diperlukan untuk memantau kondisi organ kewanitaan.

Selain pemeriksaan secara rutin, terdapat beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi lesi pra-kanker. Perempuan bisa melakukan tes IVA, papsmear, tes DNA HPV, dan kolposkopi atau cara yang digunakan dokter untuk melihat vulva, vagina dan, dan serviks menggunakan alat pembesar.

*Sumber: kumparan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar