SELAMAT DATANG DI WEBSITE RADIO KAMI PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO || ON AIR (0353) 331399 || SMS || Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata.

Selasa, 24 September 2019

Tulang Melengkung Intai Anak-anak yang Gemar Bermain Gawai

Selasa, 24 September 2019 17:27:03

Tulang Melengkung Intai Anak-anak yang Gemar Bermain Gawai

Anak-anak yang sedari dini sudah sering menghabiskan waktu di depan layar gawai akan berisiko mengalami tulang melengkung. Kenyataan ini disampaikan dr Anggita Dewi SpOT, spesialis ortopedi pediatri di Rumah Sakit Ortopedi dan Traumatologi Surabaya.

"Sebanyak 30 hingga 40 persen pasien anak yang datang kepada saya, karena mengalami masalah tulang belakang imbas dari kebanyakan main gawai," kata dokter Anggita pada Basra, Senin (2/9).

Menatap layar gawai atau gadget dalam posisi merunduk selama berjam-jam bisa memicu sakit kepala, leher, bahu, dan punggung. Dampak jangka panjangnya mereka memiliki kecenderungan bungkuk dan pertumbuhan tulang yang melengkung tidak normal, di antaranya skoliosis.

Skoliosis merupakan kondisi medis ketika tulang belakang manusia tampak melengkung ke kiri atau ke kanan. Kurva lengkungnya umumnya berbentuk 'S' atau 'C', sedikitnya 10 derajat.

"Batasi anak-anak main gawai, selain tidak baik untuk sosialisasinya, juga bisa membawa dampak negatif bagi pertumbuhan tulangnya," ujar dr. Anggi.

Aktivitas fisik untuk anak bermacam-macam, bisa dengan bermain bola, main lompat tali, dan sebagainya. Kegiatan fisik ini bertujuan untuk pemadatan tulang anak.

Aktivitas fisik di luar rumah seperti bermain bola juga memiliki manfaat lain. Salah satunya, melatih anak untuk bersosialisasi. Dengan bermain bersama teman-teman sebayanya, anak belajar berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya.

"Jadi kalau anak sedang asyik lari-lari di taman atau bermain dengan teman-temannya, orang tua jangan melarang. Karena itu adalah bagian dari aktivitas fisik yang menyenangkan untuk mereka," kata dr. Anggi.

Selain aktivitas fisik, sejumlah makanan tertentu dinilai baik untuk pertumbuhan tulang seorang anak yang berada pada fase pertumbuhan, salah satunya susu.

Susu merupakan salah satu sumber protein dan kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang. Selama masa pertumbuhan, anak disarankan untuk mengonsumsi susu 2 hingga 3 gelas sehari agar pertumbuhan tulangnya maksimal.

Dikatakan pula, anak juga harus mengonsumsi sayuran dan buah agar bisa tumbuh maksimal. Beberapa sayuran berdaun hijau mengandung kalsium yang dibutuhkan tulang, seperti brokoli dan sawi. Selain mengandung kalsium, sayuran berdaun hijau juga mengandung vitamin K.

"Vitamin K mempunyai peran penting dalam pengaturan kalsium dan pembentukan tulang," ujar dr. Anggi.

Sedangkan buah-buahan yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang, yakni buah-buahan yang mengandung vitamin C, di antaranya pepaya, jeruk, nanas, dan stroberi. Vitamin C berfungsi dalam sintesis kolagen, yaitu protein utama untuk tulang.

*Sumber: kumparan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar