This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. website theme by nuansaradiobojonegoro.com

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. website theme by nuansaradiobojonegoro.com

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. website theme by nuansaradiobojonegoro.com

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. website theme by nuansaradiobojonegoro.com

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. website theme by nuansaradiobojonegoro.com

Sabtu, 20 Mei 2023

Ruwatan Massal Terpadu Radio Nuansa Group Tahun 2023

IKUTILAH !!! RUWATAN MASSAL TERPADU DI RADIO NUANSA GROUP "RADIO NUANSA FM 104,5 BOJONEGORO, RADIO ANGLING DARMA FM 89,9 BOJONEGORO, DAN RADIO SUARA BUMI WALI FM 91,5 TUBAN"


Tradisi Ruwatan adalah salah satu bentuk upacara atau ritual penyucian yang hingga saat ini tetap dilestarikan oleh masyarakat Demak,  Jawa Tengah. Tradisi ini diberlakukan untuk melestarikan ajaran dari Kanjeng Sunan kalijaga dan digunakan  bagi orang yang Nandang Sukerta atau berada dalam dosa. 

Meruwat bisa berarti mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan batin dengan cara mengadakan pertunjukan atau ritual. Umumnya ritual tersebut menggunakan media Wayang Kulit yang mengambil tema atau cerita Murwakala. Istilah Ruwat berasal dari istilah Ngaruati yang memiliki makna menjaga kesialan Dewa Batara.

Di dalam kehidupan Masyarakat Jawa, dikenal tradisi ruwatan. Sedangkan ruwatan adalah salah satu ritual penyucian yang masih banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Jawa. Tradisi ini dilakukan dengan menggunakan media Wayang Kulit. Tradisi ini dapat dilakukan oleh orang Jawa ketika mengalami kesialan dalam hidup.

Dalam Bahasa Jawa, ruwat sama dengan kata luwar yang artinya lepas atau terlepas. Seorang Dalang bertanggung jawab atas kesialan serta kemalangan karena orang yang diruwat sudah menjadi anak si Dalang.Dari cerita pewayangan ini, Masyarakat Jawa meyakini bahwa tradisi ruwatan sangat penting untuk mereka yang menginginkan keselamatan.

Tradisi ruwatan tidak terlepas dari pertunjukan wayang yang menceritakan tentang Murwa Kala yang menjadi muasal sejarah tradisi tersebut. Karena untuk melaksanakan pertunjukan wayang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tradisi ngruwat biasa dilakukan secara bersama-sama dalam lingkup pedukuhan atau desa.

Dalam konteks zaman sekarang, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil darai tradisi ruwatan. Jika dalam ruwatan seseorang yang akan diruwat membutuhkan dalang yang ahli dalam bidang ruwat, maka untuk membersihkan diri kita dapat memulainya dari diri kita sendiri. Menjadi pribadi yang berkepribadian luhur serta menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma di lingkungannya secara tidak langsung mampu memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan di sekitarnya       

Upacara Ruwatan biasa dilakukan orang Jawa ketika mengalami kesialan hidup. Sebagai misal adalah anak sedang sakit, anak tunggal yang tidak memiliki adik maupun kakak, terkena sial, jauh jodoh, susah mencari kehidupan dan lain sebagainya. Ruwatan ini sangat penting khususnya masyarakat Kejawen. Kejawen merupakan kepercayaan asli Jawa atau kebatinan. Kebatinan merupakan system kepercayaan yang memberikan dorongan orang yang melaksanakan ruwatan adalah bagi anak-anak yang mempunyai nasib buruk.

Tradisi ruwatan mempunyai makna filosofis dalam tahapan prosesi upacaranya, antara lain : 

1) prosesi siraman secara filosofis mengandung nilai pembersih badan agar manusia yang diruwat dengan menggunakan air terdiri atas kembang kenanga, kembang melati, dan kembang mawar 

2) Sesaji dan selamatan secara filosofis memiliki nilai agar orang yang diruwat dalam keadaan selalu selamat

3) Nilai filosofis yang terkandung dalam upacara penyerahan sarana adalah memberikan perlindungan terhadap orang yang tergolong sukerta 

4) Upacara potong rambut memiliki nilai filosofis yaitu bahwa segala yang kotor harus dipotong dan dibuang 

5) Nilai filosofis dalam tirakatan merupakan ungkapan rasa syukur dan ungkapan rasa terima kasih terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas perlindungan dan anugerahnya 

6) Wayang juga membawa makna filosofis bagi kehidupan manusia. Manusia pada umumnya menginginkan kebaikan, maka kisah wayang itu banyak yang bisa masuk sampai ke hati.

Makna wayang dalam ruwatan juga membawa makna kehidupan. Pelaksanaan ruwatan ini ada hubungannya dengan makna dari kesucian jiwa dan raga dalam kepercayaan masyarakat jawa.

Kesucian jiwa raga adalah mencapai ketenteraman dan kesucian lahir dan batin. Selain itu juga mencapai kehidupan yang lebih baik dan suci lahir batin. Pelaksanaan ruwatan juga bermakna untuk mencapai tujuan hidup manusia Jawa tersimpul dalam unen-unen, mati sajroning urip, urip sajroning pejah artinya bahwa yang hidup tetap hidup tetapi yang mati adalah nafsu lahirnya.

Unen-unen ini mengandung pesan bahwa hidup manusia hendaknya bisa mengendalikan hawa nafsu. Orang yang tidak bisa menguasai nafsu berarti mati. Sebaliknya jika orang hidup tanpa nafsu adalah mati juga. Hidup manusia itu silih berganti seperti halnya perputaran roda.

Dalam buku Bratawidjaja karya Thomas Wiyasa, yang berjudul Upacara Tradisional Masyarakat Jawa (1988),orang-orang yang termasuk golongan Sukerta, antara lain: 

1) Ontang-anting: anak laki-laki tunggal dalam keluarga, tak punya saudara kandung 

2) Unting-unting: anak perempuan tunggal dalam keluarga 

3) Gedhana-gedhini: dua anak dalam keluarga, laki-laki dan perempuan 

4) Uger-uger lawang: dua anak laki-laki dalam keluarga 

5) Kembar sepasang: dua anak perempuan dalam keluarga 

6) Pendhawa: lima anak laki-laki dalam keluarga 

7) Ngayomi: lima anak perempuan dalam keluarga 

8) Julungwangi: anak lahir pada saat matahari terbenam 

9) Pangayam-ayam: anak lahir saat tengah hari.

Silahkan bagi anda yang mau ikut RUWATAN MASSAL TERPADU yang memadukan antara islami dan jawa di RADIO NUANSA GROUP segera daftarkan diri anda sekarang juga !!!

PELAKSANAAN :

Hari : Minggu (Pahing)

Tanggal : 30 Juli 2023

Jam : 08.00 s/d Selesai

Tempat Pelaksanaan : -

Biaya : Rp. 850.000,- per sukerto (sudah termasuk umbo rampe, kain mori, kembang setaman, kabuli, dll)

TEMPAT PENDAFTARAN :

1. Gerai Sehat Cabang Rengel : Jln. Raya Rengel - Plumpang / 100 meter timur GOA Ngreong (Tuban)
2. Gerai Sehat Cabang Baurno : Jln. PUK Baurno - Kanor / Gg. Cokro Masuk Ke Utara Pasinan (Bojonegoro)
3. Gerai Sehat Cabang Sumberrejo : Jln. Raya Sumberrejo 1192 Bojonegoro (Bojonegoro)
4. Gerai Sehat Cabang Balen : 100 meter Perempatan Balen ke selatan (Bojonegoro)
5. Gerai Sehat Cabang Kapas : Barat Koramil Kapas Bojonegoro (Bojonegoro)

INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI : 0852 3385 0676

Diberdayakan oleh Blogger.

STREAMING

LIVE SUPPORT

PT. RADIO NUANSA FM BOJONEGORO
Jln. Mliwis Rt 24 Rw 8 Kec. Sumberrejo Kab. Bojonegoro
Telp : (0353) 331399 / 0852 5935 8278
E-Mail : nuansaradio722@gmail.com

SPOT




RADIO NUANSA FM © 2024 Desain By RUDI TORO SETIAWAN